<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim &#187; Khusyuk</title>
	<atom:link href="https://markazdakwah.or.id/tag/khusyuk/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://markazdakwah.or.id</link>
	<description>www.markazdakwah.or.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Apr 2019 07:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Khusyuk Dalam Beribadah</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/khusyuk-dalam-beribadah/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/khusyuk-dalam-beribadah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Dec 2015 08:59:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Beribadah]]></category>
		<category><![CDATA[Khusyuk]]></category>
		<category><![CDATA[Khusyuk Dalam Beribadah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=2065</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Assalaamu&#8217;alaikum. Saya mau tanya, bagaimana caranya mengelolah hati dalam beribadah? Saya pernah membaca, kalau dalam beribadah itu ditanamkan 3 hal yaitu: rasa cinta kpd Allah, khawatir/rasa takut kpd Allah, dan harapan kpd Allah. Mohon penjelasannya bagaimana mengelolah ketiga hal tersebut seharusnya dalam setiap ibadah pada-Nya. Kedua, saya ingin bertanya lagi, bagaimana caranya menambah kekhusyukan... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/khusyuk-dalam-beribadah/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />
Assalaamu&#8217;alaikum.<br />
Saya mau tanya, bagaimana caranya mengelolah hati dalam beribadah? Saya pernah membaca, kalau dalam beribadah itu ditanamkan 3 hal yaitu: rasa cinta kpd Allah, khawatir/rasa takut kpd Allah, dan harapan kpd Allah.</p>
<p>Mohon penjelasannya bagaimana mengelolah ketiga hal tersebut seharusnya dalam setiap ibadah pada-Nya.</p>
<p>Kedua, saya ingin bertanya lagi, bagaimana caranya menambah kekhusyukan dalam sholat?<br />
Mohon jawabannya ustadz/ustadzah<br />
Afwan jiddan kalau pertanyaannya kebanyakan.<br />
Jazakallahu khairan katsir.</p>
<p>+62 857-6076-4xxx</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;<br />
Jawab:<br />
Wa&#8217;alaikumus salam warahmatullahi wabarakatuh</p>
<p>1. Seorang hamba, dalam seluruh kehidupannya, harus diiringi oleh tiga hal itu: cinta, takut, dan harapan. Hendaknya yang mendorong kita megerjakan ibadah adalah rasa mahabbah (cinta) kita kepada Allah. Sebab, mahabbah (cinta) itu mengharuskan adanya ketaatan yang dicintai oleh Allah dan menjauhi semua yang dilarang oleh-Nya.<br />
Di dalam ibadah, seseorang tak boleh merasa bangga (ujub) dengan ibadahnya. Karena, boleh jadi ibadahnya tidak membuahkan hasil berupa pahala. Lantaran hal itu, seorang hamba hendaknya berada di antara raja&#8217; (pengharapan) dan khauf (takut). Ia mengharap kepada Allah &#8216;Azza wa Jalla agar ibadahnya diterima, sekaligus khawatir dan takut kalau ibadahnya tidak diterima oleh Allah Tabaraka wa Ta&#8217;ala.</p>
<p>2. Cara khusyuk dalam shalat:<br />
a. Tinggalkanlah semua aktifitas Anda untuk sementara waktu karena Anda akan bermunajat dengan Allah dalam shalat Anda.</p>
<p>b. Perbaikilah cara bersuci dan shalat Anda.</p>
<p>c. Datanglah ke masjid dengan tenang, tanpa tergesa-gesa.</p>
<p>d. Masuklah ke masjid dengan membaca doa masuk masjid,</p>
<p>اللّهُمَّ افْتَحْ لِيْ أَبْوَابَ رَحْمَتِكَ</p>
<p>&#8220;Ya Allah, bukalah untukku pintu-pintu rahmat-Mu.&#8221;</p>
<p>e. Kerjakanlah shalat seperti yang disunnahkan dan diajarkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam.</p>
<p>f. Hendaknya saat melaksanakan shalat, yakinilah bahwa inilah shalat terakhir yang Anda lakukan.</p>
<p>g. Tadabburi dan pahamilah makna-makna doa-doa dan dzikir-dzikir yang Anda baca.</p>
<p>h. Jangan tergesa-gesa dalam gerakan dan bacaan shalat. Bacalah dengan saksama.</p>
<p>i. Tepislah segala macam betikan-betikan hati yang melintas semampu Anda dengan cara menghayati bacaan-bacaan shalat Anda seraya menghadirkan di hati bahwa Anda sedang bermunajat dan berbicara dengan Allah, Sembahan yang Anda cintai.</p>
<p>j. Hindarilah makanan, minuman, pakaian, dan segala sesuatu yang haram, serta berusahalah menjauhi maksiat, sebab maksiat adalah noda yang akan menyelimuti hati dan menghalangi terijabahnya doa dan shalat.</p>
<p>k. Pilihlah pekerjaan yang tidak terlalu menyita waktu, tenaga, dan pikiran Anda.</p>
<p>l. Janganlah menahan air besar atau kecil dan kentut.</p>
<p>m. Makanlah sesuai kadarnya, dan janganlah berlebihan dalam hal itu. Sebab, rasa kenyang akan melahirkan rasa malas. Sementara itu, jika Anda malas, pasti kekhusyukan Anda dalam sholat akan hilang.</p>
<p>n. Hindarilah hal-hal atau sebab-sebab yang dapat menimbulkan berbagai macam masalah yang akan mengganjal pikiran Anda.</p>
<p>o. Jadikanlah shalat sebagai kebutuhan pokok Anda sebagaimana Anda memerlukan makanan pokok. Karena, shalat adalah makanan ruhiyah yang dibutuhkan oleh jiwa Anda. Bahkan, keperluan jiwa kita kepada shalat melebihi keperluan jasad kita kepada makanan dan minuman!</p>
<p>p. Jika Anda belum beristri, suatu saat nanti bila ingin mencari istri, hendaknya Anda mencari istri shalihah yang tidak pemarah, bahkan penyayang kepada anak-anak dan suaminya. Alangkah banyak manusia terganggu dalam shalatnya akibat problem rumah tangganya yang tiada henti-hentinya yang disebabkan oleh ulah istri yang buruk.</p>
<p>Inilah beberapa tips dan cara dalam meraih kekhusyukan dalam sholat, walaupun di sana masih ada perkara-perkara lain yang belum sempat kami sebutkan. Semoga Anda dan kita semua diberi kekhusyukan dalam shalat.<br />
Wallahu Ta&#8217;ala A&#8217;lam<br />
Ustadz Abdul Qodir, Lc.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/khusyuk-dalam-beribadah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mutiara Salaf 15: Perumpamaan Orang yang Tak Khusyuk dalam Shalatnya</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-15-perumpamaan-orang-yang-tak-khusyuk-dalam-shalatnya/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-15-perumpamaan-orang-yang-tak-khusyuk-dalam-shalatnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2015 05:55:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Khusyuk]]></category>
		<category><![CDATA[Khusyuk dalam Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[orang]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[Tak Khusyuk dalam Shalatnya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=812</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang kadang susah untuk khusyuk dalam shalatnya karena ia tidak menghadirkan perasaan butuh kepada shalat beserta manfaat dan keutamaan shalat sehingga ia pun memandang sholat sebagai sesuatu yang tidak begitu berharga. Kebanyakan orang tidak memperhatikan hal seperti ini dan terus lalai dalam shalatnya. Namun, apabila seseorang masih merasakan kegelisahan saat ia merasakan hilangnya rasa... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-15-perumpamaan-orang-yang-tak-khusyuk-dalam-shalatnya/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian orang kadang susah untuk khusyuk dalam shalatnya karena ia tidak menghadirkan perasaan butuh kepada shalat beserta manfaat dan keutamaan shalat sehingga ia pun memandang sholat sebagai sesuatu yang tidak begitu berharga.</p>
<p>Kebanyakan orang tidak memperhatikan hal seperti ini dan terus lalai dalam shalatnya. Namun, apabila seseorang masih merasakan kegelisahan saat ia merasakan hilangnya rasa khusyuk dari hatinya, ini adalah tanda kebaikan baginya. Apalagi, jika ia mencari solusi untuk keluar dari kelalaiannya.</p>
<p>Ubaid Al-Adawiy berkata,</p>
<p>قُلْتُ لِلْعَلاَءِ بْنِ زِيَادٍ : إِذَا صَلَّيْتُ وَحْدِيْ لَمْ أَعْقِلْ صَلاَتِيْ، قال: أَبْشِرْ، فَإِنَّ هَذَا عَلَمُ الْخَيْرِ، أَمَا رَأَيْتَ اللُّصُوْصِ إِذَا مَرُّوْا بِالْبَيْتِ الْخَرِبِ لَمْ يَلْوُوْا عَلَيْهِ، وَإِذَا مَرُّوْا بِالْبَيْتِ الَّذِيْ رَأَوْا فِيْهِ الْمَتَاعَ زَاوَلُوْهُ حَتَّى يُصِيْبُوْا مِنْهُ شَيْئًا</p>
<p>&#8220;Saya katakan kepada Al-Alaa&#8217; bin Ziyad, &#8216;Jika Saya mengerjakan shalat sendirian, Saya tidak memahami shalatku (yakni, lalai)?&#8217;<br />
Dia berkata, &#8216;Bergembiralah, karena ini adalah tanda kebaikan. Tidakkah engkau melihat si pencuri, jika melewati sebuah rumah roboh, mereka tidak menoleh kepada (rumah) itu. (Namun), bila melewati rumah yang mereka lihat di dalamnya terdapat barang, mereka pun menjarah (rumah) itu sampai mereka mendapatkan sesuatu (barang berharga) dari (rumah) tersebut.&#8217;.&#8221;<br />
[HR. Ahmad dalam Az-Zuhd (hal. 255), dan Abu Nu&#8217;aim Al-Ashbahaniy dalam Al-Hilyah (2/245)]</p>
<p>• Catatan:<br />
Al-Alaa&#8217; bin Ziyad bin Mathar Al-Adawiy Abu Nashr Al-Bashriy -rahimahullah- adalah seorang tabi&#8217;in tsiqah yang wafat pada 194 H di negeri Syam.<br />
Demikian faedah ini kami petik dari kitab Thara&#8217;iful Atqiyaa&#8217; min Kitab Hilyatil Awliyaa.</p>
<p>Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-15-perumpamaan-orang-yang-tak-khusyuk-dalam-shalatnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
