Khutbah Jum’at: Kekhususan Ibadah Shalat

Kekhususan Shalat

Khatib: Syaikh Abdul Aziz Alu Syaikh

Alih Bahasa: Ustadz Hudzaifah

 

Segala puji bagi Allah, kita memohon pertolongan kepada-Nya, memohon ampunan dan meminta hidayah kepada-Nya. Kita berlindung kepada-Nya dari keburukan-keburukan diri-diri kita dan kejelekan-kejelekan perbuatan kita. Barangsiapa yang Allah beri hidayah, tidak akan ada yang bisa menyesatkannya, dan barangsiapa yang telah disesatkan oleh-Nya, tidak akan ada yang bisa memberinya petunjuk. Saya bersaksi bahwa sesungguhnya tidak ada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah semata, tiada sekutu bagi-Nya, dan Saya bersaksi sesungguhnya Muhammad adalah seorang hamba dan utusan-Nya. Semoga shalawat dari Allah tercurah untuknya, untuk keluarga dan para shahabatnya, beserta juga salam bagi mereka hingga hari kemudian.

Wahai sekalian manusia, bertakwalah kalian semua kepada Allah dengan sebenar-benar ketakwaan.

Wahai hamba-hamba Allah, shalat lima waktu merupakan rukun kedua dari rukun-rukun Islam. (Shalat) merupakan tiang agama, memiliki kedudukan yang sangat penting, dan Allah Maha Tahu segala sesuatu. Shalat lima waktu yang telah Allah fardhukan kepada hamba-hamba-Nya lima kali dalam sehari semalam merupakan amal ketaatan dan pendekatan diri kepada Allah yang sangat agung.

 

Wahai sekalian muslim,

Kita telah diperintahkan oleh Allah dalam kitab-Nya dan Nabi kita dalam Sunnahnya shallallâhu ‘alaihi wa sallam. Allah berfirman:

وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ

“Padahal mereka tidak disuruh, kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” [Al-Bayyinah: 5]

Juga Ia berfirman:

قُلْ لِعِبَادِي الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلانِيَةً

“Katakanlah kepada hamba-hamba-Ku yang telah beriman, ‘Hendaklah mereka mendirikan shalat, menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi ataupun terang-terangan’..” [Ibrahim: 31]

 

Wahai sekalian muslim,

Sesungguhnya Allah Jalla wa ‘Alâ telah memerintahkan shalat dalam beberapa ayat dan dalam sunnah Rasul-Nya shallallâhu ‘alaihi wa sallam,

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ

“Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku’lah beserta orang-orang yang ruku’.” [Al-Baqarah: 43]

Shalat fardhu lima waktu memiliki kekhususan yang tidaklah sama dengan semua ibadah lainnya. Di antara keistimewaannya adalah penetapan kewajibannya dengan cara yang tidak sama dengan kewajiban-kewajiban lainnya dalam Islam.

Malaikat Jibril ‘alaihis salâm turun menyampaikan wahyu kepada Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam berupa sebuah kewajiban atau sebuah pengharaman dan semisalnya. Adapun shalat lima waktu, kewajibannya ditetapkan pada malam yang Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam dinaikkan ke langit hingga ke lapisan langit ketujuh, lalu Allah berbicara langsung kepada beliau untuk menyampaikan shalat dan memerintahkan agar (shalat) ditunaikan lima puluh kali shalat, dan Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam terus bolak-balik antara Nabi Musa dengan Rabb-nya. Nabi Musa berkata kepada Nabi Muhammad, “Mintalah keringanan kepada Allah sebab umatmu tidak akan mampu menunaikannya.” Hingga, akhirnya Allah menetapkan hanya lima kali shalat, tetapi sebanding dengan pahala lima puluh shalat, dan Allah berfirman, “Sungguh Aku telah memberikan putusan kewajiban-Ku dan Aku telah memberi keringan untuk hamba-hamba-Ku.”

Shalat-shalat tersebut Allah sebutkan dengan keimanan, dan Allah sekali-kali tidak akan menyia-nyiakan shalat-shalat tersebut maka shalat-shalat tersebut terkadang disebut di antara tujuh ibadah. Allah Jalla wa ‘Alâ berfirman:

وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَةِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ

“Dan telah Kami wahyukan kepada mereka mengerjakan kebajikan, mendirikan shalat, menunaikan zakat.” [Al-Anbiyâ`: 73]

Maka, shalat disebut setelah amalan-amalan kebaikannya sehingga shalat adalah amalan kebaikan, bahkan termasuk ke dalam amalan kebaikan juga, tetapi dikhususkan penyebutannya karena pentingnya hal tersebut. Allah berfirman:

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ الْكِتَابِ وَأَقِمْ الصَّلاةَ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al Kitab (Al-Qur`an) dan dirikanlah shalat.” [Al-‘Ankabût: 45]

Shalat-shalat lima waktu disebut bergandengan dengan banyak sekali penyebutan perintah-perintah lainnya. Allah Jalla wa ‘Alâ berfirman:

قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَاي وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ* لا شَرِيكَ لَهُ

“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya.’.”[Al-An’âm: 162-163]

Firman-Nya pula:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka dirikanlah shalat karena Rabbmu, dan berkurbanlah.” [Al-Kautsar: 2]

Juga firman-Nya:

وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ

“Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kalian diberi rahmat.” [Âli Imrân: 132]

Selain itu, termasuk kekhususan (shalat) adalah Allah memerintahkan nabi-Nya untuk bersabar menjaganya:

وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا

“Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya.” [Thâhâ: 132]

Juga, di antara keistimewaannya adalah Allah telah mewajibkannya bagi seluruh kaum muslimin, baik baligh dan berakal, sakit atau sehat, musafir atau muqim. Tidaklah gugur kewajiban shalat hanya karena sakit atau safar, tetapi shalat itu diwajibkan bagi (orang yang) sakit, sehat, musafir, atau muqim. Hanya saja, Allah telah menjadikan jenjang yang berbeda-beda dengan perbedaan yang sangat besar, Allah telah meringankan dengan mengurangi sebagian syarat-syaratnya, jumlah rakaatnya, dan cara penunaiannya. Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam telah  bersabda untuk orang yang sakit,

صَلِّي قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِّعْ فَقَاعِدًا فِإنْ لَمْ تَسْتَطِّعْ فَعَلَى جَنْبّ فِإِنْ لَمْ تَسْتَطِّعْ فَمُسْتَلْقِيًا

“Shalatlah dengan berdiri. Jika tidak mampu (berdiri), maka dengan duduk. Jika tidak mampu (duduk), maka tunaikanlah sambil berbaring menyamping, dan jika tidak mampu (berbaring menyamping) maka tunaikanlah dengan terlentang.”

Allah menjadikan bersuci sebagai syarat sah shalat. Allah berfirman:

وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ

“Dan pakaianmu, bersihkanlah.” [Al-Muddatstsir: 4]

Maka, “sucikan pakaianmu” ini menunjukkan bahwa bersuci merupakan syarat sah shalat: suci pada pakaian, suci tempatnya, dan suci pula badannya, Allah Jalla wa ‘Alâ berfirman:

يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ

“Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid.” [Al-A’râf: 31]

Termasuk keistimewaan shalat adalah shalat merupakan ibadah yang mencakup hati, lisan, dan anggota tubuh lainnya, juga di antara keistimewaannya adalah bahwa shalat merupakan ajaran yang telah Allah izinkan untuk menjadi karakter para Nabi ‘alaihimus salâm. Tidaklah ada seorang nabi dari kalangan Nabi yang ada, kecuali bahwa shalat menjadi syariat yang mereka bawa. Allah Jalla wa ‘Alâ telah berfirman tentang Nabi Ibrahim ‘alaihis salâm,

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي

“Wahai Rabbku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat.” [Ibrahim: 40]

Ia berfirman pula tentang Nabi Isma’il ‘alaihis salâm:

وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيّاً

“Dan ia menyuruh ahlinya untuk mendirikan shalat dan menunaikan zakat, dan ia adalah seorang yang diridhai di sisi Rabbnya.” [Maryam: 55]

Juga kepada Nabi Isa ‘alaihis salâm:

وَأَوْصَانِي بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّا

“Dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup.” [Maryam: 31]

 

Wahai sekalian muslim,

Shalat merupakan wasiat terakhir yang Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam sampaikan untuk umatnya di akhir hidup beliau. Beliau bersabda,

الصَّلَاةَ الصَّلَاةِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ

“Shalat, shalat, juga perhatikanlah budak-budak kalian!”

Nabi dalam keadaan kepayahan dan tidak mampu mengucapkannya dengan jelas, shallallâhu ‘alaihi wa sallam.

Oleh karena itu, karena memiliki kekhususan dan keistimewaan tersebut, shalat memiliki keutamaan yang sangat besar. Di antara keutamaan tersebut adalah shalat merupakan amalan terbaik. Abdullah bin Umar berkata, “Pernah ada seseorang mendatangi Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam seraya bertanya, ‘Wahai Rasulullah, amalan apa yang paling Allah cintai ?’ Beliau menjawab, ‘Shalat.’ Orang itu bertanya lagi, ‘Kemudian (amalan) apa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Berjihad.’.”

Maka, beliau telah menjadikan shalat sebagai amalan terbaik. Tsauban berkata, “Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

اسْتَقِيمُوا وَلَمْ تُحْصُوا وَاَعْلَمُوا أَنْ خَيْرُ أَعْمَالِكُمْ الصَّلَاةَ

‘Istiqamahlah kalian, dan kalian tidak akan mampu. Ketahuilah bahwasanya sebaik-baik amalan kalian adalah shalat!”

 

Di antara keutamaan-keutamaan shalat adalah shalat merupakan cahaya dan bukti bagi si hamba. Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ حَفِظَهَا وَحَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَة وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ تَكُنْ لَهُ نُور وَلَا نَجَاة وَلَا بُرْهَان وَحُشِرَ مَعَ فِرْعَونَ وَقَارُون وَأُبيِّ بِنْ خَلَفَ” وفي قول ” وَالضَّلَال ”

“Barangsiapa yang menjaga shalat dan terus-menerus menjaganya, maka baginya cahaya, burhan, dan keselamatan kelak pada hari kiamat, tetapi barangsiapa yang tidak menjaga shalatnya, maka tidak akan ada baginya cahaya, keselamatan dan burhan, bahkan kelak ia akan dikumpulkan bersama Fir’aun, Qarun dan Ubay bin Khalaf.” Dalam redaksi lain, “… dan dengan kesesatan.”

 

Keutamaan lain shalat lima waktu adalah bahwa (shalat) merupakan sebab yang membuat amalan menjadi baik. Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

” إِنَّ أَوَل مَا يُحَاسَب عَلَيْهِ الْعَبْد يَوْمَ الْقِيَامَة مِنَ الأَعْمَالُ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَد فَلَحَ وَنَجَحَ وَإِنْ فَسَدَت فَقَدَ خَسِر

“Sesungguhnya, pertama kali yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat nanti dari amalan-amalannya adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, ia akan beruntung dan selamat, tetapi apabila shalatnya rusak, ia akan merugi.”

 

Keutamaan lainnya adalah bahwa shalat merupakan sebab terhentinya perkara mungkar dan terwujudnya akhlak mulia. Allah Jalla wa ‘Alâ berfirman,

اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ الْكِتَابِ وَأَقِمْ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ

“Bacalah apa yang telah diwahyukan kepadamu, yaitu Al-Kitab (Al-Qur`an) dan dirikanlah shalat. Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan- perbuatan) keji dan mungkar.” [Al-‘Ankabût: 45]

Shalat lima waktu ini merupakan penolong bagimu untuk semua amalan lainnya. Allah Jalla wa ‘Alâ berfirman,

وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu’.” [Al-Baqarah: 45]

Juga firman-Nya,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” [Al-Baqarah: 153]

Shalat lima waktu juga bisa menggugurkan dosa-dosa serta berbagai kesalahan yang pernah dilakukan. Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، والجُمْةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَتْ الْكَبَائِرَ

“Shalat lima waktu, (dari) Jum’at ke Jum’at berikutnya, (dari) Ramadhan ke Ramadhan berikutnya, adalah penggugur dosa di antara keduanya selagi si hamba menjauhi dosa besar.”

Selain itu, di antara kekhususan shalat adalah bahwa (shalat) merupakan penyejuk mata bagi mukmin juga sesuatu yang bisa menenteramkan jiwa dan menenangkan hati serta dirinya. Bagi yang menunaikannya, akan lapang dadanya, tenang hatinya, dan akan menyejukkan matanya. Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam bersabda,

أَرِحْنَا يَا بِلَالُ بِالصَّلَاة

“Wahai Bilal, istirahatkan dan tenangkanlah kami dengan shalat.”

Beliau menjadikan (shalat) sebagai penenang dan penenteram jiwa. Beliau bersabda pula,

حُبَّبْ لِي مِنْ دِنْيَاكُمْ النَّسَاء وَالطِّيب وِجُعِلَتْ قُرَة عَيِّنِي بِالصَّلَاة

“Telah ditanamkan kecintaan dariku terhadap dunia kalian pada wanita dan wewangian, dan dijadikan penyejuk kedua mataku dengan shalat.”

 

Wahai sekalian muslim,

Tunaikanlah kewajiban ini sebagai wujud ketaatan kepada Allah dan kesyukuran kepada-Nya yang telah mewajibkannya kepadamu. Karena, pada kewajiban tersebut, terdapat ganjaran dan pahala yang sangat besar untukmu. oleh karena itu, pujilah Allah yang mewajibkan kepadamu untuk meraih keridhaan dan surga-Nya maka bersyukurlah kepada-Nya atas nikmat ini dan kuatkanlah dirimu untuk bisa menunaikan shalat serta dengan semangat tinggi dalam melaksanakannya. Serta, perintahkanlah putra dan putrimu untuk menunaikannya karena shalat merupakan perkara yang sangatlah besar. Jauhilah bermalas-malasan terhadapnya dan menyepelekannya sebab hal itu merupakan perbuatan yang mengakibatkan kerugian yang sangat nyata. Maka, tunaikanlah shalat sebagaimana yang telah Allah perintahkan dengan penuh ketenangan dan kekhusyukan di setiap rukun-rukunnya, bacaan-bacaannya, rukuk dan sujudnya. Saya memohon taufik kepada Allah.

 

Allah telah berfirman,

إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوْا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzâb: 56]

 

بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم لما فيه من الآيات والذكر الحكيم أقول قولي هذا واستغفر الله العظيم الجليل لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفره وتوبوا إليهِ إنهُ هو الغفور الرحيم .

 

 

Khutbah Kedua

 

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مُباركًا فيه كما يُحب ربنا ويرضى وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وصحبهِ وسلم تسليمًا كثيرًا إلى يوم الدين أما بعد

Wahai sekalian manusia,

Bertakwalah kepada Allah Ta’âlâ dengan sebenar-benarnya. Wahai sekalian hamba Allah, sesungguhnya para ulama kaum muslimin telah sepakat bahwasanya shalat lima waktu merupakan salah satu rukun Islam dan barangsiapa yang mengingkarinya, mengingkari kewajibannya, maka dia menjadi kafir, keluar dari agama Islam, dan barangsiapa yang meremehkan atau menyepelekannya, maka itu adalah kesesatan dan kebinasaan yang nyata. Shalat merupakan ekspresi iman yang ada di dalam hati. Barangsiapa yang menunaikan shalat lima waktu tersebut maka itu adalah bukti yang menunjukkan keimanannya, tetapi barangsiapa yang tidak ada padanya shalat tersebut, maka itu menandakan kesesatan dan kemunafikannya. Allah Jalla wa ‘Alâ berfirman,

إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلاَّ قَلِيلاً

“Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” [An-Nisâ`: 142]

Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam juga bersabda,

الْعَهْدِ الذَي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُم الصَّلاة، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرْ

“Perjanjian antara kita dengan mereka adalah shalat, maka barangsiapa yang meninggalkan (shalat), sungguh ia telah kafir.”

Beliau bersabda pula,

بَيْنَ الْعَبْدِ وَالْكُفْرِ تَرْكْ الصًّلَاة

“Antara seorang hamba dengan kekafiran itu adalah dengan meninggalkan shalat.”

Allah Jalla wa ‘Alâ telah berfirman,

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ* قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ* وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ* وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ* وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ

“’Apakah yang memasukkan kalian ke dalam Saqar (neraka)?’ Mereka menjawab, ‘Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat, dan kami tidak (pula) memberi makan orang miskin, dan adalah kami membicarakan yang bathil, bersama dengan orang-orang yang membicarakannya, dan adalah kami mendustakan hari pembalasan.’.” [Al-Muddatstsir: 42-46]

Oleh karena itu, (Allah Ta’âlâ) telah menjadikan shalat-shalat lima waktu tersebut sama dengan [naskah terputus], pada hari kiamat, pada hari yang telah dijanjikan.

 

Wahai saudara muslim,

Jagalah shalat-shalat tersebut, dan waspadailah gangguan syaithan padanya, tunaikanlah pada waktunya, tunaikanlah lima kali shalat tersebut pada waktu-waktunya, dan tetaplah semangat menjaganya, karena Allah telah berfirman,

إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَوْقُوتاً

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman.” [An-Nisâ`: 103]

 

Wahai sekalian muslim,

Tempo hari kami mendengarkan kabar yang telah tersebar dari Kementerian Dalam Negeri yang bertajuk “Penjagaan dari Narkoba dan dari Para Gembongnya Serta Para Pengedarnya” selama empat bulan ini.

Telah disebutkan dalam penjelasan itu perkara yang pelan-pelan dan sangat dibenci lagi buruk, (yaitu) adanya tanaman ganja, senjata api, dan seterusnya dari media-media perusak lainnya.

 

Wahai saudaraku,

Islam melarang seorang muslim untuk berbuat kezhaliman dan permusuhan. Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin lainnya selamat dari gangguan lisan dan tangannya, sementara para pelaku narkoba tersebut adalah putra-putra masyarakat kulit kita, dari negeri kita, semoga Allah memberi mereka hidayah kepada segala kebaikan. Perbuatan buruk yang sangat jelek lagi mungkar ini telah menjadi sebab kerusakan agama, perilaku yang besar, merusak agama dan akal, serta merusak kesatuan umat, membuat umat menjadi terlantar dan tersesat.

Umat Islam pada hari ini sedang berperang: berperang dengan senjata dan pasukan dari negerinya, berperang dengan senjata memerangi pemikiran yang menyimpang, memerangi narkoba dan segala yang memabukkan.

Maka, demi Allah, ini adalah perang yang sengit lagi mematikan, malapetaka bagi umat Islam.

Di manakah Islam, wahai saudaraku?

Di manakah shalat yang mencegahmu dari (hal yang) mungkar dan perkara yang keji?

Di manakah puasa Ramadhanmu, hajimu?

Di manakah amalan shalihmu?

Sesungguhnya terjatuhnya engkau ke dalam lembah perbuatan dosa dan jerat-jerat perbuatan buruk yang membahayakan itu menunjukkan rusaknya keimananmu dan lemahnya keyakinanmu. Jika seandainya ada keimanan, walaupun hanya sebesar dzarrah saja di hatimu, tentu engkau tidak akan rela kerusakan terjadi di tengah umatmu, engkau tidak rela merusak umatmu, merusak akal dan pikirannya, sedang obat-obatan terlarang juga merupakan sebab rusaknya akal dengan cepat, juga semua petaka yang merusak budi pekerti dan kehormatan, hilangnya kemuliaan, serta mengakibatkan pelakunya jatuh ke dalam berbagai petaka. Semua hal itu menggiring pelakunya kepada kerendahan dan kehinaan yang sebenarnya: hilang akal dan pikiran. Semoga Allah memberi perlindungan dari segala perkara yang mungkar.

 

Wahai sekalian manusia,

Tatkala kita mendengarkan berita dengan rincian peristiwanya, ini menunjukkan dua hal: Pertama, dari sisi keamanan pada semua aspek sebagai benteng yang patut disyukuri kepada Allah atas terwujudnya dalam melawan dan memerangi narkoba, sebagai senjata di sekitar batasan-batasan wilayah masuknya, seperti kantor bea cukai yang senantiasa mengawasi masuknya hal-hal tersebut dan segera menangkap dan merazia petaka tersebut dengan berbagai caranya seiring dengan kemajuan metode mereka, para pelaku kejahatan tersebut. Semoga Allah senantiasa memberi taufik kepada mereka dan memberikan hukuman untuk mereka.

Sesungguhnya petaka yang menimpa umat ini juga menimpa dirimu, anak-anakmu, dan keluargamu. Seandainya engkau selamat, keluargamu belum tentu selamat dari kejelekannya. Harta benda yang didapat dari jalan salah seperti ini akan menjadi sebab kebinasaan dan adzab di dunia dan akhirat.

Wahai saudaraku muslim, lahan pekerjaan sangatlah banyak dan sangatlah luas. Jadikanlah agama dan kaidah-kaidah syar’i sebagai landasan, serta jauhilah mata pencaharian yang haram, bagaimanapun bentuknya, dari narkoba-narkoba tersebut. Janganlah menjadikan ambisimu hanya memikirkan dan melihat hasil pendapatan yang banyak dari narkoba tersebut saja. Telah disebutkan bahwasanya mereka yang mengumpulkan hasil yang banyak di tangan mereka akan muncul darinya permusuhan, kezhaliman, merampas harta dan merampas akal-akal manusia, merusak tatanan hidup (manusia), serta merendahkan kehormatan dan harga diri (manusia). Oleh karena itu, kaum muslimin wajib bertakwa kepada Allah dan hendaknya menghentikan mereka karena keberadaan mereka di tengah masyarakat merupakan malapetaka dan bahaya. Dikhawatirkan bahwa umat akan rusak dan binasa, serta menjadi buruk juga perilaku (umat) dan hal itu merusak agama dan mengakibatkan lahirnya berbagai penyakit, memperburuk perilaku, memutus urat syaraf, dan berbagai kerusakan lainnya.

Wahai sekalian manusia, fenomena ini adalah perkara yang besar dan sangat penting.

 

Perkara kedua, adanya kesadaran akan pentingnya keamanan sehingga membuat mereka selalu berjaga-jaga. Semoga Allah memberi taufik kepada Kementerian Dalam Negeri, karena memang dengan hal ini terdapat di dalamnya kebaikan yang sangat banyak. Semoga Allah memberi pertolongan dan menjaga dari kejelekan dan perbuatan-perbuatan buruk lainnya. Karena, sesungguhnya hal ini benar-benar malapetaka maka doakanlah kebaikan untuk mereka, para petugas tersebut. Semoga Allah memberi taufik dan kekokohan serta pertolongan untuk mereka dalam perkara berat ini, dalam perang yang mematikan ini, agar jangan sampai merusak agama, akhlak, dan kehormatan kita. Sesungguhnya Allah Maha Mampu atas segala sesuatu. Semoga Allah memberi petunjuk kepada kebaikan untuk mereka dan meluruskan langkah-langkah mereka, serta memberi petunjuk kepada segala hal yang Ia cintai dan ridhai. Maka, ikut membantu mereka mengantisipasi perkara buruk ini sangatlah penting.

Selain itu, ikut andil bersama mereka dalam mengantisipasi keburukan ini merupakan perkara yang sangat dituntut karena kelak kita akan dimintai pertanggungjawaban atas nikmat dan anugerah yang ada pada kita, anak-anak kita, dan pada masyarakat kita. Oleh karena itu, selayaknyalah agar (Kita) berusaha ikut andil dan menjaga manusia jangan sampai tertumpah darah dan harta benda (manusia). Narkoba mengakibatkan kehancuran bagi pemakainya sampai ia menjadi orang yang tidak bermoral sama sekali, tidak peduli mau berkata apa, berbuat apa, tanpa ada rasa malu dan rasa takut kepada Allah sama sekali. Maka, kita memohon kepada Allah Jalla wa ‘Alâ agar memberi taufik kepada kebaikan untuk semua pihak yang berwajib dalam masalah ini, dan memberi portolongan kepada mereka (aparatur negara) agar bisa menyelesaikan dan mengadili perbuatan buruk ini. Sebab, hal tersebur teranggap jihad di jalan Allah. Semoga Allah memberi kesemalatan dan afiyah.

 

Ketahuilah -semoga Allah merahmati kalian- bahwa sesungguhnya sebaik-baik ucapan adalah Kitabullah, sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Nabi Muhammad shallallâhu ‘alaihi wa sallam, sejelek-jelek perkara adalah perkara yang diada-adakan dalam agama, dan setiap perkara yang diada-adakan tersebut adalah bid’ah, sedang setiap bid’ah itu adalah kesesatan. kalian wajib menjaga persatuan kaum muslimin karena tangan Allah bersama dengan jamaah, dan barangsiapa yang menyimpang darinya maka ia akan menyimpang ke neraka. Panjatkanlah oleh kalian shalawat untuk hamba Allah dan utusan-Nya sebagaimana yang telah Dia perintahkan. Allah berfirman,

إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً

“Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawatlah kalian untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.” [Al-Ahzâb: 56]

Ya Allah, berilah shalawat dan salam serta keberkahan untuk Nabi-Mu dan utusan-Mu, Muhammad.

Dan semoga Allah meridhai para Khulafâ` Rasyidun yang berpetunjuk: Abu Bakr, Umar, Utsman, dan Ali, serta seluruh shahabat Nabi-Mu seluruhnya, juga untuk para tabi’in dan yang mengikuti mereka dengan baik hingga hari kiamat. Dan kami bersama mereka dengan kemaafan dari-Mu serta kemuliaan, kedermawaan, dan kebaikan dari-Mu, Wahai yang Maha Pengasih dari seluruh yang mengasihi.

Ya Allah, muliakanlah Islam dan kaum muslimin, hinakanlah kesyirikan dan kaum musyrikin, binasakanlah musuh-musuh agama, tolonglah hamba-hamba-Mu yang bertauhid, serta jadikanlah negeri ini aman dan tenteram juga negeri kaum muslimin lainnya, wahai Rabb semesta alam.

Ya Allah, anugerahkanlah keamanan di negeri kami, anugerahkanlah keamanan di negeri Kami, anugerahkanlah keamanan di negeri kami. Perbaikilah para pemimpin kami, serta berilah keamanan untuk kaum muslimin di negeri mereka dan pemimpin mereka, yang shalih dan menegakkan hukum dengan adil dan baik. Sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala sesuatu.

Ya Allah, wahai yang Maha Hidup, wahai yang Maha memiliki kemuliaan dan keagungan, berilah taufik kepada pemimpin kami dan pemimpin kaum muslimin kepada segala kebaikan.

Ya Allah, berilah taufik bagi kaum muslimin kepada segala kebaikan, sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala sesuatu. Kokohkanlah mereka pada ucapan mereka dan perbuatan mereka, serta berilah taufik bagi semua pemimpin. Sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala sesuatu.

Wahai Rabb Kami, ampunilah dosa-dosa Kami dan saudara-saudara Kami yang telah mendahului Kami dalam keimanan. Janganlah menjadikan di hati Kami ada kedengkian terhadap orang-orang yang beriman. Sesungguhnya Engkau Maha Pengasih dan Penyayang.

Wahai Rabb Kami, kami telah menzhalimi diri kami sendiri, sedang bila Engkau tidak mengampuni dan merahmati kami, niscaya kami akan menjadi sebagai orang-orang yang merugi. Ya Allah, Engkaulah sembahan yang haq, tiada sesembahan selain diri-Mu.

Engkau Maha Kaya dan kami faqir maka turunkanlah kepada kami hujan yang berberkah, dan jadikanlah apa-apa yang Engkau turunkan tersebut sebagai kekuatan bagi kami guna menjalankan ketaatan kepada-Mu.

Ya Allah, turunkanlah hujan yang baik pada kami, turunkanlah hujan yang baik pada kami, turunkanlah hujan yang baik pada kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mampu atas segala sesuatu.

Wahai Rabb kami, anugerahkanlah kebaikan untuk kami di dunia dan akhirat serta jauhkanlah kami dari api neraka.

Wahai hamba Allah, sesungguhnya Allah telah memerintahkan keadilan dan kebaikan, memberi kepada karib kerabat, serta melarang dari kemungkaran, kekejian, serta pelampauan batas, sebagai peringatan untuk kalian agar kalian senantiasa mengingat. Maka, ingatlah Allah yang Maha Mulia lagi Maha Agung, Ia pun akan mengingat kalian, dan bersyukurlah atas sekian banyak nikmat dari-Nya, dan Dia pun akan menambah nikmat untuk kalian. Karena, mengingat Allah adalah lebih besar keutamaannya, dan Allah Maha Mengetahui segala yang kalian lakukan.

 

 

خصائص الصلاة

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَسْتَهْدِيه، وَنَعُوذُ بهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا، وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلا مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلا هَادِيَ لَهُ، وَأَشهَدُ أَنَّ لا إِلَهَ إِلا اللَّهُ وحده لا شريك له، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ، َصَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا إلَى يَوْمِ الدِّينِ، أمَّا بَعْدُ..

 

فيا أيِّها الناس: اتقوا الله تعالى حق التقوى ، عباد الله الصلوات الخمسُ هي الركن الثاني من أركان الإسلام هي عمود الدين لها من الأهميةِ والشأنِ واللهُ بهِ عليم، هذه الصلوات الخمس التي فرضها الله على العباد في اليوم خمس مرات هي من أجل الطاعات وأعظم القُربات .

 

أيها المُسلم: لقد جاءنا أمرٌ في كتاب ربنا وسُنة نبينا –صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يقول الله – جَلَّ وَعَلَا- (وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ)ويقول : (قُلْ لِعِبَادِي الَّذِينَ آمَنُوا يُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُنفِقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرّاً وَعَلانِيَةً).

 

أيِّها المُسلم:إن الله –جَلَّ وَعَلَا – أمر بهذه الصلاة في عدة آيات من كتابهِ العزيز وفي سُنة رسُولهِ–صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – (وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَارْكَعُوا مَعَ الرَّاكِعِينَ) ولهذه الصلوات الخمس خصائص بها ليست بغيرها من سائر العبادات فمن خصائصها أن طريق فرضيتها خارج عن جميع الفرائض الإسلامية ، …..فجبريل عَلَيْهِ السَّلَام ينزل الوحي على رسول الله –صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – بفريضةٍ أو تحريم أو نحو ذلك، أما الصلوات الخمس فكان فرضيتها ليلة أعرج بالنَّبِيِّ –صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – إلى السماء …… سبعًا طباق فخاطبهُ الله شفاهيةً بالصلاة وأمرهُ بها خمسين صلاة فما زال محمدٌ –صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يتردد بين ربهِ وموسى، وموسى يقول لمحمد اسألهُ التخفيف فإن أُمتك لا تُطيق ذلك فجعها الله خمسًا بالعملِ خمسين بالثواب وقال: ” أَمْضَيْتُ فَرِيضَتِي وَخَفَّفْتُ عَنْ عِبَادِي” هذه الصلوات أطلق الله ….. بالإيمان وما كان الله ليضيع إيمان صلواتكم فهذه الصلوات تُذكر أحيانًا من بين سبع عبادات قال –جَلَّ وَعَلَا- :(وَأَوْحَيْنَا إِلَيْهِمْ فِعْلَ الْخَيْرَاتِ وَإِقَامَةِ الصَّلاةِ وَإِيتَاءَ الزَّكَاةِ) فذكر الصلاة بعد الأعمال بالخير وهي من أنواع الخير لكن خصها بالذكر لأهميتها وقال -جَلَّ وَعَلَا- (اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ الْكِتَابِ وَأَقِمْ الصَّلاةَ) هذه الصلوات الخمس جاء ذكرها مع كثيرٌ من الأوامر قال –جَلَّ وَعَلَا- : (قُلْ إِنَّ صَلاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَاي وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ* لا شَرِيكَ لَهُ) وقال: (فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ) وقال : (وَأَقِيمُوا الصَّلاةَ وَآتُوا الزَّكَاةَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ) ومن خصائصها أن الله أمر نبيه بالاصطبار عليها (وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا) ومنها أن الله افترضها على جميع المسلمين، على كل مسلم بالغٍ عاقل يطالب بها المريض كما يطالب بها الصحيح ويطالب بها المسافر كما يطالب بها المقيم، فلا تسقط الصلاة بمرضٍ ولا سفرٍ وإنما تجب على المريضِ والصحيحِ والمُسافرِ والمقيم إلا أن الله –جَلَّ وَعَلَا – تفضل بفضلهِ العظيم فخفف بعض شروطها وبعض عددها وأفعالها يقول–صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – للمريض” صَلِّي قَائِمًا فَإِنْ لَمْ تَسْتَطِّعْ فَقَاعِدًا فِإنْ لَمْ تَسْتَطِّعْ فَعَلَى جَنْبّ فِإِنْ لَمْ تَسْتَطِّعْ فَمُسْتَلْقِيًا ” وجعل الله لها الطهارة شرطًا بصحتها يقول الله – جَلَّ وَعَلَا – (وَثِيَابَكَ فَطَهِّرْ) فطهر ثوبك، فالطهارة مشروطةٌ للصلاة طاهرةٌ للثوبِ وطهارةٌ للبقعةِ وطهارةٌ الجسد يقول الله جَلَّ وَعَلَاَ- (يَا بَنِي آدَمَ خُذُوا زِينَتَكُمْ عِنْدَ كُلِّ مَسْجِدٍ) ومن خصائصها أنها عبادٌ تعمُ القلب واللسان والجوارح ومن خصائصها أنها دين أذن الله به فهي بأخلاق الأنبياء -عَلَيْهُمْ السَّلَام- فما نبيٌّ من الأنبياء إلا والصلاةُ في شريعتهم يقول الله –جَلَّ وَعَلَا – عن إبراهيم –عَلَيْهِ السَّلام (رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي) ويقول عن إسماعيل -عَلَيْهِ السَّلَام- (وَكَانَ يَأْمُرُ أَهْلَهُ بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ وَكَانَ عِنْدَ رَبِّهِ مَرْضِيّاً) ويقول عيسى -عَلَيْهِ السَّلَام- ‎(وَأَوْصَانِي بِالصَّلاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيّا).

 

أيها المسلمون: وهي آخر وصيةٍ أوصى بها محمد أُمته بآخر حياته وكان يقول: ” الصَّلَاةَ الصَّلَاةِ وَمَا مَلَكَتْ أَيْمَانُكُمْ ” يغرغرُ بها ولا يقدر النطق بها –صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ولما ….. الصلاة تلك الخصائص والمميزات كان لها فضائل عظيمة ومن فضائلها أنها خير الأعمال قال عبدالله بن عمر: جَاءَ رَجُلٌ لِلنَّبِيِّ –صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – فَقَالَ يَا رَسُولُ الله : أَيِّ الأَعْمَالُ أَحَبُ إِلَى الله ؟ قال: الصَّلَاةِ ثُمْ أَيِّ ؟ قَالَ: الجِهَاد ” فجعل الصلاة خير الأعمال وقال ثوبان: قال:رَسُول الله –صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ” اسْتَقِيمُوا وَلَمْ تُحْصُوا وَاَعْلَمُوا أَنْ خَيْرُ أَعْمَالِكُمْ الصَّلَاةَ ” . ومن فضائلها أنها نورٌ وبرهان لصحبها يقول–صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ” مَنْ حَفِظَهَا وَحَافَظَ عَلَيْهَا كَانَتْ لَهُ نُورًا وَبُرْهَانًا وَنَجَاةً يَوْمَ الْقِيَامَة وَمَنْ لَمْ يُحَافِظْ عَلَيْهَا لَمْ تَكُنْ لَهُ نُور وَلَا نَجَاة وَلَا بُرْهَان وَحُشِرَ مَعَ فِرْعَونَ وَقَارُون وَأُبيِّ بِنْ خَلَفَ” وفي قول ” وَالضَّلَال ” ، ومن فضائل هذه الصلوات الخمس أنها سبب لصلاح العمل يقول–صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ” إِنْ أَوَل مَا يُحَاسَب عَلَيْهِ الْعَبْد يَوْمَ الْقِيَامَة مِنَ الأَعْمَالُ صَلَاتُهُ، فَإِنْ صَلَحَتْ فَقَد فَلَحَ وَنَجَحَ وَإِنْ فَسَدَت فَقَدَ خَسِر ” ومنها أنها سببٌ لنهيِّ عن المنكرات والتخلق بالأخلاق الفاضلة يقول الله –جَلَّ وَعَلَا- (اتْلُ مَا أُوحِيَ إِلَيْكَ مِنْ الْكِتَابِ وَأَقِمْ الصَّلاةَ إِنَّ الصَّلاةَ تَنْهَى عَنْ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ) وهذه الصلوات عونٌ لك على كل الأعمال يقول الله – جَلَّ وَعَلَا – (وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ وَإِنَّهَا لَكَبِيرَةٌ إِلاَّ عَلَى الْخَاشِعِينَ) ويقول: (يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلاةِ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ) والصلوات الخمس مكفرةٌ لذنوب والسيئات التي قبلها يقول – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ” الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، والجُمْةُ إِلَى الْجُمْعَةِ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ إِذَا اجْتَنَبَتْ الْكَبَائِرَ ” ومن خصائصها أنها قرة عين المؤمن وراحتهِ وانشراح نفسهِ وبالهِ وانشراح صدرهِ فإن أداها فقد انشرح صدرهِ وطابت نفسهُ وقُرة عينهِ يقول – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ- ” أَرِحْنَا يَا بِلَالُ بِالصَّلَاة ” فجعل راحةً لهم وأُنسًا له ويقول: ” حُبَّبْ لِي مِنْ دِنْيَاكُمْ النَّسَاء وَالطِّيب وِجُعِلَتْ قُرَة عَيِّنِي بِالصَّلَاة ” .

 

أيُها المُسْلم: فأديها هذه الفريضة طاعةً لله واشكر الله الذي فرضها عليك لأن في فرضيتها ثوابًا عظيمًا وأجرًا كبيرًا لك فحمد الله أن فرضها عليك لتنال رضوانهُ وجنتهُ واشكر الله على هذه النعمة وقويِّ نفسك على فعلها وأحرص حرصًا على أدائها وأمر أهلك من بنين وبنات فإنها خير خِصال واحذر التهاون بها والاستهتار بها فإن ذلك من الخسران العظيم وأديها كما أمر الله بطمأنينة وخشوع في أركانها وقراءتها وركوعها وسجودها واسأل الله التوفيق والله تعالى يقول: (إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَأَقَامُوا الصَّلاةَ وَآتَوْا الزَّكَاةَ لَهُمْ أَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ وَلا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلا هُمْ يَحْزَنُونَ) بارك الله لي ولكم في القرآن العظيم ونفعني وإياكم لما فيه من الآيات والذكر الحكيم أقول قولي هذا واستغفر الله العظيم الجليل لي ولكم ولسائر المسلمين فاستغفره وتوبوا إليهِ إنهُ هو الغفور الرحيم .

 

الحمد لله حمدًا كثيرًا طيبًا مُباركًا فيه كما يُحب ربنا ويرضى وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له وأشهد أن محمدًا عبده ورسوله صلى الله عليه وعلى آله وصحبهِ وسلم تسليمًا كثيرًا إلى يوم الدين أما بعد فيا أيها الناس : اتقوا الله تعالى حق التقوى عباد الله أجمع المسلمون على أن الصلوات الخمس أحد أركان الإسلام وأن من جحدها وأنكر وجوبها فهذا كافرٌ مرتدٌ خارج من الإسلام وأن من استهزأ بها أو من استخف بها وسخف بها فذاك عنوان الضلال والشقاء فهي الترجمان لما في القلب من إيمان ومن أدى هذه الصلوات الخمس دل على إيمانه ومن تخلى عنها دل على شقاءه ونفاقه يقول الله –جَلَّ وَعَلَا – (إِنَّ الْمُنَافِقِينَ يُخَادِعُونَ اللَّهَ وَهُوَ خَادِعُهُمْ وَإِذَا قَامُوا إِلَى الصَّلاةِ قَامُوا كُسَالَى يُرَاءُونَ النَّاسَ وَلا يَذْكُرُونَ اللَّهَ إِلاَّ قَلِيلاً) ويقول – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ” الْعَهْدِ الذَي بَيْنَنَا وَبَيْنَهُم الصَّلاة، فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرْ” يقول – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – ” بَيْنَ الْعَبْدِ وَالْكُفْرِ تَرْكْ الصًّلَاة ” ويقول – جَلَّ وَعَلَا – عن الكفار إذا قيل لهم يوم القيامة (مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ* قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ* وَلَمْ نَكُ نُطْعِمُ الْمِسْكِينَ* وَكُنَّا نَخُوضُ مَعَ الْخَائِضِينَ* وَكُنَّا نُكَذِّبُ بِيَوْمِ الدِّينِ) فجعل تلك الصلاة مساويًا لتـ… بيوم الدين وإن كان المعاد .

 

أيها المسلم : فحافظ عليها وإياك إن خدعك الشيطان عنها ، أدها في كل أوقاتها، أدها خمسًا في أوقاتها وأحرص على ذلك فإن الله يقول (إِنَّ الصَّلاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَاباً مَوْقُوتاً) .

 

أيها المسلمون: بالأمس سمعنا خبر مذيعًا من وزارة الداخلية كان موضوعه أعصام عن المخدرات وأربابها والمروجين لها خلال أربعة أشهر وجاء بهذا البيان الأمر المهول من هذه المكره السيئة من الحشيش والوجون والأسلحة النارية وغير ذلك من وسائل الإجرام والضلال .

 

يا إخواني الإسلام يمنع المسلم من الظلم والعدوان المسلم من سلم المسلمون من شر لسانه ويده هؤلاء مصنعون المخدرات هؤلاء من أبناء جلدتنا ومن بلادنا هداهم الله لكل خير هذه الجرائم العظيمة والمنكرات القبيحة التي تُهدم الدين والقيم والفضائل سببٌ لهدم الدين وسبب إفساد العقول والقضاء على كيان الأمة وجعلها أمةً ضائعًا ضالة إن أمة الإسلام تحارب اليوم تحارب بالسلاح العسكري من بلادها وتحارب بالسلاح الفكري السيئ وتحارب بسلاح الأخلاق بالمخدرات والمسكرات فهي والله حربٌ ضَرُوس وبلاء الأمة الإسلامية، أين الإسلام يا أخي ؟ أين الصلاة تنهاك عن الفحشاء والمنكر؟ أين تلاوة القرآن؟ أين صيام رمضان أين حجك ؟ أين عملك الصالح ؟

 

إن الاشتراك في هذه الجريمة والشبكة الإجرامية الخطيرة دليل على فساد إيمانك وضعف يقينك لو كان في قلبك مثقال ذرة من خردل إيمان ما رضيت لأمتك بالفساد ترضى أن تسعى لأمتك بأن تدمر عقولها وأفكارها، هذه المخدرات سبب في تشوه الأجنة وإسقاطها مبكرًا وكل بلاء تميع الأخلاق وفساد الأعراض وانحلال القيم والفضائل وجلب كل المصائب تدعو صاحبها إلى غاية الذل والهوان لا رأيَّ ولا تفكير ولا …. عياذًا بالله …. المنكرات .

 

يا أيها الناس إن الحقيقة عندما سمعنا هذا الخبر وتفاصيلهُ يدل على أمرين الأمر الأول يدل على أن هذه الجهة الأمنية جهاتٌ موفقةٌ مُعانة والشكر لله على وجودها مكافحةٌ للمخدرات وسلاحٌ على الحدود وغيره من الجمارك مما يراقبون هذه الحدود وينتشلون هذه البلايا بأساليب مختلفة وكلما تفنن المروجون بأساليبهم وفق الله أولائك بمغاضبتهم والقضاء عليهم .

 

إن هذه بلاءٌ على هذه الأُمة بلاءٌ عليك وعلى أولادك وأهلك وإن سلمت أنت فإن أهلك لم يسلموا من شرها إن هذا المال المأخوذ بهذه الطريقة مالٌ خبيثٌ سُحتٌ ضارٌ مؤذي سببٌ للعذاب بالدنيا والآخرة يا أخي المُسلم ميادين الكسب كثيرة وطرق الحساب عظيمة يكتسب بالأسس الشرعية والقواعد، وإياك أن يكون مكسبك مكسبًا خبيثًا سيئًا من هذه المخدرات وتكون في دائرة قلق وشقاء همك فقط جمع المال بهذه الطريقة السيئة، لقد نقلوا أن هؤلاء يحملوا أموال عظيمة في أيديهم من الاعتداء والظلم العظيم سلبوا أموال الناس وسلبوا عقولهم وهدروا كيانهم وقضوا على قيمهم وأخلاقهم وفضائلهم، إن الواجب على المسلمين أن يتقوا الله في أنفسهم وأن لا….. المصيبة وأن يأخذوا على أيدي هؤلاء وأن يبلغوا عنهم لأن وجودهم بين المجتمع بلاء وضرر أن الأمة تخشى من الحروب التي تسبب الدمار وأن تسيء إلى الأخلاق دمارٌ بالدين لصحة جالبٌ لكل الأمراض ومسيء لكل الأخلاق تميعٌ بالخلق وهبوطٌ للأعصاب وغير ذلك من المصائب والبلايا .

 

فيا أيها المسلمون أن هذا الواقع أمر عظيمٌ ومهمٌ جدًا، الأمر الثاني يدل على يقظة الأمن واستعدادهم وتهيئتهم ووفق الله وزير داخليتنا لما فيه الخير والصلاح وأيدهُ الله بنصره بمكافحة هذه الجريمة وغيرها من الجرائم الشديدة إنهُ والله بلاء فدعاء لهم بالتوفيق والسداد وأن يُعينهم الله على هذه المقاومة الشديدة على الغزو الفتاك الإجرامي أن لا يُسلب ديننا وأخلاقنا وقيمنا وفضائلنا إن الله على كل شيء قدير، أن يُوفقهم الله ويعينهم على كل خير ويسدد خطاهم ويوفقهم لما يحبهُ ويرضاه فالتعاون معهم في القضاء على هذه الأفكار الخبيثة ….. الإجرامي التعاون معهم مطلوب لأننا مسؤولون عن امتنا عن أنفسنا وعن أولادنا وعن مجتمعنا فلا يليق بنا أن نسعى بالضرر وأن نُؤْمِنَ الناس على دمائهم وأموالهم فهذه المخدرات مات بصاحبها حتى …… خلق لا يبالي ما يريد ويفعل ما يريد من غير حياء من غير خجل من غير خوف من الله فنرجو الله – جَلَّ وَعَلَا – أن يوفق المسؤولون لكل خير وأن يعينهم على القضاء على الأركان الإجرامية وأن يمدهم بالعون وتوفيقهُ فإنه جهادٌ في سبيل الله …… نسأل الله السلامة والعافية .

 

وأعلموا رحمكم الله أن أحسن الحديث كتاب الله وخير الهدي هدي محمدٌ  – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – وشر الأمور محدثاتها وكل محدثة بدعة وكل بدعة ضلالة وعليكم بجماعة المسلمين فإن يد الله على الجماعة ومن شذ شذ في النار وصلوا رحمكم الله على عبده الله ورسوله محمد كما أمركم بذلك ربكم قال تعالى : (إِنَّ اللَّهَ وَمَلائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيماً) اللهم صلي وسلم وبارك على عبدك ورسولك محمد وأرضى الله عن خلفائهِ الراشد الأمة المهدين أبي بكر وعمر وعثمان وعلى وعن سائر أصحاب نبيك أجمعين وعن التابعين ومن تبعهم بإحسان إلى يوم الدين وعنا معهم بعفوك وكرمك وجودك وإحسانك يا أرحم الراحمين .

 

اللهم أعز الإسلام والمُسلمين وأذل الشرك والمُشركين ودمر أعداء الدين وانصر عبادك الموحدين واجعل اللهم هذا البلد آمنًا مطمئنًا وسائر بلا المسلمين يا رب العالمين، اللهم آمنا في أوطاننا اللهم آمنا في أوطاننا اللهم آمنا في أوطاننا وأصلح ولاة أمرنا وآمن المسلمين في ديارهم وأيدهم بالولاة الصالحين ومن يحكم بالعدل والخير إنك على كل شيء قدير، اللهم يا حي يا قيوم يا ذا الجلال والإكرام وفق إمامنا وإمام المسلمين لكل خير اللهم وفق إمامنا وإمام المسلمين لكل خير وأعنه على كل خير إنك على كل شيء قدير وسدده في أقولهِ وأعماله ووفق ولي عهد وولي ولي عهده لكل خير إنك على كل شيء قدير ربنا اغفر لنا ولإخواننا الذين سبقونا بالإيمان ولا تجعل في قلبنا غلًا للذين آمنوا ربنا إنك رءوف رحيم ربنا ظلمنا أنفسنا وإن لم تغفر لنا وترحمنا لنكونن من الخاسرين اللهم أنت الله لا إله إلا أنت، أنت الغني ونحن الفقراء أنزل علينا الغيث واجعل ما أنزلتهُ قوةً لنا على طاعتك وبلاغٌ لنا إلى حين اللهم أغثنا اللهم أغثنا اللهم أغثنا إنك على كل شيء قدير، ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار عباد الله إن الله يأمر بالعدل والإحسان وإيتاء ذا القربى وينهى عن الفحشاء والمنكر والبغي يعظكم لعلكم تذكرون فاذكروا الله العظيم الجليل يذكركم واشكروه على عمومي نعمهُ يزيدكم ولذكر الله أكبر والله يعلم ما تصنعون .

 

Leave a Reply