Mutiara Salaf 14: Penasihat bagi Orang yang Bertaqwa

Mutiara Salaf 14 Penasihat bagi Orang yang Bertaqwa

Hati bersih yang terbimbing dengan wahyu akan mengarahkan seseorang kepada ketaqwaan. Hati orang yang bertaqwa selalu mengingatkannya untuk taat kepada perintah Allah dan menjauhi sesuatu yang terlarang. Itulah hati orang yang bertaqwa, hatinya selalu menjadi penasihat baginya.

Muhammad bin Sirin Al-Anshariy Abu Bakr Ibnu Abi Amrah Al-Bashriy (tabi’in tsiqah tsabt kabirul qadri, wafat pada 110 H) -rahimahullah- berkata,

إِذَا أَرَادَ اللهُ تَعَالَى بِعَبْدٍ خَيْرًا، جَعَلَ لَهُ وَاعِظًا مِنْ قَلْبِهِ، يَأْمُرُهُ وَيَنْهَاهُ

“Jika Allah menghendaki kebaikan pada seorang hamba, Allah memberikan penasihat baginya berupa hatinya yang akan memerintahkannya dan melarangnya.”
[HR. Ahmad bin Hambal dalam Az-Zuhd (hal. 306), Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah (2/264), Ibnu Baththah dalam Al-Ibanah (no. 1723) dan Ibnu asakir dalam Tarikh Dimasyqa (53/221)]

Demikianlah hati orang muttaqin, selalu menjadi penasihat bagi dirinya di kala ia lalai, pendorong baginya dalam kebaikan. Hati yang terbimbing oleh wahyu akan selalu menyinari jalan hidupnya sehingga, dengannya, ia mampu menapaki jalan-jalan kebaikan dan menjauhi jalan-jalan kebinasaan.

Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.

Leave a Reply