Archives

Jauh Hari sebelum Wahdah Islamiyah Turun Berdemo, Syaikh Al-Utsaimin sudah Mengingkari Demonstrasi

Di dalam sebuah pernyataan resmi Wahdah Islamiyah dalam membolehkan demonstrasi -dan jelas ini batil- bahwa demonstrasi merupakan perkara yang dilegitimasi oleh negara.

Kebatilan pernyataan ini jelas dan terang. Kebatilannya akan tampak jika kita ajukan sebuah pertanyaan, “Apakah semua yang diizinkan oleh pemerintah adalah benar menurut agama, walaupun nyata hal itu bertentangan dalil syar’i?”

Tidak ada yang menyatakan “ya”, melainkan orang yang bodoh dan ceroboh. Namun jika ia menjawab “tidak”, maka ia telah merobohkan pernyataan batil tersebut.

Salah seorang ulama sunnah di masa ini, Syaikh Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin -rahimahullah- pernah ditanya dalam Liqo’at Al-Bab Al-Muaftuh,
Pertanyaan : “Kaitannya bila seorang pemerintah berhukum dengan selain apa yang Allah turunkan. Kemudia ia (pemerintah tersebut) membolehkan manusia untuk mengadakan demonstrasi yang disebut dengan “aksi mogok” yang diiringi dengan aturan-aturan yang ditetapkan oleh pemerintah itu sendiri. Manusia pun terus di atas perbuatan ini. Jika mereka diingkari atas perbuatan ini, maka mereka (para demonstran) itu pun berkilah, “Kami tidaklah menentang pemerintah, dan kami berbuat sesuai pandangannya. Apakah hal ini boleh menurut syariat, seiiring adanya penyelisihan nash?”

Mengenang Buah Pahit Peristiwa Demonstrasi dan Aksi Reformasi Tahun 1998 agar Menjadi Pelajaran Berharga bagi Mereka yang Gemar Berdemonstrasi

Yakin banyak diantara kita yang masih mengingat peristiwa besar yang terjadi pada tahun 1998 M yang silam. Peristiwa dikenal dengan “GERAKAN REFORMASI” atau “GERAKAN MAHASISWA INDONESIA 1998″ yang melibatkan ribuan mahasiswa dan beberapa elemen masyarakat di berbagai daerah. Tak luput dalam aksi dan gerakan demonstrasi tersebut, beberapa elemen dari berbagai ormas dan organisasi yang memiliki kepentingan yang sama dalam melengserkan Bapak Presiden Soeharto -rahimahullah- pada saat itu.

Gerakan Reformasi masa itu diwarnai berbagai macam kerusuhan dan kekacauan dimana-mana, dan muncul berbagai macam kerusakan dan ketimpangan dalam berbagai sektor akibat dan dampak buruk Gerakan Reformasi kala itu.