Taushiyah

Mutiara Salaf 7: Sebaik-baik Penolong, Penuntun, Bekal, dan Amal

Penolong terbaik di kala kita butuh adalah Allah. Jalan terbaik untuk kita tapaki adalah jalan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam yang membimbing kita ke surga. Bekal terbaik yang mengantarkan seseorang ke pintu surga adalah bekal takwa. Tidak akan sempurna suatu amalan yang tidak dibarengi dengan kesabaran. Sahl bin Abdillah At-Tustariy rahimahullah berkata, لاَ مُعِيْنَ إِلاَّ…
Read More

Mutiara Salaf 6: Perumpamaan Orang yang Jahil dan yang Bermaksiat

Orang yang jahil mirip dengan orang mati karena orang mati tak lagi mampu memahami sesuatu. Orang yang asyik dengan maksiatnya ibarat orang mabuk sebab orang yang bermaksiat seringkali merasakan enaknya maksiat yang ia lakukan. Ia pun terlena sebagaimana pemabuk terlena dalam mabuknya. Sahl bin Abdillah At-Tustariy rahimahullah berkata, الجَاهِلُ مَيِّتٌ، وَالنَّاسِي نَائِمٌ، وَالعَاصِي سَكْرَانُ، وَالمُصِرُّ…
Read More

Mutiara Salaf 5: Marah Menghancurkan Adab

  Marah yang bukan karena Allah, melainkan karena urusan dunia yang sepele, adalah sifat tercela. Saking tercelanya, si pelaku akan hancur adab dan etikanya. Abul Fath Al-Bustiy rahimahullah berkata, مَنْ أَطَاعَ غَضَبَهُ، أَضَاعَ أَدَبَهُ “Siapa saja yang memperturutkan amarahnya, ia akan menyia-nyiakan adabnya (etikanya).” [Lihatlah Qira Adh-Dha’if 4/348 karya Ibnu Abid Dun-ya, cet. Adhwa’ As-Salaf]…
Read More

Mutiara Salaf 4: Beramal Sunnah Sesuai Batasan dan Kemampuan

Amalan Sunnah yang seorang hamba lakukan tidaklah berbuah manis, kecuali jika dikerjakan: – sesuai dengan kemampuan, tanpa takalluf (memaksakan diri). – sesuai batasan syariat, tanpa melakukan sesuatu yang tak disunnahkan. Adalah sebuah kebahagiaan seorang, ia beramal sesuai batasan dan kemampuan dirinya. Abul Fath Ali bin Muhammad Al-Katib Al-Bustiy (wafat 401 H) rahimahullah, berkata, مِنْ سَعَادَةِ…
Read More

Mutiara Salaf 3: Awas, Jangan Coba-Coba Meninggalkan Puasa

Sebagian orang yang lemah iman berani membatalkan puasanya. Padahal ini adalah kelakuan buruk dan pelanggaran besar terhadap kehormatan Bulan Ramadhan. Sahabat Abu Umamah Al-4 radhiyallahu anhu berkata, “Saya pernah mendengarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ فَأَتَيَا بِي جَبَلاً وَعْرًا فَقَالاَ لِي : اصْعَدْ فَقُلْتُ : إِنِّي…
Read More

Mutiara Salaf 2: Perkembangan Akal Manusia adalah Seiring Usianya

Sebuah rahasia mengapa para nabi alaihimush shalatu was salam diutus pada usia 40 tahunan? Jawabannya adalah agar akal dan pikiran mereka matang. Awal kali seseorang belajar agama tidaklah sama di saat ia sudah lama belajar. Semakin lama belajar, kemampuan olah pikir manusia dalam mengembangkan ilmunya akan semakin bertambah dan terasah. Seorang ulama kibarut tabi’in, Mutharrif…
Read More

Mutiara Salaf 1: Keshalihan yang Melahirkan Penjagaan

Keshalihan (kebaikan) seseorang dalam agamanya dan keimanannya akan menjadi sebab lahirnya penjagaan dan perlindungan Allah kepada seorang hamba. Seorang ulama tabi’in, Muhammad bin Al-Munkadir Al-Qurasyiy At-Taimiy (wafat pada 130 H) rahimahullah berkata, إن الله تعالى يحفظ العبد المؤمن في ولده وولد ولده ويحفظه في دويرته وفي دويرات حوله فما يزالون في حفظ وعافية ما كان…
Read More