Mutiara Salaf 12: Sahabat Sejati

Mutiara Salaf 12 Sahabat Sejati

Di antara kita, ada yang menyangka bahwa sahabat dan teman sejati itu adalah mereka yang selalu menuruti semua keinginan kita, tanpa memperhatikan baik atau tidaknya sesuatu yang kita inginkan. Namun, hakikat sahabat adalah orang yang mengusahakan kebaikan bagimu, bukan mengupayakan semua yang engkau inginkan.

Sahabat sejati selalu membimbing saudaranya kepada kemaslahatan dan kebaikan dunia dan akhiratnya.

Abu Shalih Al-Mizziy rahimahullah berkata,

الْمُؤْمِنُ مَنْ يُعَاشِرُكَ بِالْمَعْرُوْفِ ، وَيَدُلُّكَ عَلَى صَلاَحِ دِيْنِكَ وَدُنْيَاكَ، وَالْمُنَافِقُ مَنْ يُعَاشِرُكَ بِالْمُمَاذَعَةِ وَيَدُلُّكَ عَلَى مَا تَشْتَهِيْهِ

“Seorang mukmin (sejati) adalah orang yang mempergaulimu dengan cara yang ma’ruf (baik) dan membimbingmu kepada kemaslahatan agama dan duniamu, sedangkan orang munafik adalah orang yang mempergaulimu dengan cara “bermanis wajah” dan membimbingmu kepada sesuatu yang engkau suka-suka”. [Lihatlah Adabul Isyrah hal. 22 karya Abul Barakat Al-Ghazziy, cet. Majma’ Al-Lughah Al-‘Arabiyyah bi Dimasyqa, 1388 H-1968 M]

Jadi, orang munafik, dan semisalnya dari kalangan orang-orang fasik, tidaklah membimbingmu kepada kebaikan dirimu, tetapi justru kepada semua yang engkau sukai, baik itu baik maupun buruk. Secara lahiriah, ia menampakkan kedekatan dan kebaikan untuk dirimu, tetapi, tanpa anda sadari, justru ia mendorongmu ke dalam kebinasaan dunia dan akhirat.
Pilihlah teman yang selalu menasihatimu dalam kebaikan; jika Anda mau berbuat kebaikan, ia akan menjadi pemacu bagimu. Sebaliknya, jika engkau mau atau sudah terlanjur jatuh ke dalam maksiat, ia memberi nasihat kebaikan, walaupun nasihat itu pahit terasa.

Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.

 

Leave a Reply