?Lembar Muslimah
?PERTANYAAN :
Bagaimana hukumnya wanita haid yang berwudhu sebelum tidur ?
Apa ada tuntunan atau tidak dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam.
[ xxxxxx_Makassar_]
_________________________
?JAWABAN :
Merupakan tuntunan dan bagian dari sunnah Rasulullah ‘alaihi ash-sholatu was salam tatkala beliau dalam keadaan junub sebelum tidur untuk berwudhu terlebih dahulu dan beliau menganjurkan perkara ini.
Dalam kisah Abu Salamah pernah disuatu hari beliau bertanya kepada ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:
أَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَرْقُدُ وَهُوَ جُنُبٌ.
قَالَتْ : نَعَمْ ، وَيَتَوَضَّأُ.
Artinya:
“Apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah tidur dalam keadaan junub?”
‘Aisyah menjawab:
“Ya pernah, dan beliau berwudhu sebelum tidur.”
? HR. Bukhori
Demikian pula terdapat riwayat dari ucapan ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha:
كَانَ رَسُولُ اللَّه ِصَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا كَانَ جُنُبًا فَأَرَادَ أَنْ يَأْكُلَ أَوْ يَنَامَ تَوَضَّأَ وُضُوءَهُ لِلصَّلَاة.
Artinya :
“Adalah Rasulullah ‘alaihis salam jika dalam keadaan junub dan hendak makan atau atau tidur maka beliau berwudhu terlebih dahulu sebagaimana wudhu ketika hendak sholat.”
? HR Muslim
▪️ Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah:
وقد ذهب أكثر العلماء إلى هَذهِ الأحاديث،
وقالوا:
إن الجنب إذا أراد النوم غسل ذَكره وتوضأ.
Artinya :
“Dan kebanyakan para ulama berpendapat dengan hadits-hadits tersebut.
Bahwasanya orang yang jubub ketika hendak tidur hendaklah mencuci kemaluannya kemudian berwudhu.”
AKAN TETAPI PARA ULAMA BERBEDA PENDAPAT, APAKAH PERKARA INI JUGA DIPERUNTUKKAN UNTUK KAUM WANITA YANG JUNUB.
▪️ Berkata Al-Imam Ibnu Rajab rahimahullah:
فقالت طائفة:
هما سواء،
وَهوَ قول الليث،وحكي رواية عَن أحمد.
Artinya :
“Sebagian ulama berpendapat bahwasanya hukumnya sama, [yaitu pria dan wanita yang junub keduanya disunnahkan untuk berwudhu sebelum tidur, pent].”
Dan ini merupakan pendapat Al-Laits dan salah satu riwayat dari pendapat Imam Ahmad.
NAH DARI PAPARAN SINGKAT DIATAS,
APAKAH KEMUDIAN WANITA YANG HAIDH JUGA DISUNNAHKAN DAN DISYARIATKAN UNTUK BERWUDHU SEBELUM TIDUR ?
Jawabannya :
WALLAHU A’LAM TIDAK DISYARIATKAN DAN TIDAK DISUNNAHKAN.
Mengapa?
Karena hadats yang disebabkan haid dengan keluarnya darah terus-menerus tidak menjadi ringan disebabkan wudhu yang ia lakukan.
Bahkan walaupun ia mandi sekalipun tidak akan bermanfaat baginya selama hadats berupa darah haid tersebut masih ada dan mengalir.
Berbeda halnya dengan keadaan orang yang junub, tatkala ia mandi maka akan terangkat hadats janabah tersebut dan apabila ia berwudhu sebelum tidur maka akan menjadi ringan hadats janabah yang ada padanya.
▪️ Berkata Ibnu Rajab :
وقد دلت هذه الأحاديث المذكورة في هذا الباب على أن وضوء الجنب يخفف جنابته.
Artinya :
“Dan hadits-hadits yang telah disebutkan dalam pembahasan ini menunjukkan bahwa wudhu yang dilakukan orang yang junub akan meringankan hadats janabah pada dirinya.”
? Lihat:
Fathul Bary Ibnu Rajab: 1/358
Wallahu a’lam.
▪️ Berkata Ibnu Daqiqil ‘Id rahimahullah:
نصَّ الشافعي رحمه الله على أن ذلك ليس على الحائض؛
لأنها لو اغتسلت لم يرتفع حدثُها بخلاف الجنب.
Artinya :
“Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah menyatakan bahwa tuntunan wudhu sebelum tidur bagi junub tidaklah diperuntukkan untuk wanita haid.
Karena walaupun wanita tersebut mandi maka hadats yang ada padanya tidak bisa terangkat berbeda halnya dengan orang yang junub.”
? Lihat: Fathul Bary, 1/395
▪️ Berkata Al-Imam An-Nawawi rahimahullah:
وأصحابنا متفقون على أنه لا يُستحب الوضوء للحائض والنفساء.
Artinya :
“Dan mazhab Imam Ahmad Hanbali sepakat bahwa tidaklah dianjurkan berwudhu sebelum tidur bagi wanita yang sedang haid dan nifas.”
? Lihat:
Syarah shohih Muslim: 3/218
Wallahu Ta’ala a’lam
Wal ‘ilmu ‘indallah.
الحمد لله الذي بنعمته تتم الصالحات.
✍ Abu ‘Abdillah Sahl
Nanggroe Aceh Darussalam.







