Archives

Tentang Shalat Sunnah Usai Shalat Tarawih

Tanya: Bagaimana hukum di suatu masjid yg sdh ditegakkan sholat terawih bakda isya kemudian sebagian orang menegakkan lagi sholat terawih di akhir malam dalam masjid yg sama?   Jawab: Shalat tarawih disyariatkan di awal malam pada Ramadhan. Bila tarawih usai, seseorang boleh mengerjakan shalat sunnah lagi setelah itu, dengan syarat ia tak mengerjakan shalat witir…
Read More

Tentang Sholat Sunnah Usai Shalat Tarawih

Tanya: Bagaimana hukum di suatu masjid yg sdh ditegakkan sholat tarawih ba’da Isya kemudian sebagian orang menegakkan lagi sholat terawih di akhir malam dalam masjid yg sama? Jawab: Shalat tarawih disyariatkan di awal malam pada Ramadhan. Bila tarawih usai, seseorang boleh mengerjakan shalat sunnah lagi setelah itu, dengan syarat ia tak mengerjakan shalat witir lagi….
Read More

Mutiara Salaf 12: Sahabat Sejati

Di antara kita, ada yang menyangka bahwa sahabat dan teman sejati itu adalah mereka yang selalu menuruti semua keinginan kita, tanpa memperhatikan baik atau tidaknya sesuatu yang kita inginkan. Namun, hakikat sahabat adalah orang yang mengusahakan kebaikan bagimu, bukan mengupayakan semua yang engkau inginkan. Sahabat sejati selalu membimbing saudaranya kepada kemaslahatan dan kebaikan dunia dan…
Read More

Mutiara Salaf 11: Pesan Mulia dari “Luqman Al-Hakim” Umat Ini

Seorang ulama yang bernama Hatim bin Unwan Al-Asham Al-Balkhiy rahimahullah -yang dikenal dengan “Luqman Al-Hakim” umat ini- pernah memberikan sebuah pesan agar seseorang menghindari sifat al-ajalah ‘ketergesa-gesaan’. Hatim Al-Asham rahimahullah berkata, كَانَ يُقَالُ: الْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلاَّ فِيْ خَمْسٍ: إِطْعَامُ الطَّعَامِ إِذَا حَضَرَ الضَّيْفُ، وَتَجْهِيْزُ الْمَيِّتِ إِذَا مَاتَ، وَتَزْوِيْجُ الْبِكْرِ إِذَا أَدْرَكَتْ، وَقَضَاءُ الدَّيْنِ إِذَا…
Read More

Mutiara Salaf 9: Berbolak-baliknya Kalbu Manusia

Hati manusia amatlah cepat mengalami perubahan laksana angin di langit. Allah Azza wa Jalla membolak-balikkan hati sesuai kehendak-Nya. Oleh karena itu, mintalah kepada-Nya agar hati ditegarkan di atas Sunnah dan dimatikan di atasnya. Abu Hamid Ahmad bin Khidhrawaih Al-Balkhiy rahimahullah berkata, القُلُوْبُ جَوَّالَةٌ، فَإِمَّا أَنْ تَجُولَ حَوْلَ العَرْشِ، وَإِمَّا أَنْ تَجُولَ حَوْلَ الحُشِّ “Hati suka…
Read More

Mutiara Salaf 8: Dunia itu Sedikit

  Dunia, jika ingin dihargai dengan kenikmatan surga, amatlah sedikit nilai dan harganya. Oleh karena itu, belilah dan bebaskanlah dirimu dengan ibadah dan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla. Ibnus Sammak Al-Ijliy rahimahullah berkata, الدُّنْيَا كُلُّهَا قَلِيْلٌ، وَالَّذِي بَقِيَ مِنْهَا قَلِيْلٌ، وَالَّذِي لَكَ مِنَ البَاقِي قَلِيْلٌ، وَلَمْ يَبْقَ مِنْ قَلِيْلِكَ إِلاَّ قَلِيْلٌ، وَقَدْ أَصْبَحتَ فِي…
Read More

Mutiara Salaf 7: Sebaik-baik Penolong, Penuntun, Bekal, dan Amal

Penolong terbaik di kala kita butuh adalah Allah. Jalan terbaik untuk kita tapaki adalah jalan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang membimbing kita ke surga. Bekal terbaik yang mengantarkan seseorang ke pintu surga adalah bekal takwa. Tidak akan sempurna suatu amalan yang tidak dibarengi dengan kesabaran. Sahl bin Abdillah At-Tustariy rahimahullah berkata, لاَ مُعِيْنَ إِلاَّ…
Read More

Mutiara Salaf 6: Perumpamaan Orang yang Jahil dan yang Bermaksiat

Orang yang jahil mirip dengan orang mati karena orang mati tak lagi mampu memahami sesuatu. Orang yang asyik dengan maksiatnya ibarat orang mabuk sebab orang yang bermaksiat seringkali merasakan enaknya maksiat yang ia lakukan. Ia pun terlena sebagaimana pemabuk terlena dalam mabuknya. Sahl bin Abdillah At-Tustariy rahimahullah berkata, الجَاهِلُ مَيِّتٌ، وَالنَّاسِي نَائِمٌ، وَالعَاصِي سَكْرَانُ، وَالمُصِرُّ…
Read More

Mutiara Salaf 5: Marah Menghancurkan Adab

  Marah yang bukan karena Allah, melainkan karena urusan dunia yang sepele, adalah sifat tercela. Saking tercelanya, si pelaku akan hancur adab dan etikanya. Abul Fath Al-Bustiy rahimahullah berkata, مَنْ أَطَاعَ غَضَبَهُ، أَضَاعَ أَدَبَهُ “Siapa saja yang memperturutkan amarahnya, ia akan menyia-nyiakan adabnya (etikanya).” [Lihatlah Qira Adh-Dha’if 4/348 karya Ibnu Abid Dun-ya, cet. Adhwa’ As-Salaf]…
Read More

Mutiara Salaf 4: Beramal Sunnah Sesuai Batasan dan Kemampuan

Amalan Sunnah yang seorang hamba lakukan tidaklah berbuah manis, kecuali jika dikerjakan: – sesuai dengan kemampuan, tanpa takalluf (memaksakan diri). – sesuai batasan syariat, tanpa melakukan sesuatu yang tak disunnahkan. Adalah sebuah kebahagiaan seorang, ia beramal sesuai batasan dan kemampuan dirinya. Abul Fath Ali bin Muhammad Al-Katib Al-Bustiy (wafat 401 H) rahimahullah, berkata, مِنْ سَعَادَةِ…
Read More