Mutiara Salaf 55: Waspada dengan Dua Teman yang Berbahaya

Harta benda berupa uang dinar dan dirham merupakan teman yang senantiasa mengiringi seseorang dalam kehidupan dunianya. Jika teman ini tidak diarahkan dan dimanfaatkan dalam kebaikan serta tidak pula membantu kita dalam kebaikan, maka ketahuilah bahwa ia adalah teman buruk.
Harta yang kita miliki bila tidak dibelanjakan di jalan Allah dan tidak diinfakkan, maka ia akan menjadi beban hidup seseorang yang akan ia pertanggungjawabkan di hadapan Allah.

Ulama tabi’in pada zamannya, Imam Al-Hasan bin Abil Hasan Al-Bashriy (wafat pada 110 H) rahimahullah berkata,

بِئْسَ الرَّفِيْقَانِ: الدِّيْنَارُ وَالدِّرْهَمُ، لاَ يَنْفَعَانِكَ حَتَّى يُفَارِقَاكَ.

“Seburuk-buruk dua teman adalah dinar dan dirham. Keduanya tidak akan memberimu manfaat sampai keduanya meninggalkanmu.”
[Atsar riwayat Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya` 2/155, Tahdzibul Kamal 6/121]

Kedua harta benda ini tidak akan bermanfaat bagi akhirat seseorang, kecuali bila diinfakkan dan disedekahkan di jalan Allah ‘Azza wa Jalla, bahkan seringkali membuat kebanyakan orang lalai dan bermaksiat dengannya.

Bila keduanya tidak diarahkan dalam kebaikan akhirat, tetapi malah membuat kita kikir, maka harta benda yang seperti ini akan merugikan akhirat seseorang.

Ustadz Abdul Qodir, Lc.

Leave a Reply