Sirah nabawiyah berarti jalan hidup atau kisah hidup Nabi -shallallahu alaihi wa sallam-. Sirah Nabi -shallallahu alaihi wa sallam- mengandung banyak pelajaran. Siapa saja yang ingin menguatkan keimanannya, hendaklah ia memperdalam dan merenungi sirah Nabi -shallallahu alaihi wa sallam- dan para salaf dari kalangan para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in.
Itulah generasi pertama. Sirah mereka adalah sirah indah nan sempurna. Sirah yang akan memberikan bekas dan pengaruh kuat bagi pribadi seorang muslim.
Al-Muwaffaq Abu Muhammad Abdul Lathif bin Yusuf Al-Maushiliy -rahimahullah- berkata,
يَنْبَغِي أَنْ تَكُوْنَ سِيرتُكَ سِيرَةَ الصَّدْرِ الأَوَّلِ، فَاقرَأِ السِّيرَةَ النَّبَوِيَّةَ، وَتَتَبَّعْ أَفعَالَهُ، وَاقتَفِ آثَارَهُ، وَتَشَبَّهْ بِهِ مَا أَمكنَكَ
“Sepantasnya sirah (jalan hidup)mu adalah seperti sirah (jalan hidup) generasi pertama. Oleh karena itu, bacalah sirah Nabi -shallallahu alaihi wa sallam-, ikutilah perbuatan-perbuatan beliau, tapakilah jejak beliau, dan serupailah beliau sebisa mungkin.”
[Lihatlah Siyar A’lam An-Nubala` 22/322]
Seorang penuntut ilmu tak akan sempurna pemahamannnya, kecuali setelah mengetahui seluk-beluk sirah (sejarah dan kisah hidup) yang pernah dijalani oleh Nabi -shallallahu alaihi wa sallam-.
Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.

