<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim &#187; Para Salaf</title>
	<atom:link href="https://markazdakwah.or.id/tag/para-salaf/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://markazdakwah.or.id</link>
	<description>www.markazdakwah.or.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Apr 2019 07:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Pesan-pesan Terindah bagi Para Pencari Ilmu agar Bersabar dan Ikhlash dalam Mencari Ilmu dari Kisah Rihlah Ilmiah Para Salaf</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/pesan-pesan-terindah-bagi-para-pencari-ilmu-agar-bersabar-dan-ikhlash-dalam-mencari-ilmu-dari-kisah-rihlah-ilmiah-para-salaf/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/pesan-pesan-terindah-bagi-para-pencari-ilmu-agar-bersabar-dan-ikhlash-dalam-mencari-ilmu-dari-kisah-rihlah-ilmiah-para-salaf/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 May 2017 01:45:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Bersabar dan Ikhlash dalam Mencari Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Rihlah Ilmiah Para Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Mencari Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Para Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Pencari Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Pesan-pesan Terindah bagi Para Pencari Ilmu agar Bersabar dan Ikhlash dalam Mencari Ilmu dari Kisah Rihlah Ilmiah Para Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Rihlah Ilmiah Para Salaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=3391</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Ust. Abdul Qodir Abu Fa&#8217;izah, Lc.  -hafizhahullah- &#160; Assalamu alaikum. Perjalanan dalam mencari ilmu, bukanlah sesuatu yang ringan. Akan tetapi ia adalah sebuah urusan besar yang tidak mungkin dilakukan, melainkan oleh  orang –orang yang diberi taufik dari sisi Allah –ta’ala- untuk meniti jalan-jalan surga. Pernahkah anda menoleh ke kiri dan ke kanan anda. Anda akan... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/pesan-pesan-terindah-bagi-para-pencari-ilmu-agar-bersabar-dan-ikhlash-dalam-mencari-ilmu-dari-kisah-rihlah-ilmiah-para-salaf/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: </strong><strong>Ust. Abdul Qodir Abu Fa&#8217;izah, Lc.  </strong><strong>-hafizhahullah-</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><em>Assalamu alaikum.</em></p>
<p>Perjalanan dalam mencari ilmu, bukanlah sesuatu yang ringan. Akan tetapi ia adalah sebuah urusan besar yang tidak mungkin dilakukan, melainkan oleh  orang –orang yang diberi taufik dari sisi Allah –ta’ala- untuk meniti jalan-jalan surga.</p>
<p>Pernahkah anda menoleh ke kiri dan ke kanan anda. Anda akan menemukan ribuan manusia, bahkan mungkin jutaan diantara mereka tidak diberi kenikmatan melakukan rihlah dalam mencari ilmu.</p>
<p>Padahal ilmu wahyu adalah buah yang harus dipetik dan dijolok dari pohonnya (yakni, para ulama dan orang-orang berilmu). Namun tentunya, dalam memetiknya, seorang pencari ilmu dan pencintanya membutuhkan kesabaran di dalamnya.</p>
<p>Tidak ada yang merasakan manisnya ilmu, kecuali mereka yang melakukan rihlah  (perjalanan panjang), dengan penuh keikhlasan dalam meraihnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keihkalasan itu akan tergambar dalam kesabaran mereka dalam mendatangi ilmu dari sumbernya, walaupun harus menempuh perjalanan berhari-hari, berbulan-bulan, bertahun-tahun.</p>
<p>Ia tidak akan meninggalkan sumber mata air ilmu itu, melainkan ia telah meminumnya dan menikmatinya dengan sepuas-puasnya, serta ia akan membawanya pulang ke negerinya. Karena, ia sadar bahwa sebaik-baik bekal ke negerinya (yakni, kampung akhirat) adalah ILMU WAHYU yang tertuang dalam Al-Qur’an dan Sunnah yang shohihah.</p>
<p>Ketahuilah,  ilmu wahyu akan melahirkan  ketaqwaan pada diri seorang hamba. Sebab, ilmu adalah petunjuk dan penerang bagi jalan-jalan ketaatan dan pengingat akan bahaya jalan-jalan dosa dan maksiat.</p>
<p>وَمَنْ سَلَكَ طَرِيقًا يَلْتَمِسُ فِيهِ عِلْمًا، سَهَّلَ اللهُ لَهُ بِهِ طَرِيقًا إِلَى الْجَنَّةِ،</p>
<p>“Siapapun yang menempuh suatu jalan, sedang ia mencari ilmu di dalamnya, niscaya Allah akan mudahkan baginya dengan hal itu suatu jalan menuju surga.” [HR. Muslim dalam Shohih-nya (2699)]</p>
<p>Ketahuilah –wahai saudara-saudaraku-, ilmu itu bukanlah sesuatu yang diambil begitu saja, tanpa ada pengorbanan.</p>
<p>Ilmu bagaikan air yang terdapat di sebuah sumur, yang harus ditimba dengan tenaga. Semakin banyak air yang kita timba, maka semakin banyak pula kebutuhan dan kemaslahatan kita akan terpenuhi.</p>
<p>Namun jika anda malas menimbanya, atau bahkan mungkin tidak mau menimbanya, maka disinilah pokok kerugian anda, bahkan kebinasaan anda.</p>
<p>Jika anda adalah salah seorang diantara penuntut ilmu syar’i (atau ilmu agama), maka bersyukurlah kepada Allah, dan iringilah kesyukuran itu dengan kesabaran dalam meraih buah manis yang bernama “ilmu” itu!</p>
<p>Jangan pernah mengeluh dalam mencari ilmu, karena kurangnya ilmu, jauh dari keluarga dan handai taulan, kurangnya tidur atau istirahat, kurangnya harta benda, asingnya negeri pencarian ilmu, dan lain diantara onak dan duri yang harus anda lalui dalam hari-hari kesabaran menuntut ilmu</p>
<p>Ketahuilah, apa yang anda derita, tidaklah seberat apa yang dialami oleh para ulama yang merupakan pionir dan teladan dalam mencari ilmu!</p>
<p>Derita kalian hari ini hanyalah secuil dari derita mereka! Disinilah pentingnya anda mengetahui lika-liku rihlah dan perjalanan jauh mereka dalam mencari ilmu, sampai mereka menempuh ribuan kilometer dengan berkendaraan unta, keledai, bagal. Bahkan tidak sedikit diantara mereka yang berjalan kaki dalam jarak tempuh tersebut.</p>
<p>Lautan, padang pasir, padang rumput, hutan belantara, gunung, lembah-lembah, oase, dan hewan-hewan buas, serta para perompak dan perampok, mereka telah lalui dengan penuh ketabahan, air mata, bahkan mungkin darah!</p>
<p>Akan tetapi semua itu terasa ringan indah, saat hati-hati mereka terisi dengan kerinduan kepada ilmu dan pahala yang besar.</p>
<p>Kedua hal itu bagaikan motor penggerak yang dapat mengangkut gunung-gunung menjulang. Sebuah kejaiban yang luar biasa, para salaf (pendahulu) kita dari kalangan para ulama menorehkan sejarah yang gemilang dan hebat dalam mencari ilmu di berbagai belahan bumi saat itu.</p>
<p>Kemudian dari situ, lahirlah karya tulis dan literarur yang juga luas biasa dari sisi kualitas dan kuantitas. Karya tulis mereka bagaikan karya tulis yang dibuat pada era modern yang penuh dengan alat canggih berupa computer.</p>
<p>Dengan rapi dan indahnya, ia mengalahkan karya tulis para penyandang gelar-gelar akademisi tertinggi di masa ini.</p>
<p>Aku ingin membuktikan kepada anda melalui sebuah contoh, KITAB SHOHIH AL-BUKHORIY, karya Muhammad bin Ismail Al-Jufi Al-Bukhoriy –rahimahullah-.</p>
<p>Jika anda membukanya tanpa latar belakang pengetahuan tentang kitab ini, maka anda pasti menilai bahwa kitab ini ditulis oleh seorang professor handal di zaman ini.</p>
<p>Terlihat dari susunannya yang amat rapi yang tersusun dalam kategori kitab, lalu di bawah kitab, terdapat rincian berupa bab-bab. Lalu bab-bab itu berisi istinbath Penulis.</p>
<p>Dari sisi periwayatnnya, riwayat-riwayat Shohih Al-Bukhoriy memiliki syarat yang amat ketat, dimana syarat beliau menjadikan kitab itu menjadi yang terbaik dan ter-shohih setelah Kitabullah. Belum lagi, dalam mengulang-ulang riwayat yang sama dalam berbagai bab dengan perawi hadits yang berbeda, menjadikan kitab itu sebagai salah satu referensi dalam pengunpulan jalur-jalur periwayatan bagi suatu hadits.</p>
<p>Apa yang ungkapkan dari kejaiban literature para ulama –sebagai contoh SHOHIH AL BUKHARIY- dengan segala keterbatasan alat-alat pendukung mereka, yang hanya berbekal pena, kertas yang amat sederhana, dan sebuah pelita di malam hari, bahkan terkadang menggunakan cahaya bulan; semua ini akan membuat kita tercengang dan bertanya di dalam hati, “Apa yang menyebabkan lahirnya karya tulis yang luar biasa seperti itu?!</p>
<p>Tentunya, karena berkat KESABARAN &amp; KEIKHLASAN para ulama selaku pencari ilmu di masa itu.</p>
<p>Hal ini tentunya sama persis dengan para pencari dunia, dari mana mereka dapatkan harta benda yang melimpah ruah. Tentunya, dari usaha yang penuh kesabaran.</p>
<p>Walaupun tentunya keutamaan ilmu agama tidak dapat kita bandingkan dengan dunia! Sebab, ilmu agama adalah jauh lebih berharga disbanding dunia!</p>
<p>Tapi tahukah anda bagaimana kisah derita para ulama terdahulu dari para nabi, kalangan sahabat, para tabi’in, dan ulama-ulama yang mengikuti langkah mereka selanjutnya?</p>
<p>Demi membantu anda dalam menggambarkan kisah pilu, dan derita berat mereka dalam mencari ilmu agama, maka mari kita simak sebuah ceramah yang berjudul : “Kisah Derita Para Penuntut Ilmu”, yang bisa anda download dan dengar disini : <a href="https://goo.gl/wXzO5a">https://goo.gl/wXzO5a</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber:<br />
<a href="https://abufaizah75.blogspot.co.id/2017/05/pesan-pesan-terindah-bagi-para-pencari-ilmu-agar-bersabar-dan-ikhlash-dalam-mencari-ilmu.html">https://abufaizah75.blogspot.co.id/2017/05/pesan-pesan-terindah-bagi-para-pencari-ilmu-agar-bersabar-dan-ikhlash-dalam-mencari-ilmu.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/pesan-pesan-terindah-bagi-para-pencari-ilmu-agar-bersabar-dan-ikhlash-dalam-mencari-ilmu-dari-kisah-rihlah-ilmiah-para-salaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tabligh Akbar Ulama: Safari Dakwah Bersama Ulama Timur Tengah &#8211; Surakarta</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/tabligh-akbar-ulama-safari-dakwah-bersama-ulama-timur-tengah-surakarta/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/tabligh-akbar-ulama-safari-dakwah-bersama-ulama-timur-tengah-surakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Aug 2016 02:29:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Info Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh Akbar]]></category>
		<category><![CDATA[dengan ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[menggapai surga dengan ilmu]]></category>
		<category><![CDATA[Para Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[wasiat indah para salaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=2576</guid>
		<description><![CDATA[? *SAFARI DAKWAH BERSAMA ULAMA TIMUR TENGAH* بسم الله الرحمن الرحيم Dengan mengharap ridho Allah subhanahu wa ta&#8217;ala Ikuti dan hadiri Tabligh Akbar bersama : *?Syaikh Ali Ahmad Hasan Ar Razihiy* Biografi singkat: Nama : Ali Ahmad Hasan Lahir : 01 Januari 1976 di kota Sha&#8217;adah Yaman Murid senior dari Syaikh Muqbil bin Hadi Beliau... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/tabligh-akbar-ulama-safari-dakwah-bersama-ulama-timur-tengah-surakarta/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>? *SAFARI DAKWAH BERSAMA ULAMA TIMUR TENGAH*</p>
<p>بسم الله الرحمن الرحيم</p>
<p>Dengan mengharap ridho Allah subhanahu wa ta&#8217;ala</p>
<p>Ikuti dan hadiri Tabligh Akbar bersama :<br />
*?Syaikh Ali Ahmad Hasan Ar Razihiy*</p>
<p>Biografi singkat:</p>
<p>Nama : Ali Ahmad Hasan<br />
Lahir : 01 Januari 1976 di kota Sha&#8217;adah Yaman</p>
<p>Murid senior dari Syaikh Muqbil bin Hadi</p>
<p>Beliau adalah pengajar senior &amp; Mustafid di Ma&#8217;had Darul Hadits di kota Ma&#8217;bar Yaman</p>
<p>Beliau sangat piawai dan perhatian dalam menulis Hadits</p>
<p>Karya (kitab) beliau yang sudah di cetak lebih dari 60 Judul</p>
<p>? *JADWAL MUHADOROH*</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="white_check_mark">:white_check_mark:</span> *Rabu 10 Agustus 2016*</p>
<p>*SESI <span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="one">:one:</span>*<br />
*&#8221;MENGGAPAI SURGA DENGAN ILMU&#8221;*</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-2" title="alarm_clock">:alarm_clock:</span> Waktu :<br />
Dhuhur &#8211; 14.00 Wib<br />
? Tempat :<br />
Masjid Al Madinah Pilangsari<br />
?Penterjemah :<br />
Ust. Jauhari Lc</p>
<p>*SESI <span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="two">:two:</span>*<br />
*&#8221;WASIAT INDAH PARA SALAF&#8221;*</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-2" title="alarm_clock">:alarm_clock:</span> Waktu :<br />
Ashar (Sholat ashar bersama Syaikh) -Isya<br />
? Tempat :<br />
Masjid Baiturrahman Grenjeng<br />
?Penterjemah :<br />
Ust. Muhammad Alwi Lc</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="white_check_mark">:white_check_mark:</span> *Kamis 11 Agustus 2016*</p>
<p>*SESI <span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="one">:one:</span>*<br />
*KAJIAN TEMATIK*</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-2" title="alarm_clock">:alarm_clock:</span> Waktu :<br />
Bada Shubuh &#8211; Selesai<br />
? Tempat :<br />
Masjid Hamzah<br />
?Penterjemah :<br />
Ust. Muhammad Na&#8217;im Lc</p>
<p>*SESI <span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="two">:two:</span>*<br />
*SAKINAH DENGAN SUNNAH*</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-2" title="alarm_clock">:alarm_clock:</span> Waktu :<br />
09.00 -17.00<br />
? Tempat :<br />
Masjid Al Umar<br />
Windan &#8211; Surakarta<br />
?Penterjemah :<br />
Ust. Muhammad Na&#8217;im Lc</p>
<p>*SESI <span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="three">:three:</span>*<br />
*KEUTAMAAN AHLI HADITS*</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-2" title="alarm_clock">:alarm_clock:</span> Waktu :<br />
Bada Maghrib &#8211; Selesai<br />
? Tempat :<br />
Masjid Jajar Surakarta<br />
?Penterjemah :<br />
Ust. Muhammad Na&#8217;im Lc</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="white_check_mark">:white_check_mark:</span> *Jum&#8217;at 12 Agustus 2016*</p>
<p>*SESI <span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="one">:one:</span>*<br />
*KHUTBAH JUMAT*</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-2" title="alarm_clock">:alarm_clock:</span> Waktu :<br />
Sholat Jum&#8217;at &#8211; Selesai<br />
? Tempat :<br />
Masjid Al Madinah Cepogo Boyolali<br />
?Penterjemah :<br />
Ust. Jauhari Lc</p>
<p>*SESI <span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="two">:two:</span>*<br />
*MAKNA SHIROTOL MUSTAQIM*</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-2" title="alarm_clock">:alarm_clock:</span> Waktu :<br />
Ashar &#8211; 16.30<br />
? Tempat :<br />
Masjid Al Madinah Cepogo Boyolali<br />
?Penterjemah :<br />
Ust. Jauhari Lc</p>
<p>*SESI <span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="three">:three:</span>*<br />
*BEKAL MENUJU AKHIRAT*</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-2" title="alarm_clock">:alarm_clock:</span> Waktu :<br />
Sholat Maghrib (Sholat Maghrib bersama Syaikh) &#8211; Selesai<br />
? Tempat :<br />
Masjid Al Muhajirin Winong Baru Boyolali</p>
<p>(Terminal Boyolali ke Selatan *tempat masih dalam konfirmasi*)</p>
<p>?Penterjemah :<br />
Ust. Jauhari Lc</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-2" title="gift">:gift:</span> *PENYELENGGARA*<br />
YAYASAN AL MADINAH SURAKARTA</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-2" title="calling">:calling:</span> *Informasi :*<br />
0858 7918 0015</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-2" title="radio">:radio:</span>Live Radio :<br />
*96.00 Mhz &#8211; Al Madinah Fm*</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-1" title="palm_tree">:palm_tree:</span><span class="emoji  emoji-spritesheet-1" title="palm_tree">:palm_tree:</span><span class="emoji  emoji-spritesheet-1" title="palm_tree">:palm_tree:</span><span class="emoji  emoji-spritesheet-1" title="palm_tree">:palm_tree:</span><span class="emoji  emoji-spritesheet-1" title="palm_tree">:palm_tree:</span><span class="emoji  emoji-spritesheet-1" title="palm_tree">:palm_tree:</span><span class="emoji  emoji-spritesheet-1" title="palm_tree">:palm_tree:</span><span class="emoji  emoji-spritesheet-1" title="palm_tree">:palm_tree:</span></p>
<p>*DIBUKA KESEMPATAN TA&#8217;AWUN &#8216;ALAL BIRRI WA TAQWA*</p>
<p><span class="emoji  emoji-spritesheet-4" title="white_check_mark">:white_check_mark:</span> Bisa disalurkan melalui rekening</p>
<p>*BSM*<br />
*704 335 0581*<br />
*AN : YAYASAN AL MADINAH SURAKARTA*</p>
<p>Konfirmasi : 08562834493</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/tabligh-akbar-ulama-safari-dakwah-bersama-ulama-timur-tengah-surakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mutiara Salaf 36: Ilustrasi Keikhlasan Para Salaf</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-36-ilustrasi-keikhlasan-para-salaf/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-36-ilustrasi-keikhlasan-para-salaf/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 15 Sep 2015 03:40:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Ilustrasi Keikhlasan Para Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[keikhlasan]]></category>
		<category><![CDATA[Keikhlasan Para Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Para Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=880</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Salaf adalah mereka yang setia menapaki jalan hidup (sunnah) Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari kalangan tiga generasi (para sahabat, tabi&#8217;in, dan tabi&#8217;ut tabi&#8217;in) Para salaf dikenal dengan keikhlasannya dalam beramal dan melakukan ketaatan. Keikhlasan itu laksana baju yang tidak pernah terlepas dari diri mereka. Pernahkah kalian membayangkan jika seseorang di antara mereka takut... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-36-ilustrasi-keikhlasan-para-salaf/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Salaf adalah mereka yang setia menapaki jalan hidup (sunnah) Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari kalangan tiga generasi (para sahabat, tabi&#8217;in, dan tabi&#8217;ut tabi&#8217;in)</p>
<p>Para salaf dikenal dengan keikhlasannya dalam beramal dan melakukan ketaatan. Keikhlasan itu laksana baju yang tidak pernah terlepas dari diri mereka.<br />
Pernahkah kalian membayangkan jika seseorang di antara mereka takut kepada Allah dan Hari Kiamat beserta huru-hara di sana? Maka ia (seorang salaf) menitikkan air matanya, tanpa disadari oleh orang yang terdekat dengannya.</p>
<p>Seorang salaf dari kalangan tabi&#8217;in, Al-Imam Muhammad bin Wasi&#8217; bin Jabir bin Al-Akhnas bin A&#8217;idz bin Kharijah bin Ziyad Al-Azdiy Al-Bashriy (wafat pada 123 H) rahimahullah melukiskan kepada kita kondisi para salaf dalam menjaga keikhlasan amalannya,</p>
<p>لَقَدْ أَدْرَكْتُ رِجَالاً كَانَ الرَّجُلُ يَكُوْنُ رَأْسُهُ مَعَ رَأْسِ امْرَأَتِهِ عَلَى وِسَادَةٍ وَاحِدَةٍ قَدْ بَلَّ مَا تَحْتَ خَدِّهِ مِنْ دُمُوْعِهِ لاَ تَشْعُرُ بِهِ امْرَأَتُهُ، وَلَقَدْ أَدْرَكْتُ رِجَالاً يَقُوْمُ أَحَدُهُمْ فِي الصَّفِّ، فَتَسِيْلُ دُمُوْعُهُ عَلَى خَدِّهِ وَلاَ يَشْعُرُ بِهِ الَّذِيْ إِلَى جَانِبِهِ</p>
<p>&#8220;Sungguh aku telah menjumpai para tokoh (yakni para salaf). Seorang di antara mereka kepalanya bersama kepala istrinya di atas sebuah bantal, sementara itu sesuatu yang ada di bawah pipinya telah basah karena air matanya. Istrinya tidak menyadari hal itu. Sungguh aku telah menjumpai para tokoh (yakni para salaf), seorang di antara mereka berdiri dalam shaf, berderailah air matanya pada pipinya, sedang orang yang ada di sampingnya tak menyadari hal itu.&#8221;<br />
[Atsar riwayat Abu Nu&#8217;aim dalam Hilyah Al-Auliya` (2/347)]</p>
<p>Atsar ini merupakan ilustrasi dan gambaran tentang keikhlasan para salaf dan hebatnya mereka dalam menjaga keikhlasannya dalam beramal. Sebisa mungkin mereka berusaha menyembunyikan amalan shalih. Lihatlah, seorang di antara mereka amat takut jika ada yang melihat air matanya berderai, air mata yang bercucuran karena amat takutnya ia kepada Allah Azza wa Jalla.</p>
<p>Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-36-ilustrasi-keikhlasan-para-salaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mutiara Salaf 31: Mengukur Diri dengan Sirah Para Salaf</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-31-mengukur-diri-dengan-sirah-para-salaf/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-31-mengukur-diri-dengan-sirah-para-salaf/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 10 Sep 2015 03:06:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Mengukur Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Mengukur Diri dengan Sirah Para Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Para Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Salaf]]></category>
		<category><![CDATA[Sirah Para Salaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=865</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Banyaknya amalan yang kita lakukan janganlah membuat kita tertipu dan puas. Apa saja yang kita kerjakan berupa amalan dan ibadah, jika mau dibandingkan dengan sirah (jalan hidup dan sejarah) para Salaf, kita akan minder dan malu atas kekurangan dan sikap teledor kita selama ini. Barulah kita sadar bahwa apa-apa yang kita lakukan amatlah sedikit... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-31-mengukur-diri-dengan-sirah-para-salaf/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>&nbsp;</p>
<p>Banyaknya amalan yang kita lakukan janganlah membuat kita tertipu dan puas. Apa saja yang kita kerjakan berupa amalan dan ibadah, jika mau dibandingkan dengan sirah (jalan hidup dan sejarah) para Salaf, kita akan minder dan malu atas kekurangan dan sikap teledor kita selama ini. Barulah kita sadar bahwa apa-apa yang kita lakukan amatlah sedikit dibandingkan amalan mereka.</p>
<p>Abu Hamid Ahmad bin Hamdun An-Naisaburiy Al-A&#8217;masyiy (wafat 271 H) -rahimahullah- berkata,</p>
<p>مَنْ نَظَرَ فِيْ سِيَرِ السَّلَفِ، عَرَفَ تَقْصِيْرَهُ وَتَخَلُّفَهُ عَنْ دَرَجَاتِ الرِّجَالِ</p>
<p>&#8220;Siapapun yang memperhatikan sirah para Salaf, (barulah) ia mengenal keteledorannya dan ketertinggalannya dari tingkatan-tingkatan para tokoh tersebut.&#8221;<br />
[Lihatlah Shifah Ash-Shafwah 4/122 oleh Ibnul Jauziy, cet. Dar Al-Ma&#8217;rifah]</p>
<p>Para Salaf adalah kaum yang memang terpilih untuk menjadi pionir dan teladan dalam segala kebaikan. Terlihat dalam kehidupan mereka berupa kehebatan dan keluarbiasaan dalam sholat jamaah, sedekah, jihad, membaca Al-Qur`an, menyambung tali silaturahim, akhlak, fiqih, amar ma&#8217;ruf-nahi munkar, dan lainnya.<br />
Jika Anda melihat bahwa diri Anda telah hebat dan banyak mengumpulkan kebaikan, yakinlah bahwa apapun yang Anda lakukan hanyalah secuil dari amalan yang telah dikerjakan oleh para Salaf.</p>
<p>Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-31-mengukur-diri-dengan-sirah-para-salaf/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
