<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim &#187; Dzulhijjah</title>
	<atom:link href="https://markazdakwah.or.id/tag/dzulhijjah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://markazdakwah.or.id</link>
	<description>www.markazdakwah.or.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Apr 2019 07:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Taushiyah Umum: Panji Panji Tauhid di Bulan Dzulhijjah &#8211; Jakarta Selatan</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/taushiyah-umum-panji-panji-tauhid-di-bulan-dzulhijjah-jakarta-selatan/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/taushiyah-umum-panji-panji-tauhid-di-bulan-dzulhijjah-jakarta-selatan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 25 Aug 2017 08:20:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh Akbar]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Panji Tauhid di Bulan Dzulhijjah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=3728</guid>
		<description><![CDATA[TAUSHIYAH UMUM ? Pemateri : AL-USTADZ DZULQARNAIN MUHAMMAD SUNUSI hafizhahullah (Pengasuh Pondok Pesantren As-Sunnah Makassar) ?? Tema : &#8220;PANJI-PANJI TAUHID DI BULAN DZULHIJAH&#8221; ? Hari/Tanggal : Sabtu, 4 Dzulhijah 1438 H / 26 Agustus 2017 M ⏱ Waktu : 09:00-Zuhur ? Tempat : MASJID IBNU &#8216;ABBAS Komplek Sekolah Islam An Nash Jl. Poltangan Raya 9-10,... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/taushiyah-umum-panji-panji-tauhid-di-bulan-dzulhijjah-jakarta-selatan/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>TAUSHIYAH UMUM</p>
<p>? Pemateri :<br />
AL-USTADZ DZULQARNAIN MUHAMMAD SUNUSI<br />
hafizhahullah<br />
(Pengasuh Pondok Pesantren As-Sunnah Makassar)</p>
<p>?? Tema :<br />
&#8220;PANJI-PANJI TAUHID DI BULAN DZULHIJAH&#8221;</p>
<p>? Hari/Tanggal : Sabtu, 4 Dzulhijah 1438 H / 26 Agustus 2017 M</p>
<p>⏱ Waktu :<br />
09:00-Zuhur<br />
? Tempat :<br />
MASJID IBNU &#8216;ABBAS<br />
Komplek Sekolah Islam An Nash<br />
Jl. Poltangan Raya 9-10, Pejaten Timur, Pasar Minggu<br />
https://goo.gl/maps/UB868QVp8c42</p>
<p>☎️ Informasi :<br />
+62 812 35819845</p>
<p>Terbuka untuk Umum Muslimin dan Muslimat</p>
<p>?Dapat didengarkkan live di radio streaming Ibnu Abbas Jakarta di www.rdio.or.id atau download aplikasi Android RDIO di Playstore</p>
<p>Radio Syiar Tauhid 675 AM atau streaming www.syiartauhid.info</p>
<p>بارك الله فيكم</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/taushiyah-umum-panji-panji-tauhid-di-bulan-dzulhijjah-jakarta-selatan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Keutamaan Sepuluh Hari Dzulhijjah</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/keutamaan-sepuluh-hari-dzulhijjah-2/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/keutamaan-sepuluh-hari-dzulhijjah-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2017 08:44:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Hari Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan Sepuluh Hari Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Sepuluh Hari Dzulhijjah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=3713</guid>
		<description><![CDATA[Dalam Al-Qur`an Al-Karim, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, وَالْفَجْرِ. وَلَيَالٍ عَشْرٍ “Demi fajar, dan malam yang sepuluh.” [Al-Fajr: 1-2] Setelah menyebutkan sejumlah ucapan ulama tafsir tentang ayat di atas, seorang mufassir ternama, lbnu Jarir rahimahullâh, dalam Tafsir-nya, menyimpulkan bahwa “malam yang sepuluh” tersebut adalah malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan para ulama tafsir tentang hal tersebut.[1] Ibnu Katsir rahimahullâh juga menguatkan hal tersebut sembari berkata, “Yang... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/keutamaan-sepuluh-hari-dzulhijjah-2/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam Al-Qur`an Al-Karim, Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL"><strong>وَالْفَجْرِ</strong><strong>.</strong><strong> وَلَيَالٍ عَشْرٍ</strong></p>
<p><em>“Demi fajar, dan malam yang sepuluh.”</em> [<strong>Al-Fajr: 1-2</strong>]</p>
<p>Setelah menyebutkan sejumlah ucapan ulama tafsir tentang ayat di atas, seorang mufassir ternama, lbnu Jarir <em>rahimahullâh</em>, dalam <em>Tafsir</em>-nya, menyimpulkan bahwa <em>“malam yang sepuluh”</em> tersebut adalah malam sepuluh Dzulhijjah berdasarkan kesepakatan para ulama tafsir tentang hal tersebut.<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Ibnu Katsir <em>rahimahullâh</em> juga menguatkan hal tersebut sembari berkata, “Yang dimaksud dengan <em>“malam yang sepuluh”</em> adalah sepuluh Dzulhijjah sebagaimana perkataan Ibnu ‘Abbâs, Ibnu Az-­Zubair, Mujahid, dan ulama salaf (terdahulu) dan khalaf (belakangan) selain mereka ….”</p>
<p>Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em> berfirman pula,</p>
<p dir="RTL"><strong>وَأَذِّنْ فِي النَّاسِ بِالْحَجِّ يَأْتُوكَ رِجَالًا وَعَلَى كُلِّ ضَامِرٍ يَأْتِينَ مِنْ كُلِّ فَجٍّ عَمِيقٍ</strong><strong>.</strong><strong>لِيَشْهَدُوا مَنَافِعَ لَهُمْ وَيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ فِي أَيَّامٍ مَعْلُومَاتٍ</strong></p>
<p><em>“Dan berserulah kepada manusia untuk mengerjakan haji, niscaya mereka akan datang kepadamu dengan berjalan kaki, dan mengendarai unta yang kurus yang datang dari segenap penjuru yang jauh, supaya mereka menyaksikan berbagai manfaat bagi mereka dan supaya mereka menyebut nama Allah pada hari-hari yang telah ditentukan ….”</em> [<strong>Al-Hajj: 27-28</strong>]</p>
<p>Menurut lbnu Katsir <em>rahimahullâh</em>, yang dimaksud dengan <em>“hari-hari yang telah ditentukan”</em> dalam ayat di atas adalah sepuluh hari Dzulhijjah. Beliau menukil hal tersebut dari Ibnu ‘Abbâs, Abu Musa Al-Asy’ary <em>radhiyallâhu ‘anhumâ</em>, Mujâhid, Qatâdah, ‘Athâ`, Sa’îd bin Jubair, Al-Hasan, Adh-Dhahhâk, ‘Athâ` Al-Khurasâny, dan lbrahim An-Nakha’iy, serta merupakan pendapat Madzhab Asy-Syâfi’iy dan yang masyhur dari Ahmad –semoga Allah merahmati mereka seluruhnya-.</p>
<p>Berdasarkan keterangan-keterangan dari dua ayat di atas, bisa disimpulkan bahwa sepuluh hari Dzulhijjah merupakan hari-hari yang memiliki fadhilah yang sangat besar bagi kaum muslimin.</p>
<p>Selain itu, bila kita memperhatikan berbagai ibadah yang disyariatkan pada sepuluh hari Dzulhijjah ini, akan tampak dengan jelas berbagai keistimewaan sepuluh hari tersebut. Al-­Hafizh Ibnu Hajar <em>rahimahullâh</em> berkata, “Yang tampak adalah bahwa keistimewaan sepuluh hari Dzulhijjah adalah karena (hari-hari itu merupakan) tempat berkumpulnya pokok-pokok ibadah, yaitu shalat, puasa, shadaqah dan haji, yang hal tersebut tidaklah terjadi pada (hari-hari) lain.”<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> juga telah menjelaskan keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah. Hal tersebut dijelaskan oleh Ibnu ‘Abbâs <em>radhiyallâhu ‘anhumâ</em> bahwa Nabi <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda,</p>
<p dir="RTL"> <strong>مَا مِنْ أَيَّامٍ الْعَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ الْعَشْرِ. فَقَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيلِ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ وَلاَ الْجِهَادُ فِيْ سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَىْءٍ</strong></p>
<p><em>“Tiada suatu hari pun yang amal shalih pada hari-hari itu lebih dicintai oleh Allah daripada sepuluh hari ini. (Para shahabat) bertanya, ‘Wahai Rasulullah, tidak pula (dilebihi oleh) jihad di jalan Allah?’ Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘(Ya), tidak (pula) jihad di jalan Allah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan sesuatu apapun dari hal tersebut.’.”</em> <a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Hadits di atas merupakan hadits pokok yang menjelaskan keutamaan sepuluh hari awal Dzulhijjah yang mengandung beberapa pelajaran, di antaranya:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, menunjukkan keutamaan beramal kebaikan pada sepuluh hari awal Dzulhijjah sehingga keutamaan beramal pada hari-hari tersebut tidak terkalahkan oleh amalan apapun pada selain hari-hari itu, termasuk amalan jihad di jalan Allah yang tidak mengakibatkan seseorang mati syahid karenanya. Oleh karena itulah, para ulama salaf sangat mengagungkan hari-hari Dzulhijjah ini.</p>
<p>Abu Utsman An-Nahdy<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftn4">[4]</a> <em>rahimahullâh</em> berkata, “Sesungguhnya mereka (shahabat dan tabi’in) mengagungkan tiga sepuluh: sepuluh (hari) terakhir dari Ramadhan, sepuluh (hari) awal dari Dzulhijjah, dan sepuluh (hari) awal dari Muharram.”<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftn5">[5]</a> Oleh karena itu, ini adalah suatu nikmat dan anugerah Allah kepada kaum muslimin agar mereka memanfaatkan sepuluh hari Dzulhijjah tersebut dengan sebaik mungkin.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, keterangan bahwa amalan shalih pada sepuluh hari pertama Dzulhijjah lebih utama daripada amalan shalih yang bukan pada hari-hari tersebut menunjukkan bahwa segala amalan shalih pada sepuluh hari tersebut pahalanya dilipatgandakan.</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, frasa “amal shalih” yang dimaksud adalah sebuah konteks umum yang meliputi segala jenis amalan shalih, baik amalan shalih yang syariat dan tuntunannya dalam bulan Dzulhijjah telah tetap, seperti pelaksanaan haji, puasa ‘Arafah, hari An-Nahr (‘Idul Adha), berqurban, berpuasa, dan memperbanyak takbir, maupun amalan shalih yang merupakan hal yang disyariatkan atas setiap muslim pada segala keadaan, seperti ibadah-ibadah wajib, ibadah sunnah, shalat malam, membaca Al-Qur`an, menyambung silaturahmi, dan berbakti kepada orang tua.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, dalam hal memperbandingkan antara sepuluh hari awal Dzulhijjah dan sepuluh malam akhir Ramadhan, terjadi silang pendapat di kalangan ulama tentang yang paling utama antara keduanya.</p>
<p>Ibnul Qayyim menukil dari gurunya, Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah <em>rahimahullâh</em>, bahwa Syaikhul Islam menyatakan, “<em>Fashlul khithâb</em> ‘pendapat yang menuntaskan perselisihan’ adalah bahwa malam-malam sepuluh terakhir Ramadhan lebih utama daripada malam-malam sepuluh (hari) awal Dzulhijjah karena Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> bersungguh-sungguh dalam hal menunaikan ibadah pada malam-malam tersebut dengan kesungguhan yang tidak beliau lakukan terhadap malam-malam lain, sedangkan hari-hari sepuluh awal Dzulhijjah lebih utama daripada hari-hari sepuluh terakhir Ramadhan berdasarkan hadits Ibnu ‘Abbâs ini dan sabda Nabi <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em>, <em>‘Hari yang paling agung di sisi Allah adalah hari An-Nahr’</em><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftn6">[6]</a> serta keutamaan yang datang dalam hari ‘Arafah<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftn7">[7]</a>.”<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftn8">[8]</a></p>
<p>Demikian pula keterangan Al-Mubarakfury <em>rahimahullâh</em> <a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftn9">[9]</a>.</p>
<p>Dari Ibnu Taimiyah, Ibnul Qayyim <em>rahimahullâh</em> juga menukil jawaban yang semakna, dengan redaksi yang lebih ringkas, sembari menyifatkan jawaban itu sebagai jawaban yang sangat memuaskan lagi mencukupi. Beliau juga menyatakan bahwa siapa saja yang menjawab bukan dengan rincian beliau, ia tidak mungkin membawakan argumen yang benar.<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftn10">[10]</a></p>
<p>Namun, Ibnu Rajab <em>rahimahullâh</em> memandang bahwa pendapat di atas adalah pendapat yang jauh dari kebenaran. Bagi beliau, hadits-hadits tentang lebih utamanya sepuluh hari awal Dzulhijjah berlaku umum untuk malam dan siang hari<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftn11">[11]</a>.</p>
<p><em>Wallâhu A’lam</em>.</p>
<div><br clear="all" /></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftnref1">[1]</a> <em>Jâmi’ul Bayân</em> 12/559.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftnref2">[2]</a> <em>Fathul Bâry</em> 2/460.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftnref3">[3]</a> Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry no. 969, Abu Dâwud no. 2438, At-Tirmidzy no. 756 (lafazh hadits adalah milik beliau), dan Ibnu Mâjah no. 1727.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftnref4">[4]</a> Beliau adalah Abdurrahman bin Mull, salah seorang ulama tabi’in yang wafat pada tahun 95 H.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftnref5">[5]</a> Diriwayatkan oleh Muhammad bin Nashr Al-Marwazy dalam <em>Ash-Shalâh</em>sebagaimana dalam <em>Ad-Durr Al-Mandzûr</em> 8/502 karya As-Suyuthy. Baca pulalah <em>Lathâ’if Al-Ma’ârif</em> hal. 31 karya Ibnu Rajab (cet. Maktabah Ar-Riyadh Al-Haditsiyah).</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftnref6">[6]</a> <em>Takhrîj</em>-nya akan disebutkan.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftnref7">[7]</a> hadits tentang keutamaan hari ‘Arafah akan disebutkan.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftnref8">[8]</a> Demikian nash ucapan Ibnu Taimiyah yang dinukil oleh muridnya, Ibnul Qayyim, dalam <em>Tahdzîb As-Sunan</em> 6/315.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftnref9">[9]</a> Bacalah kitab beliau, <em>Tuhfatul Ahwâdzy</em>, pada penjelasan hadits no. 506 dari <em>Sunan At-Tirmidzy</em> (<em>Abwâb Ash-Shiyâm Bab fi Amal fi Ayyâm At-Tasyrîq</em>).</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftnref10">[10]</a> Bacalah <em>Badâ`i’ul Fawâ`id</em> 3/683.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/Keutamaan%20Sepuluh%20Hari%20Dzulhijjah.doc#_ftnref11">[11]</a> Bacalah keterangan beliau dalam <em>Lathâ`if Al-Ma’ârif</em> hal. 282.</p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://dzulqarnain.net/keutamaan-sepuluh-hari-dzulhijjah.html">http://dzulqarnain.net/keutamaan-sepuluh-hari-dzulhijjah.html</a></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/keutamaan-sepuluh-hari-dzulhijjah-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Syariat Puasa pada Awal Dzulhijjah</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/syariat-puasa-pada-awal-dzulhijjah/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/syariat-puasa-pada-awal-dzulhijjah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2017 08:37:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Awal Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Puasa pada Awal Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Puasa pada Awal Dzulhijjah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=3710</guid>
		<description><![CDATA[Syariat berpuasa bisa dipahami dari hadits Ibnu ‘Abbâs yang telah lalu karena berpuasa juga termasuk “amal shalih” yang disyariatkan pada sepuluh awal Dzulhijjah dalam hadits tersebut. Juga dari dasar tuntunan dalam hal ini adalah riwayat dari sebagian istri Nabi radhiyallâhu ‘anhâ, beliau berkata,  أَنَّ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ يَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَتِسْعًا مِنْ ذِى الْحِجَّةِ... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/syariat-puasa-pada-awal-dzulhijjah/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Syariat berpuasa bisa dipahami dari hadits Ibnu ‘Abbâs yang telah lalu karena berpuasa juga termasuk “amal shalih” yang disyariatkan pada sepuluh awal Dzulhijjah dalam hadits tersebut.</p>
<p>Juga dari dasar tuntunan dalam hal ini adalah riwayat dari sebagian istri Nabi <em>radhiyallâhu ‘anhâ</em>, beliau berkata,</p>
<p dir="RTL"> <strong>أَنَّ </strong><strong>النَّبِيُّ </strong><strong>صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ كَانَ يَصُومُ يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَتِسْعًا مِنْ ذِى الْحِجَّةِ وَثَلاَثَةَ أَيَّامٍ مِنَ الشَّهْرِ أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَخَمِيسَيْنِ</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em><em> berpuasa pada hari ‘Asyurâ, pada sembilan hari Dzulhijjah, dan pada tiga hari dalam sebulan: senin awal dari bulan (berjalan) dan dua kamis.”</em> <a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Hadits di atas merupakan dalil tegas tentang syariat berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah: delapan hari pada awal bulan<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftn2">[2]</a> dan hari kesembilan yang dikenal dengan hari ‘Arafah.</p>
<p>Hadits di atas tidaklah bertentangan dengan hadits Aisyah <em>radhiyallâhu ‘anhâ</em> bahwa beliau bertutur,</p>
<p dir="RTL"> <strong>مَا رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ </strong><strong>صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ</strong><strong> صَائِمًا فِى الْعَشْرِ قَطُّ.</strong></p>
<p><em>“Saya sama sekali tidak pernah melihat Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallam berpuasa pada sepuluh (hari awal Dzulhijjah).” </em><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftn3">[3]</a></p>
<p>Keterangan Aisyah <em>radhiyallâhu ‘anhâ</em> di atas dijelaskan oleh para ulama bahwa Aisyah <em>radhiyallâhu ‘anhâ</em> mungkin saja tidak pernah melihat Nabi <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> mengerjakan puasa tersebut, tetapi bukan berarti Nabi <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> tidak pernah mengerjakan puasa itu karena beliau <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em>mungkin saja berada di rumah Aisyah <em>radhiyallâhu ‘anhâ</em> pada satu hari di antara hari-hari awal Dzulhijjah dan berada di rumah istri-istri beliau yang lain pada hari-hari lain. Atau, Nabi <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> mungkin mengerjakan sebagian puasa tersebut pada suatu tahun, mengerjakan sebagian puasa tersebut pada tahun lain, dan mengerjakan seluruh puasa itu pada tahun yang lain lagi. Atau, beliau <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> meninggalkan pelaksanaan puasa tersebut pada sebagian tahun karena suatu penghalang berupa safar, sakit, atau selainnya. Demikian makna keterangan Imam An-Nawawy <em>rahimahullâh</em>.<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Al-Hafizh Ibnu Hajar <em>rahimahullâh</em> <a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftn5">[5]</a> berpandangan bahwa keterangan Aisyah <em>radhiyallâhu ‘anhâ</em> di atas mungkin saja sebagaimana zhahirnya –yaitu Nabi <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> tidak pernah mengerjakan puasa tersebut- karena beliau <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> kadang meninggalkan suatu amalan, meskipun mencintai amalan tersebut, dibangun di atas kekhawatiran beliau bahwa amalan itu akan menjadi wajib terhadap umatnya.</p>
<p>Adapun Al-Baihaqy <em>rahimahullâh</em><em> </em><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftn6">[6]</a> dan Ibnul Qayyim <em>rahimahullâh</em><em> </em><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftn7">[7]</a>, keduanya berpandangan bahwa hadits sebagian istri Nabi <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> tersebut, yang menerangkan bahwa beliau berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah, lebih didahulukan dan lebih diterima daripada keterangan Aisyah <em>radhiyallâhu ‘anhâ</em>berdasarkan kaidah “Orang yang menetapkan lebih didahulukan daripada orang yang menafikan.”<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftn8">[8]</a></p>
<p>Demikianlah keterangan tentang sunnahnya<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftn9">[9]</a> puasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah, dan puasa tersebut dikerjakan pada tanggal 1-9 Dzulhijjah. Adapun perbuatan sebagian orang yang mengkhususkan puasa hanya pada tanggal 7, 8, dan 9 Dzulhijjah, hal itu termasuk bentuk pengkhususan ibadah yang tidak memiliki dalil.</p>
<div><br clear="all" /></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftnref1">[1]</a> Diriwayatkan oleh Ahmad 5/271, 6/288, 423, Abu Dâwud no. 2437, An-Nasâ`iy 4/205, 220-221, serta Al-Baihaqy 4/284 dan dalam <em>Syu’abul Îmân</em> 3/355 dari jalan Hunaidah bin Khâlid, dari istri (Hunaidah), dari sebagian istri Nabi, dari Rasulullah <em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em>, dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albâny dalam <em>Shahîh Sunan Abi Dâwud.</em> Walaupun terdapat sebagian perselisihan dalam periwayatannya, insya Allah, jalan di atas adalah jalan yang terkuat dan bisa dishahihkan. Dalam riwayat Abu Dâwud, diriwayatkan dengan konteks (<strong>والخميس</strong>), maksudnya adalah tiga hari dalam sebulan, yaitu awal senin, kamis, dan satu hari yang lain. Demikian keterangan Al-Baihaqy setelah membawa riwayatnya seperti riwayat Abu Dâwud.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftnref2">[2]</a> Dalam <em>Al-Mausû’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah</em> pada pembahasan puasa sunnah, disebutkan bahwa puasa delapan hari awal adalah sunnah menurut kesepakatan para ulama ahli fiqih. Namun, dalam <em>Lathâ`if Al-Ma’ârif</em> hal. 277 (cet. Maktabah Ar-Riyadh Al-Haditsiyah), Ibnu Rajab hanya menyebutkan bahwa sunnahnya adalah merupakan pendapat kebanyakan para ulama.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftnref3">[3]</a> Diriwayatkan oleh Muslim no. 1176, Abu Dâwud 2439, At-Tirmidy no. 755, dan selainnya.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftnref4">[4]</a> Bacalah <em>Al-Majmû’</em> dan <em>Syarh Muslim</em> 8/71-72.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftnref5">[5]</a> Bacalah <em>Fathul Bâry</em> 2/460.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftnref6">[6]</a> Bacalah <em>As-Sunan Al-Kubrâ`</em> 4/285.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftnref7">[7]</a> Baca <em>Zâdul Ma’âd</em> 2/61.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftnref8">[8]</a> Penjelasan An-Nawawy, Al-Baihaqy, dan Ibnul Qayyim juga diterangkan oleh Ibnu Rajab dengan membawakan beberapa keterangan tambahan. Silakan membaca buku beliau, <em>Lathâ`if Al-Ma’ârif</em>, hal. 277-278 (cet. Maktabah Ar-Riyadh Al-Haditsiyah).</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/2%20Syariat%20Puasa%20pada%20Awal%20Dzulhijjah.doc#_ftnref9">[9]</a> Bahkan, menurut Imam An-Nawawy <em>rahimahullâh</em>, itu adalah puasa yang sangat disunnahkan. Bacalah <em>Syarh Muslim</em> 8/71.</p>
</div>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://dzulqarnain.net/syariat-puasa-pada-awal-dzulhijjah.html">http://dzulqarnain.net/syariat-puasa-pada-awal-dzulhijjah.html</a></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/syariat-puasa-pada-awal-dzulhijjah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kajian Islam Ilmiah: Tuntunan dan Keutamaan Berqurban di Bulan Dzulhijjah &#8211; Mamuju</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/kajian-islam-ilmiah-tuntunan-dan-keutamaan-berqurban-di-bulan-dzulhijjah-mamuju/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/kajian-islam-ilmiah-tuntunan-dan-keutamaan-berqurban-di-bulan-dzulhijjah-mamuju/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Aug 2016 02:05:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh Akbar]]></category>
		<category><![CDATA[Berqurban di Bulan Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Bulan Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Keutamaan Berqurban di Bulan Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan dan Keutamaan Berqurban]]></category>
		<category><![CDATA[Tuntunan dan Keutamaan Berqurban di Bulan Dzulhijjah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=2599</guid>
		<description><![CDATA[Hadirilah dengan mengharap ridha Allah Kajian Islam Kota Mamuju Tema : &#8220;Tuntunan dan Keutamaan Berqurban di Bulan Dzulhijjah&#8221; Pemateri : Ustadz Salman Mahmud hafizhahullah Insya ALLAH dilaksanakan pada : Hari Ahad, 2 Dzulhijjah 1437 / 4 September 2016 M Waktu : pukul 09.00 wita &#8211; selesai Tempat : Masjid Raya Suada Mamuju (Lantai dasar sebelah... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/kajian-islam-ilmiah-tuntunan-dan-keutamaan-berqurban-di-bulan-dzulhijjah-mamuju/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Hadirilah dengan mengharap ridha Allah<br />
Kajian Islam Kota Mamuju</p>
<p>Tema :<br />
&#8220;Tuntunan dan Keutamaan Berqurban di Bulan Dzulhijjah&#8221;</p>
<p>Pemateri :<br />
Ustadz Salman Mahmud hafizhahullah</p>
<p>Insya ALLAH dilaksanakan pada :</p>
<p>Hari Ahad, 2 Dzulhijjah 1437 / 4 September 2016 M</p>
<p>Waktu :<br />
pukul 09.00 wita &#8211; selesai</p>
<p>Tempat :<br />
Masjid Raya Suada Mamuju<br />
(Lantai dasar sebelah utara/sebelah kanan Masjid)</p>
<p>Terbuka untuk umum (Muslimin &amp; Muslimah)</p>
<p>Insya Allah disiarkan langsung di Radio As Sunnah Mamuju <a href="http://www.al-mamujuwy.com/" target="_blank">www.al-mamujuwy.com</a></p>
<p>Kontak Panitia : 082348446913</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/kajian-islam-ilmiah-tuntunan-dan-keutamaan-berqurban-di-bulan-dzulhijjah-mamuju/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berpuasa Dawud Saat Dzulhijjah</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/berpuasa-dawud-saat-dzulhijjah/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/berpuasa-dawud-saat-dzulhijjah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2015 04:44:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Berpuasa Dawud]]></category>
		<category><![CDATA[Berpuasa Dawud Saat Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Dzulhijjah]]></category>
		<category><![CDATA[Saat Dzulhijjah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=1156</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Assalamu&#8217;alaikum warohmatullohi wabarokatuh&#8230; Afwan khi, mau nanya&#8230; Ada pertanyaan, bagaimana dengan orang yang sedang menjalani puasa daud kemudian ingin meraih keutamaan 10 hari di awal bulan dzulhijjah dengan meninggalkan puasa daud nya untuk sementara, karena ingin berpuasa di tanggal 1- 9 bulan dzulhijjah .. apakah ini dibenarkan ?? Tolong di jawab singkat aja khi... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/berpuasa-dawud-saat-dzulhijjah/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum warohmatullohi wabarokatuh&#8230;</p>
<p>Afwan khi, mau nanya&#8230;<br />
Ada pertanyaan, bagaimana dengan orang yang sedang menjalani puasa daud kemudian ingin meraih keutamaan 10 hari di awal bulan dzulhijjah dengan meninggalkan puasa daud nya untuk sementara, karena ingin berpuasa di tanggal 1- 9 bulan dzulhijjah .. apakah ini dibenarkan ??<br />
Tolong di jawab singkat aja khi jika sempet dan ada waktu..<br />
Syukron Jazakalloh&#8230;</p>
<p>+62 813-1488-1xxx</p>
<p>Jawab:<br />
Wa&#8217;alaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>Bila anda berpuasa 1-9 Dzulhijjah, berarti Anda telah mendapatkan niat puasa Dawud, bahkan puasa pada hari-hari itu lebih utama daripada puasa Dawud.</p>
<p>Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/berpuasa-dawud-saat-dzulhijjah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
