Hati manusia amatlah cepat mengalami perubahan laksana angin di langit. Allah Azza wa Jalla membolak-balikkan hati sesuai kehendak-Nya. Oleh karena itu, mintalah kepada-Nya agar hati ditegarkan di atas Sunnah dan dimatikan di atasnya.
Abu Hamid Ahmad bin Khidhrawaih Al-Balkhiy rahimahullah berkata,
القُلُوْبُ جَوَّالَةٌ، فَإِمَّا أَنْ تَجُولَ حَوْلَ العَرْشِ، وَإِمَّا أَنْ تَجُولَ حَوْلَ الحُشِّ
“Hati suka menerawang. Terkadang hati menerawang di sekitar Arsy, tetapi terkadang pula menerawang di sekitar tempat kotoran.”
[Lihatlah Dzammul Hawa hal. 74 oleh Ibnul Jauziy, dan Siyar A’lam An-Nubala’ 11/488]
Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.







