Archives

Kaifiah Sholat Tobat

Sholat tobat sama seperti dengan sunnah lainnya dalam hal tata cara. Hanya saja sholat tobat dikerjakan oleh seorang hamba saat ia pernah melakukan dosa besar, lalu ia menyesal dan mau bertobat atas dosanya, maka ia disyariatkan melakukan dua rakaat sholat sunnah yang disebut dengan”Sholat Tobat”.
Ini didasari oleh sebuah hadits dari Abu Bakr Ash-Shiddiq -radhiyallahu anhu-, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ، ثُمَّ يُصَلِّي ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ ، إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
“Tak ada seorang pun yang melakukan dosa, lalu ia bangkit dan bersuci (wudhu’), lalu ia sholat. Kemudian ia memohon ampunan kepada Allah, kecuali orang itu diampuni dosanya oleh Allah”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (no.1521), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (no.3006), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no.1395). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (no. 1324)]

Mutiara Salaf 33: Menutup Dosa dan Kesalahan dengan Tobat

Jika seorang hamba bermaksiat secara terang-terangan, lalu ingin bertobat, hendaknya ia bertobat dengan terang-terangan pula. Sebab, manusia adalah makhluk yang susah mengerti keadaan orang lain. Jika ada saudaranya yang telah bertobat, kadang mereka tak puas dan berburuk sangka. Demi menghapus semua sangkaan atau kesan buruk itu, seseorang dianjurkan untuk bertobat dengan terang-terangan pula. Selain itu,…
Read More