<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim &#187; Menggapai Hidayah</title>
	<atom:link href="https://markazdakwah.or.id/category/menggapai-hidayah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://markazdakwah.or.id</link>
	<description>www.markazdakwah.or.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Apr 2019 07:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Rahmat dan Kemurahan Islam</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/rahmat-dan-kemurahan-islam/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/rahmat-dan-kemurahan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2015 06:45:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menggapai Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kemurahan islam]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat]]></category>
		<category><![CDATA[rahmat dan kumurahan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=1192</guid>
		<description><![CDATA[Diantara rahmat Allah yang sangat agung kepada manusia, dijadikannya syari’at Islam ini sebagai syari’at yang penuh dengan rahmat, kemurahan, dan kemudahan. Dan hal ini nampak jelas pada seluruh aturannya dan mewarnai prinsip-prinsip dasar dan cabang-cabang tuntunannya. Sepanjang perjalanan kehidupan manusia, Islam dikenal dengan sifat rahmat ini, dan Islam tetap akan menjadi rahmat bagi manusia pada... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/rahmat-dan-kemurahan-islam/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Diantara rahmat Allah yang sangat agung kepada manusia, dijadikannya syari’at Islam ini sebagai syari’at yang penuh dengan rahmat, kemurahan, dan kemudahan. Dan hal ini nampak jelas pada seluruh aturannya dan mewarnai prinsip-prinsip dasar dan cabang-cabang tuntunannya. Sepanjang perjalanan kehidupan manusia, Islam dikenal dengan sifat rahmat ini, dan Islam tetap akan menjadi rahmat bagi manusia pada segala keadaan, di setiap waktu dan tempat.</p>
<p style="text-align: justify;">Allah <em>Jalla wa ‘Alâ</em> menurunkan Al-Qur`ân sebagai rahmat dan obat bagi orang-orang yang beriman, sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan Kami turunkan dari Al-Qur`an suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman dan Al-Qur`an itu tidaklah menambah kepada orang-orang yang zalim selain kerugian.”</em> (<strong>QS. Al-Isrô` : 82</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan Allah <em>Ta’âlâ</em> berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur`an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”</em> (<strong>QS. An-Nahl : 89</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman tentang Nabi-Nya,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan tiadalah Kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam.”</em> (<strong>QS. Al-Anbiyâ` : 107</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Thaahaa.</em> <em>Kami tidak menurunkan Al-Qur`an ini kepadamu agar kamu menjadi susah;</em> <em>tetapi sebagai peringatan bagi orang yang takut (kepada Allah).”</em> (<strong>QS. Thôhâ : 1-3</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan <em>Rabbul ‘Izzah</em> telah menjadikan syari’at Islam ini sebagai syari’at yang penuh dengan kemudahan dan kemurahan. Allah berfirman,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Allah tidak hendak menyulitkan kalian, tetapi Dia hendak membersihkan kalian dan menyempurnakan nikmat-Nya bagi kalian, supaya kalian bersyukur.”</em> (<strong>QS. Al-Mâ`idah : 6</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“(Allah) sekali-kali tidak menjadikan untuk kalian dalam agama suatu kesempitan.”</em>(<strong>QS. Al-Hajj : 78</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Allah menghendaki kemudahan bagi kalian, dan tidak menghendaki kesukaran bagi kalian.”</em> (<strong>QS. Al-Baqarah : 185</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Maka sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur`an itu dengan bahasamu, agar kamu dapat memberi kabar gembira dengan Al-Qur`an itu kepada orang-orang yang bertakwa, dan agar kamu memberi peringatan dengannya kepada kaum yang membangkang.”</em> (<strong>QS. Maryam : 97</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Qur`an untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?”</em> (<strong>QS. Al-Qomar : 17, 22, 32, 40</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan Kami akan memberi kamu taufik kepada jalan yang mudah.”</em> (<strong>QS. Al-A’lâ : 8</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan Rasulullâh <em>shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p dir="rtl" style="text-align: justify;" align="center"><strong>إِنَّ الدِّيْنَ يُسْرٌ وَلَنْ يُشَادَّ الدِّيْنَ أَحَدٌ إِلَّا غَلَبَهُ</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Agama adalah mudah dan tidak seorang pun ekstrim dalam beragama kecuali akan terkalahkan.” </em><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/rahmat-dan-kemurahan-islam.html#_ftn1">[1]</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Dan Rasulullâh <em>shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam</em> memerintah umatnya untuk menerapkan prinsip Islam yang mulia ini dalam kehidupan dan dakwah mereka, sebagaimana dalam sabda beliau,</p>
<p style="text-align: justify;">
<p dir="rtl" style="text-align: justify;" align="center"><strong>يَسِّرُوْا وَلَا تُعَسِّرُوْا وَبَشِّرُوْا وَلَا تُنَفِّرُوْا</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Permudahlah dan jangan kalian mempersulit, berilah kabar gembira dan jangan kalian membuat orang lari.”</em><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/rahmat-dan-kemurahan-islam.html#_ftn2">[2]</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">(Di tulis oleh: Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Keterangan:</p>
<div style="text-align: justify;">
<p><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/rahmat-dan-kemurahan-islam.html#_ftnref1">[1]</a> Riwayat Al-Bukhary no.39 dan An-Nasa`i 8/121-122 dari hadits Abu Hurairah<em>radhiyallâhu ‘anhu</em>.</p>
</div>
<div>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/rahmat-dan-kemurahan-islam.html#_ftnref2">[2]</a> Hadits Anas bin Mâlik <em>radhiyallâhu ‘anhu</em> riwayat Al-Bukhâry no. 69, 6125 dan Muslim no. 1734. Dan semakna dengannya hadits Abu Musa Al-Asy’ary <em>radhiyallâhu ‘anhu</em> riwayat Al-Bukhâry no. 6124 dan Muslim no. 1732-1733.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/rahmat-dan-kemurahan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Terangnya Jalan Islam</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/terangnya-jalan-islam/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/terangnya-jalan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2015 06:40:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menggapai Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[jalan islam]]></category>
		<category><![CDATA[terangnya jalan islam']]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=1189</guid>
		<description><![CDATA[Syari’at Islam telah menerangkan jalan yang sangat jelas dan terang. Tiada kewajiban atas kaum muslimin kecuali hanya sekedar mengikuti jalan Islam, mencontoh dan menjalankan tuntunannya. Karena jelasnya jalan Islam ini, sehingga Allah Jalla wa ‘Azza memerintah Nabi-Nya untuk menyatakan kepada manusia apa yang tertera dalam firman-Nya, “Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah ke... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/terangnya-jalan-islam/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Syari’at Islam telah menerangkan jalan yang sangat jelas dan terang. Tiada kewajiban atas kaum muslimin kecuali hanya sekedar mengikuti jalan Islam, mencontoh dan menjalankan tuntunannya. Karena jelasnya jalan Islam ini, sehingga Allah <em>Jalla wa ‘Azza</em> memerintah Nabi-Nya untuk menyatakan kepada manusia apa yang tertera dalam firman-Nya,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Katakanlah: “Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku berdakwah ke (jalan) Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik”.”</em> (<strong>QS. Yus</strong>u<strong>f : 108</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya telah datang kepada kalian cahaya dari Allah, dan kitab yang menerangkan.</em> <em>Dengan kitab itulah Allah menunjuki orang-orang yang mengikuti keridhaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang-orang itu dari gelap gulita kepada cahaya yang terang benderang dengan seizin-Nya, dan menunjuki mereka ke jalan yang lurus.”</em> (<strong>QS. Al-Ma</strong><strong>`idah : 15-16</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan Allah <em>Jalla fii ‘Ul</em>a<em>hu</em> menegaskan,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya. Yang demikian itu diperintahkan Allah kepada kalian agar kalian bertakwa.”</em> (<strong>QS. Al-An’</strong>a<strong>m : 153</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan dalam hadits ‘Abdullah bin Mas’ud <em>radhiyall</em>a<em>hu ‘anhu</em>, beliau berkata,</p>
<p dir="rtl" style="text-align: justify;"><strong>خَطَّ لَنَا رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَعَلَى آلِهِ وَسَلَّمَ يَوْمًا خَطًّا ثُمَّ قَالَ هَذَا سَبِيْلُ اللهِ ثُمَّ خَطَّ خُطُوْطًا عَنْ يَمِيْنِهِ وَعَنْ شِمَالِهِ ثُمَّ قَالَ هَذِهِ سُبُلٌ عَلَى كُلِّ سَبِيْلٍ مِنْهَا شَيْطَانٌ يَدْعُوْ إِلَيْهِ ثُمَّ تَلاَ</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Pada suatu hari Rasulullah shollall</em>a<em>hu ‘alaihi wa ‘al</em>a<em> </em>a<em>lihi wa sallam menggaris di hadapan kami suatu garis lalu beliau berkata, “Ini adalah jalan Allah”. Kemudian beliau menggaris beberapa garis di sebelah kanan dan kirinya lalu beliau berkata, “Ini adalah jalan-jalan, yang di atas setiap jalan ada syaithan menyeru kepadanya.” Kemudian beliau membaca (ayat), “</em><em>Dan sesungguhnya ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kalian mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu akan mencerai-beraikan kalian dari jalan-Nya</em><em>”.</em><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/terangnya-jalan-islam.html#_ftn1">[1]</a></p>
<p style="text-align: justify;">Dan Allah memerintah untuk mengikuti jalan syari’at serta melarang dari berpaling kepada selainnya. Dalam firman-Nya, Allah menegaskan,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Ikutilah apa yang diturunkan kepada kalian dari Rabb kalian dan janganlah kalian mengikuti wali-wali selain-Nya. Amat sedikitlah kamu mengambil pelajaran (daripadanya).”</em> (<strong>QS. Al-A’r</strong>a<strong>f : 3</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Kemudian Kami jadikan kalian berada di atas suatu syari’at (peraturan) dari urusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu dan janganlah kamu ikuti hawa nafsu orang-orang yang tidak mengetahui.”</em> (<strong>QS. Al-J</strong>a<strong>tsiyah : 18</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan Islam telah menjelaskan kepada kita jalan yang benar dari jalan yang batil dengan penuh kejelasan tanpa ada setitik kesamaran dan tanpa ada secuil keraguan sehingga tak seorangpun yang menyimpang dan berpaling dari jalan yang lurus tersebut kecuali akan binasa. Allah <em>‘Azza Sya`nuhu</em> menyatakan,</p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Dan demikianlah Kami terangkan ayat-ayat Al-Qur`an, (supaya jelas jalan orang-orang yang saleh) dan supaya jelas (pula) jalan orang-orang yang berdosa.”</em> (<strong>QS. Al-An’</strong>a<strong>m : 55</strong>)</p>
<p style="text-align: justify;">Dan Nabi <em>shollall</em>a<em>hu ‘alaihi wa ‘al</em>a<em> </em>a<em>lihi wa sallam</em> menegaskan,</p>
<p dir="rtl" style="text-align: justify;" align="center"><strong>لَقَدْ تَرَكْتُكُمْ عَلَى الْبَيْضَاءِ لَيْلِهَا كَنَهَارِهَا لَا يَزِيْغُ بَعْدِيْ عَنْهَا إِلَّا هَالِكٌ</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sungguh saya telah meninggalkan kalian di atas suatu yang sangat putih, malamnya sama dengan siangnya, tidaklah seorangpun menyimpang darinya setelahku kecuali akan binasa.”</em> <a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/terangnya-jalan-islam.html#_ftn2">[2]</a></p>
<p style="text-align: justify;">Dan Rasulullah <em>shollall</em>a<em>hu ‘alaihi wa ‘al</em>a<em> </em>a<em>lihi wa sallam</em> mengingatkan,</p>
<p dir="rtl" style="text-align: justify;" align="center"><strong>إِنَّهُ لَمْ يَكُنْ نَبِيٌ قَبْلِيْ إِلَّا كَانَ حَقًّا عَلَيْهِ أَنْ يَدُلَّ أُمَّتَهُ عَلَى خَيْرِ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ وَيُنْذِرَهُمْ شَرَّ مَا يَعْلَمُهُ لَهُمْ</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><em>“Sesungguhnya tak seorang nabi pun sebelumku, kecuali wajib atasnya untuk menunjukkan kepada umatnya segala kebaikan yang ia ketahui untuk mereka dan memperingatkan kepada mereka segala kejelekan yang ia ketahui (akan membahayakan) mereka.” </em><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/terangnya-jalan-islam.html#_ftn3">[3]</a></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">(Di tulis oleh: Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi)</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Keterangan:</p>
<div style="text-align: justify;">
<p><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/terangnya-jalan-islam.html#_ftnref1">[1]</a> Diriwayatkan oleh Abu Daud Ath-Thoyalisy dalam <strong><em>Musnad</em></strong>nya no. 244, Ath-Thobary dalam <strong><em>Tafsir</em></strong>nya 8/88, Muhammad bin Nashr Al-Marwazy dalam <strong><em>As-Sunnah</em></strong>no.11, Sa’îd bin Manshur dalam <strong><em>Tafsir</em></strong>nya 5/113 no 935, Ahmad 1/435, Ad Darimy 1/78 no 202, An-Nasai dalam <strong><em>Al-Kubro</em></strong> 5/94 no.8364 dan 6/343 no.11174, Ibnu Hibban sebagaimana dalam <strong><em>Al-Ihs</em></strong>a<strong><em>n</em></strong> 1/180-181 no.6-7, Al-Hakim dalam <strong><em>Mustadrak</em></strong>nya 2/348 dan lain-lainnya. Dan hadits ini dishohihkan oleh Syaikh Al-Albany dan Syaikh Muqbil dalam <strong><em>Ash-Shohih Al-Musnad Mimm</em></strong>a<strong><em> Laisa Fî Ash-Shohihain</em></strong>.</p>
</div>
<div style="text-align: justify;">
<p><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/terangnya-jalan-islam.html#_ftnref2">[2]</a> Diriwayatkan oleh Ahmad 4/126, Ibnu Majah no. 5, 43, Ibnu Abi ‘Ashim no. 48-49 dan Al-Hakim 1/96 dari hadits Abu Darda` <em>radhiyall</em>a<em>hu ‘anhu</em>. dan dishohihkan oleh Al-Albany dalam <strong><em>Zhil</em></strong>a<strong><em>lul Jannah</em></strong> 1/27.</p>
</div>
<div style="text-align: justify;">
<p><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/terangnya-jalan-islam.html#_ftnref3">[3]</a> Hadits riwayat Muslim no. 1844, An-Nasa`i 7/152-153 dan Ibnu Majah no. 3956 dari hadits ‘Abdullah bin ‘Amr bin ‘ash <em>radhiyall</em>a<em>hu ‘anhuma</em>.</p>
</div>
<div style="text-align: justify;"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/terangnya-jalan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kesempurnaan Syariat Islam</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/kesempurnaan-syariat-islam/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/kesempurnaan-syariat-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2015 06:12:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menggapai Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[kesempurnaan syariat islam]]></category>
		<category><![CDATA[syariat islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=1184</guid>
		<description><![CDATA[Sudah merupakan ciri syari’at Islam dan menjadi kebanggaan umat Islam, sempurna dan lengkapnya segala tuntunan agama mereka. Allah Jalla Dzikruhu telah menerangkan dalam firman-Nya, “Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian.” (QS. Al-Ma`idah : 3) Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, “Dan Kami... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/kesempurnaan-syariat-islam/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah merupakan ciri syari’at Islam dan menjadi kebanggaan umat Islam, sempurna dan lengkapnya segala tuntunan agama mereka.</p>
<p>Allah <em>Jalla Dzikruhu</em> telah menerangkan dalam firman-Nya,</p>
<p><em>“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kalian agama kalian, dan telah Ku-cukupkan kepada kalian nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagi kalian.”</em> (<strong>QS. Al-M</strong>a<strong>`idah : 3</strong>)</p>
<p>Dan Allah <em>Subh</em>a<em>nahu wa Ta’</em>a<em>l</em>a berfirman,</p>
<p><em>“Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur`an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”</em> (<strong>QS. An-Nahl : 89</strong>)</p>
<p>Karena kesempurnaannyalah, sehingga segala sesuatu telah diterangkan dalam Al-Qur`an tanpa terkecuali, dalam makna tersurat maupun tersirat, ketetapan secara nash maupun dalil-dalil umum yang mencakup berbagai masalah. Allah <em>Jalla Jal</em>a<em>luhu</em> telah menegaskan dalam <em>Tanzîl</em>-Nya,</p>
<p><em>“Tiadalah Kami lalaikan sesuatupun di dalam Al-Kitab.”</em> (<strong>QS. Al-An’</strong>a<strong>m : 38</strong>)</p>
<p dir="rtl" style="text-align: left;">Dan sunnah Rasulullah <em>shollall</em>a<em>hu ‘alaihi wa ‘al</em>a<em> </em>a<em>lihi wa sallam</em> adalah penjelasan dan penafsiran terhadap <em>Al-Qur`</em>a<em>n Al-Karîm</em>. Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman,</p>
<p><em>“Dan Kami tidak menurunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur`an) ini, melainkan agar kamu dapat menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu dan menjadi petunjuk dan rahmat bagi kaum yang beriman.”</em> (<strong>QS. An-Nahl : 64</strong>)</p>
<p>Terangnya jalan Islam, kejelasan petunjuknya dan kesempurnaan tuntunannya, akhirnya tidak memberikan alternatif lain kepada seorang muslim selain hanya mengikuti cahaya dan petunjuknya secara keseluruhan. Karena itulah Allah <em>Jalla wa ‘Al</em>amemerintahkan kepada kaum muslimin dalam firman-Nya,</p>
<p><em>“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kalian turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagi kalian”. </em>(<strong>QS. Al-Baqorah : 208</strong>)</p>
<p>Kata Ibnu Katsir (w. 774 H) mentafsirkan ayat di atas, “Allah <em>Ta’</em>a<em>la</em> berfirman memerintahkan hamba-hamba-Nya yang beriman kepada-Nya lagi membenarkan rasul-Nya, untuk mengambil seluruh bagian Islam dan syari’atnya, mengerjakan semua perintah-perintah-Nya dan meninggalkan seluruh larangan-Nya sesuai dengan apa yang mereka mampu.” <a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/kesempurnaan-syari9at-islam.html#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Dan Allah <em>Jalla</em> <em>Tsan</em>a<em>`uhu</em> juga memerintah untuk mengagungkan seluruh syi’ar dan prinsipnya, sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p><em>“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi’ar-syi’ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”</em> (<strong>QS. Al-Hajj : 32</strong>)</p>
<p><em>“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan apa-apa yang terhormat di sisi Allah maka itu adalah yang terbaik baginya di sisi Rabbnya.” </em>(<strong>QS. Al-Hajj : 30</strong>)</p>
<p>Segala sesuatu telah dijelaskan, bahkan perkara-perkara yang nampaknya sepele sekalipun telah diterangkan dalam agama ini sehingga membuat orang-orang musyrikin dan ahlul kitab iri hati dan dengki kepada umat Islam. Salman Al-Farisy <em>radhiyall</em>a<em>hu ‘anhu</em> berkata,</p>
<p dir="rtl"><strong>قَالَ لَنَا الْمُشْرِكُوْنَ هَلْ عَلَّمَكُمْ نَبِيُّكُمْ كُلَّ شَيْئٍ حَتَّى الْخِرَاءَةَ, قَالَ أَجَلْ لَقَدْ نَهَانَا أَنْ نَسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةَ بِغَائِطٍ أَوْ بَوْلٍ أَوْ نَسْتَنْجِيَ بِالْيَمِيْنِ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِأَقَلِّ مِنْ ثَلاَثَةِ أَحْجَارٍ أَوْ أَنْ نَسْتَنْجِيَ بِرَجِيْعٍ أَوْ بِعَظْمٍ.</strong></p>
<p>“<em>Kaum musyrikin berkata kepada kami, “Apakah Nabi kalian mengajarkan kepada kalian segala sesuatu sampai (masalah) tata cara buang air?” Maka (Salman) menjawab, “Benar, sungguh beliau telah melarang kami menghadap ke kiblat ketika buang air besar atau ketika buang air kecil, (melarang) kami beristinj</em>a<em>` dengan tangan kanan, (melarang) kami beristinj</em>a<em>` kurang dari tiga batu atau kami beristinj</em>a<em>` dengan kotoran atau tulang.”</em> <a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/kesempurnaan-syari9at-islam.html#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Dan Rasulullah <em>shollall</em>a<em>hu ‘alaihi wa ‘al</em>a<em> </em>a<em>lihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="rtl"><strong>مَثْلِيْ وَمَثَلُ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ قَبْلِيْ كَمَثَلِ رَجُلٍ بَنَى بُنْيَانًا فَأَحْسَنَهُ وَأَجْمَلَهُ إِلَّا مَوْضِعَ لَبِنَةٍ مِنْ زَاوِيَةٍ فَجَعَلَ النَّاسُ يَطُوْفُوْنَ بِهِ وَيُعْجِبُوْنَ لَهُ وَيَقُوْلُوْنَ هَلَّا وَضَعْتَ هَذِهِ اللَّبِنَةَ قَالَ فَأَنَا اللَّبِنَةُ وَأَنَا خَاتَمُ النَّبِيِّيْنَ</strong></p>
<p><em>“Perumpamaan aku dan para nabi adalah bagaikan seorang lelaki yang membangun sebuah bangunan, lalu ia memperbagus dan memperindahnya kecuali sebuah batu di sebuah sudutnya. Kemudian manusia mengelilinginya dan kagum terhadapnya dan mereka berkata, “Tidakkah engkau meletakkan sebuah batu ini.” Maka saya adalah batu tersebut dan saya adalah penutup para nabi.”</em> <a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/kesempurnaan-syari9at-islam.html#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Berkata <em>Al-H</em>a<em>fizh</em> Ibnu Hajar (w. 852 H) <em>rahimahull</em>a<em>h</em>, “Dalam hadits (di atas) menunjukkan bolehnya membuat perumpamaan untuk mendekatkan pemahaman, dan menunjukkan keutamaan Nabi <em>shollall</em>a<em>hu ‘alaihi wa ‘al</em>a<em> </em>a<em>lihi wa sallam</em> di atas seluruh nabi, dan menunjukkan bahwa Allah telah menjadikan beliau sebagai penutup para rasul dan menyempurnakan seluruh syari’at agama dengannya.” <a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/kesempurnaan-syari9at-islam.html#_ftn4">[4]</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Di tulis oleh: Al-Ustadz Dzulqarnain M.Sunusi)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keterangan:</p>
<p><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/kesempurnaan-syari9at-islam.html#_ftnref1">[1]</a> <strong><em>Tafsir Al-Qur`</em></strong>a<strong><em>n Al-‘Azhîm</em></strong> 1/324 cet. Mu`assah Ar-Rayyan, tanpa tahun.</p>
<div>
<p><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/kesempurnaan-syari9at-islam.html#_ftnref2">[2]</a> Hadits riwayat Muslim no. 262, Abu Daud no. 7, At-Tirmidzy no. 16 dan An-Nasa`i 1/38.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/kesempurnaan-syari9at-islam.html#_ftnref3">[3]</a> Hadits riwayat Al-Bukhary no. 3535 dan Muslim no. 2286 dari Abu Hurairah<em>radhiyall</em>a<em>hu ‘anhu</em>. Dan semakna dengannya hadits Jabir bin Abdillah <em>radhiyall</em>a<em>hu ‘anhu</em>riwayat Al-Bukhary no. 3534, Muslim no. 2287 dan At-Tirmidzy no. 2867. Dan Imam Muslim no.2286 juga mengeluarkannya dari hadits Abu Sa’id <em>radhiyall</em>a<em>hu ‘anhu</em> dan beliau sebutkan bahwa konteksnya semakna dengan hadits Abu Hurairah.</p>
</div>
<div>
<p><a href="http://jihadbukankenistaan.com/jalan-petunjuk/kesempurnaan-syari9at-islam.html#_ftnref4">[4]</a> Baca <strong><em>Fathul B</em></strong>a<strong><em>ry</em></strong> 6/558 cet. Al-Maktabah As-Salafiyah, tanpa tahun.</p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/kesempurnaan-syariat-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memandang Keindahan Islam</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/memandang-keindahan-islam/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/memandang-keindahan-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 31 Oct 2015 05:26:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Menggapai Hidayah]]></category>
		<category><![CDATA[islam]]></category>
		<category><![CDATA[keindahan islam]]></category>
		<category><![CDATA[memandang keindahan]]></category>
		<category><![CDATA[memandang keindahan islam]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=1179</guid>
		<description><![CDATA[Islam adalah agama Allah ‘Azza wa Jalla yang sempurna dan penuh petunjuk. Tak satu agama pun yang diridhoi-Nya selain Islam. Kemulian, keindahan, keagungan dan segala sifat yang terpuji telah menjadi cahaya Islam yang tidak akan sirna hingga hari kiamat. Betapapun kebencian orang-orang yang anti terhadapnya, namun Islam tetaplah Islam, kemulian dan keagungannya akan tetap menghiasinya walaupun musuh-musuh Allah... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/memandang-keindahan-islam/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Islam adalah agama Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> yang sempurna dan penuh petunjuk. Tak satu agama pun yang diridhoi-Nya selain Islam. Kemulian, keindahan, keagungan dan segala sifat yang terpuji telah menjadi cahaya Islam yang tidak akan sirna hingga hari kiamat. Betapapun kebencian orang-orang yang anti terhadapnya, namun Islam tetaplah Islam, kemulian dan keagungannya akan tetap menghiasinya walaupun musuh-musuh Allah berusaha untuk memadamkan kemilaunya, walaupun orang-orang <em>munâfiqûn</em> tak kenal letih dan tiada kehabisan akal dalam mendatangkan makar di tengah kebesarannya, dan walaupun segelentir penganutnya –sadar maupun tak sadar- telah mencoreng dan merusak keindahannya di mata manusia.</p>
<div>Ingatlah bahwa Allah <em>Jalla Jalâluhu</em> telah menegaskan,</div>
<p><em>“Mereka ingin hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tetap menyempurnakan cahaya-Nya meskipun orang-orang kafir benci.</em> <em>Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang benar agar Dia memenangkannya di atas segala agama-agama meskipun orang-orang musyrik benci.”</em> (<strong>QS. Ash-Shof : 8-9</strong>)</p>
<p><em>“Dia-lah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan agama yang hak agar dimenangkan-Nya terhadap semua agama. Dan cukuplah Allah sebagai saksi.”</em> (<strong>QS. Al-Fath : 28</strong>)</p>
<p><em>“Mereka (ornag-orang munâfiqûn) berkata: “Sesungguhnya jika kita telah kembali ke Madinah, benar-benar orang yang kuat akan mengusir orang-orang yang lemah daripadanya. Padahal kekuatan itu hanyalah bagi Allah, bagi Rasul-Nya dan bagi orang-orang mukmin, tetapi orang-orang munafik itu tiada mengetahui.”</em> (<strong>QS. Al-Munâfiqûn : 8</strong>)</p>
<p>Dan patut untuk diketahui bahwa akan tetap ada dari ulamanya yang akan membela dan menampakkan kebenarannya hingga hari kiamat. Rasulullâh <em>shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2 dir="rtl" style="text-align: right;" align="center"><strong>لاَ تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِيْ ظَاهِرِيْنَ عَلَى الْحَقِّ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى يَأْتِيَ أَمْرُ اللهِ وَهُمْ كَذَلِكَ</strong></h2>
<p><em>“Terus menerus ada sekelompok dari umatku yang mereka tetap nampak diatas kebenaran, tidak membahayakan mereka orang mencerca mereka hingga datang ketentuan Allah (hari kiamat) dan mereka dalam keadaan seperti itu.”</em> <strong>[1]</strong></p>
<p>Dan ingatlah, akan tetap ada yang akan tampil dari ulamanya guna menjawab segala tuduhan, menepis segala <em>syubhat</em> (kerancuan, kesamaran) dan menghancurkan seluruh makar musuh-musuhnya. Sebagaimana dalam sabda Nabi <em>shollallâhu ‘alaihi wa ‘alâ âlihi wa sallam</em>,</p>
<h2 style="text-align: right;"><strong>يَحْمِلُ هَذَا الْعِلْمَ مِنْ كُلِّ خَلَفٍ عُدُوْلُهُ يَنْفُوْنَ عَنْهُ تَحْرِيْفَ الْغَالِيْنَ وَانْتِحَالَ الْمُبْطِلِيْنَ وَتَأْوِيْلَ الْجَاهِلِيْنَ</strong></h2>
<p><em>“Ilmu (agama) ini akan disandang -pada setiap generasi- oleh orang-orang adilnya. Mereka menepis darinya tahrîf (perubahan, pembelokan) orang-orang yang melampaui batas, jalan para pengekor kebatilan dan takwîl orang-orang jahil.”</em> <strong>[2]</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>(Di tulis oleh: Al-Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi)</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keterangan:</p>
<p><strong>[1]</strong> <strong>Hadits Mutawâtir</strong>. Riwayat Al-Bukhâri, Muslim dan selainnya. Dilihat takhrijnya dalam <strong><em>Silsilah Al-Ahâdîts Ash-Shohîhah</em></strong> no. 270, 1955-1962 karya Imam Al-Albâny<em>rahimahullâh</em>. Dinyatakan <em>mutawâtir</em> oleh Ibnu Taimiyah dan selainnya. Baca <strong><em>Nazhmul Mutanâtsir Min Al-Ahâdîts Al-Mutawâtir</em></strong> hal. 151 karya Al-Kattâny.</p>
<p><strong>[2]</strong> Diriwayatkan oleh sejumlah shahabat <em>radhiyallâhu ‘anhum</em>, dan ia adalah hadits yang kuat dari seluruh jalannya. Baca <strong><em>Bashâ`ir Dzawi Asy-Syaraf bi Marwiyyât Manhaj As-Salaf</em></strong> hal. 111-114 karya Salîm Al-Hilâly.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/memandang-keindahan-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
