Mutiara Salaf 39: Al-Qur`an adalah Siraman Hati Mukmin

Mutiara Salaf 39 Al-Qur`an adalah Siraman Hati Mukmin

Hati ibarat tanah yang senantiasa membutuhkan siraman hujan yang akan menumbuhkan segala macam biji dan tumbuhan. Demikianlah hati jika disirami oleh petunjuk Al-Qur`an. Hati -dengannya- akan menumbuhkan segala macam kebaikan dalam ucapan dan perbuatan seorang mukmin. Akan tetapi, jika tidak disirami dengan petunjuk Al-Qur`an, hati akan kering kerontang, bahkan boleh jadi selanjutnya akan mati.

Malik bin Dinar As-Samiy As-Sajiy Abu Yahya Al-Bashriy Az-Zahid (Shigharut tabi’in shaduq: wafat pada 130 H) rahimahullah berkata,

يَا حَمَلَةَ الْقُرْآنِ مَاذَا زَرَعَ الْقُرْآنُ فِيْ قُلُوْبِكُمْ؟ فَإِنَّ الْقُرْآنَ رَبِيْعُ الْمُؤْمِنِ كَمَا أَنَّ الْغَيْثَ رَبِيْعُ اْلأَرْضِ فَإِنَّ اللهَ يُنْزِلُ الْغَيْثَ مِنَ السَّمَاءِ إِلَى اْلأَرْضِ، فَيُصِيْبُ الْحَشَّ فَتَكُوْنُ فِيْهِ الْحَبَّةُ فَلاَ يَمْنَعُهَا نَتَنُ مَوْضِعِهَا أَنْ تَهْتَزَّ وَتَخْضَرَّ وَتَحْسُنُ، فَيَا حَمَلَةَ الْقُرْآنِ مَاذَا زَرَعَ الْقُرْآنُ فِيْ قُلوْبِكُمْ، أَيْنَ أَصْحَابُ سُوْرَةٍ، أَيْنَ أَصْحَابُ سُوْرَتَيْنِ مَاذَا عَمِلْتُمْ فِيْهِمَا

“Wahai para pembawa (pencinta) Al-Qur`an, apa yang ditanam oleh Al-Qur`an di dalam hati kalian? Karena, Al-Qur`an adalah siraman bagi orang mukmin sebagaimana halnya hujan adalah siraman bagi bumi. Sesungguhnya Allah menurunkan hujan dari langit ke bumi, lalu hujan itu menyirami kebun-kebun, lalu muncullah biji-bijian padanya.
Busuknya tempat biji itu tidaklah menghalangi (biji) untuk hidup dan menghijau serta menjadi baik.
Wahai para pembawa (pencinta) Al-Qur`an, apa yang ditanam oleh Al-Qur`an di dalam hati kalian? Mana pemilik sebuah surah, mana pemilik dua surah? Apa yang kalian amalkan pada keduanya?”
[HR. Ahmad dalam Az-Zuhd hal. 319, Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah 2/358-359, Ibnu Abid Dun-ya dalam Al-‘Uqubat no. 94, dan Ibnul Jauziy 2/288]

Al-Qur`an ibarat tanah yang menumbuhkan biji dan tanaman, lalu tanaman itu mengeluarkan berbagai macam buah yang bermanfaat bagi manusia, hewan, dan lingkungan sekitar. Seyogianya, seorang pencinta Al-Qur`an menyirami dirinya dengan petunjuk Al-Qur`an, lalu tampaklah pada dirinya berbagai macam amalan shalih dan ketaatan. Jika iman dan amalan shalih tidak tampak pada dirinya, itu adalah sebuah tanda bahwa hatinya kering dari siraman Al-Qur`an.

Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.

Leave a Reply