Orang-orang shiddiq (jujur dalam keimanannya) memiliki ciri yang tampak pada dirinya. Jika ia membaca Al-Qur`an atau orang lain membacakan Al-Qur`an kepadanya, hatinya semakin rindu kepada surga dan amal ibadahnya semakin kuat dalam meraih surga dan segala kenikmatannya.
Malik bin Dinar As-Samiy As-Sajiy Abu Yahya Al-Bashriy Az-Zahid (wafat pada 130 H) rahimahullah berkata,
إِنَّ الصِّدِّيْقِيْنَ إِذَا قُرِئَ عَلَيْهِمُ الْقُرْآنُ طَرَبَتْ قُلُوْبُهُمْ إِلَى اْلآخِرَةِ
“Sesungguhnya orang-orang shiddiqin, bila dibacakan Al-Qur`an kepadanya, hatinya akan rindu kepada akhirat.”
[Atsar riwayat Ahmad dalam Az-Zuhd hal. 321, Abu Nu’aim 2/358, dan Ibnu Nashr Al-Marwaziy sebagaimana dalam Mukhtashar Qiyamul Lail hal. 176]
Sifat ini akan melekat pada diri orang shiddiqin ‘orang-orang yang benar keimanannya’. Kekuatan sifat ini pada setiap orang shiddiqin sesuai dengan tingkat keimanannya. Semakin kuat keimanannya, semakin kuat pula kerinduannya kepada surga.
Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.







