Mutiara Salaf 21: Pentingnya Seorang Guru Meluruskan Niat

Mutiara Salaf 21 Pentingnya Seorang Guru Meluruskan Niat

Di kala menuntut ilmu, sebagian pencari ilmu terkadang berniat buruk dalam mencari ilmu, semisal: sekadar mencari popularitas, kedudukan, atau dunia bila belajar ke Madinah, Yaman, atau ke tempat lain.

Di sinilah pentingnya seorang guru (syaikh atau ustadz) untuk selalu mengajari para pencari ilmu tentang ilmu-ilmu adab dan akhlak yang dapat membersihkan niat buruk mereka.
Sebab, keburukan niat akan mempengaruhi segala langkah dan tindakan di hari esok. Pribadinya kelak tidak akan mencerminkan ilmu yang diemban.

Al-Allamah Muhammad Ibnul Hajj Al-Fasiy Al-Malikiy -rahimahullah- berkata,

((فإني كنت كثيرا ما أسمع سيدي الشيخ العمدة العالم العامل المحقق القدوة أبا محمد عبد الله بن أبي حمزة يقول: “وددت أنه لو كان من الفقهاء من ليس له شغل إلا أن يعلم الناس مقاصدهم في أعمالهم ويقعد إلى التدريس في أعمال النيات ليس إلا” أو كلاما هذا معناه)) اهـ

“Sungguh seringkali aku mendengar Asy-Syaikh Al-Umdah Al-Alim Al-Amil Al-Muhaqqiq Al-Qudwah Abu Muhammad Abdullah bin Abi Hamzah berkata, ‘Saya senang (berharap) andaikan ada dari kalangan ahli fiqih (ulama) yang tak memiliki kesibukan, kecuali mengajari manusia tentang tujuan-tujuan (tendensi-tendensi) mereka dalam amalan mereka dan duduk mengajar tentang amalan niat. Tak ada (kesibukannya), kecuali itu,’ atau ucapan yang semakna dengan ini.” [Lihatlah Al-Madkhal 1/3 cet. Darul Fikr, 1401 H]

Betapa penting urusan niat di sisi ulama kita sampai mereka mewasiatkan para ulama setelahnya agar menjaga dan meluruskan niat para pelajar mereka kelak.

Al-Usatdz Abdul Qodir, Lc.

 

Leave a Reply