<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Markaz Dakwah untuk Bimbingan dan Taklim &#187; beramal</title>
	<atom:link href="https://markazdakwah.or.id/tag/beramal/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://markazdakwah.or.id</link>
	<description>www.markazdakwah.or.id</description>
	<lastBuildDate>Sat, 20 Apr 2019 07:54:59 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=4.2.38</generator>
	<item>
		<title>Mutiara Salaf 64: Jangan Memaksakan Diri dalam Beramal</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-64-jangan-memaksakan-diri-dalam-beramal/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-64-jangan-memaksakan-diri-dalam-beramal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2017 02:28:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[beramal]]></category>
		<category><![CDATA[dalam Beramal]]></category>
		<category><![CDATA[Jangan Memaksakan Diri dalam Beramal]]></category>
		<category><![CDATA[Memaksakan Diri dalam Beramal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=3076</guid>
		<description><![CDATA[Dalam beramal, semangat bukanlah segala-galanya. Sebab, terkadang jika berlebihan semangat dalam beramal, rasa bosan dan malas itu datang menghinggapi diri kita. Seorang hamba memberikan sedikit kelonggaran bagi jiwa dengan sesuatu yang bermanfaat dan tidak melalaikan, misalnya berziarah kepada kerabat atau handai tolan, bekerja mencari nafkah, menuntut ilmu, membaca kitab-kitab, dan selainnya. Abul Khathhab Qatadah bin... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-64-jangan-memaksakan-diri-dalam-beramal/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam beramal, semangat bukanlah segala-galanya. Sebab, terkadang jika berlebihan semangat dalam beramal, rasa bosan dan malas itu datang menghinggapi diri kita.</p>
<p>Seorang hamba memberikan sedikit kelonggaran bagi jiwa dengan sesuatu yang bermanfaat dan tidak melalaikan, misalnya berziarah kepada kerabat atau handai tolan, bekerja mencari nafkah, menuntut ilmu, membaca kitab-kitab, dan selainnya.</p>
<p>Abul Khathhab Qatadah bin Di&#8217;amah As-Sadusiy Al-Bashriy (tabi&#8217;in tsiqah tsabt, wafat 110-an H) rahimahullah berkata,</p>
<p>ابْنَ آدَمَ إِنْ كُنْتَ لَا تُرِيْدُ أَنْ تَأْتِيَ الْخَيْرَ إِلَّا بِنَشَاطٍ فَإِنَّ نَفْسَكَ إِلَى السَّامَّةِ وَإِلَى الْفَتْرَةِ وَإِلَى الْمَلَلِ أَمْيَلُ، وَلَكِنَّ الْمُؤْمِنَ هُوَ الْمُتَحَامِلُ، وَالْمُؤْمِنَ الْمُتَقَوَّي</p>
<p>&#8220;Wahai anak cucu Adam, jika kamu tak ingin melakukan kebaikan, kecuali dengan semangat, maka sesungguhnya jiwamu lebih condong kepada rasa penat, loyo dan bosan. Hanya saja orang beriman itu adalah orang yang berupaya dan menguatkan diri.&#8221;<br />
[Atsar riwayat Abu Nu&#8217;aim dalam Hilyah Al-Auliyâ` 2/336]</p>
<p>Seorang mukmin mengisi hari-harinya dengan kebaikan. Jika datang masa loyo dan bosannya, ia berusaha dan berupaya menjaga semangatnya di atas ketaatan dengan melegakannya dalam hal-hal yang berguna bagi dunia dan akhiratnya.<br />
Ustadz Abdul Qodir, Lc.<br />
www.abufaizah75.blogspot.com<br />
www.fb.com/abu.faizah03</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-64-jangan-memaksakan-diri-dalam-beramal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Dunia Lahan Beramal</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/dunia-lahan-beramal/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/dunia-lahan-beramal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Oct 2016 07:09:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[Amal]]></category>
		<category><![CDATA[beramal]]></category>
		<category><![CDATA[dunia lahan beramal]]></category>
		<category><![CDATA[lahan beramal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=2767</guid>
		<description><![CDATA[Berkata Al-Imam Ahmad rahimahullah: الدنيـا دار عمَـل والآخرة دار جــزآء فمن لم يعمل هُنـا، نَــدِم هنــاك. Dunia tempat beramal. Akhirat tempat pembalasan amal. Barangsiapa yang tidak beramal di dunia, niscaya akan menyesal di akhirat. Az-Zuhud_ Al-Baihaqi: 282 ✍ Abu &#8216;Abdillah Sahl]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Berkata Al-Imam Ahmad<br />
rahimahullah:</p>
<p>الدنيـا دار عمَـل والآخرة دار جــزآء فمن لم يعمل هُنـا،<br />
نَــدِم هنــاك.</p>
<p>Dunia tempat beramal.<br />
Akhirat tempat pembalasan amal.</p>
<p>Barangsiapa yang tidak beramal di dunia, niscaya akan menyesal di akhirat.</p>
<p>Az-Zuhud_ Al-Baihaqi: 282</p>
<p>✍ Abu &#8216;Abdillah Sahl</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/dunia-lahan-beramal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mutiara Salaf 62: Perhatikanlah Dirimu dalam Tiga Perkara!</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-62-perhatikanlah-dirimu-dalam-tiga-perkara/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-62-perhatikanlah-dirimu-dalam-tiga-perkara/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 17 Oct 2016 06:16:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[beramal]]></category>
		<category><![CDATA[berbicara]]></category>
		<category><![CDATA[dalam tiga perkara]]></category>
		<category><![CDATA[diam]]></category>
		<category><![CDATA[Perhatikanlah Dirimu dalam Tiga Perkara]]></category>
		<category><![CDATA[perkara]]></category>
		<category><![CDATA[tiga perkara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=2744</guid>
		<description><![CDATA[Setiap orang hendaknya memperhatikan segala urusan dirinya. Ia memerhatikan diri agar senantiasa dekat dan ingat kepada Allah &#8216;Azza wa Jalla. Sebab, syaithan selalu mengintai kelalaian kita. Abu Abdir Rahman Hatim bin &#8216;Unwan Al-Asham Al-Balkhiy (wafat pada 237 H) rahimahullah berkata, تَعَاهَدْ نَفْسَكَ فِي ثَلاَثٍ: إِذَا عَمِلْتَ، فَاذْكُرْ نَظَرَ اللّٰهِ إِلَيْكَ، وَإِذَا تَكَلَّمْتَ، فَاذْكُرْ سَمْعَ اللّٰهِ... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-62-perhatikanlah-dirimu-dalam-tiga-perkara/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap orang hendaknya memperhatikan segala urusan dirinya. Ia memerhatikan diri agar senantiasa dekat dan ingat kepada Allah &#8216;Azza wa Jalla. Sebab, syaithan selalu mengintai kelalaian kita.</p>
<p>Abu Abdir Rahman Hatim bin &#8216;Unwan Al-Asham Al-Balkhiy (wafat pada 237 H) rahimahullah berkata,</p>
<p>تَعَاهَدْ نَفْسَكَ فِي ثَلاَثٍ: إِذَا عَمِلْتَ، فَاذْكُرْ نَظَرَ اللّٰهِ إِلَيْكَ، وَإِذَا تَكَلَّمْتَ، فَاذْكُرْ سَمْعَ اللّٰهِ مِنْكَ، وَإِذَا سَكَتَّ، فَاذكُرْ عِلْمَ اللّٰهِ فِيْكَ.</p>
<p>&#8220;Perhatikanlah dirimu dalam tiga perkara: (1) Jika engkau beramal, ingatlah pandangan Allah kepadamu. (2) Jika engkau berbicara, ingatlah (bahwa) Allah akan mendengarkan (ucapan) darimu. (3) Jika engkau diam, ingatlah (bahwa) Allah tahu tentang dirimu.&#8221;<br />
[Lihatlah Shifah Ash-Shafwah 4/162, Siyar A&#8217;lam An-Nubala` 11/485, dan Ath-Thabaqat As-Saniyyah fi Tarajum Al-Hanafiyyah hal. 212 -via Syamilah-]</p>
<p>Manusia dari sisi aktifitasnya berada dalam tiga kondisi: beramal, berbicara, dan diam. Dalam tiga kondisi ini, ia perlu kepada bimbingan.<br />
Nah, dalam ucapan Hatim rahimahullah, beliau mengajarkan kepada kita bahwa, di saat beramal, hendaknya kita menghadirkan muraqabatullah (pengawasan Allah) atas dirinya sehingga ia khusyuk, ikhlas, dan bersemangat.<br />
Di saat berbicara, hendaknya seorang hamba memperhatikan ucapannya agar ia mengucapkan sesuatu yang mendatangkan keridhaan Allah sebab Allah Maha Mendengar ucapan para hamba-Nya.<br />
Di kala diam, hendaknya ia tetap berada di atas sunnah dan bimbingan wahyu. Ia diam demi tafakur akan kesudahan dirinya, ke manakah dirinya akan pergi: ke surga atau ke neraka. Jika mengharapkan surga, hendaklah ia mempersiapkan dan membekali diri dengan amalan-amalan shalih. Jika selama ini dirinya bergumul dengan dosa dan maksiat, hendaknya ia takut kepada hari perhitungan agar, pada hari-hari mendatang, ia menghapus segala keburukannya dengan taubat dan ketaatan.</p>
<p>Ustadz Abdul Qodir, Lc.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-62-perhatikanlah-dirimu-dalam-tiga-perkara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mutiara Salaf 4: Beramal Sunnah Sesuai Batasan dan Kemampuan</title>
		<link>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-4-beramal-sunnah-sesuai-batasan-dan-kemampuan/</link>
		<comments>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-4-beramal-sunnah-sesuai-batasan-dan-kemampuan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Jun 2015 02:03:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator><![CDATA[Admin]]></dc:creator>
				<category><![CDATA[Taushiyah]]></category>
		<category><![CDATA[batasan dan kemampuan]]></category>
		<category><![CDATA[beramal]]></category>
		<category><![CDATA[Beramal Sunnah Sesuai Batasan dan Kemampuan]]></category>
		<category><![CDATA[kemampuan]]></category>
		<category><![CDATA[sunnah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://markazdakwah.or.id/?p=774</guid>
		<description><![CDATA[Amalan Sunnah yang seorang hamba lakukan tidaklah berbuah manis, kecuali jika dikerjakan: &#8211; sesuai dengan kemampuan, tanpa takalluf (memaksakan diri). &#8211; sesuai batasan syariat, tanpa melakukan sesuatu yang tak disunnahkan. Adalah sebuah kebahagiaan seorang, ia beramal sesuai batasan dan kemampuan dirinya. Abul Fath Ali bin Muhammad Al-Katib Al-Bustiy (wafat 401 H) rahimahullah, berkata, مِنْ سَعَادَةِ... <br /><a class="btn read-more" href="https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-4-beramal-sunnah-sesuai-batasan-dan-kemampuan/">Read More</a>]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Amalan Sunnah yang seorang hamba lakukan tidaklah berbuah manis, kecuali jika dikerjakan:</p>
<p>&#8211; sesuai dengan kemampuan, tanpa takalluf (memaksakan diri).<br />
&#8211; sesuai batasan syariat, tanpa melakukan sesuatu yang tak disunnahkan.<br />
Adalah sebuah kebahagiaan seorang, ia beramal sesuai batasan dan kemampuan dirinya.</p>
<p>Abul Fath Ali bin Muhammad Al-Katib Al-Bustiy (wafat 401 H) rahimahullah, berkata,</p>
<p>مِنْ سَعَادَةِ جَدِّكَ وُقُوْفُكَ عِنْدَ حَدِّكَ</p>
<p>&#8220;Di antara kebahagiaan nasibmu: berhentinya kamu pada batasanmu.&#8221; [Lihat Qira Adh-Dha&#8217;if 4/348]</p>
<p>Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>https://markazdakwah.or.id/mutiara-salaf-4-beramal-sunnah-sesuai-batasan-dan-kemampuan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
