<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim &#187; Syariat Berqurban</title>
	<atom:link href="https://markazdakwah.or.id/tag/syariat-berqurban/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://markazdakwah.or.id</link>
	<description>www.markazdakwah.or.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Apr 2019 07:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Syariat Berqurban</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/syariat-berqurban/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/syariat-berqurban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2017 06:54:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Berqurban]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Berqurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=3707</guid>
		<description><![CDATA[Berqurban adalah salah satu ibadah yang disyariatkan dalam Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah shallallâhu ‘alaihi wa sallamserta tergolong simbol Islam yang disepakati oleh para ulama akan anjurannya. Allah ‘Azza wa Jalla berfirman, فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ “Maka dirikanlah shalat karena Rabb-mu, dan berqurbanlah.” [Al-Kautsar: 2] Tatkala menjelaskan makna ayat di atas, Ibnu Jarîr Ath-Thabary rahimahullâh berkata, “Jadikanlah, (wahai Muhammad), shalatmu seluruhnya ikhlas hanya untuk Rabb-mu... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/syariat-berqurban/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Berqurban adalah salah satu ibadah yang disyariatkan dalam Al-Qur`an dan Sunnah Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em>serta tergolong simbol Islam yang disepakati oleh para ulama akan anjurannya.</p>
<p>Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL"><strong>فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ</strong></p>
<p><em>“Maka dirikanlah shalat karena </em>Rabb<em>-mu, dan berqurbanlah.”</em> [<strong>Al-Kautsar: 2</strong>]</p>
<p>Tatkala menjelaskan makna ayat di atas, Ibnu Jarîr Ath-Thabary <em>rahimahullâh</em> berkata, “Jadikanlah, (wahai Muhammad), shalatmu seluruhnya ikhlas hanya untuk <em>Rabb</em>-mu tanpa (siapapun) yang bukan Dia, di antara sekutu-sekutu dan sembahan-sembahan. Demikian pula sembelihanmu, jadikanlah hanya untuk-Nya, tanpa berhala-berhala, sebagai kesyukuran kepada-Nya terhadap segala sesuatu yang Allah berikan kepadamu, berupa kemuliaan dan kebaikan yang tiada bandingannya, dan Dia mengkhususkan engkau dengannya, yaitu pemberian <em>Al-Kautsar</em> kepadamu.”<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/6%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Ibnu Katsîr <em>rahimahullâh</em> berkata, “Ibnu ‘Abbâs, ‘Athâ`, Mujâhid, ‘Ikrimah, dan Al-Hasan berkata, ‘Yang diinginkan oleh hal tersebut adalah menyembelih unta dan (hewan lain) yang semisal dengannya.’ Demikian pula perkataan Qatâdah, Muhammad bin Ka’b Al-Qurazhy, Adh-Dhahhâk, Ar-Rabî’, ‘Athâ` Al-Khurasâny, Al-Hakam, Ismail bin Abu Khâlid, dan ulama salaf yang lain. ….” Lalu, beliau membawakan beberapa pendapat lain dari penafsiran ayat, kemudian menyatakan, “Yang benar adalah pendapat pertama bahwa yang dimaksud dengan <em>an-nahr</em>‘menyembelih’ adalah sembelihan manasik ….”</p>
<p>Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL"><strong>قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ</strong><strong>.</strong><strong> لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ</strong></p>
<p><em>“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku</em><em>,</em><em> dan matiku hanyalah untuk Allah, </em>Rabb<em> semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya</em><em>. D</em><em>emikian itulah yang diperintahkan kepadaku dan </em><em>saya</em><em> adalah orang yang pertama-tama </em><em>berserah</em><em> diri (kepada Allah).’.”</em> [<strong>Al-An’âm: 162-163</strong>]</p>
<p>Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em> menjelaskan pula bahwa berqurban adalah perkara yang disyariatkan pada seluruh agama sebagaimana dalam firman-Nya <em>‘Azza wa Jalla</em>,</p>
<p dir="RTL"><strong>وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ فَإِلَهُكُمْ إِلَهٌ وَاحِدٌ فَلَهُ أَسْلِمُوا</strong></p>
<p><em>“Dan bagi tiap-tiap umat, telah Kami syariatkan penyembelihan (qurban) supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah (Allah) rezekikan kepada mereka. Maka </em>Rabb<em> kalian ialah </em>Rabb<em> yang Maha Esa. Oleh karena itu, berserahdirilah kalian kepada-Nya.”</em>[<strong>Al-Hajj: 34</strong>]</p>
<p>Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> juga menjelaskan bahwa ibadah agung ini adalah salah satu simbol syariat-Nya sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p dir="RTL"><strong>وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ فَاذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَيْهَا صَوَافَّ فَإِذَا وَجَبَتْ جُنُوبُهَا فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ</strong><strong>.</strong><strong> لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ</strong></p>
<p><em>“Dan telah Kami jadikan unta-unta itu untuk kalian sebagai bagian dari syiar Allah, yang kalian memperoleh kebaikan yang banyak padanya, maka sebutlah oleh kalian nama Allah ketika kalian menyembelihnya dalam keadaan berdiri (dan telah terikat). Kemudian, apabila (unta-unta itu) telah roboh (mati), makanlah sebagiannya serta beri makanlah orang yang rela dengan sesuatu yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu untuk kalian, mudah-mudahan kalian bersyukur. Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkannya untuk kalian supaya kalian mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kalian. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.”</em> [<strong>Al-Hajj: 36-37</strong>]</p>
<p>Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> mensyariatkan ibadah qurban melalui ucapan, perbuatan, serta penetapan beliau.</p>
<p>Syariat berdasarkan ucapan beliau tersirat dari sabda beliau <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p dir="RTL"><strong>مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَإِنَّمَا ذَبَحَ لِنَفْسِهِ ، وَمَنْ ذَبَحَ بَعْدَ الصَّلاَةِ فَقَدْ تَمَّ نُسُكُهُ ، وَأَصَابَ سُنَّةَ الْمُسْلِمِينَ</strong></p>
<p><em>“Siapa yang menyembelih sebelum shalat, sembelihannya hanyalah untuk dirinya sendiri. </em><em>Dan </em><em>b</em><em>arangsiapa yang menyembelih setelah pelaksanaan shalat (</em><em>‘</em><em>Id), </em>nusuk<em>-nya (sembelihannya) telah sempurna dan ia telah mencocoki sunnah kaum muslimin.</em><em>”</em><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/6%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Syariat berdasarkan perbuatan beliau terurai dari penuturan Anas bin Malik <em>radhiyallâhu ‘anhu</em>,</p>
<p dir="RTL"><strong>ضَحَّى النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ بِكَبْشَيْنِ أَمْلَحَيْنِ أَقْرَنَيْنِ ذَبَحَهُمَا بِيَدِهِ وَسَمَّى وَكَبَّرَ وَوَضَعَ رِجْلَهُ عَلَى صِفَاحِهِمَا.</strong></p>
<p><em>“Nabi </em><em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em><em> berqurban dengan dua kambing jantan yang </em>amlah<a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/6%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftn3">[3]</a><em>. Beliau menyembelih kedua</em><em> (kambing) tersebut </em><em>dengan tangan</em><em> beliau</em><em>. Beliau membaca basmalah dan bertakbir serta meletakkan kaki beliau di atas badan kedua (kambing) itu.”</em> <a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/6%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Adapun berdasarkan penetapan (persetujuan) beliau, hal tersebut bisa dipahami dari hadits Jundub bin Sufyah Al-Bajaly <em>radhiyallâhu ‘anhu</em> bahwa beliau berkata, “Saya menyaksikan ‘Idul Adha bersama Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em>. Tatkala menyelesaikan shalat bersama manusia, beliau melihat seekor kambing yang telah disembelih. Lalu, beliau bersabda,</p>
<p dir="RTL"><strong>مَنْ ذَبَحَ قَبْلَ الصَّلاَةِ فَلْيَذْبَحْ شَاةً مَكَانَهَا وَمَنْ لَمْ يَكُنْ ذَبَحَ فَلْيَذْبَحْ عَلَى اسْمِ اللَّهِ.</strong></p>
<p><em>“Barangsiapa yang menyembelih sebelum pelaksanaan shalat (‘Id), hendaknya ia menyembelih kambing (lain) sebagai pengganti, dan barangsiapa yang belum menyembelih, hendaknya dia menyembelih dengan (menyebut) nama Allah.”</em> <a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/6%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Adapun kesepakatan para ulama tentang syariat berqurban, hal tersebut telah masyhur dalam buku-buku fiqih.</p>
<p><em>Wallâhu A’lam.</em></p>
<div><br clear="all" /></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/6%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftnref1">[1]</a> <em>Tafsir Ibnu Jarîr</em> 24/696. Dalam <em>Tafsir</em>-nya 8/504, Ibnu Katsîr menganggap bahwa ucapan Ibnu Jarîr di atas sangatlah indah.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/6%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftnref2">[2]</a> Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim dari Al-Barâ` bin Azib <em>radhiyallâhu ‘anhumâ</em> dan Anas bin Malik<em> radhiyallâhu ‘anhu</em>.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/6%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftnref3">[3]</a> Kambing<em> amlah</em> adalah kambing yang berbulu putih dan hitam, tetapi bulu putihnya lebih mendominasi. Demikian keterangan Al-Kisâ’iy. Adapun menurut Ibnul ‘Araby, itu adalah kambing yang bersih nan putih. Demikian nukilan Ibnu Qudamah dalam <em>Al-Mughny</em>.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/6%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftnref4">[4]</a> Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim.</p>
</div>
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/6%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftnref5">[5]</a> Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry, Muslim, dan An-Nasâ`iy.</p>
</div>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://dzulqarnain.net/syariat-berqurban.html">http://dzulqarnain.net/syariat-berqurban.html</a></p>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/syariat-berqurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beberapa Hikmah di Balik Syariat Berqurban</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/beberapa-hikmah-di-balik-syariat-berqurban/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/beberapa-hikmah-di-balik-syariat-berqurban/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 22 Aug 2017 03:23:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Berqurban]]></category>
		<category><![CDATA[di Balik Syariat Berqurban]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah di Balik Syariat Berqurban]]></category>
		<category><![CDATA[Syariat Berqurban]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=3665</guid>
		<description><![CDATA[Banyak hikmah di belakang syariat berqurban yang mengingatkan seorang hamba kepada Allah ‘Azza wa Jalla dan hari akhirat. Di antara hikmah tersebut adalah: 1. Menegakkan peribadahan kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Allah Subhânahû wa Ta’âlâ menjelaskan ibadah qurban sebagai salah satu bentuk penegakan perintah dan penyerahan diri kepada-Nya sebagaimana dalam firman-Nya, قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ. لَا... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/beberapa-hikmah-di-balik-syariat-berqurban/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak hikmah di belakang syariat berqurban yang mengingatkan seorang hamba kepada Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> dan hari akhirat.</p>
<p>Di antara hikmah tersebut adalah:</p>
<p>1. Menegakkan peribadahan kepada Allah <em>‘Azza wa Jalla</em>.</p>
<p>Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em> menjelaskan ibadah qurban sebagai salah satu bentuk penegakan perintah dan penyerahan diri kepada-Nya sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p dir="RTL"><strong>قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ</strong><strong>.</strong><strong> لَا شَرِيكَ لَهُ وَبِذَلِكَ أُمِرْتُ وَأَنَا أَوَّلُ الْمُسْلِمِينَ</strong></p>
<p><em>“Katakanlah, ‘Sesungguhnya shalatku, sembelihanku, hidupku, dan matiku hanyalah untuk Allah, </em>Rabb<em> semesta alam. Tiada sekutu bagi-Nya, demikian itulah yang diperintahkan kepadaku, dan saya adalah orang yang pertama-tama menyerahkan diri (kepada Allah).’.”</em> [<strong>Al-An’âm: 162-163</strong>]</p>
<p>Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em> juga menjelaskan bahwa berqurban adalah ibadah yang agung bila disertai dengan takwa dan keikhlasan sebagaimana firman Allah <em>‘Azza wa Jalla</em>,</p>
<p dir="RTL"><strong>لَنْ يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِنْ يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنْكُمْ</strong></p>
<p><em>“Daging-daging dan darah (unta) itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kalianlah yang dapat mencapainya.”</em> [<strong>Al-Hajj: 37</strong>]</p>
<p>2. Sebagai lambang kesyukuran seorang hamba terhadap nikmat Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em>.</p>
<p>Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL"><strong>فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ</strong></p>
<p><em>“Maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan sesuatu yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukkan unta-unta itu kepada kalian, mudah-mudahan kalian bersyukur.”</em> [<strong>Al-Hajj: 36</strong>]</p>
<p>3. Menghidupkan sunnah Nabi Ibrahim <em>‘alaihis salâm</em>.</p>
<p>Allah <em>‘Azza wa Jalla</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL"><strong>فَلَمَّا بَلَغَ مَعَهُ السَّعْيَ قَالَ يَا بُنَيَّ إِنِّي أَرَى فِي الْمَنَامِ أَنِّي أَذْبَحُكَ فَانْظُرْ مَاذَا تَرَى قَالَ يَا أَبَتِ افْعَلْ مَا تُؤْمَرُ سَتَجِدُنِي إِنْ شَاءَ اللَّهُ مِنَ الصَّابِرِينَ</strong><strong>.</strong><strong> </strong><strong>فَلَمَّا أَسْلَمَا وَتَلَّهُ لِلْجَبِينِ</strong><strong>.</strong><strong> وَنَادَيْنَاهُ أَنْ يَا إِبْرَاهِيمُ</strong><strong>.</strong><strong> قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا إِنَّا كَذَلِكَ نَجْزِي الْمُحْسِنِينَ</strong><strong>.</strong><strong> إِنَّ هَذَا لَهُوَ الْبَلَاءُ الْمُبِينُ</strong><strong>.</strong><strong> وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ</strong></p>
<p><em>“Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata, ‘Wahai anakku, sesungguhnya saya melihat dalam mimpi bahwa saya menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu!’ (Anaknya) menjawab, ‘Wahai ayahku, kerjakanlah sesuatu yang diperintahkan kepadamu. Insya Allah, engkau akan mendapatiku termasuk ke dalam golongan orang-orang yang sabar.’ Tatkala keduanya telah berserah diri dan (Ibrahim) membaringkan (anak)nya di atas pelipis(nya), (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggillah dia, ‘Wahai Ibrahim, sesungguhnya kamu telah membenarkan mimpi itu. Sesungguhnya demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami menebus (anak itu) dengan seekor sembelihan yang besar.”</em> [<strong>Ash-Shaffât: 102-107</strong>]</p>
<p>Sementara itu, Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em> telah memerintah Nabi Muhammad <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> dan umat beliau untuk mengikuti agama Nabi Ibrahim <em>‘alaihis salâm</em> sebagaimana dalam firman-Nya,</p>
<p dir="RTL"><strong>ثُمَّ أَوْحَيْنَا إِلَيْكَ أَنِ اتَّبِعْ مِلَّةَ إِبْرَاهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ الْمُشْرِكِينَ</strong></p>
<p><em>“Kemudian Kami mewahyukan kepadamu (Muhammad), ‘Ikutilah agama Ibrahim dengan hanif (lurus, condong kepada tauhid),’ dan dia tidaklah termasuk ke dalam golongan orang-orang musyrikin.”</em> [<strong>An-Nahl: 123</strong>]</p>
<p>Seorang muslim, bila mengingat kesabaran Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail <em>‘alaihis salâm</em>, akan mencontoh kesabaran mereka berdua dalam hal menjalankan perintah Allah <em>‘Azza wa Jalla</em>, dan selalu mengingat bahwa mendahulukan perintah Allah di atas segala hal adalah lebih baik baginya.</p>
<p>4. Memperkuat tali persaudaraan dan kecintaan antara sesama muslim.</p>
<p>Hal ini sangat tampak dari beberapa syariat dalam berqurban, seperti memberi sebagian daging qurban kepada tetangga dan fakir miskin serta pembolehan kepada tujuh orang untuk berserikat dalam penyembelihan.</p>
<p>5. Pengagungan terhadap simbol Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em>.</p>
<p>Tidak diragukan bahwa ibadah qurban adalah salah satu simbol Allah yang sangat agung. Menegakkan simbol tersebut merupakan buah ketakwaan. Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL"><strong>ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ</strong></p>
<p><em>“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa yang mengagungkan syiar-syiar Allah, sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.”</em> [<strong>Al-Hajj: 32</strong>]</p>
<p>6. Mendulang kebaikan dari pelaksanaan ibadah qurban.</p>
<p>Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL"><strong>وَالْبُدْنَ جَعَلْنَاهَا لَكُمْ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ لَكُمْ فِيهَا خَيْرٌ</strong></p>
<p><em>“Dan telah Kami jadikan untuk kalian unta-unta itu sebagian dari syiar Allah agar kalian memperoleh kebaikan yang banyak padanya.”</em> [<strong>Al-Hajj: 36</strong>]</p>
<p>Ketika menafsirkan ayat di atas, Ibnu Katsîr <em>rahimahullâh</em> berkata, “Sesungguhnya sebagian salaf ada yang berutang untuk menggiring unta. Oleh karena itu, dikatakan kepadanya, ‘(Mengapa) engkau berutang untuk menggiring unta?’ Dia menjawab, ‘Saya mendengar Allah berfirman, <em>‘Untuk kalian memperoleh kebaikan yang banyak padanya.’</em>.’.”</p>
<p>7. Memberi kelapangan kepada anak, keluarga, dan tetangga pada hari ‘Id.</p>
<p>Allah <em>Subhânahû wa Ta’âlâ</em> berfirman,</p>
<p dir="RTL"><strong>فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ</strong></p>
<p><em>“Maka makanlah sebagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan sesuatu yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta.”</em> [<strong>Al-Hajj: 36</strong>]</p>
<p>Dari Al-Barâ` bin Azib <em>radhiyallâhu ‘anhumâ</em>, Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em>bersabda,</p>
<p dir="RTL"><strong>إِنَّ أَوَّلَ مَا نَبْدَأُ بِهِ فِى يَوْمِنَا هَذَا نُصَلِّى ثُمَّ نَرْجِعُ فَنَنْحَرُ فَمَنْ فَعَلَ ذَلِكَ فَقَدْ أَصَابَ سُنَّتَنَا وَمَنْ ذَبَحَ فَإِنَّمَا هُوَ لَحْمٌ قَدَّمَهُ لأَهْلِهِ لَيْسَ مِنَ النُّسُكِ فِى شَىْءٍ.</strong></p>
<p><em>“Sesungguhnya </em><em>permulaan,</em><em> yang kita mulai pada hari </em><em>kita </em><em>ini</em><em>,</em><em> adalah shalat. Setelah itu, kita kembali lalu menyembelih. Barangsiapa yang mengerjakan hal tersebut, sesungguhnya ia telah mencocoki sunnah kami, dan barangsiapa yang menyembelih sebelum pelaksanaan shalat (‘Id), sesungguhnya (sembelihan) itu hanyalah daging yang dia peruntukkan untuk keluarganya, tidak terhitung sebagai </em>nusuk<em> (sembelihan) sama sekali.”</em> <a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/7%20Beberapa%20Hikmah%20di%20Balik%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftn1">[1]</a></p>
<div><br clear="all" /></p>
<hr align="left" size="1" width="33%" />
<div>
<p><a title="" href="file:///D:/Dzulqarnain.Net/Tulisan/Materi%20Pilihan/Mendulang%20Pahala%20di%20Bulan%20Dzulhijjah/7%20Beberapa%20Hikmah%20di%20Balik%20Syariat%20Berqurban.doc#_ftnref1">[1]</a> Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim.</p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://dzulqarnain.net/beberapa-hikmah-di-balik-syariat-berqurban.html">http://dzulqarnain.net/beberapa-hikmah-di-balik-syariat-berqurban.html</a></p>
</div>
</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/beberapa-hikmah-di-balik-syariat-berqurban/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
