<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim &#187; Buruk</title>
	<atom:link href="https://markazdakwah.or.id/tag/buruk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://markazdakwah.or.id</link>
	<description>www.markazdakwah.or.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Apr 2019 07:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Mutiara Salaf 56: Jalan-Jalan Buruk bagi Orang yang Binasa</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-56-jalan-jalan-buruk-bagi-orang-yang-binasa/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-56-jalan-jalan-buruk-bagi-orang-yang-binasa/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Dec 2015 03:08:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[binasa]]></category>
		<category><![CDATA[Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[jalan]]></category>
		<category><![CDATA[jalan yang buruk]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan buruk bagi orang yang binasa]]></category>
		<category><![CDATA[orang yang binasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=1886</guid>
		<description><![CDATA[Orang yang bernasib buruk akan diarahkan langkahnya menuju pintu-pintu keburukan. Jika memasuki pintu-pintu itu, ia akan terjerumus ke dalam kubang-kubang kebinasaan. Tak ada yang dapat menyelamatkannya, kecuali Allah &#8216;Azza wa Jalla. Abu Mahfuzh Ma&#8217;ruf Al-Karkhiy Al-Baghdadiy (wafat pada 204 H) rahimahullah berkata, إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبدٍ شَرّاً، أَغلَقَ عَنْهُ بَابَ العَمَلِ، وَفَتَحَ عَلَيْهِ بَابَ الجَدَلِ.... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-56-jalan-jalan-buruk-bagi-orang-yang-binasa/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Orang yang bernasib buruk akan diarahkan langkahnya menuju pintu-pintu keburukan. Jika memasuki pintu-pintu itu, ia akan terjerumus ke dalam kubang-kubang kebinasaan. Tak ada yang dapat menyelamatkannya, kecuali Allah &#8216;Azza wa Jalla.</p>
<p>Abu Mahfuzh Ma&#8217;ruf Al-Karkhiy Al-Baghdadiy (wafat pada 204 H) rahimahullah berkata,</p>
<p>إِذَا أَرَادَ اللهُ بِعَبدٍ شَرّاً، أَغلَقَ عَنْهُ بَابَ العَمَلِ، وَفَتَحَ عَلَيْهِ بَابَ الجَدَلِ.</p>
<p>&#8220;Jika Allah menginginkan keburukan pada diri seorang hamba maka Allah menutup pintu amal baginya dan Allah membuka pintu debat baginya.&#8221;<br />
[Thabaqat Al-Hanabilah 1/384 karya Ibnu Abi Ya&#8217;la, Tarikh Al-Islam 13/401, dan Siyar A&#8217;lam An-Nubala` 9/340]</p>
<p>Orang yang celaka akan malas beramal dan lebih senang berdebat. Karena, di dalam debat, jiwanya akan merasa puas dan senang. Ia akan merasa lebih pandai dan lebih tinggi dibandingkan dengan orang yang ia debat. Oleh karena itu, hendaknya orang yang mendebat meluruskan niat dan mengikhlashkan tujuannya bahwa ia mendebat orang lain bukan untuk mengalahkan, melainkan karena ia menginginkan kebaikan dan kasih bagi orang lain itu. Ia tak rela melihat orang lain jatuh ke dalam kekeliruan dan kesesatan.</p>
<p>Jika yang dimaksudkan dengan &#8220;debat&#8221; (الْجَدَلُ) di sini adalah ilmu kalam dan filsafat maka ini merupakan peringatan keras agar waspada terhadap ilmu yang berbahaya ini, ilmu yang telah menggelincir kaki para ulama besar dalam penyimpangan: Al-Ghazaliy, Asy-Syahrastaniy, Ar-Raziy, dan lainnya.<br />
Ilmu kalam dan filsafat telah banyak membinasakan manusia karena ilmu ini melahirkan keragu-raguan terhadap aqidah dan prinsip agama yang selama ini seseorang yakini. Siapa saja yang mempelajari ilmu kalam pastilah sesat, kecuali bila Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala menjaganya. Namun, kebanyakan orang-orang besar telah tumbang disebabkan oleh pengaruh buruk ilmu kalam ini.<br />
Tiada kelompok sesat sepeninggal Nabi shallallahu alaihi wa sallam, kecuali bahwa kelompok itu lahir dari dampak buruk ilmu kalam yang sial ini.</p>
<p>Ustadz Abdul Qodir, Lc.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-56-jalan-jalan-buruk-bagi-orang-yang-binasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sikap Benar dalam Menghadapi Orang Tua yang Buruk dan Kasar</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/sikap-benar-dalam-menghadapi-orang-tua-yang-buruk-dan-kasar/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/sikap-benar-dalam-menghadapi-orang-tua-yang-buruk-dan-kasar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2015 03:45:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Buruk dan Kasar]]></category>
		<category><![CDATA[kasar]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Tua]]></category>
		<category><![CDATA[Sikap Benar dalam Menghadapi Orang Tua]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=1118</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Assalamu alaikum ustadz, ada teman titip pertanyaan. Afwan mengganggu. Bagaimana cara bermuamalah dgn baik kpd ibu dan kedua org tua, yg terlalu ingin mengendalikan anaknya dan slalu memaksa memenuhi keinginanx mengarahkan dlm hal cinta dunia, perbuatan bid&#8217;ah dan syirik disebabkan kurangx ilmu agama yg dimiliki dan slalu merasa plg benar dan tdk jarang jika... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/sikap-benar-dalam-menghadapi-orang-tua-yang-buruk-dan-kasar/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />
Assalamu alaikum ustadz, ada teman titip pertanyaan. Afwan mengganggu. Bagaimana cara bermuamalah dgn baik kpd ibu dan kedua org tua, yg terlalu ingin mengendalikan anaknya dan slalu memaksa memenuhi keinginanx mengarahkan dlm hal cinta dunia, perbuatan bid&#8217;ah dan syirik disebabkan kurangx ilmu agama yg dimiliki dan slalu merasa plg benar dan tdk jarang jika permintaanx tdk diikuti sering berburuk sangka, berghibah, menyumpah2i serta mendoakan jelek dan mengatakan hal2 jelek ttg anakx aplg jika si anak pernah melakukan kesalahan yg slalu dingat2x walo si anak sdh bertaubat dan berubah. Bagaimana seharusx si anak dlm bersikap selain mendoakanx krn ridho Allah ada pd ridho org tua. Jazakallahu khairan ustadz</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jawab:<br />
Ada beberapa hal yang perlu Anda lakukan:</p>
<p>1. Anda sebagai seorang anak bersabar menghadapi orang tua seperti ini. Sabarkan hati, mulut, tangan dan semua anggota tubuh dari menyakitinya.</p>
<p>2. Tampakkanlah kepadanya akhlak yang mulia dan ucapkanlah ucapan yang lembut lagi sopan. Kekasaranya jangan membuatmu kasar kepadanya. Justru tampilkanlah akhlak sopan dan jangan sekali-kali menyakiti hatinya, agar akhlak baikmu menutupi segala kesalahan dan keburukanmu yang sudah tertanam di pikirannya.</p>
<p>3. Doakanlah orang tuamu agar diberi hidayah dalam mengamalkan sunnah.</p>
<p>4. Sesering mungkin anda memberikan hadiah dan oleh-oleh kepadanya agar hatinya senang dan lunak kepadamu.</p>
<p>5. Hindarilah kondisi dimana anda akan berdebat dengannya, kecuali bila anda melihat atau mendengar kemungkaran yang harus ditolak, maka tolaklah dengan cara yang lembut dan penuh kesopanan. Pilihlah kata-kata yang paling halus.</p>
<p>6. Berilah nasihat hikmah kepadanya dari Al-Qur`an, sunnah atau kalam bijak para ulama. Jangan pernah bosan memberinya nasihat. Boleh jadi awal nasihat, ia tak terima, tapi mungkin saja kali yang lain, hatinya akan tersentuh. Pernahkah anda membaca kisah Nabi Ibrahim shallallahu alaihi wa sallam dalam menasihati ayahnya? Beliau melakukannya berkali-kali.</p>
<p>7. Bila orang tua tidak menerima nasihat anda, maka doakan agar hatinya terbuka.</p>
<p>8. Mengikuti perintah orang tua dalam perkara yang halal, mubah atau sunnah adalah hal yang wajib, kecuali bila ia memerintahkan dosa (bid&#8217;ah, maksiat, kekafiran atau syirik), maka wajib anda tolak, tapi dengan cara yang baik, halus, lagi sopan.</p>
<p>9. Ajaklah orang tua menghadiri majelis ilmu. Kalau tidak bisa, maka bawakanlah rekaman, kaset, kitab atau buku. Undanglah teman-teman yang baik yang bisa diharapkan memberi nasihat dan pengaruh positif kepada orang tua anda, sebab terkadang orang tua lebih menerima nasihat orang lain, dibanding nasihat anaknya.</p>
<p>10. Bila anda sudah tidak bersabar hidup serumah dengannya, maka mintalah izin kepadanya dan carilah jalan/alasan biar anda hidup di rumah atau tempat lain, agar ia merindukanmu. Sebab sering kali timbul problema antara seorang anak dengan orang tuanya, karena adanya ketidakcocokan ide atau pendapat. Di tempat lain anda bisa bebas berkreasi, dan ia pun bebas berkreasi. Namun perpisahan ini janganlah anda jadikan jalan untuk menjauhi orang tua dan melupakannya.</p>
<p>Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/sikap-benar-dalam-menghadapi-orang-tua-yang-buruk-dan-kasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
