<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim &#187; puasa</title>
	<atom:link href="https://markazdakwah.or.id/tag/puasa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://markazdakwah.or.id</link>
	<description>www.markazdakwah.or.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Apr 2019 07:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Hukum Tentang Mengkhususkan Puasa, Doa, Istighfar, dan Ibadah Lain pada Akhir Tahun Hijriyah</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/hukum-tentang-mengkhususkan-puasa-doa-istighfar-dan-ibadah-lain-pada-akhir-tahun-hijriyah/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/hukum-tentang-mengkhususkan-puasa-doa-istighfar-dan-ibadah-lain-pada-akhir-tahun-hijriyah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 20 Sep 2017 08:02:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[akhir tahun]]></category>
		<category><![CDATA[hijriyah]]></category>
		<category><![CDATA[ibadah]]></category>
		<category><![CDATA[muharram]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa muharram]]></category>
		<category><![CDATA[tahun baru islam]]></category>
		<category><![CDATA[tahun hijriyah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=3814</guid>
		<description><![CDATA[Telah sah dari Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam bahwa beliau bersabda, مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيْهِ فَهُوَ رَدٌّ. “Barangsiapa yang mengada-adakan hal-hal baru dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal dari (agama) tersebut, hal tersebut tertolak.”.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim] مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ. “Barangsiapa yang mengamalkan suatu... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/hukum-tentang-mengkhususkan-puasa-doa-istighfar-dan-ibadah-lain-pada-akhir-tahun-hijriyah/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;" align="center">Telah sah dari Nabi <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> bahwa beliau bersabda,</p>
<p dir="RTL">مَنْ أَحْدَثَ فِيْ أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيْهِ فَهُوَ رَدٌّ.</p>
<p><em>“Barangsiapa yang mengada-adakan hal-hal baru dalam urusan (agama) kami ini yang bukan berasal dari (agama) tersebut, hal tersebut tertolak.”</em>.” [Diriwayatkan oleh Al-Bukhâry dan Muslim]</p>
<p dir="RTL">مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ.</p>
<p><em>“B<em>arangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang (amalan) itu bukan berasal dari perkara kami, (amalan) itu tertolak.</em></em>” [Diriwayatkan oleh Muslim]</p>
<p>Ibnu Mas’ûd berkata, “Hendaknya kalian sekadar mengikuti (syariat), dan janganlah berbuat bid’ah (perkara baru). Pastilah kalian telah dicukupi.” [Dikeluarkan oleh Ibnu Abi Khaitsamah dan selainnya]</p>
<p>Ibnu Umar berkata, “Setiap bid’ah adalah sesat, walaupun dipandang baik oleh manusia.” [Diriwayatkan oleh Al-Lâlakâ`iy]</p>
<p>Hassân bin ‘Athiyyah berkata, “Tiada satu kaum pun yang berbuat bid’ah dalam agama mereka, kecuali bahwa, dari mereka, Allah akan mencabut suatu sunnah yang semisal dengannya, lalu sunnah itu tidak akan dikembalikan kepada mereka hingga hari kiamat.” [Diriwayatkan oleh Ad-Dârimy]</p>
<p>Hadits dan mutiara-mutiara hikmah dari ucapan ulama Islam seperti di atas sangatlah banyak. Semuanya menunjukkan akan bahaya bid’ah dan perkara baru dalam agama.</p>
<p>Juga bahwa keterangan di atas adalah kaidah penting dalam beragama, bahwa setiap amalan harus dibangun di atas dalil karena agama kita telah sempurna dan menjelaskan segala hal yang manusia perlukan.</p>
<p dir="RTL">الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا.</p>
<p><em>“Pada hari ini, telah </em><em>Kusempurnakan</em><em> agama kalian untuk kalian dan telah Ku-cukupkan nikmat-Ku atas kalian, serta telah Kuridhai Islam itu sebagai agama bagi kalian.” </em>[<strong>Al-Mâ`idah: 3</strong>]</p>
<p dir="RTL">وَنَزَّلْنَا عَلَيْكَ الْكِتَابَ تِبْيَانًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً وَبُشْرَى لِلْمُسْلِمِينَ.</p>
<p><em>“Dan Kami telah menurunkan Al-Kitab (Al-Qur`an) kepadamu guna  menjelaskan segala sesuatu serta sebagai petunjuk, rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.” </em>[<strong>An-Nahl: 89</strong>]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menanggapi banyaknya anjuran doa-doa dan ibadah-ibadah pada akhir tahun Hijriyah yang disebarkan pada hari-hari ini, Kami perlu mengingatkan beberapa perkara:</p>
<p><strong>Pertama</strong>, tidaklah dikenal, dalam agama kita, bahwa ada hari raya selain Idul Fithri, Idul Adha, dan hari Jum’at. Hal ini ditunjukkan oleh sejumlah dalil, di antaranya adalah sabda beliau,</p>
<p dir="RTL">إِنَّ اللهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا: يَوْمَ الْفِطْرِ، وَيَوْمَ النَّحْرِ</p>
<p><em>“Sesungguhnya Allah telah mengganti kedua hari itu untuk kalian dengan dua hari yang lebih baik daripada kedua (hari) itu: hari Idul Fitri dan hari An-Nahr (Idul Adha).”</em> [Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud, dan An-Nasâ`iy]</p>
<p>Oleh karena itu, mengadakan peringatan tahun baru Hijriyah dan yang semisalnya adalah hal yang tidak disyariatkan.</p>
<p><strong>Kedua</strong>, peringatan tahun baru hanyalah dikenal sebagai tradisi orang-orang kafir yang memiliki perayaan tahun baru, hari lahir Isa Al-Masih, dan semisalnya.</p>
<p>Kita telah dilarang untuk menyerupai orang-orang kafir dalam segala hal. Banyak dalil yang menunjukkan hal tersebut, di antaranya adalah sabda beliau <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em>,</p>
<p dir="RTL">مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ</p>
<p><em>“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, dia tergolong ke dalam kaum tersebut.”</em> [Diriwayatkan oleh Ahmad dan Abu Dawud]</p>
<p><strong>Ketiga</strong>, suatu ibadah yang diperintahkan secara mutlak tidaklah boleh diamalkan dalam bentuk khusus, kecuali berdasarkan dalil. Siapa saja yang mengkhususkan ibadah pada suatu waktu tertentu tanpa berdasarkan dalil, hal tersebut adalah bid’ah. Demikianlah penegasan sejumlah ulama [<em>Majmu’ Fatâwâ</em>, <em>I’lâm Al-Muwaqqi’în</em>, <em>Al-I’tishâm</em>, <em>Ahkâm Al-Janâ`iz</em>, dan <em>Asy-Syarh Al-Mumti’</em>].</p>
<p>Ironisnya, hal inilah yang terjadi pada akhir tahun Hijriyah ini, seperti amalan sebagian orang yang mengirim anjuran bertaubat dan beristighfar secara khusus dan dengan cara tertentu untuk akhir tahun ini. Padahal, taubat dan istighfar adalah ibadah pada segala waktu. Tiada dalil yang mengkhususkan untuk mengamalkan kedua ibadah tersebut pada akhir tahun.</p>
<p>Demikian pula amalan sebagian orang yang mengadakan doa-doa khusus untuk akhir tahun. Padahal, doa kepada Allah adalah pada segala keadaan.</p>
<p>Tergolong pula sebagai bid’ah, mengadakan doa-doa khusus untuk keadaan khusus, sedangkan Nabi <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em> tidak pernah mengajarkannya.</p>
<p><strong>Keempat</strong>, kadang ada yang bertanya, “Bukankah doa, taubat, dan istighfar adalah perkara yang baik? Mengapa kami dilarang mengamalkannya pada akhir tahun? Apakah kami akan disiksa karena berdoa dan beribadah?”</p>
<p>Jawabannya adalah bahwa doa, taubat, istighfar, dan seluruh ibadah hanyalah teranggap sebagai ibadah yang shahih dan diterima bila memenuhi tiga syarat:</p>
<p>1. Pelaku ibadah adalah orang yang tauhidnya benar.</p>
<p>2. Ibadah diamalkan karena ikhlas kepada Allah.</p>
<p>3. Ibadah dikerjakan berdasarkan tuntunan Rasulullah <em>shallallâhu ‘alaihi wa sallam</em>.</p>
<p>Tiga syarat tersebut adalah berdasarkan banyak dalil, yang di antaranya adalah firman Allah <em>Ta’âlâ</em>,</p>
<p dir="RTL">وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ.</p>
<p><em>“Padahal mereka tidaklah diperintah, kecuali agar menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama yang lurus.”</em> [<strong>Al-Bayyinah: 5</strong>]</p>
<p>Seluruh umat Islam akan mengingkari siapa saja yang melaksanakan shalat Zhuhur sebanyak lima rakaat karena seluruh kaum muslimin bersepakat bahwa shalat Zhuhur hanyalah empat rakaat. Tentunya, tidak seorang pun yang berkata, “Mengapa dilarang? Padahal shalat, ruku’, dan sujud adalah ibadah.”</p>
<p>Di antara hikmah yang agung adalah kalimat yang dikemukakan oleh tokoh ulama tabi’in, Saîd bin Al-Musayyab, bahwa beliau melihat seseorang melaksanakan shalat sunnah dua rakaat setelah shalat Shubuh maka beliau melarang orang itu. Orang itu pun bertanya, “Wahai Abu Muhammad, apakah Allah menyiksaku karena suatu shalat?!” Maka Sa’id menjawab,</p>
<p dir="RTL">لَا وَلَكِنْ يُعَذِّبُكَ عَلَى خِلَافِ السُّنَّةِ</p>
<p>“Tidak, tetapi (Allah) akan menyiksamu karena penyelisihan (engkau) terhadap sunnah.” [Diriwayatkan oleh Abdurrazzaq, Ad-Dârimy, dan Al-Baihaqy. Dishahihkan oleh Al-Albâny dalam <em>Al-Irwâ`</em> 2/236]</p>
<p>Kami menutup tulisan ini dengan tuturan indah dari Imam Al-Barbahâry <em>rahimahullâh</em>, “Berhati-hatilah terhadap bid’ah (perkara baru) yang kecil karena bid’ah kecil akan menjadi besar. Demikianlah setiap bid’ah yang diada-adakan di tengah umat ini, yang awalnya adalah kecil, menyerupai kebenaran, sehingga tertipulah orang yang masuk ke dalamnya. Kemudian, dia tidak mampu keluar dari (bid’ah) itu. Bid’ah tersebut menjadi besar dan menjadi agama yang dianut sehingga menyelisihi jalan yang lurus dan mengeluarkan dari keislaman.” [<em>Syarh As-Sunnah</em>]</p>
<p>Wallahu A’lam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>[Materi tulisan banyak disadur dari makalah <em>Hukm Takhshîsh Âkhir Al-‘Âm Al-Hijry</em> … karya Hassâm bin Abdillah Al-Husain]</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sumber:<br />
<a href="http://dzulqarnain.net/hukum-tentang-mengkhususkan-puasa-doa-istighfar-dan-ibadah-lain-pada-akhir-tahun-hijriyah.html">http://dzulqarnain.net/hukum-tentang-mengkhususkan-puasa-doa-istighfar-dan-ibadah-lain-pada-akhir-tahun-hijriyah.html</a></p>
<div class="at-below-post addthis_tool" data-url="http://dzulqarnain.net/hukum-tentang-mengkhususkan-puasa-doa-istighfar-dan-ibadah-lain-pada-akhir-tahun-hijriyah.html"></div>
<div class="sharedaddy sd-sharing-enabled"></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/hukum-tentang-mengkhususkan-puasa-doa-istighfar-dan-ibadah-lain-pada-akhir-tahun-hijriyah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daurah Islam Ilmiah: Masjid Al-Barokah &#8211; Semarang</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/daurah-islam-ilmiah-masjid-al-barokah-semarang-3/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/daurah-islam-ilmiah-masjid-al-barokah-semarang-3/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 11 Jun 2016 06:40:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Info Dakwah]]></category>
		<category><![CDATA[Tabligh Akbar]]></category>
		<category><![CDATA[akhlaq nabi]]></category>
		<category><![CDATA[Alqoriah]]></category>
		<category><![CDATA[Nabi]]></category>
		<category><![CDATA[pembatal puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[qiyam ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[surat alqoriah]]></category>
		<category><![CDATA[tafsir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=2439</guid>
		<description><![CDATA[????? ?BULAN ?PENUH ?BERKAH ☝️Dengan mengharapkan Ridho Allah . ? Hadirilah&#8230;.! D A U R O H I S L A M I L M I A H . Insya Allah: ? Hari SABTU AHAD, 6-7 RAMADHAN 1437 H / 10-11 JUNI 2016 . ?Pemateri : Al Ustadz Abdul Mu&#8217;thi Al Maedani حفظه الله .... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/daurah-islam-ilmiah-masjid-al-barokah-semarang-3/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>?????<br />
?BULAN<br />
?PENUH<br />
?BERKAH</p>
<p>☝️Dengan mengharapkan Ridho Allah<br />
.<br />
? Hadirilah&#8230;.!<br />
D A U R O H I S L A M I L M I A H<br />
.<br />
Insya Allah:<br />
? Hari SABTU AHAD, 6-7 RAMADHAN 1437 H / 10-11 JUNI 2016<br />
.<br />
?Pemateri :<br />
Al Ustadz Abdul Mu&#8217;thi Al Maedani حفظه الله<br />
.<br />
? Materi :</p>
<p>? Sabtu ( 10 Juni 2016)<br />
⛔️ PEMBATAL PEMBATAL PUASA<br />
⏲ 16.00- 17.30 WIB</p>
<p>.<br />
? Ahad ( 12 Juni 2016):<br />
?TAFSIR SURAT AL QAARI&#8217;AH<br />
⏲ Ba&#8217;da shubuh &#8211; Selesai<br />
.</p>
<p>? &#8220;MENIRU AKHLAQ NABI Bag 2&#8243;<br />
( Diambil dari Kitab : Durusul Muhimmah Li Aamatil Ummah. Karya Asy Syaikh Abdul Aziz Bin Baz Rahimahulloh)<br />
⏲ : 10.00-11.30<br />
.</p>
<p>?&#8221;SIFAT QIYAM RAMADHAN&#8221;<br />
⏲ : 16.00-17.30</p>
<p>.<br />
?Tempat : Masjid AL-BAROKAH di Jalan Tegalsari Raya no 41 (depan Alfa Mart) Semarang &#8211; Jawa Tengah<br />
.<br />
?&#8221;Barang siapa yang menempuh sebuah jalan untuk menuntut ilmu, Allah akan mudahkan untuknya jalan menuju surga.&#8221; [HR. Muslim, no. 2699]<br />
.<br />
? Bagi Yang ingin mengajukan Pertanyaan Sesuai Tema Dauroh,<br />
dapat dikirim melalui : +6281325888015<br />
.<br />
?Gratis: Terbuka untuk umum, muslimin dan muslimat<br />
Baarakallahufiikum<br />
______________________<br />
.<br />
WA Kajian AL Barokah :<br />
+6281325888015 (Putra)<br />
+6281325914002 (Putri)</p>
<p>?Live Streaming Via :<br />
? Radio Al Barokah<br />
? www.majelis-albarokah.com</p>
<p>FB : Majelis Al-Barokah<br />
Twitter &amp; Ig : @mtalbarokah</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/daurah-islam-ilmiah-masjid-al-barokah-semarang-3/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tentang Mengqadha Puasa yang Telah Lewat</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/tentang-mengqadha-puasa-yang-telah-lewat/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/tentang-mengqadha-puasa-yang-telah-lewat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2015 03:16:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Mengqadha]]></category>
		<category><![CDATA[Mengqadha Puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=1100</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Bismillaah, Ana mau tanya. Bagaimana jika seorang wanita punya hutang puasa ramadhan, tp blm sempat dia membayar wanita itu hamil. Dan tdk mampu membayar sampai puasa ramadhan berikutnya, apa yang harus dilakukan wanita tsb? Dan apa hukumnya? Jawab: Sebaiknya seseorang menyegerakan kewajibannya dalam mengqadha puasanya agar puasanya tidak keluar dari waktunya. Jika seseorang menunda... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/tentang-mengqadha-puasa-yang-telah-lewat/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:</p>
<p>Bismillaah, Ana mau tanya. Bagaimana jika seorang wanita punya hutang puasa ramadhan, tp blm sempat dia membayar wanita itu hamil. Dan tdk mampu membayar sampai puasa ramadhan berikutnya, apa yang harus dilakukan wanita tsb? Dan apa hukumnya?</p>
<p>Jawab:</p>
<p>Sebaiknya seseorang menyegerakan kewajibannya dalam mengqadha puasanya agar puasanya tidak keluar dari waktunya. Jika seseorang menunda karena ada udzur syar&#8217;iy, ia tak berdosa dan tetap wajib mengganti di waktu lain. Namun, ia tetap beristighfar atas kelalaiannya. Akan tetapi, jika terus mengundur tanpa ada udzur, orang yang seperti ini berdosa.</p>
<p>Wallahu A&#8217;lam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/tentang-mengqadha-puasa-yang-telah-lewat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Puasa, Zakat, dan Shalat</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/seputar-puasa-zakat-dan-shalat/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/seputar-puasa-zakat-dan-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2015 03:39:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=1114</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Apakah boleh menyetorkan zakat fithri lebih dari yang ditentukan? Jawab: Boleh. Kelebihan tersebut terhitung sebagai tambahan kebaikan bagi pemberi zakat. Wallahu A&#8217;lam Tanya: ustadz mau nanya, untuk panitia zakat apakah dapat bagian zakat, karena sepengetahuan saya yang dapat itu `amil, sepengetahuan saya `amil sama panitia itu lain Jawab: Bila tergolong ke dalam fakir dan... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/seputar-puasa-zakat-dan-shalat/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />
Apakah boleh menyetorkan zakat fithri lebih dari yang ditentukan?</p>
<p>Jawab:<br />
Boleh. Kelebihan tersebut terhitung sebagai tambahan kebaikan bagi pemberi zakat.<br />
Wallahu A&#8217;lam<br />
Tanya:<br />
ustadz mau nanya, untuk panitia zakat apakah dapat bagian zakat, karena sepengetahuan saya yang dapat itu `amil, sepengetahuan saya `amil sama panitia itu lain</p>
<p>Jawab:<br />
Bila tergolong ke dalam fakir dan miskin, panitia zakat fitri tersebut bisa mendapat bagian zakat.<br />
Adapun zakat harta, amil zakat termasuk ke dalam delapan golongan yang berhak menerima zakat.<br />
Wallahu A&#8217;lam<br />
Tanya:<br />
Assalamu alaikum<br />
Saya mau tanya ..<br />
Td kan sya jm 4.35(tengah 5) udah bangun bunyi suara imsak dr musola pun sya denger.tp saya tdr lagi .ehh pas jm 4.50 adzan sudah sampe assalatu khoiruminnanaumsya bangun lg buat minum beberapa gelas.<br />
Kira2 puasanya batal gag?<br />
Katanya imsak smpe adzan..tp td adzanya udh hampir slesai.<br />
Mohon jawabanny<br />
Sukron</p>
<p>Jawab:<br />
Wa&#8217;alaikumus salam<br />
Bila mengetahui bahwa adzan tersebut tepat waktu, makan dengan sengaja adalah membatalkan puasa.<br />
Wallahu A&#8217;lam<br />
Tanya:<br />
Bismillaah..<br />
Ustadz, saya izin bertanya.<br />
Di daerah saya sekarang sedang terkena dampak erupsi Gunung Raung, berupa hujan abu.<br />
Maka dari itu masyarakat diminta mengenakan masker.<br />
Apakah hukumnya shalat dengan mengenakan masker?<br />
Terutama saat melakukan sujud.<br />
Jazakallah..</p>
<p>Jawab:<br />
Tidak boleh mengerjakan shalat dengan mengenakan masker sebab ada larangan dari Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa sallam tentang shalat dengan menutup mulut.<br />
Namun bila dalam kondisi darurat, hal tersebut tidak mengapa insya Allah.<br />
Wallahu A&#8217;lam<br />
Tanya:<br />
Bismillah mau tanya..klo zakat harta bisa nda diberikan seperti bagi2 ke anak2 pd saat lebaran??</p>
<p>Jawab:<br />
Boleh bila anak-anak tersebut termasuk ke dalam golongan yang berhak menerima zakat.<br />
Wallahu A&#8217;lam<br />
Tanya:<br />
apakah boleh isteri yang mengeluarkan zakat anaknya karena mau cari pahala?syukran</p>
<p>Jawab:<br />
Boleh insya Allah.<br />
Wallahu A&#8217;lam<br />
Tanya:<br />
Assalamu &#8216;alaikum.<br />
Sy ingin brtanya apkah seorang wanita tdk akan mndptkan mlm lailatul qadr apabila wanita tsb mndptkan haid di 10 akhir Ramadhan? Mhon nasehatx ustadz</p>
<p>Jawab:<br />
Wa&#8217;alaikumussalam<br />
Lailatul Qadr berkaitan dengan amalan shalih, dan tidak ada kaitannya dengan kondisi haid dan nifas pada perempuan.<br />
Ada banyak amalan shalih yang bisa dikerjakan oleh perempuan haid dan nifas.<br />
Wallahu A&#8217;lam</p>
<p>Al-Ustadz Dzulqarnain M. Sunusi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/seputar-puasa-zakat-dan-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Seputar Zakat, I&#8217;tikaf, dan Buka Puasa</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/seputar-zakat-itikaf-dan-buka-puasa/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/seputar-zakat-itikaf-dan-buka-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 12 Jul 2015 03:34:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[buka puasa]]></category>
		<category><![CDATA[i'tikaf]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=1110</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Afwan..mau tanya Boleh ndak amil zakat suatu masjid memberikan zakat fithri ke lembaga/ ponpes ? Ndak langsung ke santrinya Jawab: Boleh memberikan zakat langsung kepada mustahiq, juga boleh memberikan kepada mustahiq dengan perantara wakilnya. Lembaga atau pondok pesantren adalah wakil dari pihak santri. Mereka boleh menerima zakat untuk diberikan kepada santri mereka. Tanya: Bismillah.ustd... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/seputar-zakat-itikaf-dan-buka-puasa/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Tanya:<br />
Afwan..mau tanya<br />
Boleh ndak amil zakat suatu masjid memberikan zakat fithri ke lembaga/ ponpes ? Ndak langsung ke santrinya</p>
<p>Jawab:<br />
Boleh memberikan zakat langsung kepada mustahiq, juga boleh memberikan kepada mustahiq dengan perantara wakilnya.<br />
Lembaga atau pondok pesantren adalah wakil dari pihak santri. Mereka boleh menerima zakat untuk diberikan kepada santri mereka.<br />
Tanya:<br />
Bismillah.ustd mau tanya,bolehkah orang yg membayar zakat fitri mendapat bagian zakat fitri krn dia termasuk fakir/miskin?</p>
<p>Jawab:<br />
Seseorang yang telah memiliki keperluan makanan untuk diri dan keluarganya serta punya kelebihan makanan sebanyak satu sha&#8217; atau lebih pada malam, dia wajib mengeluarkan zakat fithrinya.<br />
Jika tergolong sebagai fakir atau miskin, dia tidak mengapa menerima zakat yang diberikan kepadanya, walaupun dia sendiri telah mengeluarkan zakat fithrinya.<br />
Tanya:<br />
Bismillah. Afwan ustadz, kalau seorang yang i&#8217;tikaf melakukan jual beli (misalnya transaksi pulsa) apakah i&#8217;tikafnya batal?</p>
<p>Jawab:<br />
Jual-beli di dalam masjid adalah haram.<br />
Hal yang diharamkan tidak diperbolehkan untuk orang yang beri&#8217;tikaf, tetapi hal tersebut tidak membatalkan i&#8217;tikafnya.<br />
Tanya:<br />
Bismillah, afwan akh,.tlg tnyakan ke asatidz hukum seseorang mengadkan/mnghadiri undangsn acra buka bersama?jazaakumullohu khairan.<br />
Tanya:<br />
Ada yang bertanya tadz ttg hukum buka puasa bersama terkait dgn fatwa Syaikh Shalih Al-Fauzan bhw buka puasa bersama adalah bid&#8217;ah.</p>
<p>Jawab:<br />
1. Memberi buka puasa adalah hal yang dianjurkan sebagaimana telah sah hadits tentang hal tersebut.<br />
2. Tidak mengapa berbuka puasa bersama dengan maksud memberi makan kepada orang-orang fakir atau orang yang memerlukan.<br />
3. Yang tidak diperbolehkan adalah buka puasa bersama dengan maksud riya dan pamer, atau kebiasaan buka puasa bersama yang hanya untuk beberapa orang tertentu, bukan dari kalangan orang-orang yang memerlukan.<br />
Nukilan dari Syaikh Shalih Al-Fauzan yang menganggap bid&#8217;ah adalah keliru dalam memahami jawaban ulama.</p>
<p>Dzulqarnain M. Sunusi<br />
Fb: Dzulqarnain M. Sunusi &#8211; dzulqarnain.net<br />
Twitter: @DzulqarnainMS</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/seputar-zakat-itikaf-dan-buka-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mutiara Salaf 3: Awas, Jangan Coba-Coba Meninggalkan Puasa</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-3-awas-jangan-coba-coba-meninggalkan-puasa/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-3-awas-jangan-coba-coba-meninggalkan-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 28 Jun 2015 08:51:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[jangan coba-coba]]></category>
		<category><![CDATA[membatalkan puasa]]></category>
		<category><![CDATA[meninggalkan puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=769</guid>
		<description><![CDATA[Sebagian orang yang lemah iman berani membatalkan puasanya. Padahal ini adalah kelakuan buruk dan pelanggaran besar terhadap kehormatan Bulan Ramadhan. Sahabat Abu Umamah Al-4 radhiyallahu anhu berkata, &#8220;Saya pernah mendengarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda, بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ فَأَتَيَا بِي جَبَلاً وَعْرًا فَقَالاَ لِي : اصْعَدْ فَقُلْتُ : إِنِّي... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-3-awas-jangan-coba-coba-meninggalkan-puasa/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Sebagian orang yang lemah iman berani membatalkan puasanya. Padahal ini adalah kelakuan buruk dan pelanggaran besar terhadap kehormatan Bulan Ramadhan.<br />
Sahabat Abu Umamah Al-4 radhiyallahu anhu berkata, &#8220;Saya pernah mendengarkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda,</p>
<p>بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ أَتَانِي رَجُلاَنِ فَأَخَذَا بِضَبْعَيَّ فَأَتَيَا بِي جَبَلاً وَعْرًا فَقَالاَ لِي : اصْعَدْ فَقُلْتُ : إِنِّي لاَ أُطِيقُهُ ، فَقَالاَ : إِنَّا سَنُسَهِّلُهُ لَكَ فَصَعِدْتُ حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ الْجَبَلِ إِذَا أَنَا بِأَصْوَاتٍ شَدِيدَةٍ فَقُلْتُ : مَا هَذِهِ الأَصْوَاتُ ؟ قَالُوا : هَذَا عَوَىُ أَهْلِ النَّارِ ، ثُمَّ انْطَلَقَ بِي فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيبِهِمْ مُشَقَّقَةٍ أَشْدَاقُهُمْ تَسِيلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا ، قَالَ : قُلْتُ : مَنْ هَؤُلاَءِ ؟ قَالَ : هَؤُلاَءِ الَّذِينَ يُفْطِرُونَ قَبْلَ تَحِلَّةِ صَوْمِهِمْ</p>
<p>&#8216;Tatkala tidur, tiba-tiba saya didatangi oleh dua orang seraya memegang kedua lengan atasku. Mereka pun membawaku menuju gunung yang terjal. Berkatalah keduanya kepadaku, &#8216;Mendakilah.&#8217;<br />
Saya membalas, &#8216;Saya tak mampu mendaki.&#8217;<br />
&#8216;Sesungguhnya kami akan memudahkan hal itu bagi Anda,&#8217; jawab keduanya.<br />
Kemudian, saya pun mendaki sampai, apabila berada di puncak gunung, tiba-tiba saya berada bersama suara-suara keras (melengking).<br />
Saya bertanya, &#8216;Suara apakah ini?&#8217;<br />
Mereka menjawab, &#8216;Ini adalah lolongan (teriakan) penduduk neraka.&#8217;<br />
Kemudian ia berangkat lagi bersamaku. Tiba-tiba, saya bersama kaum yang digantung dengan urat ketingnya, rahangnya dirobek dalam keadaan mengalirkan darah. Beliau (Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam) bertanya, &#8216;Siapa mereka itu?&#8217;<br />
Orang itu menjawab, &#8216;(Mereka) adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum selesainya puasa mereka.&#8217;.&#8221;<br />
[HR. An-Nasa&#8217;iy dalam As-Sunan Al-Kubra 3273, Ibnu Khuzaimah dalam Shahih-nya 1986, dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no. 1568 &amp; 2837, dan selainnya. Dinyatakan shahih oleh Syaikh Al-Albaniy 3951]</p>
<p>Faedah Hadits:<br />
1. Mimpi para nabi adalah wahyu.<br />
2. Haram membatalkan puasa tanpa udzur syar&#8217;i.<br />
3. Besarnya dosa orang yang membatalkan puasa. Nah, bagaimana lagi dengan orang yang memang pada asalnya tak berpuasa. Pasti dosanya lebih besar, wallahu A&#8217;lam.</p>
<p>Syaikh Al-Albaniy rahimahullah berkata usai menilai hadits ini, &#8220;Ini adalah hukuman bagi orang yang berpuasa, tetapi kemudian membatalkan (puasanya) secara sengaja sebelum waktu berbuka tiba. Bagaimana lagi keadaan orang yang memang tak berpuasa pada asalnya?!&#8221;</p>
<p>Kita memohon kepada Allah keselamatan dan afiah di dunia dan di akhirat.</p>
<p>Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-3-awas-jangan-coba-coba-meninggalkan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
