Ciri orang yang beriman adalah kuatnya harapan mereka kepada Allah. Tiada henti-hentinya mereka menengadahkan telapak tangannya dalam meminta kepada Rabb-nya.
Putus asa tidak ada dalam kamus hidup mereka. Senantiasa mereka berdoa kepada Tuhannya, siang-malam. Harapannya untuk meminta kebaikan dan berkah tak pernah pudar, baik di kala sendiri maupun di kala bersama manusia.
Seorang ulama mulia dari kalangan tabi’in, Abul Khathhab Qatadah bin Di’amah As-
Sadusiy Al-Bashriy (tabi’in tsiqah tsabt, wafat 110-an H) rahimahullah berkata,
وَإِنَّ الْمُؤْمِنِيْنَ هُمُ الْعَجَّاجُوْنَ إِلَى اللهِ بِاللَّيْلِ وَالنَّهَارِ، وَمَا زَالَ الْمُؤْمِنُوْنَ يَقُوْلُوْنَ: رَبَّنَا، رَبَّنَا فِي السِّرِّ وَالْعَلاَنِيَةِ حَتَّى اسْتَجَابَ لَهُمْ
“Sesungguhnya orang-orang beriman, mereka adalah orang-orang yang gemar memanjatkan doa kepada Allah, baik pada waktu malam, maupun pada waktu siang. Senantiasa orang-orang yang beriman berdoa, ‘Wahai Rabb kami, wahai Rabb kami …,’ pada saat rahasia dan terang-terangan sampai Allah mengabulkan doa mereka.”
[Atsar riwayat Abu Nu’aim dalam Hilyah Al-Auliya` 2/336]
Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.

