Mutiara Salaf 15: Perumpamaan Orang yang Tak Khusyuk dalam Shalatnya

Mutiara Salaf 15 Perumpamaan Orang yang Tak Khusyuk dalam Shalatnya

Sebagian orang kadang susah untuk khusyuk dalam shalatnya karena ia tidak menghadirkan perasaan butuh kepada shalat beserta manfaat dan keutamaan shalat sehingga ia pun memandang sholat sebagai sesuatu yang tidak begitu berharga.

Kebanyakan orang tidak memperhatikan hal seperti ini dan terus lalai dalam shalatnya. Namun, apabila seseorang masih merasakan kegelisahan saat ia merasakan hilangnya rasa khusyuk dari hatinya, ini adalah tanda kebaikan baginya. Apalagi, jika ia mencari solusi untuk keluar dari kelalaiannya.

Ubaid Al-Adawiy berkata,

قُلْتُ لِلْعَلاَءِ بْنِ زِيَادٍ : إِذَا صَلَّيْتُ وَحْدِيْ لَمْ أَعْقِلْ صَلاَتِيْ، قال: أَبْشِرْ، فَإِنَّ هَذَا عَلَمُ الْخَيْرِ، أَمَا رَأَيْتَ اللُّصُوْصِ إِذَا مَرُّوْا بِالْبَيْتِ الْخَرِبِ لَمْ يَلْوُوْا عَلَيْهِ، وَإِذَا مَرُّوْا بِالْبَيْتِ الَّذِيْ رَأَوْا فِيْهِ الْمَتَاعَ زَاوَلُوْهُ حَتَّى يُصِيْبُوْا مِنْهُ شَيْئًا

“Saya katakan kepada Al-Alaa’ bin Ziyad, ‘Jika Saya mengerjakan shalat sendirian, Saya tidak memahami shalatku (yakni, lalai)?’
Dia berkata, ‘Bergembiralah, karena ini adalah tanda kebaikan. Tidakkah engkau melihat si pencuri, jika melewati sebuah rumah roboh, mereka tidak menoleh kepada (rumah) itu. (Namun), bila melewati rumah yang mereka lihat di dalamnya terdapat barang, mereka pun menjarah (rumah) itu sampai mereka mendapatkan sesuatu (barang berharga) dari (rumah) tersebut.’.”
[HR. Ahmad dalam Az-Zuhd (hal. 255), dan Abu Nu’aim Al-Ashbahaniy dalam Al-Hilyah (2/245)]

• Catatan:
Al-Alaa’ bin Ziyad bin Mathar Al-Adawiy Abu Nashr Al-Bashriy -rahimahullah- adalah seorang tabi’in tsiqah yang wafat pada 194 H di negeri Syam.
Demikian faedah ini kami petik dari kitab Thara’iful Atqiyaa’ min Kitab Hilyatil Awliyaa.

Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.

Leave a Reply