Taushiyah

Waspada, di Sekitar Anda Banyak Sihir!

Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. –hafizhohulloh– Banyak diantara kita yang tidak mengenal hakikat sihir beserta bentuk-bentuk sihir sehingga ada sebagian orang yang sudah jelas melakukan sihir, masih saja menyangka dirinya tidak bersalah. Para ulama kita telah menjelaskan batasan dan defenisi sihir dengan penjelasan yang sangat gamblang. Al-Imam Al-Azhariy –rahimahullah– berkata, “وأَصل السِّحْرِ صَرْفُ الشَّيْءِ عَنْ…
Read More

Awas, Ada Syiar Kekafiran di Balik Terompet Tahun Baru

Oleh: Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. Di sepanjang jalan, sebelum datangnya malam tahun baru, kita menyaksikan banyak pedagang kaki lima memajang dan menjajakan berbagai macam terompet. Terompet-terompet itu digunakan untuk memeriahkan malam tahun baru. Sementara itu banyak orang yang silih berganti singgah untuk menawar dan membelinya. Di bulan Desember, para pedagang terompet melariskan ratusan,…
Read More

Tiga Nikmat Penghimpun Dunia

Oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. hafizhahullah Terkadang manusia menilai bahwa kekayaan dunia adalah banyaknya harta benda dan barang-barang dunia, sehingga yang tinggi dan bahagia dalam pandangan mereka adalah mereka yang menghimpun sebagian kekayaan harta benda, dan kedudukan duniawi yang tinggi di tengah manusia. Mereka tidak sadar bahwa hakikat kekayaan dunia, bukanlah pada semua itu….
Read More

Pemutus Segala Kelezatan

Oleh: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah-   Sebuah pohon tumbuh perlahan-lahan, dari sejari menjadi batang besar lagi menjulang tinggi. Tampak suatu kekokohan padanya. Namun sebagian orang tak sadar bahwa pohon yang kokoh itu akan melemah dan hancur perlahan-lahan. Demikianlah perumpamaan manusia dan seluruh makhluk. Sebuah kepastian yang tak terelakkan bagi setiap insan bahwa ia…
Read More

Peringatan Keras tentang Bahaya Dunia Perdukunan

Al-Kahanah ‘Perdukunan’ telah dikenal oleh umat manusia sejak dahulu kala.
Di zaman para nabi dan rasul, mereka telah ada bahkan mereka menjadi musuh dakwah tauhid yang dilancarkan oleh para nabi dan rasul.
Sebab, mereka (para dukun alias paranormal), biasanya adalah orang-orang yang bekerjasama dengan para setan dari kalangan jin.
Sedang para nabi dan rasul memberantas kesyirikan, termasuk diantaranya perdukunan yang menggunakan jin dan mengaku tahu perkara gaib. Di dalamnya, mereka melakukan ke-syirik-an (menduakan Allah dengan makhluk-Nya) dalam ibadah dan ketaatan.
Dunia perdukunan terus berkembang pesat, seiring dengan jauhnya manusia dari agama Islam yang menyerukan tauhid dan membasmi syirik.
Perkembangan dunia perdukunan di zaman ini jauh lebih menghebohkan, karena para dukun pandai mengelabui manusia dengan menggunakan nama-nama keren lagi memikat, seperti mereka biasa menyebut diri dengan “orang pintar”, “paranormal”, “tabib yang menyembuhkan semua penyakit”.
Lebih ganas lagi, mereka sekarang mulai menggunakan gelar “kiai”, lalu membalut kepala mereka dengan serban sambil menggunakan pakaian koko atau gamis panjang. Semua ini tentu akan menipu kaum awam yang memiliki pemahaman agama yang dangkal.
Dahulu, orang-orang menganggap dukun dan perdukunan adalah sebuah perkara yang tabu.

Berkaca dari Musibah

Oleh: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah-   Saat ini, musim kemarau panjang melanda. Berita musibah datang silih berganti. Angin kencang, tanah longsor, kekeringan dan si jago merah yang kian merajalela.Hampir setiap hari terjadi kebakaran, baik di perkotaan, maupun di hutan. Rasa was-was dan khawatir pun kian menghantui jiwa. Tatkala sengatan matahari yang begitu panas membuat rumput-rumput menjadikering kerontang sehingga sepuntung api rokok saja, mampu menghanguskan berhektar-hektar kebun dan hutan. Akibatnya, banyak…
Read More

Hukum Wanita Menggunakan Selop Bertumit Tinggi

Oleh: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah-   Jika kita meneropong sebuah sudut kehidupan anak cucu Adam, khususnya kehidupan wanita dari zaman ke zaman, maka kita akan menemukan perubahan drastis sehingga muncullah istilah baru “Lain dulu, lain sekarang”. Sesuatu yang terjadi hari ini, dahulu belum pernah terjadi di zaman Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wa sallam-. Dahulu para wanita muslimah bangga dengan…
Read More

Aqidah Pocong, Adakah dalam Islam?

Mungkin anda pernah mendengar istilah “pocong”. Pocong secara bahasa adalah mayat yg dibalut kain kafan. Akan tetapi istilah ini terus berkembang sehingga terkadang jauh dari maknanya, karena adanya pengaruh aqidah (keyakinan) yang salah atau kesalahpahaman tentang arti pocong.
Akhirnya, banyak diantara masyarakat yang memaknai bahwa pocong adalah mayat yang bangkit dan dapat berjalan atau bergerak kesana-kemari sesuai keinginannya.
Pocong kini diyakini oleh sebagian orang sebagai momok yang menakutkan lagi berbahaya.
Menurut mereka, pocong itu hidup atau bangkit saat ikatan kain kafan mayat bagian kepala tak dilepas. Padahal semua itu hanyalah keyakinan dan khayalan batil!!
Karena takut pocong, sebagian orang takut melanggar sumpahnya bila ia dimintai bersumpah pocong, yaitu sumpah yg disertai tidur membujur ke utara menghadap kiblat (barat) di dalam masjid dan berpakaian kain kafan (dipocong spt mayat).
Sebagian orang ada yang takut memandikan orang tua atau kerabatnya, dengan dalih bahwa ia takut jangan sampai tiba-tiba mayat itu bergerak. Subhanallah, alangkah jahilnya orang seperti ini!!

Tiga Maksiat Pembinasa

Oleh: Ustadz Abdul Qodir Abu Faizah, Lc. –hafizhahullah-   Kehidupan dunia adalah kehidupan yang penuh dengan aral dan rintangan. Barang siapa yang tak berhati-hati mencari jalan yang dapat menyelamatkan dirinya, maka ia akan celaka di dunia, bahkan boleh jadi nanti di akhirat. Karena itu, hendaknya kita menghindari segala perkara yang mendatangkan kebinasaan. Disebutkan dalam sebuah hadits :…
Read More

Hukum Tentang Mengkhususkan Puasa, Doa, Istighfar, dan Ibadah Lain pada Akhir Tahun Hijriyah

Telah sah dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيْهِ فَهُوَ رَدٌّ. “Barangsiapa yang mengada-adakan hal-hal baru dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal dari (agama) tersebut, hal tersebut tertolak.”.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim] مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ. “Barangsiapa yang mengamalkan suatu…
Read More