Taushiyah

Mutiara Salaf 15: Perumpamaan Orang yang Tak Khusyuk dalam Shalatnya

Sebagian orang kadang susah untuk khusyuk dalam shalatnya karena ia tidak menghadirkan perasaan butuh kepada shalat beserta manfaat dan keutamaan shalat sehingga ia pun memandang sholat sebagai sesuatu yang tidak begitu berharga. Kebanyakan orang tidak memperhatikan hal seperti ini dan terus lalai dalam shalatnya. Namun, apabila seseorang masih merasakan kegelisahan saat ia merasakan hilangnya rasa…
Read More

Mutiara Salaf 14: Penasihat bagi Orang yang Bertaqwa

Hati bersih yang terbimbing dengan wahyu akan mengarahkan seseorang kepada ketaqwaan. Hati orang yang bertaqwa selalu mengingatkannya untuk taat kepada perintah Allah dan menjauhi sesuatu yang terlarang. Itulah hati orang yang bertaqwa, hatinya selalu menjadi penasihat baginya. Muhammad bin Sirin Al-Anshariy Abu Bakr Ibnu Abi Amrah Al-Bashriy (tabi’in tsiqah tsabt kabirul qadri, wafat pada 110…
Read More

Mutiara Salaf 13: Memuliakan Allah dengan Taat dan Meninggalkan Maksiat

  Sekelompok manusia menyangka bahwa dirinya telah memuliakan Allah. Namun, ia tidak sadar bahwa ternyata ia justru telah merendahkan Allah dengan kemaksiatannya dan jauhnya ia dari ketaatan. Lantas siapakah manusia yang memuliakan Allah? Seorang ulama kibar dari kalangan tabi’in, Zaid bin Aslam Al-Qurasyiy Al-Adawiy Abu Usamah Al-Madaniy Al-Faqih (wafat 136 H) -rahimahullah- berkata, مَنْ يُكْرِمِ…
Read More

Mutiara Salaf 12: Sahabat Sejati

Di antara kita, ada yang menyangka bahwa sahabat dan teman sejati itu adalah mereka yang selalu menuruti semua keinginan kita, tanpa memperhatikan baik atau tidaknya sesuatu yang kita inginkan. Namun, hakikat sahabat adalah orang yang mengusahakan kebaikan bagimu, bukan mengupayakan semua yang engkau inginkan. Sahabat sejati selalu membimbing saudaranya kepada kemaslahatan dan kebaikan dunia dan…
Read More

Mutiara Salaf 11: Pesan Mulia dari “Luqman Al-Hakim” Umat Ini

Seorang ulama yang bernama Hatim bin Unwan Al-Asham Al-Balkhiy rahimahullah -yang dikenal dengan “Luqman Al-Hakim” umat ini- pernah memberikan sebuah pesan agar seseorang menghindari sifat al-ajalah ‘ketergesa-gesaan’. Hatim Al-Asham rahimahullah berkata, كَانَ يُقَالُ: الْعَجَلَةُ مِنَ الشَّيْطَانِ إِلاَّ فِيْ خَمْسٍ: إِطْعَامُ الطَّعَامِ إِذَا حَضَرَ الضَّيْفُ، وَتَجْهِيْزُ الْمَيِّتِ إِذَا مَاتَ، وَتَزْوِيْجُ الْبِكْرِ إِذَا أَدْرَكَتْ، وَقَضَاءُ الدَّيْنِ إِذَا…
Read More

Mutiara Salaf 9: Berbolak-baliknya Kalbu Manusia

Hati manusia amatlah cepat mengalami perubahan laksana angin di langit. Allah Azza wa Jalla membolak-balikkan hati sesuai kehendak-Nya. Oleh karena itu, mintalah kepada-Nya agar hati ditegarkan di atas Sunnah dan dimatikan di atasnya. Abu Hamid Ahmad bin Khidhrawaih Al-Balkhiy rahimahullah berkata, القُلُوْبُ جَوَّالَةٌ، فَإِمَّا أَنْ تَجُولَ حَوْلَ العَرْشِ، وَإِمَّا أَنْ تَجُولَ حَوْلَ الحُشِّ “Hati suka…
Read More

Mutiara Salaf 8: Dunia itu Sedikit

  Dunia, jika ingin dihargai dengan kenikmatan surga, amatlah sedikit nilai dan harganya. Oleh karena itu, belilah dan bebaskanlah dirimu dengan ibadah dan ketaatan kepada Allah Azza wa Jalla. Ibnus Sammak Al-Ijliy rahimahullah berkata, الدُّنْيَا كُلُّهَا قَلِيْلٌ، وَالَّذِي بَقِيَ مِنْهَا قَلِيْلٌ، وَالَّذِي لَكَ مِنَ البَاقِي قَلِيْلٌ، وَلَمْ يَبْقَ مِنْ قَلِيْلِكَ إِلاَّ قَلِيْلٌ، وَقَدْ أَصْبَحتَ فِي…
Read More

Mutiara Salaf 7: Sebaik-baik Penolong, Penuntun, Bekal, dan Amal

Penolong terbaik di kala kita butuh adalah Allah. Jalan terbaik untuk kita tapaki adalah jalan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang membimbing kita ke surga. Bekal terbaik yang mengantarkan seseorang ke pintu surga adalah bekal takwa. Tidak akan sempurna suatu amalan yang tidak dibarengi dengan kesabaran. Sahl bin Abdillah At-Tustariy rahimahullah berkata, لاَ مُعِيْنَ إِلاَّ…
Read More

Mutiara Salaf 6: Perumpamaan Orang yang Jahil dan yang Bermaksiat

Orang yang jahil mirip dengan orang mati karena orang mati tak lagi mampu memahami sesuatu. Orang yang asyik dengan maksiatnya ibarat orang mabuk sebab orang yang bermaksiat seringkali merasakan enaknya maksiat yang ia lakukan. Ia pun terlena sebagaimana pemabuk terlena dalam mabuknya. Sahl bin Abdillah At-Tustariy rahimahullah berkata, الجَاهِلُ مَيِّتٌ، وَالنَّاسِي نَائِمٌ، وَالعَاصِي سَكْرَانُ، وَالمُصِرُّ…
Read More

Mutiara Salaf 5: Marah Menghancurkan Adab

  Marah yang bukan karena Allah, melainkan karena urusan dunia yang sepele, adalah sifat tercela. Saking tercelanya, si pelaku akan hancur adab dan etikanya. Abul Fath Al-Bustiy rahimahullah berkata, مَنْ أَطَاعَ غَضَبَهُ، أَضَاعَ أَدَبَهُ “Siapa saja yang memperturutkan amarahnya, ia akan menyia-nyiakan adabnya (etikanya).” [Lihatlah Qira Adh-Dha’if 4/348 karya Ibnu Abid Dun-ya, cet. Adhwa’ As-Salaf]…
Read More