Mutiara Salaf 59: Tiga Perkara yang Hendaknya Dijauhi

Mutiara Salaf 59 Tiga Perkara yg hendak dijauhi

Di sana terdapat sebagian perkara yang sering kali diremehkan oleh manusia. Ia menceburkan diri ke dalam perkara itu, padahal ia tahu bahwa telah banyak korban sebelum dirinya. Tidak ada yang selamat dari urusan tersebut, kecuali mereka yang diberi taufiq dan perlindungan. Namun, mereka ini amat sedikit jumlahnya pada zaman ini.

Ulama tabi’in yang mulia, Abu Ayyub Maimun bin Mihran Al-Jazariy Ar-Raqqiy (wafat pada 117 H) rahimahullah berkata,

ثَلاَثٌ لاَ تَبْلُوَنَّ نَفْسَكَ بِهنَّ: لاَ تَدْخُلْ عَلَى السُّلْطَانِ، وَإِن قُلْتَ: آمُرُهُ بِطَاعَةِ اللهِ، وَلاَ تُصْغِيَنَّ بِسَمْعِكَ إِلَى هَوَىً، فَإِنَّك لاَ تَدْرِي مَا يَعْلَقُ بِقَلْبِكَ مِنْهُ، وَلاَ تَدْخُلْ عَلَى امْرَأَةٍ، وَلَوْ قُلْتَ: أُعَلِّمُهَا كِتَابَ اللهِ.

“Ada tiga perkara yang engkau jangan coba-coba mengetes dirimu dengannya:
(1) Janganlah engkau masuk menemui penguasa, walaupun engkau berucap, ‘Saya akan memerintahkan ia dengan ketaatan.’
(2) Janganlah engkau menghadapkan pendengaranmu kepada suatu hawa (bid’ah). Karena, kamu tidak tahu sesuatu yang akan melengket di hati dari hal-hal itu.
(3) Janganlah engkau menemui seorang perempuan, walaupun engkau berucap, ‘Saya akan mengajarinya Kitabullah.’.”
[Siyar A’lam An-Nubala’ (5/77) karya Adz-Dzahabiy]

Menasihati pemerintah adalah perkara yang dianjurkan dalam agama, apalagi jika mereka keluar dari rel syariat dan banyak melanggar. Hanya saja, tidak semua orang berhak dan pantas mengemban dan menangani tugas mulia ini. Orang yang mengemban tugas ini adalah orang-orang berilmu agama lagi kuat keimanan, keikhlasan, dan kesabarannya dalam nasihatnya. Banyak orang yang mengaku sebagai “penasihat pemerintah”, tetapi ternyata ia malah terbawa dengan kemauan rendah mereka disebabkan oleh iman yang lemah, keinginan duniawi, dan ketidaksabaran.

Golongan kedua yang harus kita waspadai adalah ahli bid’ah yang berpemikiran sesat (Syi’ah, Khawarij, JIL, dan selainnya). Mereka lihai dalam menanamkan syubhatnya melalui telinga kita, lalu syubhat itu masuk ke dalam hati. Sehingga, ketika hati sudah dikuasai dan ditundukkan oleh syubhat itu, seseorang pun akan terseret kepada pemikiran sesat!!!

Demikian pula perempuan. Ini adalah fitnah (ujian) terberat bagi kaum pria. Dengan kelembutannya, ia mampu menundukkan pria yang gagah perkasa.
Begitu banyak fitnah besar yang terjadi di dunia disebabkan oleh ulah kaum perempuan. Oleh karena itu, orang yang berakal janganlah berani mendekati mereka, kecuali mereka sah telah menjadi pasangan kita, walaupun dengan tujuan ikhlas ingin mengajari mereka Al-Qur`an dan Sunnah.
Di dalam atsar ini, Maimun rahimahullah mengajarkan kepada kita agar jangan berduaan dengan seorang perempuan asing, sekalipun untuk menasihati si perempuan itu. Sebab, hal ini merupakan pintu fitnah. Lain halnya jika seorang pria mendatangi sekumpulan perempuan guna mengajarkan ilmu kepada mereka, hal ini diperbolehkan karena jauh dari fitnah dan ketergodaan.

Ustadz Abdul Qodir, Lc.

MARKAZ DAKWAH UNTUK BIMBINGAN DAN TAKLIM
markazdakwah.or.id
Twitter, Fb, Tg, Ig: markazdakwahbt
Whatsapp: 0811444792

*Kami turut menyebarluaskan info kajian, taklim, ma’had/madrasah. Silakan kirimkan kepada Admin kami.

Leave a Reply