Imam Menambah Satu Rakaat, Apa Sikap Makmum?
Jika di suatu masjid imam –misalnya- sholat Ashar, mestinya 4 rakaat. Tapi karena lupa. Akhirnya, sholat Ashar-nya berubah jadi 5 rakaat.
Nah apa sikap makmum yang benar, setelah imam masuk ke rakaat berikutnya dan ia yakin dengan sikapnya. Padahal ia sudah diingatkan dengan ucapan “subhanalloh”?
Pertanyaan ini pernah ditanyakan kepada lembaga Al-Lajnah Ad-Da’imah yang di dalamnya berkumpul para ulama besar :
س5: إذا سهى الإمام فنبهه أحد المأمومين أو اثنان أو أكثر، ولم يستجب لهم؛ معتقدا أنه لم يسهو، فكيف يصنع المأموم والحالة هذه؟ وهل يجب على الإمام أن يسجد للسهو مع تيقنه بتمام صلاته.
“Jika imam lupa, lalu ia diingatkan oleh seorang makmum, 2 atau lebih makmum. Namun imam tidak menyambut peringatan mereka dengan meyakini bahwa ia (imam) tidak lupa. Nah, apa yang dilakukan oleh makmum, sedang kondisinya seperti ini? Apakah imam wajib sujud sahwi, seiiring ia yakin akan kesempurnaan sholatnya?”
Para ulama yang tergabung dalam Al-Lajnah Ad-Da’imah memberikan fatwa bersama :







