Tanya:
Bismillah, afwan ustadz ada keluarga ummi yang bertanya dengan pertanyaan berikut (ana bagi pertanyaannya ustadz):
1. Apa betul syiah itu ajaran sesat? Karena lagi rame pembicaraanya di media sosial.
2. Terus apa bedanya syiah sama sunni?
3. Apa itu sunni?
4. Terus kita ini muslim golongan apa karena ayahku dulu tidak pernah ajarkan kalau kita ini golongan pa, cuma pernah dia bilang kalau kakek itu sebenarnya orang muhammadiyah.apa itu betul?
5. Soal cadar juga kak, apa orang yang pakai cadar itu golongan syiah? karena kebanyakan perempuan syiah yang pakai cadar.
Mohon jawabannya ustadz karena beliau sangat butuh jawabannya.
Sebelumnya ana ucapkan jazaakallahu khoiron katsiroh.
Jawab:
Sebagai jawaban atas pertanyaan ummi (ibu) Anda, kami katakan:
1. Syiah adalah ajaran sesat yang telah mencela dan mengafirkan para sahabat Nabi, seperti Abu Bakr, Umar, dan Utsman. Sebaliknya, mereka selalu mengultuskan sahabat Ali bin Thalib dan keturunannya agar mereka bisa menjadikan Ali radhiyallahu ‘anhu sebagai kedok dalam menyembunyikan kesesatan kaum mereka dan sebagai tipuan bagi masyarakat bahwa mereka (kaum Syiah) adalah para pencinta ahlul bait (Ali radhiyallahu ‘anhu dan keturunannya). Ini merupakan kesalahan besar sebab kita diperintahkan oleh Nabi shallallahu alaihi wa sallam untuk mencintai dan membela seluruh sahabat Nabi shallallahu alaihi wa sallam tanpa membedakan antara satu dengan yang lainnya.
Kesesatan kaum Syiah terlalu banyak. Sebagai contoh, silakan Anda membaca tulisan kami di:
http://pesantren-alihsan.org/agama-syiah-rofidhoh-bahaya-laten-yang-mengancam-kaum-muslimin.html.
Saking sesat dan berbahayanya kaum Syiah, para ulama MUI yang menjadikan rujukan kaum muslimin di Indoensia mengeluarkan fatwa kesesatan MUI. Lihat dan download fatwa MUI tersebut di https://app.box.com/s/7k5bj06v29faghs8v0no0ahqn6miscq1
2.Perbedaan antara Syiah dan Sunni (Ahlus Sunnah wal Jamaah) terlalu banyak. Namun, yang paling mencolok adalah Syiah mencela bahkan mengafirkan para sahabat. Lalu sebaliknya, mereka mengultuskan Ali bin Abi Thalib radhiyallahu ‘anhu dan keturunannya. Adapun Sunni (Ahlus Sunnah wal Jamaah) mencintai dan membela semua sahabat, tanpa membeda-bedakan antara sahabat yang satu dengan yang lain. Ahlus sunnah juga tidak mengultuskan sahabat.
3. Sunni adalah nama lain dari Ahlus Sunnah wal Jamaah. Sunni adalah penisbatan diri kepada sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Mereka dinamai Sunni karena mereka mengikuti, mengamalkan, dan mendakwahkan sunnah yang sudah menjadi ciri khas mereka. Sunni dinamai dengan Ahlus Sunnah wal Jamaah (pengikut Sunnah dan Jamaah) karena mereka mengikuti Sunnah dan Jamaah. Sedang Jamaah yang dimaksud di sini punya tiga makna: a. Kebenaran,
b. Para sahabat, dan
c. Pemerintah muslim yang berada di atas kebenaran.
4. Kita semua adalah Sunni, sedangkan yang suka mencaci-maki dan melecehkan sahabat serta menuduh para sahabat dengan tuduhan keji adalah kaum Syiah yang sesat.
5. Penggunaan cadar bukanlah khusus ajaran Syiah saja, melainkan perempuan Ahlus Sunnah (Sunni) juga menggunakan cadar. Lihatlah di Arab Saudi dan Indonesia yang merupakan negara Sunni, sebagian penduduk perempuannya juga memakai cadar.
Memakai cadar merupakan bagian dari syariat Islam yang Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam ajarkan. Lantaran hal itu, seluruh istri Nabi shallallahu alaihi wa sallam memakai cadar!
Faedah:
Di antara dalil-dalil yang menunjukkan adanya syariat cadar adalah Nabi shallallahu alaihi wa sallam melarang para wanita memakai cadar dalam haji. Jika wanita melewati kaum pria, Nabi shallallahu alaihi wa sallam memerintahkan kaum perempuan agar menutupi wajahnya dengan kain jilbabnya sebagai pengganti fungsi cadar.
Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam pernah bersabda,
وَلاَ تَنْتَقِبِ الْمَرْأَةُ الْمُحْرِمَةُ وَلاَ تَلْبَسِ الْقُفَّازَيْنِ
“Perempuan ihram tidak boleh memakai cadar dan tidak boleh memakai kaos tangan.”
[HR. Al-Bukhariy no. 1838, An-Nasa`iy no. 2693 dan yang lainnya]
Hadits ini menunjukkan bahwa para perempuan muslimah pada zaman Nabi shallallahu alaihi wa sallam memiliki kebiasaan memakai cadar dan kaos tangan demi menjaga aurat mereka. Sebab, semua tubuh wanita adalah aurat yang harus disembunyikan dan ditutupi dengan pakaian.
Wallahu Ta’ala A’lam bishshawab.
Ustadz Abdul Qodir, Lc.

