Archives

Adab Safar yang Sering Dilupakan oleh Banyak Orang

Salah satu adab safar yang sering dilupakan oleh para saudara kita, ucapan doa yang disyariatkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan diajarkan kepada para sahabat. Doa yang amat dibutuhkan oleh seorang dalam safar dan kehidupannya, baik di dunia, maupun di akhirat.
Seorang ulama tabi’in, Qoza’ah bin Yahya Al-Bashriy -rahimahullah- menuturkan,
قَالَ لِى ابْنُ عُمَرَ هَلُمَّ أُوَدِّعْكَ كَمَا وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
“Ibnu Umar pernah berkata kepadaku, “Kemarilah!! Aku akan mengucapkan selamat kepadamu sebagaimana halnya Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah mengucapkan selamat kepadaku,
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
“Aku titipkan kepada Allah agama, amanah dan penutup-penutup amalmu “. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (no. 2600), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok ala Ash-Shohihain (2/97/no. 2476), Ahmad dalam Al-Musnad (2/25/no. 4781) dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqo (49/314-316). Dinyatakan shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 14)]

Mutiara Salaf 54: Orang yang Tinggi Derajat dan Keutamaannya

Bila anda ingin mengenal ketinggian derajat seorang hamba, lihatlah sejauh mana ia memejamkan matanya dari segala macam pujian dan sanjungan manusia yang mengangkat dirinya, sehingga ia merasa bahwa ia adalah manusia yang jasa dan kedudukannya rendah di sisi Allah. Padahal, ia adalah manusia yang martabatnya ditinggikan. Seperti itu jugalah bila Anda mau tahu tentang keutamaan…
Read More

Mutiara Salaf 15: Perumpamaan Orang yang Tak Khusyuk dalam Shalatnya

Sebagian orang kadang susah untuk khusyuk dalam shalatnya karena ia tidak menghadirkan perasaan butuh kepada shalat beserta manfaat dan keutamaan shalat sehingga ia pun memandang sholat sebagai sesuatu yang tidak begitu berharga. Kebanyakan orang tidak memperhatikan hal seperti ini dan terus lalai dalam shalatnya. Namun, apabila seseorang masih merasakan kegelisahan saat ia merasakan hilangnya rasa…
Read More

Mutiara Salaf 6: Perumpamaan Orang yang Jahil dan yang Bermaksiat

Orang yang jahil mirip dengan orang mati karena orang mati tak lagi mampu memahami sesuatu. Orang yang asyik dengan maksiatnya ibarat orang mabuk sebab orang yang bermaksiat seringkali merasakan enaknya maksiat yang ia lakukan. Ia pun terlena sebagaimana pemabuk terlena dalam mabuknya. Sahl bin Abdillah At-Tustariy rahimahullah berkata, الجَاهِلُ مَيِّتٌ، وَالنَّاسِي نَائِمٌ، وَالعَاصِي سَكْرَانُ، وَالمُصِرُّ…
Read More