<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim &#187; Sihir</title>
	<atom:link href="https://markazdakwah.or.id/tag/sihir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://markazdakwah.or.id</link>
	<description>www.markazdakwah.or.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Apr 2019 07:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Sihir, Perniagaan yang Melahirkan Petaka</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/sihir-perniagaan-yang-melahirkan-petaka/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/sihir-perniagaan-yang-melahirkan-petaka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Feb 2018 08:41:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Melahirkan Petaka]]></category>
		<category><![CDATA[Perniagaan yang Melahirkan Petaka]]></category>
		<category><![CDATA[Petaka]]></category>
		<category><![CDATA[Sihir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=4204</guid>
		<description><![CDATA[Niaga alias jual-beli adalah perkara yang disyariatkan dan dihalalkan oleh Allah dalam agama kita dan mengharamkan riba yang mendatangkan kerugian dunia dan akhirat. Perniagaan selama dalam batas syariat adalah perkara yang boleh dan baik. Adapun perniagaan iman dengan para setan dari kalangan jin dan manusia, maka ia adalah perkara yang tercela. Perniagaan yang mengorbankan iman... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/sihir-perniagaan-yang-melahirkan-petaka/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<h3 class="post-title entry-title"></h3>
<p style="font-weight: 400;">Niaga alias jual-beli adalah perkara yang disyariatkan dan dihalalkan oleh Allah dalam agama kita dan mengharamkan riba yang mendatangkan kerugian dunia dan akhirat.</p>
<p style="font-weight: 400;">Perniagaan selama dalam batas syariat adalah perkara yang boleh dan baik.</p>
<p style="font-weight: 400;">Adapun perniagaan iman dengan para setan dari kalangan jin dan manusia, maka ia adalah perkara yang tercela.</p>
<p style="font-weight: 400;">Perniagaan yang mengorbankan iman dan menjadikan iman sebagai tumbal alias bayarannya adalah hal yang amat terlarang. <strong>Ia adalah perniagaan yang melahirkan petaka.</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Salah satu perniagaan iman yang terlarang ini, belajar sihir dari setan (jin), dengan berbagai macam jalan dan praktiknya yang membawa manusia menuju jurang kehancuran dan kebinasaan dalam urusan dunia dan akhirat!</p>
<p>&nbsp;</p>
<p style="font-weight: 400;">Setan tak akan mengajarkan dan memberikan sihir kepada manusia, <strong>kecuali ia mengorbankan imannya terlebih dahulu</strong>, entah dengan melakukan perbuatan kafir atau berbuat kesyirikan atau kekafiran.</p>
<p style="font-weight: 400;">Allah &#8211;<em>Ta&#8217;ala</em>&#8211; berfirman,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>{وَاتَّبَعُوا مَا تَتْلُو الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَكِنَّ الشَّيَاطِينَ كَفَرُوا يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ وَمَا أُنْزِلَ عَلَى الْمَلَكَيْنِ بِبَابِلَ هَارُوتَ وَمَارُوتَ وَمَا يُعَلِّمَانِ مِنْ أَحَدٍ حَتَّى يَقُولَا إِنَّمَا نَحْنُ فِتْنَةٌ فَلَا تَكْفُرْ فَيَتَعَلَّمُونَ مِنْهُمَا مَا يُفَرِّقُونَ بِهِ بَيْنَ الْمَرْءِ وَزَوْجِهِ وَمَا هُمْ بِضَارِّينَ بِهِ مِنْ أَحَدٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلَا يَنْفَعُهُمْ وَلَقَدْ عَلِمُوا لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْا بِهِ أَنْفُسَهُمْ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ (102)} [البقرة: 102]</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaitan-syaitan (berupa kitab-kitab sihir) pada masa kerajaan Sulaiman (dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir). Padahal Sulaiman tidak kafir (tidak mengerjakan sihir). Hanya syaitan-syaitanlah yang kafir (mengerjakan sihir). Mereka mengajarkan sihir kepada manusia dan apa yang diturunkan kepada dua orang malaikat di negeri Babil, yaitu Harut dan Marut, sedang keduanya tidak mengajarkan (sesuatu) kepada seorangpun sebelum mengatakan: &#8220;Sesungguhnya kami hanya cobaan (bagimu), sebab itu janganlah kamu kafir&#8221;. Maka mereka pun mempelajari dari kedua malaikat itu apa yang dengan sihir itu, mereka dapat menceraikan antara seorang (suami) dengan isterinya. Dan mereka itu (tukang sihir) tidak memberi mudharat dengan sihirnya kepada seorangpun, kecuali dengan izin Allah. Dan mereka mempelajari sesuatu (yakni, sihir) yang tidak memberi mudharat kepadanya dan tidak memberi manfaat. Demi Allah, sesungguhnya mereka telah meyakini bahwa barangsiapa yang menukarnya (Kitab Allah) dengan sihir itu, tiadalah baginya keuntungan di akhirat. Dan amat jahatlah perbuatan mereka <strong>menjual dirinya dengan sihir</strong>, kalau mereka mengetahui”. </em><strong>(QS. Al-Baqoroh : 102)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Ayat ini menjelaskan bahwa belajar dan mengajarkan sihir menyerupai jual beli yang biasa dilakukan oleh manusia; Ada penjual, pembeli dan barang dagangan dan alat pembayaran.</p>
<p style="font-weight: 400;">Penjualnya adalah setan, pembelinya adalah orang yang belajar sihir, dagangannya adalah sihir dan alat pembayarannya adalah keimanan dan keislaman seseorang.</p>
<p style="font-weight: 400;">Bila ingin mendapatkan sihir, maka yang menerimanya dari setan (jin dan manusia) harus mengorbankan imannya alias kafir dan murtad!! [Lihat <strong><em>Nazhm Ad-Duror</em></strong><em> </em>(1/153) oleh Al-Biqoiy]</p>
<p style="font-weight: 400;">Itulah sebabnya, <strong>orang yang belajar sihir pasti melakukan kekafiran</strong>, seperti ada yang belajar sihir, sedang tumbalnya harus menginjak Al-Qur’an, atau meludahinya, atau menulis ayat dengan darah haidh. Semuanya bertujuan merendahkan Al-Qur’an. Jelas ini adalah kekafiran!</p>
<p style="font-weight: 400;">Ada yang belajar sihir dengan menulis ayat secara terbalik. Ada yang belajar sihir dengan syarat dan tumbal harus meninggalkan sholat.</p>
<p style="font-weight: 400;">Ada yang belajar sihir dengan syarat siap menyembelih hewan ternak untuk setan, dan masih banyak lagi contohnya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Intinya, orang yang belajar sihir pasti kafir, karena ia melakukan kekafiran atau kesyirikan (menduakan Allah dalam ibadah)!!!</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Belajar sihir merupakan kebiasaan jahiliyah yang amat terlarang dalam Islam!!</strong> Sebab ia merupakan sebab orang menjadi murtad dari agamanya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Walaupun demikian halnya, masih banyak juga diantara manusia yang mengaku muslim dan pengikut Nabi &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam</em>-, tapi ia sibuk belajar sihir.</p>
<p style="font-weight: 400;">Banyak diantara mereka yang ditipu oleh setan jin dan manusia. Mereka diberi kesan dan persangkaan yang keliru bahwa sihir adalah karomah para wali.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Padahal semua itu bukanlah karomah!!</strong> <em>Karomah</em>(pemuliaan) merupakan anugerah dan pertolongan Allah, yang muncul begitu saja, tanpa ada amalan-amalan tertentu berupa wirid-wirid atau jampi-jampi.</p>
<p style="font-weight: 400;"><em>Karomah</em> itu muncul, karena Allah yang menghendakinya untuk memuliakan dan menyelamatkan orang-orang beriman dari sesuatu yang membahayakan mereka.</p>
<p style="font-weight: 400;"><em>Karomah</em> muncul tanpa ada campur tangan manusia, muncul begitu saja saat Allah menghendakinya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Adapun sihir, maka ia adalah perbuatan jahiliah yang muncul karena bantuan setan, setelah melakukan syarat-syarat dan amalan atau wirid-wirid yang diajarkan oleh setan.</p>
<p style="font-weight: 400;">Ulama Negeri Iraq, Al-Imam Abul Ma’aali Mahmud Syukriy Al-Alusiy &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>&#8220;وهذه الخصلة الجاهلية موجودة اليوم في كثير من الناس, لا سيما من انتسب إلى الصالحين وهم عنهم بمراحل, فيتعاطى الأعمال السحرية من إمساك الحيات وضرب السلاح والدخول في النيران, وغير ذلك_مما وردت الشريعة بإبطاله, فأعرضوا ونبذوا كتاب الله وراء ظهورهم, واتبعوا ما ألقاه إليهم شيطاينهم, وادعوا أن ذلك من الكرامات, مع أن الكرامة لا تصدر من فاسق, ومن يتعاطى تلك الأعمال فسقهم ظاهر للعيان, ولذا اتخذوا دينهم لعبا ولهوا.&#8221; اهـ من فصل الخطاب في شرح مسائل الجاهلية ت يوسف السعيد (ص: 90_91)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>“Kebiasaan jahiliah ini (yakni, sihir), ada pada hari ini pada mayoritas manusia. <strong>Terlebih lagi orang-orang yang menganggap dirinya sholih</strong>, sementara ia sebenarnya amat jauh dari golongan orang-orang sholih. Orang ini pun melakukan sihir, seperti: memegang ular, menebaskan pedang (pada badannya), menjerumuskan diri ke dalam api dan sebagainya diantara perkara yang syariat telah datang membawa pembatalannya. <strong>Akhirnya</strong>, mereka berpaling (dari kebenaran), mereka membuang Kitabullah di balik pungggungnya dan mengikuti sesuatu yang disampaikan (diajarkan) oleh setan. <strong>Mereka mengaku bahwa itu adalah karomah. </strong>Padahal karomah itu tak akan muncul dari orang yang fasiq. Sedangkan orang yang melakukan aksi-aksi sihir itu, kefasikannya adalah tampak bagi semua orang. Karena inilah, mereka menjadikan agama mereka sebagai permainan dan hal sia-sia”.</em> [Lihat <strong><em>Fashl Al-Khithob fi Syarh Masa’il Al-Jahiliyyah</em></strong> (hal. 90-91), karya Al-Alusiy dengan <em>tahqiq </em> Yusuf bin Muhammad As-Sa’id]</p>
<p style="font-weight: 400;">Salah satu pintu setan dalam menyesatkan manusia dari arah sihir, setan dan pengikutnya menamai sihir dengan nama-nama lain sehingga sebagian orang menyangkanya bukan lagi sihir.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Padahal sihir, yah tetap sihir</strong>. Apa pun namanya, entah ia dinamai dengan ilmu kadigdayaan, kesaktian, karomah, ilmu kepintaran, ilmu tenaga dalam, kanuragan dan sederet nama lainnya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Parahnya lagi, ada yang membagi sihir menjadi dua. Bila digunakan untuk kebaikan, maka mereka sebut dengan “ilmu putih” atau “sihir putih”.</p>
<p style="font-weight: 400;">Bila dipakai untuk keburukan, maka mereka sebut dengan “ilmu hitam” atau “sihir hitam”.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Akhirnya, sebagian orang jahil berani mempelajari ilmu sihir putih dengan alasan ia gunakan untuk kebaikan.</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Padahal sihir dalam agama kita, baik digunakan pada kebaikan atau keburukan, maka ia tetap haram sebagaimana halnya khomer (minuman keras).</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Sekali haram, tetap haram</strong>; tak akan berubah hukumnya, walapun mereka mengganti dan memoles namanya dengan nama lain!!!</p>
<p style="font-weight: 400;">Celakanya lagi, kini para tukang sihir alias dukun atau paranormal telah <strong>membungkus kebatilan mereka dengan sesuatu yang berbau Islam</strong>, seperti mereka campur adukkan wirid sihir mereka dengan Al-Qur’an dan dzikir yang pernah diajarkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-.</p>
<p style="font-weight: 400;">Ada juga yang menampilkan dirinya dengan jubah dan gamis sehingga ia seakan-akan seperti ustadz atau kiyai.</p>
<p style="font-weight: 400;">Lebih sadis dari itu, sebagian kiyai pun ikut mengajarkan buku-buku sihir, seperti kitab <strong><em>“Syamsul Ma’arif”</em></strong> yang penuh ajaran sihir sebagaimana yang biasa kita dengar hal ini terjadi di Jawa dan lainnya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Kebiasaan belajar sihir adalah kebiasaan tercela dari kalangan Ahli Kitab dan kaum jahiliah.</p>
<p style="font-weight: 400;">Allah &#8211;<em>Ta&#8217;ala</em>&#8211; berfirman,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>{أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ أُوتُوا نَصِيبًا مِنَ الْكِتَابِ يُؤْمِنُونَ بِالْجِبْتِ وَالطَّاغُوتِ وَيَقُولُونَ لِلَّذِينَ كَفَرُوا هَؤُلَاءِ أَهْدَى مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا سَبِيلًا } [النساء: 51]</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em> </em><em>“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bahagian dari Al Kitab? Mereka percaya kepada <strong>jibti</strong> (sihir) dan thaghut (sembahan batil), dan mengatakan kepada orang-orang kafir (musyrik Makkah), bahwa mereka itu lebih benar jalannya daripada orang-orang yang beriman”.<strong> </strong></em><strong>(QS. An-Nisaa’ : 51)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Al-Imam Abul Faroj Abdur Rahman Ibnul Jauziy</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; menjelaskan makna <em>al-jibti</em> (<strong>الجِبْتُ</strong>)  bahwa ia adalah <strong><u>sihir</u></strong> sebagaimana yang dinyatakan oleh Umar bin Khoththob, Mujahid bin Jabr Al-Makkiy dan Amir bin Syarohil Asy-Sya’biy. [Lihat <strong><em>Zaadul Masir</em></strong> (2/45)]</p>
<p style="font-weight: 400;">Belajar sihir di zaman ini, seringkali dianggap sebagai perkara yang ringan oleh sebagian orang, sehingga <strong>kita akan melihat sebagian diantara kaum muslimin ada yang berani belajar sihir</strong>, bahkan masuk dalam kelompok tukang sihir atau masuk dalam “SEKOLAH SIHIR”.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sebagian orang, ada yang menyangka bahwa sihir hanyalah dosa besar, seperti halnya dengan dosa mencuri.</p>
<p style="font-weight: 400;">Padahal tidaklah demikian, bahkan sihir adalah perbuatan kekafiran yang akan membuat pelakunya murtad!!!</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Al-Imam Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad Adz-Dzahabiy</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>&#8220;فترى خلقاً كثيراً من الضلال يدْخلُونَ فِي السحر ويظنونه حَرَامًا فَقَط وَمَا يَشْعُرُونَ أَنه الْكفْر فَيدْخلُونَ فِي تَعْلِيم السيمياء وعملها وَهِي مَحْض السحر وَفِي عقد الرجل عَن زَوجته وَهُوَ سحر وَفِي محبَّة الرجل للْمَرْأَة وبغضها لَهُ وَأَشْبَاه ذَلِك بِكَلِمَات مَجْهُولَة أَكْثَرهَا شرك وضلال.&#8221; اهـ من الكبائر للذهبي (ص: 11)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>“Anda akan melihat sekelompok orang-orang sesat yang masuk ke dalam sihir, sedang ia menyangka bahwa sihir hanyalah haram saja!! Dia tak pernah mengira bahwa sihir itu adalah kekafiran. Akhirnya, mereka masuk dalam mempelajari ilmu simiya’ (semacam ilmu sihir yang menampakkan sesuatu yang tak ada hakikatnya), dan mengerjakannya. Padahal semua itu adalah sihir. Tentang menghalangi seseorang dari istrinya; itu adalah sihir. Membuat orang cinta kepada istrinya dan membuatnya benci atau sebaliknya dan semacam itu dengan menggunakan kalimat-kalimat yang tidak dimengerti. Kebanyakan kalimat itu adalah kesyirikan dan kesesatan”.</em>[Lihat <strong><em>Al-Kaba’ir</em></strong> (hal. 11) karya Adz-Dzahabiy, cet. Maktabah Al-Ma’arif, <em>tahqiq </em>Samir bin Amin Az-Zuhairiy]</p>
<p style="font-weight: 400;">Karena kekafiran yang dilakukan oleh para tukang sihir serta madhorot yang timbul dari ulah mereka, maka <strong>Amirul Mu’minin Umar bin Al-Khoththob</strong> &#8211;<em>radhiyallahu anhu</em>&#8211; pernah menyurat kepada kaum muslimin agar mereka membunuh para tukang sihir.</p>
<p style="font-weight: 400;">Seorang tabi’in, <strong>Bajalah bin Abadah</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>كُنْتُ كَاتِبًا لِجَزْءِ بْنِ مُعَاوِيَةَ عَمِّ الْأَحْنَفِ بْنِ قَيْسٍ فَأَتَانَا كِتَابُ عُمَرَ قَبْلَ مَوْتِهِ بِسَنَةٍ أَنْ اقْتُلُوا كُلَّ سَاحِرٍ</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>“Dahulu aku adalah sekretaris Jaz’ bin Mu’awiyah, Paman Al-Ahnaf bin Qois. Tiba-tiba kami didatangi surat Umar setahun sebelum beliau meninggal dunia (yang berisi pesan), “Bunuhlah semua tukang sihir”. </em>[HR. Abu Dawud (3043). Hadits ini di-<em>shohih</em>-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam<strong><em>Shohih Sunan Abi Dawud </em></strong>(2/260)]</p>
<p style="font-weight: 400;">Tentunya sahabat Umar bin Khoththob –<em>radhiyallahu anhu</em>&#8211; memerintahkan para gubernurnya untuk membunuhi para tukang sihir, karena kekafiran mereka dan bahaya besar yang ditimbulkan oleh sihir yang mereka lakukan.</p>
<p style="font-weight: 400;">Nasihat kami kepada kaum muslimin agar segera membuang sihir dan menjauhi praktik sihir, karena hal ini akan membahayakan kehidupan dunia dan akhirat pelakunya. Sihir adalah kekafiran!</p>
<p>Sumber:<br />
<a href="https://abufaizah75.blogspot.co.id/2018/02/sihir-perniagaan-yang-melahirkan-petaka.html">https://abufaizah75.blogspot.co.id/2018/02/sihir-perniagaan-yang-melahirkan-petaka.html</a></p>
<div id="post-body-6532274788671761332" class="post-body entry-content"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/sihir-perniagaan-yang-melahirkan-petaka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Waspada, di Sekitar Anda Banyak Sihir!</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/waspada-di-sekitar-anda-banyak-sihir/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/waspada-di-sekitar-anda-banyak-sihir/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2018 02:45:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Banyak Sihir]]></category>
		<category><![CDATA[guna guna]]></category>
		<category><![CDATA[pelet]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitar Anda Banyak Sihir]]></category>
		<category><![CDATA[Sihir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=4153</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. –hafizhohulloh&#8211; Banyak diantara kita yang tidak mengenal hakikat sihir beserta bentuk-bentuk sihir sehingga ada sebagian orang yang sudah jelas melakukan sihir, masih saja menyangka dirinya tidak bersalah. Para ulama kita telah menjelaskan batasan dan defenisi sihir dengan penjelasan yang sangat gamblang. Al-Imam Al-Azhariy –rahimahullah&#8211; berkata, &#8220;وأَصل السِّحْرِ صَرْفُ الشَّيْءِ عَنْ... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/waspada-di-sekitar-anda-banyak-sihir/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="font-weight: 400;">Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. –<em>hafizhohulloh</em>&#8211;</p>
<p style="font-weight: 400;">
<p style="font-weight: 400;">Banyak diantara kita yang tidak mengenal hakikat sihir beserta bentuk-bentuk sihir sehingga <strong>ada sebagian orang yang sudah jelas melakukan sihir,</strong> masih saja menyangka dirinya tidak bersalah.</p>
<p style="font-weight: 400;">Para ulama kita telah menjelaskan batasan dan defenisi sihir dengan penjelasan yang sangat gamblang.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Al-Imam Al-Azhariy</strong> –<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>&#8220;وأَصل السِّحْرِ صَرْفُ الشَّيْءِ عَنْ حَقِيقَتِهِ إِلى غَيْرِهِ.&#8221; اهـ من لسان العرب (4/ 348)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Sihir (secara bahasa) adalah memalingkan sesuatu dari hakikatnya kepada yang lain&#8221;.</em> [Lihat <strong><em>Lisan Al-Arab</em></strong> (4/348)].</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Syaikh Abdur Rahman bin Hasan An-Najdiy</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>&#8220;السحر في اللغة عبارة عما خفي ولطف سببه.&#8221; اهــ من وقرة عيون الموحدين في تحقيق دعوة الأنبياء والمرسلين (ص: 130)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Sihir menurut bahasa adalah ungkapan tentang sesuatu yang samar dan halus sebabnya&#8221;. </em>[Lihat <strong><em>Qurroh Uyuun Al-Muwahhidin </em></strong>(hal. 130)</p>
<p style="font-weight: 400;">Jadi, sihir menurut bahasa adalah segala sesuatu yang memalingkan sesuatu dari hakikatnya kepada yang lainnya dengan sebab yang samar lagi halus.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Ini secara bahasa. </strong>Adapun secara istilah syar&#8217;iy, maka sihir juga telah dijelaskan oleh para ulama&#8217;kita dalam kitab-kitab mereka.</p>
<p style="font-weight: 400;">Al-Imam Al-Azhariy kembali berkata,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>&#8220;السِّحْرُ عَمَلٌ تُقُرِّبَ فِيهِ إِلى الشَّيْطَانِ وَبِمَعُونَةٍ مِنْهُ.&#8221; اهـ من لسان العرب (4/ 348)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Sihir adalah amalan yang dijadikan sebagai pendekatan diri di dalamnya kepada setan dan (terjadi) dengan bantuan setan&#8221;. </em>Lihat <em>Lisanul Arab</em> (4/348)</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Ibnul Arabiy Al-Malikiy </strong>-rahimahullah- berkata,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>&#8220;وَحَقِيقَتُهُ أَنَّهُ كَلَامٌ مُؤَلَّفٌ يُعَظَّمُ بِهِ غَيْرُ اللَّهِ تَعَالَى، وَتُنْسَبُ إلَيْهِ فِيهِ الْمَقَادِيرُ وَالْكَائِنَاتُ.&#8221; اهـ من أحكام القرآن لابن العربي ط العلمية (1/ 48)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Dia (sihir) adalah ucapan yang terangkai; di dalamnya diagungkan selain Allah dan disandarkan di dalamnya  kepadanya (yakni, kepada yang diagungkan dari selain Allah) segala takdir dan segala yang ada&#8221;. </em>[Lihat <strong><em>Ahkam Al-Qur&#8217;an</em></strong>(1/48)</p>
<p style="font-weight: 400;">Kedua pernyataan ini menerangkan bahwa sihir merupakan ucapan yang terangkai (dipahami atau tidak), berisi pengagungan kepada setan demi mendekatkan diri kepadanya dan memiliki pengaruh yang timbul dari bantuan setan.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sihir jenis inilah yang membuat pelakunya kafir, karena ia mengandung perbuatan kekafiran dan kesyirikan berupa pengagungan dan penyembahan kepada setan.</p>
<p style="font-weight: 400;">Adapun sihir jenis kedua, yaitu sihir yang tidak mengandung kekafiran dan kesyirikan, serta ia tak lahir dari bantuan setan.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sihir ini terjadi dari kelihaian, kecohan, kedustaan dan tipuan tukang sihir.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Al-Imam Abu Utsman ash-Shobuniy</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata dalam menjelaskan jenis-jenis sihir,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>&#8220;وإذا وصف ما يكفر به استتيب، فإن تاب وإلا ضربت عنقه. وإذا وصف ما ليس بكفر أو تكلم بما لا يفهم نهي عنه، فإن عاد عزر.&#8221; اهـ من عقيدة السلف للصابوني (ص 105)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Bila ia (si tukang sihir) menggambarkan sesuatu yang ia kafir karenanya, maka ia dimintai tobatnya. Jika ia tobat, maka ia dibebaskan. Tapi bila tidak bertobat, maka kepala harus dipenggal. Bila ia menggambarkan sesuatu yang bukan kekafiran, atau mengucapkan sesuatu yang tak bisa dipahami, maka ia harus dilarang. Bila ia mengulanginya, maka diberi hukum ta&#8217;zir (yang tak ditetapkan kadarnya dalam syariat)&#8221;.</em>[Lihat <em>Aqidah As-Salaf</em> (hal. 105)]</p>
<p style="font-weight: 400;">Jenis sihir yang kedua inilah yang kita kenal hari ini dengan &#8220;sulap&#8221;.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sihir sulap juga merupakan perkara yang diharamkan dalam agama kita karena mengandung kecohan dan penipuan kepada orang yang menyaksikannya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Selain itu, ia juga menyerupai sihir jenis yang pertama sehingga banyak orang menyangka sulap itu sama dengan jenis pertama.</p>
<p style="font-weight: 400;">Karenanya, banyak orang yang mempelajari sihir jenis pertama (yang mengandung kekafiran), dengan sangkaan bahwa ia sama dengan jenis kedua yang tidak mengandung kekafiran.</p>
<p style="font-weight: 400;">Para pembaca yang budiman, sulap biasanya tidak mengandung kekafiran dan kesyirikan, hanya menggunakan sistem kecohan dan tipuan.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sedang tindakan menipu dan mengecoh orang dalam agama kita adalah perbuatan haram!!</p>
<p style="font-weight: 400;">Namun perlu diketahui bahwa ada juga jenis sulap yang menggunakan bantuan setan, berisi pengagungan, pendekatan dan ketundukan kepada setan.</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Sulap model seperti ini tergolong dalam jenis sihir pertama</strong>, jenis yang mengandung kekafiran dan kesyirikan. Pelaku sulap seperti ini kafir alias murtad!!!</p>
<p style="font-weight: 400;">Diantara jenis syirik yang merebak di kalangan masyarakat Indonesia Raya, sihir yang biasa dikenal dengan<strong>&#8220;ramalan&#8221;</strong>, yakni meramal nasib seseorang di masa akan datang dengan melihat dan memperhatikan garis-garis pada tanah atau telapak tangan.</p>
<p style="font-weight: 400;">Inilah yang diistilahkan oleh para ulama kita dengan <strong><em>&#8220;al-&#8216;iyaafah&#8221; </em></strong>(<strong>العِيَافَةُ</strong>).</p>
<p style="font-weight: 400;">Diantara jenis sihir, sesuatu yang diistilahkan oleh orang-orang Arab jahiliah dengan <strong><em>&#8220;ath-thorqu&#8221;</em></strong> (<strong>الطَّرْقُ</strong>), yaitu mereka ketika mau melakukan suatu perbuatan atau hendak safar, maka mereka melepas atau mengusir burung.</p>
<p style="font-weight: 400;">Bila burungnya ke arah kanan, maka itu merupakan tanda menurut mereka tentang kebaikan yang akan mereka dapatkan. Tapi bila ke arah kiri, maka ia tanda keburukan, sehingga mereka menganggap usahanya akan rugi.</p>
<p style="font-weight: 400;">At-Thorqu biasa juga dinamai <em>“ath-thiyaroh”.</em></p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Syaikh Sholih bin Abdil Aziz Alusy Syaikh</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>&#8220;والسحر: شيء خفي يؤثر في النفوس، والعيافة من التأثر بالطير وبزجرها وبانتقالها من هنا إلى هنا أو بحركتها شيء خفي دخل في النفس فأثر فيها من جهة الإقدام أو الكف، فكانت نوعا من السحر لأجل ذلك&#8221;. اهـ من التمهيد لشرح كتاب التوحيد (ص: 308)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Sihir adalah sesuatu yang samar memberikan pengaruh pada jiwa, sedangkan “al-iyaafah”, terpengaruhnya seseorang dengan burung, yaitu dengan mengusir, berpindahnya dari sini kesini, atau dengan bergeraknya burung. Semua ini adalah sesuatu yang samar yang merasuk ke dalam jiwa. Lalu ia pun memberikan pengaruh pada jiwa dari sisi melakukan sesuatu atau menahan diri. Karenanya, al-iyaafah termasuk sihir dengan sebab itu&#8221;.</em> Lihat <strong><em>At-Tamhid li Syarh Kitab At-Tauhid</em></strong><em> </em>(hal. 308)</p>
<p style="font-weight: 400;">Merasa sial dengan burung, biasa diistilah dengan kata <strong><em>&#8220;ath-thiyaroh&#8221;</em></strong> (<strong>الطِّيَرَةُ</strong>).</p>
<p style="font-weight: 400;">Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- mengharamkan “<em>ath-thiyaroh”</em>, karena ia bagian dari kesyirikan.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sebab, pelakunya meyakini ada di samping Allah, makhluk yang mampu memberikan madhorot dan manfaat.</p>
<p style="font-weight: 400;">Rasulullah <em>-Shallallahu alaihi wa sallam- </em>bersabda,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>مَنْ رَدَّتْهُ الطِّيَرَةُ مِنْ حَاجَةٍ فَقَدْ أَشْرَك</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Barangsiapa yang ditahan oleh at-tiyaroh dari suatu hajatnya, maka sungguh ia telah berbuat syirik&#8221;.</em> HR. Ahmad dalam kitabnya<strong><em> Al-Musnad </em></strong>(2/220). Hadits ini di-<em>shohih</em>-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam <strong><em>Ishlah Al-Masaajid</em> </strong>(hal. 116).</p>
<p style="font-weight: 400;">Sebagian ulama ada yang menggolongkan <strong>ilmu nujum</strong> ke dalam bagian ilmu sihir, yaitu ilmu astrologi atau perbintangan.</p>
<p style="font-weight: 400;">Ilmu astrologi atau ramalan bintang adalah ilmu yang -menurut pegiatnya- digunakan untuk meramalkan masa depan orang yang terkait bahagia atau sengsaranya kehidupan yang akan ia alami.</p>
<p style="font-weight: 400;">Ilmu astrologi alias ramalan bintang (zodiak) ini telah diharamkan dalam agama Islam.</p>
<p style="font-weight: 400;">Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>مَنْ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنْ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنْ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Barangsiapa yang mempelajari ilmu nujum, maka sungguh ia telah mempelajari bagian dari ilmu sihir. Semakin ia mempelajari ilmu nujum, maka ia akan semakin mempelajari ilmu sihir&#8221;.</em> HR. Abu Dawud dalam <strong><em>Sunan</em></strong>-nya (no. 3905). Di-<em>shohih</em>-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam <strong><em>Ash-Shohihah</em></strong>(no. 793).</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Al-Imam Syamsul Haqq Al-Azhim Abaadiy</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>&#8220;</strong><strong>وَفِي شَرْحِ السُّنَّةِ الْمَنْهِيُّ مِنْ عُلُومِ النُّجُومِ مَا يَدَّعِيهِ أَهْلُهَا مِنْ مَعْرِفَةِ الْحَوَادِثِ الَّتِي لَمْ تَقَعْ وَرُبَّمَا تَقَعُ فِي مُسْتَقْبَلِ الزَّمَانِ مِثْلُ إِخْبَارِهِمْ بِوَقْتِ هُبُوبِ الرِّيَاحِ وَمَجِيءِ مَاءِ الْمَطَرِ وَوُقُوعِ الثَّلْجِ وَظُهُورِ الْحَرِّ وَالْبَرْدِ وَتَغْيِيرِ الْأَسْعَارِ وَنَحْوِهَا وَيَزْعُمُونَ أَنَّهُمْ يَسْتَدْرِكُونَ مَعْرِفَتَهَا بِسَيْرِ الْكَوَاكِبِ وَاجْتِمَاعِهَا وَافْتِرَاقِهَا وَهَذَا عِلْمٌ اسْتَأْثَرَ اللَّهُ بِهِ لَا يَعْلَمُهُ أَحَدٌ غَيْرُهُ.&#8221; اهـ من عون المعبود وحاشية ابن القيم (10/ 285)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Di dalam Syarh As-Sunnah, &#8220;Yang terlarang dari ilmu nujum, ilmu yang diklaim oleh para ahli nujum berupa pengetahuan tentang peristiwa-peristiwa yang belum terjadi. Terkadang hal itu terjadi di masa yang akan datang, seperti mereka memberitakan tentang waktu bertiupnya angin, turunnya hujan, jatuhnya salju, munculnya panas dan dingin, berubahnya harga dan sejenisnya. Mereka mengklaim bahwa mereka mencapai pengetahuan hal-hal itu melalui peredaran bintang-bintang, berkumpul dan berpisahnya bintang-bintang itu&#8221;. Ini merupakan ilmu (gaib) yang Allah sembunyikan; tidak ada seorang pun yang dapat mengetahuinya, melainkan Allah saja.”</em>[Lihat <strong><em>Aunul Ma&#8217;bud</em></strong> (10/319)</p>
<p style="font-weight: 400;">Ilmu nujum tergolong ke dalam ilmu sihir, karena para ahli nujum mengklaim bahwa bintang-bintang memiliki pengaruh terhadap kejadian di alam semesta dengan <strong>sebab yang samar</strong>, berupa gerakan dan peredaran bintang-bintang. [Lihat <strong><em>At-Tamhid</em></strong> (hal. 310), karya Abdul Aziz An-Najdiy, cet. Dar At-Tauhid, 1423 H</p>
<p style="font-weight: 400;">Para pembaca yang budiman, sihir memiliki cara yang digunakan oleh para ahli sihir.</p>
<p style="font-weight: 400;">Mereka menggunakan jampi-jampi berupa kalimat-kalimat yang mengandung kekafiran, dan terkadang tak bisa dipahami; kalimat yang mengundang kedatangan jin.</p>
<p style="font-weight: 400;">Kemudian mereka seusai membaca jampi alias mantranya, maka mereka meniupkannya ke buhul-buhul yang mereka ikat, baik itu berupa tali, rambut dan lainnya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Tujuannya agar sihir itu tak terlepas dari seseorang. Inilah yang dimaksudkan oleh Allah dalam firman-Nya,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>{وَمِنْ شَرِّ النَّفَّاثَاتِ فِي الْعُقَدِ } [الفلق: 4]</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Dan dari kejahatan wanita-wanita tukang sihir yang menghembus (meniup) pada buhul-buhul&#8221;. </em><strong>(QS. Al-Falaq : 4)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Di dalam sebuah hadits, disebutkan,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>&#8220;مَنْ عَقَدَ عُقْدَةً ثُمَّ نَفَثَ فِيهَا، فَقَدْ سَحَرَ</strong><strong>.</strong><strong> وَمَنْ سَحَرَ، فَقَدْ أَشْرَكَ. وَمَنْ تَعَلَّقَ شَيْئًا، وُكِلَ إِلَيْهِ.&#8221;</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Barangsiapa yang mengikat suatu ikatan (buhul), lalu ia meniupnya, maka sungguh ia telah menyihir. Barangsiapa yang menyihir, maka sungguh ia telah berbuat syirik. Barangsiapa menggantungkan diri kepada sesuatu, maka ia akan diserahkan kepada sesuatu itu&#8221;.</em> [HR. An-Nasaa&#8217;iy dalam<strong><em>Sunan</em></strong>-nya (no. 4084)]</p>
<p style="font-weight: 400;">Hanya saja hadits ini <em>dho&#8217;if</em>  (lemah), karena di dalamnya ada rawi yang lemah, yaitu Abbad bin Maisaroh Al-Minqoriy. Selain itu hadits ini juga <em>munqothi&#8217;</em> (terputus sanadnya), karena berasal dari riwayat Al-Hasan Al-Bashriy dari Abu Hurairoh. Sedangkan Al-Hasan tak pernah mendengarkan hadits ini darinya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Tak heran bila <strong>Syaikh Al-Albaniy, ahli hadits Negeri Yordania</strong> menyatakan lemahnya hadits ini dalam <strong><em>Ghoyah Al-Maroom</em></strong> (no. 288).</p>
<p style="font-weight: 400;">Cukuplah bagi kita ayat di atas, tanpa berdalil dengan hadits ini, karena kelemahannya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Jadi, tukang sihir bila jiwanya bulat untuk melakukan keburukan dan kekejian pada diri orang yang akan ia sihir, dan ia pun memohon pertolongan kepada jin-jin, maka ia pun meniup buhul-buhulnya disertai dengan percikan ludahnya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Karena itu, keluarlah dari jiwanya yang busuk ludah yang bercampur dengan keburukan dan kebusukan lagi diiringi dengan ludah yang bercampur dengannya. Sungguh ia telah bekerjasama dengan setan untuk menyakiti orang yang tersihir. Lalu yang tersihir pun terkena sihir. [Lihat <strong><em>Taisir Al-Aziz Al-Hamid </em></strong>(hal. 331), <em>tahqiq </em>Muhammad Aiman As-Salafiy, cet. Alam al-Kutub, 1419 H]</p>
<p style="font-weight: 400;">Para pembaca yang budiman, sihir memiliki keburukan yang banyak. Diantaranya, ia bisa merusak hubungan antara seseorang dengan saudaranya atau istrinya.</p>
<p style="font-weight: 400;">Nah, disana ada suatu perbuatan yang hampir mirip dengan sihir dalam memecah belah hubungan manusia. Itulah yang disebut dengan <strong><em>namimah</em></strong> (adu domba).</p>
<p style="font-weight: 400;">Nabi &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam</em>&#8211; bersabda,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>أَلَا أُنَبِّئُكُمْ مَا الْعَضْهُ هِيَ النَّمِيمَةُ الْقَالَةُ بَيْنَ النَّاسِ</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Tidakkah kalian mau kukabarkan apa itu pemecahbelahan? Dia adalah adu domba diantara manusia&#8221;.</em> [HR. Muslim dalam <strong><em>Shohih</em></strong>-nya(2606)]</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin </strong>&#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p style="font-weight: 400;"><strong>&#8220;والنميمة كما أخبر الرسول صلى الله عليه وسلم تقطع الصلة، وتفرق بين الناس، فتجد هذين الرجلين صديقين، فيأتي هذا النمام، فيقول لأحدهما: صاحبك يسبك، فتنقلب هذه المودة إلى عداوة، فيحصل التفرق، وهذا يشبه السحر بالتفريق.&#8221;</strong><strong> </strong><strong> اهـ من </strong><strong>القول المفيد على كتاب التوحيد (1/ 525)</strong></p>
<p style="font-weight: 400;"><em>&#8220;Adu domba sebagaimana yang dikabarkan oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- mampu memutuskan hubungan dan memecah belah  manusia. Engkau akan menemukan dua orang yang saling bersahabat, lalu datanglah si pengadu domba ini seraya berkata kepada salah satunya, &#8220;Sahabatmu itu sebenarnya telah mencelamu&#8221;. Kemudian berubahlah rasa cinta menjadi rasa benci. Nah, terjadilah perpecahan. Perbuatan ini menyerupai sihir. Karena, di dalam sihir terdapat pemecahbelahan&#8221;. </em>[Lihat <strong><em>Al-Qoul Al-Mufid ala Kitab At-Tauhid</em> </strong>(1/525)]</p>
<p style="font-weight: 400;">Di zaman kita ini, <strong>banyak musang berbulu domba yang suka membawa gosip-gosip,</strong> yang menanam benih perselisihan dan permusuhan di kalangan kaum muslimin, sampai akhirnya terjadilah kerusakan diantara kaum muslimin.</p>
<p style="font-weight: 400;">Pekerjaan si pengadu domba ini, ibarat tukang sihir yang mampu menanamkan perselisihan, bahkan perpecahan di kalangan orang-orang saling mencintai.</p>
<p style="font-weight: 400;">Terakhir, kami ingin mengingatkan kepada seluruh kaum muslimin bahwa semua sihir adalah haram dalam Islam, sehingga keliru dan salah pernyataan sebagian pihak yang menjelaskan bahwa sihir ada yang boleh dan mereka namai dengan “sihir putih”, dan ada pula yang terlarang, lalu mereka namai dengan “sihir hitam” <strong>(black magic)</strong>.</p>
<p style="font-weight: 400;">Ini adalah pernyataan batil. Semua sihir (baik putih atau hitam) adalah haram dan terlarang dalam agama kita yang suci ini!</p>
<p style="font-weight: 400;">Kemudian satu lagi ilmu sihir yang banyak menipu kaum muslimin adalah <strong>“ilmu tenaga dalam”.</strong></p>
<p style="font-weight: 400;">Ilmu tenaga dalam, sering kali mengecoh banyak kaum muslimin, karena mereka membalut ajaran mereka dengan Al-Qur’an atau Bahasa Arab. Padahal di balik, ada sihir dan kekafiran yang terselip di dalam ajaran mereka.</p>
<p style="font-weight: 400;">Waspadalah –wahai kaum muslimin- dari semua jenis sihir, karena sihir itu akan membuatmu sengsara di dunia dan akhirat! Tukang sihir tidak akan pernah beruntung!!</p>
<p style="font-weight: 400;">Demikian yang perlu kami jelaskan tentang sihir dan jenis-jenisnya, agar kita jauhi dalam kehidupan kita, dan mintalah kepada Allah agar kita dijaga dari keburukannya, sambil anda membekali diri dengan bacaan Al-Qur’an, serta dzikir pagi dan sore, insya Allah, anda akan beruntung dan selamat.</p>
<p style="font-weight: 400;">Sumber:<br />
<a href="https://abufaizah75.blogspot.co.id/2018/01/waspada-di-sekitar-anda-banyak-sihir.html">https://abufaizah75.blogspot.co.id/2018/01/waspada-di-sekitar-anda-banyak-sihir.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/waspada-di-sekitar-anda-banyak-sihir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hukum Melepaskan Sihir dan Menangkalnya dengan Menggunakan Sihir</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/hukum-melepaskan-sihir-dan-menangkalnya-dengan-menggunakan-sihir/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/hukum-melepaskan-sihir-dan-menangkalnya-dengan-menggunakan-sihir/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Sep 2017 06:01:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[dukun]]></category>
		<category><![CDATA[jampi-jampi]]></category>
		<category><![CDATA[jimat]]></category>
		<category><![CDATA[kesyirikan]]></category>
		<category><![CDATA[menggunakan sihir]]></category>
		<category><![CDATA[penangkal sihir]]></category>
		<category><![CDATA[perdukunan]]></category>
		<category><![CDATA[Sihir]]></category>
		<category><![CDATA[syirik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=3808</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. –hafizhahullah- &#160; Sihir adalah pekerjaan setan. Para setan menyebarkan sihir demi menyakiti manusia dan mendatangkan madhorot dan keusakan bagi mereka. Sihir memiliki berbagai macam bentuk yang kesemuanya adalah kerusakan bagi dunia dan akhirat, baik bagi pelaku sihir, maupun bagi orang yang tersihir beserta orang-orang yang ada di sekitarnya.... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/hukum-melepaskan-sihir-dan-menangkalnya-dengan-menggunakan-sihir/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><b>Oleh: Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. –hafizhahullah-</b></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sihir adalah pekerjaan setan. Para setan menyebarkan sihir demi menyakiti manusia dan mendatangkan madhorot dan keusakan bagi mereka.</p>
<p>Sihir memiliki berbagai macam bentuk yang kesemuanya adalah kerusakan bagi dunia dan akhirat, baik bagi pelaku sihir, maupun bagi orang yang tersihir beserta orang-orang yang ada di sekitarnya.</p>
<p>Satu diantara jenis sihir yang sering kita jumpai dan dengarkan beritanya, sihir yang menimbulkan penyakit.</p>
<p>Si penyihir dalam menyebarkan sihirnya memiliki berbagai macam tendensi dan tujuan.</p>
<p>Ada yang menyihir, karena sakit hati dan hasad. Ada yang menyihir karena diminta oleh orang lain dalam melampiaskan amarahnya.</p>
<p>Ada yang menyebarkan sihir jenis ini demi mencari rejeki dengan cara batil seperti ini.</p>
<p>Ada juga yang menyebarkan sihir karena ugal-ugalan dan iseng-iseng saja!! Semua ini adalah haram dan perbuatan kesyirikan yang mengafirkan pelakunya!!!</p>
<p>Dari segala macam sepak terjang para penyihir dalam menyebarkan sihir yang menimbulkan penyakit, seringkali membuat repot orang yang terkena sihir dan para keluarga dan handai tolan.</p>
<p>Akhinya, ada diantara mereka yang datang ke tukang sihir yang sering kita kenal dengan <strong><em>&#8220;orang pintar&#8221; </em></strong>alias dukun.</p>
<p>Padahal perkara seperti ini telah dilarang oleh Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para tukang sihir pun melakukan &#8220;nusyroh&#8221;, yaitu melepaskan dan menyembuhkan sihir. Hanya saja mereka melepaskannya melalui sihir juga dari hasil kerjasama mereka dengan para setan dari kalangan jin. Jadi, sihir lawan sihir!!</p>
<p>Sahabat Jabir bin Abdillah <em>-radhiyallahu anhu-</em> berkata,</p>
<p><strong>سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النُّشْرَةِ فَقَالَ هُوَ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ</strong></p>
<p><em>&#8220;Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah ditanya tentang nusyroh. Beliau bersabda, &#8220;Itu termasuk pekerjaan setan&#8221;. </em>[HR. Abdur Rozzaq Ash-Shon&#8217;aniy dalam <strong><em>Al-Mushonnaf </em></strong>(11/13), Ahmad dalam <strong><em>Al-Musnad</em></strong> (3/294) dan Abu Dawud dalam <strong><em>Sunan</em></strong>-nya (no. 3868). Hadits ini di-<em>shohih</em>-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam <strong><em>Ash-Shohihah</em></strong> (no. 2760)]</p>
<p>Al-Imam Abul Faroj Abdur Rahman Ibnul Jauziy Ad-Dimasyqiy &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p><strong>&#8220;النُّشْرَةُ : حَلُّ السِّحْرِ عَنِ الْمَسْحُورِ وَلَا يَكَادُ يَقْدِرُ عَلَيْهِ إِلَّا مَنْ يَعْرِفُ السِّحْرَ.&#8221; اهـ من فتح الباري لابن حجر (10/ 233)</strong></p>
<p><em>&#8220;Nusyroh adalah melepaskan sihir dari orang yang tersihir. Hampir saja tak ada yang mampu melakukan hal itu, kecuali orang yang mengenal sihir&#8221;. </em>[Lihat Fathul Bari (10/233)]</p>
<p>Melepaskan sihir dengan sihir adalah perkara yang terlarang, karena di dalamnya terdapat perbuatan syirik.</p>
<p><strong>Sebab</strong>, seorang tukang sihir yang melepaskan sihir, pasti ia bekerjasama dengan setan dari kalangan jin, sebagaimana saat halnya ia menyebarkan sihir, maka ia harus bekerjasama dengan jin.</p>
<p>Sementara itu, jin tak mungkin akan bekerja begitu saja, tanpa ada ganjaran dan tumbalnya.</p>
<p>Orang yang datang kepada tukang sihir, walaupun ia meyakini haramnya sihir, maka perbuatannya tetap haram, karena ia telah melakukan <em>ta&#8217;awun </em>(kerjasama) dengan tukang sihir dan jin dalam melakukan sihir.</p>
<p>Di dalam agama kita, Allah melarang kita kerjasama dalam dosa dan permusuhan.</p>
<p>Para tukang sihir dalam aksinya saat melepas sihir, pasti menggunakan jampi-jampi (ruqyah) yang mengandung kesyirikan (penyekutuan) kepada Allah, bid’ah dan kemungkaran.</p>
<p><strong>Lantaran itu, para ahli ilmu melarang keras orang melepas sihir dengan sihir.</strong></p>
<p><strong>Al-Imam Abul Qosim Al-Baghowiy </strong>&#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p><strong>&#8220;وَالْمَنْهِيُّ مِنَ الرُّقَى مَا كَانَ فِيهِ شِرْكٌ، أَوْ كَانَ يُذْكَرُ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ، أَوْ مَا كَانَ مِنْهَا بِغَيْرِ لِسَانِ الْعَرَبِ، وَلا يُدْرَى مَا هُوَ، وَلَعَلَّهُ يَدْخُلُهُ سِحْرٌ، أَوْ كُفْرٌ، فَأَمَّا مَا كَانَ بِالْقُرْآنِ، وَبِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِنَّهُ جَائِزٌ مُسْتَحَبٌّ، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، «كَانَ يَنْفُثُ عَلَى نَفْسِهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ».&#8221; اهـ من شرح السنة للبغوي (12/ 159)</strong></p>
<p><em>&#8220;Ruqyah yang dilarang adalah ruqyah (jampi) yang di dalamnya terdapat kesyirikan atau disebutkan di dalamnya jin-jin jahat, atau ruqyah yang bukan berbahasa Arab dan tak diketahui apa hakikatnya. Karena boleh jadi ruqyah itu telah disusupi oleh sihir atau kekafiran.</em></p>
<p><em>Adapun ruqyah (jampi) dengan menggunakan Al-Qur’an, dan dzirullah –azza wa jalla-, maka sungguh hal itu adalah boleh lagi dianjurkan. Karena, Nabi –shollallohu alaihi wa sallam- dulu meniup (menjampi) pada dirinya dengan suroh-suroh al-mu’awwidzat (Al-Ikhlash, Al-Falaq, dan An-Naas,_pent.)&#8221;</em>. [Lihat <strong><em>Syarh As-Sunnah</em></strong>(12/159)]</p>
<p>Nah, inilah hakikat perbuatan para penyihir dalam melepaskan sihir, yakni pasti mereka menggunakan cara-cara yang melanggar syariat.</p>
<p><strong>Al-Imam Al-Hasan ibnu Abil Hasan Al-Bashriy</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p><strong>لا يَحُلُّ السِّحْرَ إِلاَّ السَّاحِرُ</strong></p>
<p><em>&#8220;Tak ada yang melepaskan sihir, kecuali penyihir&#8221;.</em> [Lihat<strong><em>Fathul Majid </em></strong>(hal. 303) dan <strong><em>Ad-Diin Al-Kholish</em></strong>(2/340)]</p>
<p><strong>Syaikh Sholih bin Abdil Aziz An-Najdiy </strong>–<em>hafizhohullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p><strong>&#8220;يعني: لا يحل السحر بغير الطريق الشرعية المعروفة إلا ساحر.&#8221; اهـ من التمهيد لشرح كتاب التوحيد (ص: 328)</strong></p>
<p><em>&#8220;Maksudnya, tak ada yang mampu melepaskan sihir dengan cara yang tak syar&#8217;iy lagi tidak pula dikenal, selain tukang sihir&#8221;. </em>[Lihat <strong><em>At-Tamhid</em></strong> (hal. 328-329), cet. Darut Tauhid, 1424 H]</p>
<p>Disinilah pentingnya kita bertanya kepada orang yang mau melepaskan sihir.</p>
<p>Bila ada yang mengaku bisa melepaskan sihir, maka tanyailah,<em> &#8220;Apakah anda menggunakan bacaan Al-Qur&#8217;an, doa dan dzikir yang disyariatkan dalam agama?&#8221;</em></p>
<p>Bila ia menjawab, <em>&#8220;Tidak!!&#8221;</em>, maka tanyai lagi, <em>&#8220;Apakah anda dokter yang mengobati orang yang tersihir dengan ilmu medis?&#8221;</em></p>
<p>Jika ia bilang,<em> &#8220;Bukan!!&#8221;</em>, maka kalau begitu ia adalah<strong>penyihir </strong>yang ingin melepaskan sihir dengan.</p>
<p>Sebab, bila ia tidak menggunakan cara yang syar&#8217;iy, dan tak menggunakan cara medis yang ma’ruf, maka tidak mungkin ada yang mampu melepasnya dengan cara lain, kecuali penyihir.</p>
<p>Semua ini tak mungkin, kecuali melalui jalan setan-setan jin yang memberikan pengaruh pada orang tersebut.</p>
<p>Jadi, melepaskan sihir dengan sihir adalah perkara yang terlarang dalam agama, <strong>walaupun niat dan tujuan kita baik.</strong></p>
<p>Adapun dengan cara yang syar&#8217;iy (menurut tuntunan syariat), yaitu dengan jampi-jampi (ruqyah) yang menggunakan bacaan Al-Qur&#8217;an, dzikir dan doa yang disyariatkan dalam agama, maka ini adalah perkara yang boleh, bahkan disyariatkan demi membantu saudara kita yang terlilit masalah.</p>
<p><strong>Al-Imam Qotadah Ibnu Di&#8217;amah As-Sadusiy</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p><strong>قُلْتُ لِسَعِيدِ بْنِ الْمُسَيَّبِ : &#8220;رَجُلٌ بِهِ طِبٌّ أَوْ يُؤَخَّذُ عَنْ امْرَأَتِهِ، أَيُحَلُّ عَنْهُ أَوْ يُنَشَّرُ؟&#8221;</strong></p>
<p><strong>قَالَ : لَا بَأْسَ بِهِ إِنَّمَا يُرِيدُونَ بِهِ الْإِصْلَاحَ فَأَمَّا مَا يَنْفَعُ النَّاسَ فَلَمْ يُنْهَ عَنْهُ</strong></p>
<p><em>&#8220;Aku pernah bertanya kepada Sa&#8217;id bin Musayyib, &#8220;Ada seseorang yang pada dirinya terdapat sihir atau ia tertahan dari istrinya (akibat sihir), apakah ia di-nusyroh (dilepas sihirnya)?&#8221;. Beliau menjawab, &#8220;Tak mengapa, karena mereka menginginkan dengan itu perbaikan. Adapun yang mendatangkan manfaat bagi manusia, maka tak dilarang&#8221;.</em> [HR. Al-Bukhoriy dalam <strong><em>Shohih</em></strong>-nya (10/232)]</p>
<p>Para pembaca yang budiman, perlu kita ketahui bahwa<em>nusyroh</em> (melepaskan sihir) ada dua macam:</p>
<p>(1)         Pertama, <em>nusyroh</em> (melepas sihir) dengan menggunakan sihir. Ini yang haram.</p>
<p>(2)         Kedua, <em>nusyroh</em> (melepas sihir) dengan menggunakan metode yang dibenarkan oleh syariat berupa bacaan Al-Qur&#8217;an, dzikir dan doa yang diajarkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-.</p>
<p><strong>Al-Imam Ibnu Qoyyim Al-Jawziyyah</strong> &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata,</p>
<p><strong>&#8220;والنشرة حل السحر عن المسحور، وهي نوعان :</strong></p>
<p><strong>حل سحر بسحر مثله، وهو الذي من عمل الشيطان، فإن السحر من عمله فيتقرب إليه الناشر والمنتشر بما يحب فيبطل عمله عن المسحور.</strong></p>
<p><strong>والثاني: النشرة بالرقية والتعوذات والدعوات والأدوية المباحة، فهذا جائز، بل مستحب.&#8221; اهـ من إعلام الموقعين عن رب العالمين، ت : عصام الدين الضبابطي، ط. دار الحديث (2/4/588)</strong></p>
<p><em>&#8220;Nusyroh adalah melepaskan sihir dari orang yang tersihir. Nusyroh itu ada dua: melepaskan sihir dengan sihir yang semisalnya. <strong>Inilah pekerjaan setan</strong>, karena sihir adalah pekerjaan setan. Orang yang melakukan nusyroh (penyihir alias dukun) dan orang yang meminta nusyroh sama-sama mendekatkan diri kepada setan dengan melakukan sesuatu yang disukai oleh setan. Lantaran itu, setan pun melepaskan pekerjaannya (yakni, sihirnya) dari orang yang tersihir. <strong>Jenis kedua</strong>, nusyroh dengan menggunakan ruqyah, ta&#8217;awwudz (memohon perlindungan kepada Allah), doa-doa, dan obat-obatan yang mubah. <strong>Jenis ini boleh</strong>, bahkan mustahab (dianjurkan)&#8221;. </em>[Lihat <strong><em>I&#8217;laam Al-Muwaqqi&#8217;in</em></strong> (2/4/588),<em>tahqiq </em>Ishomuddin Adh-Dobaabithiy, cet. Darul Hadits, 1422 H]</p>
<p>Jadi, atsar dari Sa&#8217;id Ibnul Musayyib, jangan dipahami bahwa beliau membolehkan <em>nusyroh</em> jahiliah yang menggunakan sihir, bahkan yang beliau bolehkan nusyroh yang disyariatkan, yaitu <em>nusyroh </em>yang menggunakan ruqyah syar’iy berupa bacaan Al-Qur’an, dan doa-doa atau dzikir yang diajarkan oleh Rasulullah –shollallohu alaihi wa sallam-.</p>
<p>Menggunakan ruqyah yang syar&#8217;iy dalam menghilangkan sihir adalah perkara yang dibolehkan Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-.</p>
<p>Oleh karena itu, beliau pernah me-<em>ruqyah</em> dirinya sendiri atau di-<em>ruqyah</em> oleh sebagian istrinya. Beliau juga biasa ditanya tentang ruqyah dan mengizinkan para sahabat.</p>
<p>Al-Imam Al-Baghowiy &#8211;<em>rahimahullah</em>&#8211; berkata dalam<strong><em>Syarh As-Sunnah</em></strong> (12/159),</p>
<p><strong>&#8220;فَأَمَّا مَا كَانَ بِالْقُرْآنِ، وَبِذِكْرِ اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ، فَإِنَّهُ جَائِزٌ مُسْتَحَبٌّ.&#8221; اهـ من شرح السنة للبغوي (12/ 159)</strong></p>
<p><em>&#8220;Adapun ruqyah (jampi) dengan menggunakan Al-Qur&#8217;an dan dzikrullah -Azza wa Jalla-, maka sesungguhnya hal itu boleh lagi mustahab&#8221;.</em></p>
<p>A&#8217;isyah -radhiyallahu anha- berkata,</p>
<p><strong>أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَنْفِثُ عَلَى نَفْسِهِ فِي مَرَضِهِ الَّذِي قُبِضَ فِيهِ بِالْمُعَوِّذَاتِ</strong></p>
<p><em>&#8220;Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dulu meniup (me-ruqyah) dirinya sendiri dengan al-Mu&#8217;awwidzat (yakni, An-Naas, Al-Falaq dan Al-Ikhlash), saat beliau sakit yang beliau meninggal karenanya&#8221;. </em>[HR. Al-Bukhoriy dalam<strong><em>Kitab Ath-Thibb</em></strong> (5751)]</p>
<p>Ibnu Abbas &#8211;<em>radhiyallahu anhuma</em>&#8211; berkata,</p>
<p><strong>كَانَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، يُعَوِّذُ الْحَسَنَ وَالْحُسَيْنَ</strong></p>
<p><em>&#8220;Dahulu Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- men-ta&#8217;widz (memohonkan perlindungan kepada Allah) bagi Hasan dan Husain…&#8221;. </em>[HR. Al-Bukhoriy (3371), At-Tirmidziy (2060) dan Ahmad (2434)]</p>
<p>Ketika Nabi &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam</em>&#8211; disihir oleh Labid Ibnul A&#8217;shom, seorang Yahudi, maka beliau di-ruqyah oleh Jibril sebagaimana dalam riwayat Muslim, At-Tirmidziy dan lainnya. [Lihat <strong><em>Shohih Al-Jami&#8217;</em></strong> (no. 70)]</p>
<p>Ruqyah-meruqyah, baik dalam menghilangkan sihir atau atau menyembuhkan penyakit adalah perkara yang masyhur di zaman Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-.</p>
<p>Hanya saja banyak orang yang salah dalam me-ruqyah sebagaimana halnya juga di zaman kita ini.</p>
<p>Karena itu, Nabi &#8211;<em>Shallallahu alaihi wa sallam</em>&#8211; biasa menanyai sahabat tentang bacaan ruqyah yang mereka baca seraya bersabda,</p>
<p><strong>اعْرِضُوا عَلَيَّ رُقَاكُمْ، لَا بَأْسَ بِالرُّقَى، مَا لَمْ يَكُنْ فِيهِ شِرْكٌ</strong></p>
<p><em>&#8220;Coba paparkan ruqyah kalian kepadaku. Ruqyah (jampi-jampi) tidak mengapa, selama tidak ada kesyirikan di dalamnya&#8221;. </em>[HR. <strong>Muslim</strong> (2200) dan <strong>Abu Dawud</strong>(3886)]</p>
<p>Jadi, melepas sihir dengan sihir atau istilah lainnya &#8220;sihir lawan sihir&#8221; adalah perkara yang tidak dibenarkan dalam agama kita, karena ia pasti mengandung kesyirikan.</p>
<p>Sebaliknya, nusyroh (melepas sihir) dengan ruqyah (jampi-jampi) dengan menggunakan bacaan Al-Qur&#8217;an, doa dan dzikir yang disyariatkan adalah perkara yang dianjurkan, bukan perkara yang terlarang.</p>
<p>Sebab ia merupakan salah satu bentuk ta&#8217;awun seseorang kepada saudaranya dalam melepaskan kesusahannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber:<br />
<a href="https://abufaizah75.blogspot.co.id/2017/09/hukummelepaskan-sihir-dan-menangkalnya-dengan-menggunakan-sihir.html#more">https://abufaizah75.blogspot.co.id/2017/09/hukummelepaskan-sihir-dan-menangkalnya-dengan-menggunakan-sihir.html#more</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/hukum-melepaskan-sihir-dan-menangkalnya-dengan-menggunakan-sihir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
