Mutiara Salaf 30: Membangun Ilmu dan Amal di atas Perjuangan

Mutiara Salaf 30 Membangun Ilmu dan Amal di atas Perjuangan

 

Ilmu adalah pelita yang akan menerangi jalan hidup seseorang dalam mempersiapkan bekal ketaqwaan berupa amalan shalih. Setiap orang harus menyiapkan pelita ilmu bagi dirinya agar ia tak salah melangkah dalam beramal. Di sinilah rahasia seseorang harus bersabar dalam belajar dan mencari ilmu agama agar ia merasakan manfaat dan kelezatan serta buah ilmunya.

Al-Muwaffaq Abu Muhammad Abdul Lathif bin Yusuf Al-Maushiliy -rahimahullah- berkata,

مَنْ لَمْ يَحْتَمِلْ أَلمَ َالتَّعَلُّمِ، لَمْ يَذُقْ لَذَّةَ الْعِلْمِ، وَمَنْ لَمْ يَكْدَحْ لَمْ يُفْلِحْ

“Siapa saja yang tidak menahan sakit (derita) belajar, ia tak akan merasakan kelezatan ilmu. Siapa saja yang tidak bersungguh-sungguh (dalam beramal), ia tak akan beruntung”.
[Lihatlah Thabaqat Asy-Syafi’iyyah 2/78 oleh Ibnu Qadhi Syuhbah, cet. Alam Al-Kutub 1407 H]

Semuanya butuh perjuangan dan pengorbanan jiwa dan fisik. Dunia adalah kampung bersusah-susah dan bercapek-capek. Namun, -insya Allah- surga akan menunggumu dengan segala keindahan dan kenikmatannya yang akan menghapus lembaran-lembaran derita dan penatmu saat di dunia. Begitulah kata orang, “Bersusah-susah dahulu, bersenang-senang kemudian.”

Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.

Leave a Reply