Mutiara Salaf 62: Perhatikanlah Dirimu dalam Tiga Perkara!

perhatikanlah-dirimu-dalam-tiga-perkara

Setiap orang hendaknya memperhatikan segala urusan dirinya. Ia memerhatikan diri agar senantiasa dekat dan ingat kepada Allah ‘Azza wa Jalla. Sebab, syaithan selalu mengintai kelalaian kita.

Abu Abdir Rahman Hatim bin ‘Unwan Al-Asham Al-Balkhiy (wafat pada 237 H) rahimahullah berkata,

تَعَاهَدْ نَفْسَكَ فِي ثَلاَثٍ: إِذَا عَمِلْتَ، فَاذْكُرْ نَظَرَ اللّٰهِ إِلَيْكَ، وَإِذَا تَكَلَّمْتَ، فَاذْكُرْ سَمْعَ اللّٰهِ مِنْكَ، وَإِذَا سَكَتَّ، فَاذكُرْ عِلْمَ اللّٰهِ فِيْكَ.

“Perhatikanlah dirimu dalam tiga perkara: (1) Jika engkau beramal, ingatlah pandangan Allah kepadamu. (2) Jika engkau berbicara, ingatlah (bahwa) Allah akan mendengarkan (ucapan) darimu. (3) Jika engkau diam, ingatlah (bahwa) Allah tahu tentang dirimu.”
[Lihatlah Shifah Ash-Shafwah 4/162, Siyar A’lam An-Nubala` 11/485, dan Ath-Thabaqat As-Saniyyah fi Tarajum Al-Hanafiyyah hal. 212 -via Syamilah-]

Manusia dari sisi aktifitasnya berada dalam tiga kondisi: beramal, berbicara, dan diam. Dalam tiga kondisi ini, ia perlu kepada bimbingan.
Nah, dalam ucapan Hatim rahimahullah, beliau mengajarkan kepada kita bahwa, di saat beramal, hendaknya kita menghadirkan muraqabatullah (pengawasan Allah) atas dirinya sehingga ia khusyuk, ikhlas, dan bersemangat.
Di saat berbicara, hendaknya seorang hamba memperhatikan ucapannya agar ia mengucapkan sesuatu yang mendatangkan keridhaan Allah sebab Allah Maha Mendengar ucapan para hamba-Nya.
Di kala diam, hendaknya ia tetap berada di atas sunnah dan bimbingan wahyu. Ia diam demi tafakur akan kesudahan dirinya, ke manakah dirinya akan pergi: ke surga atau ke neraka. Jika mengharapkan surga, hendaklah ia mempersiapkan dan membekali diri dengan amalan-amalan shalih. Jika selama ini dirinya bergumul dengan dosa dan maksiat, hendaknya ia takut kepada hari perhitungan agar, pada hari-hari mendatang, ia menghapus segala keburukannya dengan taubat dan ketaatan.

Ustadz Abdul Qodir, Lc.

Leave a Reply