Archives

Tabligh Akbar Nasional Ulama Arab Saudi: Masjid Al-Markaz Al-Islami – Makassar

Bismillahirrahmanirrahim Dengan hanya mengharap ridha Allah ‘Azza Wa Jalla Hadirilah Tabligh Akbar Nasional Ulama Arab Saudi MUTIARA BERHARGA DARI IMAM ASY-SYAFI’IY Bersama Fadhilatusy Syaikh Dr. Abdul Aziz bin Muhammad As-Sadhan hafizhahullah (Pengajar di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Murid Dekat Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Dosen Universitas Al-Imam Muhammad bin Suud, Arab Saudi) KEHANCURAN PASUKAN…
Read More

Agama bukan Perasaan (Sorotan terhadap Cara Keberagamaan Kaum Muslimin)

Jika kita menelisik kehidupan beragama dari kaum muslimin di Indonesia, atau negeri lainnya, maka kita akan banyak menemukan bukti dan fenomena yang menguatkan bahwakehidupan beragama kita masih sebatas perasaan.
Padahal agama bukanlah perasaan, hawa nafsu dan akal-akalan semata. Agama adalah wahyu dan petunjuk datang dari langit sana.
Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
{وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ…} [المائدة: 48]
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu”.(QS. Al-Maa’idah : 48)
Al-Hafizh Imaduddin Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata,
“أَيْ: لَا تَنْصَرِفْ عَنِ الْحَقِّ الَّذِي أَمَرَكَ اللَّهُ بِهِ إِلَى أَهْوَاءِ هؤلاء من الجهلة الأشقياء.” اهـ من تفسير ابن كثير، ط. دار طيبة، ت : سامي سلامة (3/ 128)
“Maksudnya, janganlah engkau berpaling dari kebenaran yang Allah perintahkan kepadamu, menuju keinginan-keinginan dari orang-orang jahil lagi celaka itu”. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/128), cet. Dar Thoybah, 1420 H]
Ini menunjukkan bahwa seorang dalam beragama tidaklah mengikuti keinginan dan perasaan manusia, tapi mengikutiwahyu dari Allah -Azza wa Jalla- dan petunjuk Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- yang bersumber dari bimbingan Allah.