Mutiara Salaf 17: Ilmu Tanpa Dibarengi dengan Adab Mulia

Mutiara Salaf 17 Ilmu Tanpa Dibarengi dengan Adab Mulia

Ilmu tanpa dibarengi dengan adab-adab mulia laksana api tanpa kayu bakar. Ilmu yang akan kita ambil dari seorang guru, bila kosong dari akhlaq dan adab mulia, ibarat orang yang ingin mengambil dan memindahkan api tanpa kayu bakar atau yang lainnya. Jadi, akhlak ibarat alat dan sarana yang mampu memindahkan ilmu seorang guru kepada diri seorang murid. Kita ambilkan contoh sederhana: seorang murid yang tidak sopan di depan gurunya dan memiliki sifat malas. Akibatnya, sang guru enggan mewariskan ilmunya.

Abu Zakariyya Al-‘Anbariy -rahimahullah- berkata,

عِلْمٌ بِلاَ أَدَبٍ كَنَارٍ بِلاَ حَطَبٍ، وَأَدَبٌ بِلاَ عِلْمٍ كَرُوْحٍ بِلاَ جِسْمٍ

“Ilmu tanpa adab ibarat api tanpa kayu bakar. Adab tanpa ilmu laksana roh tanpa jasad.”
[Atsar Riwayat Al-Khathib Al-Baghdadiy dalam Al-Jami’ li Akhlaq Ar-Rawi (1/80)]

Adab dan ilmu harus ada jalinan erat di antara keduanya. Keduanya tak bisa dipisahkan, ibarat jasad dan roh. Perumpamaan tersebut merupakan ilustrasi indah tentang urgensi dan kedudukan ilmu dan adab. Keduanya tak akan hidup tanpa yang lain.

Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.

One thought on “Mutiara Salaf 17: Ilmu Tanpa Dibarengi dengan Adab Mulia

Leave a Reply to Novian Masyhuri Cancel Reply