<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim &#187; Demonstrasi</title>
	<atom:link href="https://markazdakwah.or.id/tag/demonstrasi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://markazdakwah.or.id</link>
	<description>www.markazdakwah.or.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Apr 2019 07:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Nasihat Penting Engkau Baca Wahai Saudaraku sebelum 4 November 2016</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/nasihat-penting-engkau-baca-wahai-saudaraku-sebelum-4-november-2016/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/nasihat-penting-engkau-baca-wahai-saudaraku-sebelum-4-november-2016/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 03 Nov 2016 08:33:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[4 November 2016]]></category>
		<category><![CDATA[bersabar]]></category>
		<category><![CDATA[Demonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Kesabaran]]></category>
		<category><![CDATA[Muslim]]></category>
		<category><![CDATA[nasihat penting]]></category>
		<category><![CDATA[sabar]]></category>
		<category><![CDATA[sebelum 4 November 2016]]></category>
		<category><![CDATA[Wahai Saudaraku]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=2835</guid>
		<description><![CDATA[Jika kita memperhatikan kondisi dakwah saat ini, maka kita akan menyaksikan pemandangan yang aneh dan menakjubkan, namun menyedihkan. Banyak da'i yang turun di kancah dakwah dengan semangat yang menggebu-gebu. Tujuan mereka tentunya mulia, yaitu meninggikan kalimat Allah. Namun dengan cara yang salah!!]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa&#8217;izah -hafizhahullah-</b></p>
<p><b>&#8220;Andaikan Mereka Bersabar&#8221;<br />
</b></p>
<p>Jika kita memperhatikan kondisi dakwah saat ini, maka kita akan menyaksikan pemandangan yang aneh dan menakjubkan, namun menyedihkan. Banyak da&#8217;i yang turun di kancah dakwah dengan semangat yang menggebu-gebu. Tujuan mereka tentunya mulia, yaitu meninggikan kalimat Allah. N<strong>amun dengan cara yang salah!!</strong></p>
<p>Begitu tingginya semangat mereka dalam berdakwah, sehingga terkadang mereka keluar dari rel syariat yang telah ditetapkan oleh Sang Maha Pencipta.</p>
<p>Mereka menggunakan segala cara, tanpa adanya kontrol, dengan alasan <strong>&#8220;Niat kami kan baik, kami mau jihad…mau dakwah!!&#8221;</strong></p>
<p>Oleh karena itu, sebagian orang, ada yang punya niat baik mau mendirikan <em>khilafah Islamiyah</em> dan menerapkan syari&#8217;at, tapi dengan cara yang salah sehingga <strong>melakukan pemboman disana-sini, mau melakukan kudeta atau DEMONSTRASI, mengafirkan penguasa MUSLIM, dan mencelanya!! </strong></p>
<p><strong>Ini semua adalah bentuk ketidaksabaran dalam berdakwah di jalan Allah!!!</strong></p>
<p>Padahal bersabar dalam berdakwah di jalan Allah adalah suatu suatu kewajiban yang besar yang harus dimiliki oleh para da&#8217;i.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Oleh karena itu, Allah memerintahkan kepada imamnya para da&#8217;i, yaitu Nabi <em>-Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam-</em>,</p>
<p><strong>وَاصْبِرْ وَمَا صَبْرُكَ إِلَّا بِاللَّهِ وَلَا تَحْزَنْ عَلَيْهِمْ وَلَا تَكُ فِي ضَيْقٍ مِمَّا يَمْكُرُونَ (127) إِنَّ اللَّهَ مَعَ الَّذِينَ اتَّقَوْا وَالَّذِينَ هُمْ مُحْسِنُونَ (128) [النحل : 127 ، 128]</strong></p>
<p><em>&#8220;Bersabarlah (hai Muhammad) dan tiadalah kesabaranmu itu melainkan dengan pertolongan Allah dan janganlah kamu bersedih hati terhadap (kekafiran) mereka dan janganlah kamu bersempit dada terhadap apa yang mereka tipu dayakan. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan.&#8221;</em> (QS.<strong>An-Nahl</strong>  :127-128 )</p>
<p>Para pegiat dakwah alias da&#8217;i amatlah butuh dengankesabaran demi mencontoh Nabi <em>-Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam-</em> dalam ber-<em>amar ma&#8217;ruf</em> dan <em>nahi mungkar</em>.</p>
<p>Ajarilah kaum muslimin tentang Al-Qur&#8217;an dan Sunnah berdasar pemahaman salaf, dengan telaten dan sabar.</p>
<p>Jangan terburu-buru mau melihat hasil, atau berputus asa saat melihat musuh-musuh Islam berjaya sehingga kalian (para da&#8217;i) pun berbuat serampangan, dan keluar dari rel syari&#8217;at.</p>
<p><strong>Umair bin Habib Al-Anshoriy</strong> <em>-radhiyallahu &#8216;anhu</em>&#8211; berkata, <em>Jika seorang diantara kalian ingin memerintahkan yang ma&#8217;ruf, dan melarang dari kemungkaran, maka hendaklah ia menempatkan dirinya di atas kesabaran terhadap segala cobaan, dan meyakini (akan mendapatkan) pahala dari Allah. Karena barangsiapa yang meyakini (akan mendapatkan) pahala dari Allah, maka ia tak akan merasakan cobaan apapun&#8221;. </em>[HR. Ibnu Abid Dunya dalam <strong><em>Al-Hilm</em></strong> (1/30)]</p>
<p>Pembaca yang budiman, <strong>sabar itu seperti namanya; pahit rasanya, namun hasilnya manis seperti madu.</strong></p>
<p>Allah <em>-Ta&#8217;ala-</em> telah menjelaskan kepada kita bahwa Dia pasti akan memberi ujian serta cobaan kepada para hamba-Nya.</p>
<p>Terlebih lagi ujian itu akan menimpa para da&#8217;i yang berdakwah di jalan-Nya untuk membedakan antara dai yang jujur dan yang pendusta, mukmin dengan munafiq, orang yang sabar dan orang yang tidak sabar.</p>
<p>Ini merupakan sunnatullah bagi hamba-hamba-Nya. Allah <em>-Ta&#8217;ala-</em> berfirman,</p>
<p><strong>أَحَسِبَ النَّاسُ أَنْ يُتْرَكُوا أَنْ يَقُولُوا آمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُونَ (2) وَلَقَدْ فَتَنَّا الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ فَلَيَعْلَمَنَّ اللَّهُ الَّذِينَ صَدَقُوا وَلَيَعْلَمَنَّ الْكَاذِبِينَ (3) [العنكبوت : 2 ، 3]</strong></p>
<p><em>&#8220;Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan, &#8220;Kami telah beriman&#8221;, sedang mereka tidak diuji lagi?  Dan Sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta&#8221;. </em>(QS. <strong>Al-Ankabuut</strong>: 2-3).</p>
<p>Dakwah di jalan Allah amat panjang perjalanannya, serta penuh dengan kesulitan, dan penderitaan. Karena da&#8217;i di jalan Allah menghendaki manusia untuk meninggalkan hawa nafsu dan syahwatnya, serta tunduk pada aturan-aturan-Nya, menegakkan hukum-hukum-Nya, dan mengamalkan syariat-syariat-Nya.</p>
<p>Kemudian pasti disana ada musuh-musuh dakwah yang tidak menghendaki demikian. <strong>Maka tidak ada jalan keluar bagi para da&#8217;i</strong> <strong>dan kaum muslimin</strong> dari makar musuh mereka, kecuali dengan <strong>memohon pertolongan yang disertai dengan usaha, dan kesabaran.</strong></p>
<p>Karena sabar bagaikan pedang yang tajam, kendaraan yang tidak menggelincirkan dan cahaya yang tidak pernah padam.</p>
<p><strong>Kesabaran adalah tanda kuatnya iman seseorang.</strong>Sebab ia terpancar dari keyakinan kuat seseorang terhadap taqdir yang telah ditetapkan oleh Allah.</p>
<p><strong>Al-Mughiroh bin Amir</strong> <em>-rahimahullah-</em> berkata,</p>
<p><strong>الشُّكْرُ نِصْفُ اْلإِيْمَانِ وَالصَّبْرُ نِصْفُ اْلإِيْمَانِ وَالْيَقِيْنُ اْلإِيْمَانُ كُلُّهُ</strong></p>
<p><em>&#8220;Syukur adalah separuh iman, dan sabar adalah separuh iman, dan yakin adalah seluruh iman&#8221;.</em> [HR. Ibnu Abid Dunya dalam <strong><em>Asy-Syukr</em></strong> (1/24)]</p>
<p>Oleh karena itu, Rasulullah <em>-Shollallahu &#8216;alaihi wasallam-</em>memerintahkan kepada para sahabatnya untuk bersabar dalam menegakkan agama Allah <em>-Ta&#8217;ala-</em> , ketika mendapatkan siksaan, dan kekejaman kaum musyrikin di Mekah.</p>
<p><strong>Abu Abdillah Khabbab bin Al-Aratt</strong> <em>-radhiyallahu &#8216;anhu</em>&#8211; berkata, <em>&#8220;Kami pernah mengadu kepada Rasulullah -Shollallahu &#8216;alaihi wasallam-, sedangkan [beliau berbantalkan surbannya] di bawah naungan Ka&#8217;bah, [sedangkan kami baru saja bertemu dengan orang-orang musyrik yang menyiksa kami dengan siksaan yang sangat berat], seraya kami berkata, &#8220;</em><strong><em>Apakah engkau tidak memintakan pertolongan buat kami?</em></strong><em> Apakah engkau tidak mendo&#8217;akan (kemenangan) bagi kami?&#8221;</em></p>
<p><em>Beliau bersabda,</em></p>
<p><strong>قَدْ كَانَ مَنْ قَبْلَكُمْ يُؤْخَذُ الرَّجُلُ فَيُحْفَرُ لَهُ فِي اْلأَرْضِ فَيُجْعَلُ فِيْهَا ثُمَّ يُؤْتَى بِالْمِنْشَارِ فَيُوْضَعُ عَلَى رَأْسِهِ فَيُجْعَلُ نِصْفَيْنِ وَيُمْشَطُ بِأَمْشَاطِ الْحَدِيْدِ مَا دُوْنَ لَحْمِهِ وَعَظْمِهِ، مَا يَصُدُّهُ ذَلِكَ عَنْ دِيْنِهِ, وَاللهِ لَيُتِمَّنَّ هَذَا اْلأَمْرُ حَتَّى يَسِيْرَ الرَّاكِبُ مِنْ صَنْعَاءَ إِلَى حَضْرَمَوْتَ، لاَ يَخَافُ إِلاَّ اللهَ وَالذِّئْبَ عَلَى غَنَمِهِ وَلَكِنَّكُمْ تَسْتَعْجِلُوْنَ</strong></p>
<p><em>&#8220;Sungguh orang-orang sebelum kalian ada yang ditanam hidup-hidup. Ada juga yang digergaji dari atas kepalanya, sehingga tubuhnya terbelah menjadi dua. </em></p>
<p><em>Ada</em><em> pula orang yang disisir dengan sisir besi yang mengenai daging dan tulangnya tetapi yang demikian itu tidak menggoyahkan mereka dari agamanya. </em></p>
<p><strong><em>Demi Allah, Allah pasti akan memenangkan agama ini </em></strong><em>hingga seseorang yang berjalan dari Shan&#8217;a sampai Hadramaut tidak ada yang ia takuti kecuali Allah, dan serigala yang akan menerkam kambingnya. </em><strong><em>Akan tetapi kalian sangat tergesa-gesa</em></strong><em>&#8220;.</em> [HR. Al-Bukhariy (3612, &amp; 6943)]</p>
<p><strong>Alangkah baiknya kita simak nasihat agung dari Seorang ulama&#8217; Salafiy,</strong> <strong>Syaikh Al-Utsaimin </strong><em>-rahimahullah-</em> saat berkata menjelaskan hadits ini,</p>
<p><em>&#8220;Dalam hadits ini terdapat dalil tentang wajibnya bersabar terhadap gangguan musuh-musuh kaum muslimin. Jika seorang sabar, maka ia akan menang!! <strong>Kewajiban seseorang adalah menghadapi sesuatu  yang ia dapatkan berupa gangguan orang-orang kafir dengan </strong></em><strong><em>kesabaran</em></strong><strong><em>, mengharapkan pahala, dan menunggu kelapangan (kemenangan).</em></strong></p>
<p><em>Seseorang jangan menyangka masalah ini akan berakhir dengan cepat dan mudah. Terkadang Allah menguji orang-orang mukmin dengan orang-orang kafir yang menyakiti mereka, bahkan barangkali membunuh kaum mukminin sebagaimana mereka telah membunuh para nabi.</em></p>
<p><em>Orang-orang Yahudi dari Bani Isra&#8217;il telah membunuh para nabi yang lebih mulia dibandingkan para dai, dan kaum msulimin. </em></p>
<p><em>Seorang harus </em><strong><em>bersabar</em></strong><em>, dan menunggu kelapangan, serta tidak bosan, dan tidak berkeluh kesah, bahkan ia tetap tegar laksana batu. Akibat baik adalah milik orang-orang bertaqwa; Allah akan bersama orang-orang yang </em><strong><em>bersabar</em></strong><em>. </em></p>
<p><em>Jika seorang muslim mau bersabar, dan tegar, serta mau menempuh jalan-jalan yang menyampaikan kepada tujuan dengan cara teratur (baik), tapi <u>bukan dengan cara berbuat keributan, bukan mengajak, dan membangkitkan (emosi) massa.</u></em></p>
<p><em>Karena musuh-musuh kaum muslimin dari kalangan orang-orang kafir, dan munafiq berjalan di atas rencana-rencana yang hebat, dan kokoh, dan merealisasikan tujuan mereka. </em></p>
<p><strong><em>Adapun orang-orang <u>picik</u> yang diombang-ambingkan oleh perasaan</em></strong><em>, sehingga bergejolak (marah), dan bangkit. Karena, terkadang akan luput sesuatu yang banyak dari mereka, bahkan terjadi dari mereka ketergelinciran yang <u>merusak sesuatu yang mereka dahulu telah bangun</u>, jika mereka sungguh pernah membangun sesuatu. </em></p>
<p><em>Tapi seorang mukmin harus </em><strong><em>bersabar</em></strong><em>, dan tenang; ia berbuat, tenang, dan menenangkan diri, serta membuat rencana secara rapi&#8221;. </em>[Lihat <strong><em>Syarh Riyadh As-Sholihin</em></strong> (1/104-105)]</p>
<p>Jika kita memperhatikan hadits Rasulullah <em>-Shollallahu &#8216;alaihi wasallam-</em> ini dengan baik dan juga nasihat Syaikh Al-Utsaimin &#8211;<em>rahimahullah</em>-, maka kita akan menemukan pelajaran yang sangat agung dan berharga, bahwa begitu besarnya ujian yang didapatkan para sahabat nabi <em>-Shollallahu &#8216;alaihi wasallam-</em> berupa gangguan dan siksaan kaum musyrikin dalam berpegang teguh dalam agama Allah <em>-Ta&#8217;ala-</em>.</p>
<p><strong>Walau demikian, Rasulullah <em>-Shollallahu &#8216;alaihi wasallam-</em> tetap memerintahkan mereka untuk</strong><strong><em>bersabar</em></strong><strong> dan tidak tergesa-gesa, sambil mencari solusi yang tepat.</strong></p>
<p>Sebaliknya, Jika kita bandingkan dengan kondisi kaum muslimin pada hari ini, sungguh jauh berbeda.</p>
<p>Tatkala mereka tidak mau bersabar, malah bersikap tergesa-gesa sehingga bukan hasil baik yang diraih, namun kehancuran dan kebinasaan.</p>
<p>Jika kita mau melihat ke belakang, ada sebagian kaum muslimin yang tidak bersabar dan picik. Mereka melakukan DEMONSTRASI –walaupun mereka sebut aksi damai-, namun hakikatnya aksi itu adalah sikap konyol dan kekanak-kanakan dan tanda bahwa mereka tidaklah bersabar!</p>
<p>Mungkin anda memiliki seorang anak kecil di rumah saat ia tidak diberi apa yang ia minta, maka dengan segera ia marah, merengek-rengek, bahkan membentak dan mengancam anda selaku orang tuanya. Padahal boleh jadi anda menunda permintaannya, karena sesuatu yang anda pertimbangkan tentang kemaslahatan atau madhorot dirinya, ataukah madhorot orang lain yang ada di sekitar anda.</p>
<p>Demikianlah perumpamaan para demonstran yang tidak menyadari akan kedudukan diri, sifat bijak yang perlu ditempuh, dan akibat dari perbuatan mereka yang akan merembes dan mengenai orang banyak. <strong>ANDAIKAN MEREKA MAU BERSABAR</strong>, maka pasti urusannya tidak akan serumit apa yang mereka lakukan berupa demonstrasi yang akan mengurangi atau menghilangkan martabat pemerintahnya yang muslim, serta menyebabkan banyak kerusakan dan kerugian bagi negara dan bangsa.</p>
<p><strong>Andaikan mereka mau bersabar</strong>, bertakwa, dan mengerjakan yang diperintahkan Rabb-nya, niscaya akan berikan pertolongan-Nya.</p>
<p>Karena Nabi &#8211;<em>Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam-</em>  bersabda,</p>
<p><strong>وَاعْلَمْ أَنَّ النَّصْرَ مَعَ الصَّبْرِ, وَأَنَّ الْفَرَجَ مَعَ الْكَرْبِ, وَأَنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا</strong></p>
<p><em>&#8220;Ketahuilah bahwa kemenangan bersama kesabaran; kelonggaran bersama kesusahan, dan bersama kesulitan ada kemudahan&#8221;.</em>[HR. HR. Ahmad dalam <strong><em>Al-Musnad</em></strong> (1/307), Al-Hakim dalam <strong><em>Al-Mustadrok</em> </strong>(6303 &amp; 6304), Ath-Thobroniy dalam <strong><em>Al-Kabir</em></strong> (11560), Abd bin Humaid dalam <strong>Al-Musnad</strong>(636). Hadits ini di-<em>shohih</em>-kan Al-Arna&#8217;uth dalam <strong><em>Takhrij Al-Musnad</em></strong> (no. 2804)]</p>
<p>Jadi, kesabaran merupakan senjata yang ampuh bagi kaum muslimin pada hari ini. <strong>Janganlah hanya karena melihat sebagian saudara-saudara kita yang tertindas oleh orang-orang kafir </strong>atau <strong>si kafir menghina agama, </strong>sehingga membuat kita gelap mata, membabi buta dan menghancurkan disana-sini serta membuat kerusakan di muka bumi. Janganlah hal seperti ini membuat kita kehilangan hikmah. Ikutilah petunjuk Al-Qur&#8217;an dan Sunnah, serta jalan para salaf.</p>
<p><strong>Sebab dari dahulu orang-orang kafir dan kaum munafiqin sangat besar kebencian dan permusuhannya terhadap kaum muslimin.</strong> Musuh-musuh Islam sejak lama telah membenci dan mencaci maki Allah, Rasul-Nya, dan Kitab-Nya. Tapi apakah para ulama sunnah melakukan langkah-langkah gegabah mendahului pemerintahnya dan tidak lagi menghargainya?!</p>
<p>Tengoklah orang-orang beriman dahulu, mereka disiksa dan ditindas, bahkan para nabi dan rasul pun dibunuh dan dibantai oleh orang-orang kafir.</p>
<p>Bacalah firman Allah <em>-Ta&#8217;ala-</em> ketika mengingkari orang-orang yahudi yang membunuh para nabi,</p>
<h4 style="text-align: left;"><strong>قُلْ فَلِمَ تَقْتُلُونَ أَنْبِيَاءَ اللَّهِ مِنْ قَبْلُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ</strong></h4>
<p><em>&#8220;Katakanlah: &#8220;Mengapa kamu dahulu membunuh nabi-nabi Allah jika benar kamu orang-orang yang beriman?&#8221;</em> (QS.<strong> Al-Baqarah</strong> :91 ).</p>
<p><strong>Abdullah bin Mas&#8217;ud</strong> <em>-radhiyallahu &#8216;anhu- </em>berkata,</p>
<p><strong>كَأَنِّيْ أَنْظُرُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَحْكِيْ نَبِيًّا مِنَ اْلأَنْبِيَاءِ ضَرَبَهُ قَوْمُهُ فَأَدْمَوْهُ وَهُوَ يَمْسَحُ الدَّمَ عَنْ وَجْهِهِ وَيَقُوْلُ: اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِقَوْمِيْ فَإِنَّهُمْ لاَ يَعْلَمُوْنَ</strong></p>
<p><em>&#8220;Seakan akan saya melihat Nabi -Shollallahu &#8216;alaihi wasallam- sewaktu menceritakan salah seorang dari nabi-nabi ketika dipukuli oleh kaumnya sehingga berlumuran darah dan ia mengusap darah dari wajahnya sambil berdo&#8217;a : &#8220;Wahai Allah, ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui </em>[HR. Bukhariy dalam <strong><em>Shohih</em></strong>-nya (3290), dan Muslim dalam <strong><em>Shohih</em></strong>-nya (1792)].</p>
<p>Walaupun siksaan dan cobaan yang dialami oleh para nabi dan rasul serta orang-orang beriman dahulu sangat berat, namun mereka tetap <strong>bersabar</strong> hingga datangnya pertolongan dari Allah.</p>
<p>Mereka tidak meronta-ronta, dan membabi buta, lalu mengadakan kerusakan tanpa memikirkan akibat buruknya.</p>
<p><strong>Mereka tidaklah keluar ke jalan-jalan melakukan demonstrasi,</strong> bahkan mereka bersabar sesuai perintah Allah, sambil mencari solusi yang syar&#8217;i!!</p>
<p>Allah <em>-Ta&#8217;ala-</em> berfirman,</p>
<p><strong>وَلَقَدْ كُذِّبَتْ رُسُلٌ مِنْ قَبْلِكَ فَصَبَرُوا عَلَى مَا كُذِّبُوا وَأُوذُوا حَتَّى أَتَاهُمْ نَصْرُنَا وَلَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ وَلَقَدْ جَاءَكَ مِنْ نَبَإِ الْمُرْسَلِينَ  [الأنعام : 34]</strong></p>
<p><em>&#8220;Dan Sesungguhnya Telah didustakan (pula) rasul-rasul sebelum kamu, akan tetapi mereka sabar terhadap pendustaan dan penganiayaan (yang dilakukan) terhadap mereka, sampai datang pertolongan Allah kepada mereka. tak ada seorangpun yang dapat merobah kalimat-kalimat (janji-janji) Allah. dan Sesungguhnya Telah datang kepadamu sebahagian dari berita rasul-rasul itu</em>.&#8221; (QS. <strong>Al-An&#8217;am</strong> :34 ).</p>
<p>Maka janganlah heran, ketika melihat kondisi kaum muslimin pada hari ini yang semakin mundur dan terbelakang.</p>
<p>Tidak lain disebabkan oleh dosa-dosa mereka, dan <strong>tidak bersabar</strong> serta <strong>bersikap tergesa-gesa</strong>!!!</p>
<p>Allah <em>-Ta&#8217;ala-</em> berfirman,</p>
<p><strong>وَمَا أَصَابَكُمْ مِنْ مُصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَنْ كَثِيرٍ  [الشورى : 30]</strong></p>
<p><em>&#8220;Dan apa saja musibah yang menimpa kamu Maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)&#8221;. </em>(QS. <strong>Asy-Syuraa</strong> : 30).</p>
<p>Salah satu musibah yang harus direnungi oleh kaum muslimin di Jakarta, munculnya seorang kafir yang memimpin mereka.</p>
<p>Si kafir ini memimpin kaum muslimin dan mengetahui serta menentukan segala urusan mereka. Ini merupakan musibah besar.</p>
<p>Sebab, terangkatnya kafir itu jadi pemimpin akan memberikan jalan baginya untuk menekan Islam, melecehkannya, mempersempit dan menghalangi jalannya perkembangan Islam di wilayah kekuasaannya, dan sebaliknya akan memberikan angin segar bagi agama kekafirannya.</p>
<p>Allah -Azza wa Jalla- berfirman,</p>
<p><strong><em>وَكَذَلِكَ نُوَلِّي بَعْضَ الظَّالِمِينَ بَعْضًا بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ [الأنعام : 129]</em></strong></p>
<p><em>&#8216;&#8221;Dan Demikianlah kami jadikan sebahagian orang-orang yang zalim itu menjadi teman bagi sebahagian yang lain disebabkan apa yang mereka usahakan.&#8221; </em><strong>(QS. Al-An&#8217;aam: ) </strong></p>
<p><strong>Al-Imam Mahmud Syukri Al-Alusiy </strong><em>-rahimahullah- </em>berkata saat menerangkan ayat di atas,</p>
<p>روح المعاني &#8211; (8 / 27)</p>
<p>واستدل به على أن الرعية إذا كانوا ظالمين فالله تعالى يسلط عليهم ظالما مثلهم</p>
<p><em>&#8220;Hadits ini dijadikan dalil bahwa rakyat bila mereka adalah orang-orang yang zholim, maka Allah -Ta&#8217;ala- akan menguasakan atas mereka seorang (pemimpin) yang zholim semisal mereka.&#8221;</em>[Lihat <strong><em>Ruh Al-Ma&#8217;ani</em></strong> (8/27)]</p>
<p><strong>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah Al-Harroniy</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata saat menjelaskan <u>hilangnya sebagian kebaikan</u> dari kaum muslimin dengan berubahnya khilafah menuju kerajaan,</p>
<p><strong><em>وَقَدْ ذَكَرْت فِي غَيْرِ هَذَا الْمَوْضِعِ أَنَّ مَصِيرَ الْأَمْرِ إلَى الْمُلُوكِ وَنُوَّابِهِمْ مِنْ الْوُلَاةِ ؛ وَالْقُضَاةِ وَالْأُمَرَاءِ لَيْسَ لِنَقْصِ فِيهِمْ فَقَطْ بَلْ لِنَقْصِ فِي الرَّاعِي وَالرَّعِيَّةِ جَمِيعًا ؛ فَإِنَّهُ &#8221; كَمَا تَكُونُونَ : يُوَلَّى عَلَيْكُمْ</em></strong><strong><em> &#8220;</em></strong></p>
<p><em>&#8220;Sungguh aku telah menyebutkan di tempat lain bahwa berubahnya urusan (khilafah) menjadi raja-raja dan wakilnya dari kalangan pemerintah, hakim dan umaro&#8217;, bukanlah karena kekurangan pada mereka saja, bahkan karena kekurangan pada diri pemerintah dan rakyat sekaligus. Karena, sesuai keadaaan kalian, maka diangkatlah (seorang pemimpin yang sesuai keadaan kalian) atas kalian.&#8221; </em>[Lihat <strong><em>Majmu&#8217; Al-Fatawa</em></strong> (35/20)]</p>
<p>Jadi, munculnya pemimpin zhalim atau kafir, mungkin karena banyak diantara kita yang perbuatannya mirip dengan kaum kafir. Lihat saja kaum muslimin ramai dalam memperingati hari raya kaum kafir (semisal perayaan tahun baru masehi yang merupakan siyiar penyembahan kaum pagan Romawi).</p>
<p>Kita saksikan kaum muslimin membuat perayaan-perayaan yang menyerupai kaum kafir, pakaian, gaya hidup, cara bermuamalah, semua mirip dengan perbuatan kaum kafir, bahkan ada diantara mereka sudah hampir tak bisa dibedakan dari kaum kafir!! Disinilah pentingnya kaum muslimin mengembalikan manusia kepada ilmu wahyu.</p>
<p>Tinggal kesiapan kita membangun agama Allah -Tabaroka wa Ta&#8217;ala- dari yang terkecil sampai yang besar, dari aqidah sampai semua urusan agama.</p>
<p>Andaikan mereka (para dai) bersabar dalam membangun aqidah umat, akhlak, dan muamalah mereka, maka yakin kejayaan  dan kemenangan itu ada pada umat Islam. Setelah itu, tidak akan mungkin kita akan dipimpin dan dilecehkan oleh si kafir!!</p>
<p>Bagaimana mungkin Allah akan menolong kita apabila masih banyak diantara kita yang masih alergi dengan TAUHID, bahkan dai tauhid dilecehkan dan dijauhi oleh kaum muslimin.</p>
<p>Bagaimana mungkin kita akan diberi pertolongan dan kejayaan oleh Allah -Azza wa Jalla- bila kita masih enggan berpegang teguh dengan sunnnah Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, bahkan sebaliknya kita malah MENYUBURKAN BID&#8217;AH?!</p>
<p>Bagaimana mungkin kita mendapat pertolongan  dari langit, sementara akhlak dan perilaku kita masih membebek dan meniru kaum kafir, bahkan berbagga dengan kaum kafir dan mengikuti kebiasaan dan syiar mereka?!</p>
<p>Ketahuilah bahwa mengembalikan umat kepada aqidah dan tauhid yang benar adalah perjalanan panjang.</p>
<p>Ingatlah bahwa meneguhkan umat di atas sunnah Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- adalah pekerjaan dan tanggung jawab yang menelan waktu, harta, tenaga, pikiran, bahkan jiwa sekalipun.</p>
<p>Camkan bahwa membangun akhlak umat di bawah lentera wahyu adalah lautan luas yang harus kita arungi demi keselamatan bersama.</p>
<p>Andaikan kalian –wahai para dai- mau bersabar, maka jalan panjang akan terasa pintas, beban berat akan terasa ringan, dan kejayaan akan menghampirimu.</p>
<p>Pinggirkan segala keluh kesah dalam dakwah. Jangan pernah tergesa-gesa dan serampangan bersikap, karena hal itu hanyalah akan mewariskan kerusakan dan perusakan yang esok hari akan menyelimuti kalian penyesalan setelah gerbong berlalu.</p>
<p>Sesungguhnya pertolongan Allah itu dekat dan jalan keluar dari setiap permasalahan itu ada.</p>
<p>Di balik kesempitan ada kelapangan, dan di balik kesulitan ada kemudahan, <strong>jika kita mau bersabar, dan mencari solusinya,</strong> seperti yang dicontohkan oleh Nabi <em>-Shallallahu &#8216;alaihi wa sallam-  </em>dan para sahabat.</p>
<p>Karena Allah telah menjanjikan semua itu, sedangkan Allah tidak pernah mengingkari janji-Nya.</p>
<p>Allah <em>-Ta&#8217;ala-</em> berfirman,</p>
<p><strong>فَاصْبِرْ إِنَّ وَعْدَ اللَّهِ حَقٌّ وَاسْتَغْفِرْ لِذَنْبِكَ وَسَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ بِالْعَشِيِّ وَالْإِبْكَارِ [غافر : 55]</strong></p>
<p><em>&#8220;Maka bersabarlah kamu karena sesungguhnya janji Allah itu benar dan mohonlah ampunan untuk dosamu dan bertasbihlah seraya memuji Robbmu pada waktu petang dan pagi&#8221;.</em>(QS.<strong>Ghofir</strong> :55 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Terakhir</strong>, kami ingatkan kepada para dai. Bertaqwalah kalian wahai para dai yang menggiring umat untuk berorasi dan berdemonstrasi. Tanggung jawab umat itu ada di pundak kalian. Darah dan harta mereka jika tumpah dan hilang karena demonstrasi tersebut, maka kalian akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Allah.</p>
<p>Demonstrasi (damai-tidak damai) yang kalian lakukan adalah sebuah madhorot dan kerusakan, minimalnya akan merusak citra presidenmu yang nyata-nyata masih muslim.</p>
<p><strong>((لا ضرر ولاضرار))</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber:<br />
https://abufaizah75.blogspot.co.id/2016/11/nasihat-penting-engkau-baca-wahai.html</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/nasihat-penting-engkau-baca-wahai-saudaraku-sebelum-4-november-2016/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengenang Buah Pahit Peristiwa Demonstrasi dan Aksi Reformasi Tahun 1998 agar Menjadi Pelajaran Berharga bagi Mereka yang Gemar Berdemonstrasi</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/mengenang-buah-pahit-peristiwa-demonstrasi-dan-aksi-reformasi-tahun-1998-agar-menjadi-pelajaran-berharga-bagi-mereka-yang-gemar-berdemonstrasi/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/mengenang-buah-pahit-peristiwa-demonstrasi-dan-aksi-reformasi-tahun-1998-agar-menjadi-pelajaran-berharga-bagi-mereka-yang-gemar-berdemonstrasi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Nov 2016 06:25:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Berdemonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Demonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Gemar Berdemonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mengenang Buah Pahit]]></category>
		<category><![CDATA[Mereka yang Gemar Berdemonstrasi]]></category>
		<category><![CDATA[Peristiwa Demonstrasi dan Aksi Reformasi]]></category>
		<category><![CDATA[Reformasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=2820</guid>
		<description><![CDATA[Yakin banyak diantara kita yang masih mengingat peristiwa besar yang terjadi pada tahun 1998 M yang silam. Peristiwa dikenal dengan "GERAKAN REFORMASI" atau "GERAKAN MAHASISWA INDONESIA 1998" yang melibatkan ribuan mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat di berbagai daerah. Tak luput dalam aksi dan gerakan demonstrasi tersebut, beberapa elemen dari berbagai ormas dan organisasi yang memiliki kepentingan yang sama dalam melengserkan Bapak Presiden Soeharto -rahimahullah- pada saat itu.

Gerakan Reformasi masa itu diwarnai berbagai macam kerusuhan dan kekacauan dimana-mana, dan muncul berbagai macam kerusakan dan ketimpangan dalam berbagai sektor akibat dan dampak buruk Gerakan Reformasi kala itu.
]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>(Renungan Bermakna sebelum 4 November 2016 M)<br />
oleh : Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa&#8217;izah &#8211;<i>hafizhahullah</i>&#8211;</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Yakin banyak diantara kita yang masih mengingat peristiwa besar yang terjadi pada tahun 1998 M yang silam. Peristiwa itu dikenal dengan <strong>&#8220;GERAKAN REFORMASI&#8221;</strong> atau&#8221;GERAKAN MAHASISWA INDONESIA 1998&#8243; yang melibatkan ribuan mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat di berbagai daerah. Tak luput dalam aksi dan gerakan demonstrasi tersebut, beberapa elemen dari berbagai ormas dan organisasi yang memiliki kepentingan yang sama dalam melengserkan Bapak Presiden Soeharto &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; pada saat itu.</p>
<p>Gerakan Reformasi masa itu diwarnai berbagai macam kerusuhan dan kekacauan dimana-mana, dan muncul berbagai macam kerusakan dan ketimpangan dalam berbagai sektor akibat dan dampak buruk Gerakan Reformasi kala itu.</p>
<p>Disana-sini terjadi kericuhan, kegaduhan, penjarahan, kezoliman dan pembunuhan akibat aksi berdosa itu. Demonstrasi demi demonstrasi pun terus dilancarkan oleh berbagai pihak baik yang ber-KTP muslim, maupun kafir dengan berbagai warna dan sukunya.</p>
<p>Berbagai dampak negatif dan kerusakan dari <strong>Gerakan Reformasi 1998</strong>, pun terus dirasakan oleh masyarakat Indonesia, baik pemerintah, maupun rakyat. Walaupun sudah terjadi delapan belas tahun silam, dampak buruk tersebut masih kita rasakan sampai saat ini.</p>
<p>Aksi demonstrasi yang diusung oleh para pejuang reformasi banyak melahirkan kerusakan sehingga iklim politik menjadi semrawut dan amburadul, karena banyak yang menyalah artikan makna kebebasan yang mereka serukan.</p>
<p>Kebebasan dalam menyampaikan pendapat semakin tidak beretika. Banyak demonstran dalam aksinya menyampaikan aspirasi justru berujung pada kerusuhan, perkelahian dan mencaci maki pemerintah yang semestinya dihormati dan diluruskan dengan dengan cara-cara yang bertetika, bukan dengan cara-cara anarkis.</p>
<p>Di dalam aksi itu banyak perbuatan amoral yang muncul dari para demonstran, mulai dari bakar ban, melempar orang atau fasilitas umum, melawan aparat, menjelek-jelekkan pemerintah yang berkuasa dengan berbagai macam celaan pedas yang menurunkan wibawa mereka, dan lainnya.</p>
<p>Sekarang buah apa yang dipetik oleh masyarakat dan pemerintah dari <strong>GERAKAN REFORMASI</strong> itu?! Kita semua telah merasakan pahitnya.</p>
<p>Dengan gerakan reformasi itu, banyak pihak yang menungganginya demi kepentingan golongan dan keyakinannya.</p>
<p>Dengan reformasi, mereka menyuarakan kebebasan dengan sebebas-bebasnya, sehingga terbukalah semua pintu keburukan, bagaikan badai tornado yang tak terbendung.</p>
<p>Kini, anda menyaksikan sendiri berbagai badai problema menghantam negeri ini dan merugikan masyarakatnya, dan terkhusus kaum muslimin. Kini terbukalah pintu KOMUNIS, yang memanfaatkan isu kebencian kepada mendiang Presiden Republik Indonesia yang kedua, Bapak Soeharto &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; .</p>
<p>Selanjutnya, mereka (kaum komunis) memutarbalikkan fakta bahwa kaum komunislah yang teraniaya pada masa lalu.</p>
<p>Padahal sejarah telah membuktikan melalui tulisan dari para sejarawan yang merupakan saksi hidup dan pengakuan korban kebengisan <strong>PKI</strong> (Partai Komunis Indonesia) pada masa itu, saat mereka berusaha menguasai negeri Indonesia yang mayoritas muslim ini.<a href="#_ftn1" name="_ftnref1">[1]</a></p>
<p><em>Alhamdulillan</em>, berkat pertolongan Allah dan usaha para pahlawan kita, maka makar dan kejahatan mereka dapat dilumpuhkan.</p>
<p>Dampak buruk lainnya dari gerakan reformasi, bermunculannya agama dan budaya sesat yang dahulu tidak mendapatkan pengakuan resmi di negeri ini, kini mendapatkan tempat dan dan pengakuan yang semakin membuka pintu kesesatan bagi masyarakat Nusantara.</p>
<p>Dari realita pahit yang terpetik dari hasil aksi demonstrasi dan reformasi 1998 M tersebut, kami ingatkan kepada para demonstran yang akan berangkat berdemo pada tanggal 4 November 2016 M,</p>
<p>&#8220;Wahai saudara-saudaraku, sayangilah diri dan bangsa kalian yang terdiri dari mayoritas muslim. Jauhilah demonstrasi dan hentikanlah langkahmu. Ketahuilah bahwa demonstrasi bukan dari Islam, bahkan ia adalah alat perusak bangsa dan agama yang kita tahu bahwa yang pertama kali melakukannya adalah para pejuang demokrasi yang berjalan bukan di atas bimbingan syariat Allah.</p>
<p>Jika kalian menganggap bahwa demonstrasi adalah <strong>PERJUANGAN</strong> alias <strong>JIHAD</strong> fi sabilillah, maka ketahuilah bahwa itu bukan cara yang diajarkan dalam agama kita.</p>
<p>Taruhlah niat anda baik, ingin membela Islam dari kaum penista agama. Tapi niat yang baik dan ikhlash tidaklah cukup untuk membenarkan suatu perbuatan, jika cara dan <em>kaifiatnya</em> salah, tidak mencocoki petunjuk Allah dan Rasulullah &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam-.</em></p>
<p>Oleh karena itu, Sahabat mulia Abdullah bin Mas&#8217;ud &#8211;<em>radhiyallahu anhu</em>&#8211; berkata,</p>
<p><strong>وَكَمْ مِنْ مُرِيْدٍ لِلْخَيْرِ لَنْ يُصِيْبَهُ</strong></p>
<p><em>&#8220;Alangkah banyaknya orang yang menginginkan kebaikan, tapi ia tak sempat meraihnya&#8221;.</em> [HR. Ad-Darimiy dalam <strong><em>Sunan</em></strong>-nya (1/68-69), dan Bahsyal dalam <strong><em>Tarikh Wasith</em></strong> (hal. 198). Hadits ini di-<em>shohih</em>-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam <strong><em>Ash-Shohihah</em></strong> (no. 2005)]</p>
<p>Kenapa demikian?! Karena tidak mengikuti petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Jadi, niat yang baik tidaklah cukup dalam membenarkan suatu perbuatan, jika tidak dibarengi dengan <em>ittiba&#8217; </em>(keteladanan) terhadap sunnah (petunjuk) Nabi &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam-.</em></p>
<p>Demonstrasi yang dilakoni oleh masyarakat selama ini, walaupun niatnya baik, tapi caranya tidak benar dan tidak sesuai petunjuk Nabi &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam</em>-.</p>
<p>Sebab itu merupakan jalan orang-orang kafir dari kalangan pejuang-pejuang asas demokrasi yang batil dalam menuangkan aspirasi mereka.</p>
<p>Aksi demonstrasi seringkali disusupi oleh kaum kafir dalam menambah kerunyaman masalah bagi kaum muslimin dan memperjuangkan kesesatan dan kebatilan mereka, seperti yang telah kami paparkan dalam contoh kasus kaum komunis-PKI yang memanfaatkan GERAKAN REFORMASI 1998 M.</p>
<p>&#8220;Seorang yang cerdik tidak akan mau jatuh dalam lubang yang sama.&#8221;</p>
<p>Selain itu, demonstrasi juga merupakan jalan para pemberontak dari kalangan sekte sesat KHAWARIJ saat ingin menasihati pemerintah muslim yang berkuasa, bukan jalannya Nabi &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam</em>&#8211; dan para sahabatnya. Jalan Islam adalah menasihati pemerintah muslim secara rahasia melalui para ulama dan pejabat yang dekat dengan pemimpin negara. Merekalah yang mendatangi, menyurati, dan menghubungi pemimpin negara, bukan setiap orang berhak berbicara dan menasihati pemerintah muslim di depan publik secara terang-terangan. Itu bukan cara rahmat!!</p>
<p>Jadi, demonstrasi adalah jalan dakwahnya kaum Khawarij. Lantaran itu, para ulama kita dari kalangan ahlus sunnah telah lama memberikan pengingkaran kepada aksi demonstrasi, karena ia membawa kepada berbagai perusakan dan petaka bagi manusia dan kaum muslimin di atas muka bumi ini.</p>
<p>Para demonstran yang terlibat, ibaratnya seperti yang dinyatakan oleh Allah <em>–Azza wa Jalla- </em>dalam firman-Nya,</p>
<p><strong>وَإِذَا قِيلَ لَهُمْ لَا تُفْسِدُوا فِي الْأَرْضِ قَالُوا إِنَّمَا نَحْنُ مُصْلِحُونَ (11) أَلَا إِنَّهُمْ هُمُ الْمُفْسِدُونَ وَلَكِنْ لَا يَشْعُرُونَ (12) [البقرة : 11 ، 12]</strong></p>
<p><em>&#8220;Dan bila dikatakan kepada mereka:&#8221;Janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi&#8221;, maka mereka menjawab, &#8220;Sesungguhnya kami orang-orang yang mengadakan perbaikan&#8221;.  Ingatlah, sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang membuat KERUSAKAN, tetapi mereka tidak sadar&#8221;. </em><strong>(QS. Al-Baqoroh: 2-3)</strong></p>
<p>Kerusakan apa yang ditimbulkan oleh demonstrasi?! Banyak kerusakan yang timbul darinya, seperti mandegnya sebagian aktifitas, baik yang berkaitan dengan pendidikan, ekonomi, politik, dakwah, dan lainnya. Jika kita mau menghitung berapa kerugian masyarakat dalam sehari dengan adanya kegiatan demo, maka terlalu banyak, dan susah diperkirakan.</p>
<p>Namun kerusakan demonstrasi yang paling besar adalah rusaknya wibawa pemerintah, bencinya masyarakat kepada mereka sehingga bermuara kepada PEMBERONTAKAN, melanggar kehormatan, merusak harta benda, pembunuhan, merusak citra Islam, dan melahirkan kekacauan di dalam negeri kaum muslimin.</p>
<p>Melakukan demo merupakan bentuk pemberontakan non-senjata yang akan mengantarkan kepada pemberontakan bersenjata, dan fisik.</p>
<p>Demo bukanlah perkara remeh, yang setiap orang boleh berijtihad di dalamnya! Sebab, ia merupakan bentuk <em>khuruj ala hukkamil muslimin</em> (pemberontakan kepada penguasa kaum muslimin).</p>
<p>Sedang memberontak kepada penguasa muslim adalah perkara yang menyelisihi <strong>aqidah</strong> dan <strong>manhaj</strong> (pedoman hidup) para sahabat.</p>
<p>Pemberontakan sekecil apapun, itu terlarang; walaupun menghasung orang dengan ucapan dalam menjelekkan dan melawan pemerintahnya!!</p>
<p><strong>Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin</strong><em> -rahimahullah-</em>berkata saat menjelaskan hadits <strong>Dzul Khuwaisiroh</strong> yang mengoreksi Nabi &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam-</em> di depan publik,</p>
<p><em><u>&#8220;Ini merupakan dalil terbesar bahwa pemberontakan terhadap pemerintah (khuruj alal hukkam, -pen.) bisa dengan senjata, ucapan dan komentar. </u></em><em>Maksudnya, orang ini (Dzul Khuwaisiroh) tidak mengambil senjata melawan Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-, tapi orang itu hanya mengingkari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-. </em></p>
<p><em>Adapun sesuatu yang disebutkan dalam sebagian kitab-kitab Ahlus Sunnah bahwa pemberontakan melawan pemerintah adalah pemberontakan dengan menggunakan senjata, maka yang mereka maksudkan dengan hal itu adalah pemberontakan akhir lagi terbesar, sebagaimana halnya Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- menyebutkan bahwa zina bisa mata, telinga, kaki. Tapi zina terbesar –yang merupakan zina pada hakikatnya- adalah zina farji. Ungkapan seperti ini dari sebagian ulama&#8217;, inilah maksud mereka. </em></p>
<p><em>Kita tahu betul -berdasarkan konsekuensi tabiat suatu kondisi- bahwa <u>tak mungkin ada pemberontakan bersenjata, kecuali didahului oleh pemberontakan dengan menggunakan lisan, dan ucapan.</u> Manusia tak mungkin akan mengambil senjata untuk memerangi pemerintah, tanpa ada sesuatu yang memancing emosi mereka. Pasti disana ada sesuatu yang memancing emosi mereka, yaitu ucapan. Jadi, pemberontakan melawan pemerintah dengan menggunakan ucapan merupakan pemberontakan pada hakikatnya yang telah ditunjukkan oleh Sunnah dan waqi&#8217; (realita). Adapun Sunnah, maka anda telah mengetahuinya. Adapun realita, maka sesungguhnya kita telah tahu dengan yakin bahwa pemberontakan bersenjata adalah cabang (akibat) dari pemberontakan lisan dan ucapan. Karena manusia tak akan memberontak melawan pemerintahnya, karena hanya sekedar ada yang bilang, &#8220;Ayo jalan, ambil pedang&#8221;. Mesti disana ada pengantar dan pembukaan berupa celaan kepada pemerintah, dan menutupi kebaikan-kebaikan mereka. Kemudian hati pun dipenuhi dengan perasaan marah, dan dendam. Ketika itulah terjadi bala&#8217; (yakni, pemberontakan fisik)&#8221;.</em> [Lihat <strong><em>Fatawa Al-Ulama&#8217; Al-Akabir fi ma Uhdiro min Dima&#8217; fil Jaza&#8217;ir</em></strong> (hal. 95-96)]</p>
<p>Menasihati dan mengingkari kemungkaran pemerintah muslim, bukanlah dengan cara terang-terangan dan kasar melalui aksi demonstrasi. Tapi memberikan nasihat kepada mereka harus rahasia (empat mata saja).</p>
<p>Nasihat kepada mereka jangan diekpos dan disebar ke masyarakat lewat media dan mimbar-mimbar.</p>
<p>Inilah yang diajarkan oleh Nabi &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam</em>&#8211; dalam sabdanya,</p>
<p><strong>مَنْ َأَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ فَلا َيُبْدِ لَهُ عَلاَنِيَةً وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوْ بِهِ فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فََذَاكَ وَإِلاَّ كَانَ قَدْ أَدَّى اَلَّذِيْ عَلَيْهِ لَهُ.</strong></p>
<p><em>“Barangsiapa ingin menasihati penguasa dalam suatu perkara, maka janganlah ia menampakkan secara terang terangan. Akan tetapi hendaknya ia ia mengambil tangannya agar ia bisa berduaan. Jika ia terima ,aka itulah yamg diharap, jika tidak maka sungguh ia telah menunaikan tugas yan ada pada pundaknya”.</em> [HR Ahmad dalam <strong><em>Al-Musnad </em></strong>(3/403-404) dan Ibnu Abi Ashim dalam <strong><em>As-Sunnah</em></strong> (1096, 1097, 1098). Hadits ini di-<em>shohih</em>-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam <strong><em>Zhilal Al-Jannah</em></strong> (hal. 514)]</p>
<p><strong>Ibnu An-Nuhhas Asy-Syafi’iy</strong> <em>-rahimahullah-</em> berkata, <em>“Seseorang yang menasehati penguasa hendaknya memilih pembicaraan empat mata bersama penguasa dibandingkan berbicara bersamanya di depan publik, bahkan diharapkan (adanya kebaikan) andaikan ia berbicara dengan penguasa secara sirr ((rahasia), dan menasehatinya secara tersembunyi, tanpa pihak ketiga.”</em> [Lihat <strong><em>Tanbih Al- Ghofilin</em></strong> (hal. 64)]</p>
<p>Selain itu, nasihat yang kita berikan adalah nasihat yang lembut, bukan celaan dan ucapan kasar. Sebab pemerintah adalah manusia biasa seperti kita, tak ingin dimarahi dan direndahkan martabatnya.</p>
<p>Allah &#8211;<em>Azza wa Jalla</em>&#8211; berfirman saat memberikan petuah kepada dua orang nabi-Nya ketika keduanya hendak menasihati manusia yang paling kafir dan zhalim di zamannya,</p>
<p><strong><em>اذْهَبْ أَنْتَ وَأَخُوكَ بِآيَاتِي وَلَا تَنِيَا فِي ذِكْرِي (42) اذْهَبَا إِلَى فِرْعَوْنَ إِنَّهُ طَغَى (43) فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى (44)  [طه : 42 &#8211; 45]</em></strong></p>
<p><em>Pergilah kamu (Musa) beserta saudaramu (Harun) dengan membawa ayat-ayat-Ku, dan janganlah kamu berdua lalai dalam mengingat-Ku.  Pergilah kamu berdua kepada Fir&#8217;aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas; maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan <u>kata-kata yang lemah lembut</u>, mudah-mudahan ia ingat atau takut&#8221;. </em><strong>(QS. Thaahaa : 42-44)</strong></p>
<p><strong>Al-Imam Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata saat menafsiri ayat ini,</p>
<p><em>&#8220;Inti dari komentar para ulama kita bahwa dakwah Nabi Musa dan Nabi Harus kepada Fir&#8217;aun adalah dengan kelemahlembutan, dekat, lagi mudah agar lebih mengena, mendalam dan manjur bagi hati&#8221;. </em>[Lihat <strong><em>Tafsir Al-Qur&#8217;an Al-Azhim</em></strong> (5/295) oleh Ibnu Katsir, <em>tahqiq </em>Sami Salamah.]</p>
<p>Orang-orang yang melakukan aksi demo telah membuka aib para penguasa. Ini tiada lain, kecuali penghinaan dan perendahan kepada para penguasa, yang dapat mendatangkan kemurkaan Allah.</p>
<p>Nabi &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam</em>&#8211; bersabda,</p>
<p><strong>من أجل سلطان الله أجله الله يوم القيامة</strong></p>
<p><em>&#8220;Barangsiapa yang memuliakan penguasa Allah, niscaya Allah akan memuliakannya pada hari kiamat&#8221;.</em> [HR. Ibnu Abi Ashim dalam <strong><em>As-Sunnah</em></strong> (no. 1025). Hadits di-hasan-kan oleh Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy dalam <strong><em>Silsilah Al-Ahadits Ash-Shohihah</em></strong> (no. 2297)]</p>
<p>Hadits ini menjelaskan kepada kita bahwa memuliakan pemerintah muslim, walaupun ia banyak melakukan maksiat, baik itu berupa korupsi, kolusi, dan nepotisme, serta kezholiman. Selama ia muslim, maka kita wajib memuliakan mereka dan menghormatinya.</p>
<p>Barangsiapa yang merendahkan mereka, maka Allah akan merendahkannya pada hari kiamat sebagai balasan atas kejelekannya dalam bermuamalah dengan seorang pemerintah muslim.</p>
<p>Di sebagian negeri-negeri Islam ada yang berkilah dalam mendurhakai pemerintah muslim bahwa pemerintah kami menerapkan sistem yang tidak islamiy sehingga kami tak mau taat dan membai&#8217;atnya.</p>
<p>Pernyataan seperti ini adalah keliru, sebab jika seorang pemimpin muslim berkuasa dengan cara tak syar&#8217;iy, (seperti berkuasa melalui pemberontakan, kudeta, demokrasi, dan lainnya), maka seorang wajib membai&#8217;atnya, dan mengakuinya sebagai pemimpin yang harus ditaati dan dimuliakan!! Adapun kesalahannya, maka dinasihati dengan cara syar&#8217;i: lembut, sopan dan rahasia, bukan diekspos!!</p>
<p>Oleh karena itu, <strong>Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; ketika ditanya tentang pemerintah Al-Jaza&#8217;ir yang menerapkan sistem <strong>demokrasi</strong>, maka beliau menjelaskan bahwa mereka (para pemimpin muslim Al-Jaza&#8217;ir) memiliki hak untuk dibai&#8217;at oleh rakyat Al-Jaza&#8217;ir.</p>
<p>Andaikan mereka bukan pemimpin dan pemerintah yang sah, maka tentu Syaikh akan menyatakan bahwa tak ada bai&#8217;at bagi mereka.</p>
<p>Dengar dialog berikut ini yang terjadi antara Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin dengan para penanya dari kalangan orang-orang Al-Jaza&#8217;ir:</p>
<p>Penanya: Hubungannya dengan pemerintah Al-Jaza&#8217;ir –wahai Syaikh-, sekarang para pemuda (yakni, anggota <strong>FIS</strong>) yang telah keluar dari penjara. Kebanyakan diantara mereka masih ada pada mereka sedikit perasaan dendam sehingga walaupun mereka telah keluar dari penjara, dan telah dimaafkan, tapi mereka senantiasa berbicara masalah <em>takfir</em> (pengkafiran, dan masalah pengkafiran pemerintah dengan main tunjuk, dan bahwa Pemimpin (pemerintah) yang ada di Al-Jaza&#8217;ir adalah pemimpin kafir, dan tak ada bai&#8217;at baginya, tak perlu didengar dan ditaati, baik dalam perkara ma&#8217;ruf maupun mungkar, karena mereka (pemuda FIS) ) telah mengkafirkan pemimpin, dan menganggap Al-Jaza&#8217;ir sebagai negara kafir.</p>
<p>Syaikh: Negara Kafir?</p>
<p>Penanya: Betul, negara kafir, wahai Syaikh! Karena mereka (pemuda FIS) berkata, &#8220;Sesungguhnya undang-undang yang ada di Al-Jaza&#8217;ir adalah undang-undang barat, bukan undang-undang Islam&#8221;. Pertama, apa nasihat anda kepada para pemuda tersebut? Apakah ada bai&#8217;at bagi pemerintah Al-Jaza&#8217;ir, dan perlu diketahui –wahai Syaikh- bahwa pemimpin itu biasa melakukan umrah, dan menampakkan syi&#8217;ar-syi&#8217;ar Islam.</p>
<p>Syaikh: Dia sholat atau tidak?</p>
<p>Penanya: Dia sholat, wahai Syaikh!</p>
<p>Syaikh: Kalau begitu, ia (pemimpin) itu muslim.</p>
<p>Penanya: Dia datang kesini (Saudi), dan berumrah sekitar 20 hari atau sebulan. Dia pernah di Kerajaan Saudi Arabia.</p>
<p>Syaikh: Selama ia masih sholat, maka ia adalah muslim, tak boleh dikafirkan. Oleh karena ini, Nabi &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam</em>&#8211; tatkala ditanya tentang pemberontakan melawan pemerintah, maka beliau bersabda,</p>
<p>لاَ مَا صَلَّوْا</p>
<p><em>&#8220;Jangan, selama ia masih sholat&#8221;.</em> [HR. Muslim dalam Kitab Al-Imaroh (62)]</p>
<p>Tidak boleh memberontak melawan pemimpin itu, tak boleh mengkafirkannya!! Barangsiapa yang mengkafirkannya, maka dia (yang mengkafirkannya) dengan perbuatannya ini menginginkan masalah kembali dari nol. <strong>Baginya ada bai&#8217;at, dia adalah pemimpin yang syar&#8217;iy&#8221;.</strong> [Lihat <strong><em>Fatawa Al-Ulama&#8217; Al-Akabir fi maa Uhdiro min Dima&#8217; fil Jaza&#8217;ir</em></strong> (hal. 173-175) karya Syaikh Abdul Malik Romadhoni Al-Jaza&#8217;ir, cet. Maktabah Al-Asholah <u>Al-Atsariyyah</u>, 1422 H].</p>
<p>Terakhir, kami nasihatkan kepada saudara-saudaraku yang diberi anugerah ilmu agama, bertaqwalah kalian kepada Allah kaitannya dengan umat Islam Indonesia. Tuntunlah mereka kepada jalan-jalan kebaikan yang diajarkan dalam Al-Kitab dan As-Sunnah, dan jangan kalian mengarahkan mereka kepada jalan-jalan keburukan (termasuk demo), lalu akhirnya kalian menjerumuskan mereka kepada kebinasaan, dan kalian pun bersama mereka menjadi sebab banyaknya muncul musibah yang menimpa umat ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p><a href="#_ftnref1" name="_ftn1">[1]</a> Kini, PKI berusaha menunggangi REFORMASI 1988 untuk menyebarkan agama kekafirannya.</p>
<p>Dampak buruk PKI dan usaha-usaha mereka dalam menunggangi REFORMASI, dapat anda cermati dalam beberapa poin :</p>
<ol>
<li>Adanya usaha dari sebagian pihak mengajukan TUNTUTAN PENCABUTAN TAP MPRS NO.XXV TAHUN 1966 tentang Pembubaran PKI dan Larangan Penyebaran Paham Komunisme, Marxisme dan Leninisme.</li>
</ol>
<ol start="2">
<li>Penghapusan sejarah PENGKHIANATAN PKI DALAM KURIKULUM, sehingga generasi pelanjut tidak lagi mengenal sejarah kelam PKI.</li>
</ol>
<ol start="3">
<li>Putra-putri PKI bebas MASUK PARPOL DAN INSTANSI NEGARA</li>
</ol>
<ol start="4">
<li>Pembuatan BUKU dan FILM pembelaan terhadap PKI.</li>
</ol>
<ol start="5">
<li>PASCA REFORMASI 1998, Para Narapidana PKI melalui YPKP 65/66 (Yayasan Penelitian Korban Pembunuhan 1965 / 1966) terus mencari cara untuk “PEMUTIHAN DOSA PKI”, salah satunya adalah dengan terus mendesak pemerintah agar mengajukan RUU KKR (Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi).</li>
</ol>
<p>YKPPI 65/66 dimana-mana selalu mengkampanyekan bahwa PKI adalah ”KORBAN KEJAHATAN” bukan ”PELAKU KEJAHATAN”, sekaligus memutar-balikkan fakta dan memanipulasi data serta melemparkan semua kesalahan kepada ”ORDE BARU”.</p>
<ol start="6">
<li>Pemutarbalikkan SEJARAH PKI</li>
</ol>
<p>Poin-poin ini gencar diperjuangkan dan dilakukan oleh PKI dan pendukungnya, pasca REFORMASI 1998, sehingga patut dicurigai jangan-jangan reformasi 1998 tidak lain dan tidak bukan adalah REFORMASI PKI yang ditujukan untuk BALAS DENDAM, bukan hanya kepada Rezim Orde Baru, tapi juga kepada para ulama, tokoh dan masyarakat Islam, yang telah ikut andil menghancur-leburkan PKI di tahun 1965. <em>Wallaahu A’lam</em>.</p>
<p><b><br />
</b>Sumber:<br />
<a href="https://abufaizah75.blogspot.co.id/2016/11/mengenang-buah-pahit-peristiwa.html">https://abufaizah75.blogspot.co.id/2016/11/mengenang-buah-pahit-peristiwa.html</a><b><br />
</b></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/mengenang-buah-pahit-peristiwa-demonstrasi-dan-aksi-reformasi-tahun-1998-agar-menjadi-pelajaran-berharga-bagi-mereka-yang-gemar-berdemonstrasi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
