Mutiara Salaf 32: Ikhlas Melahirkan Kecintaan Para Makhluk kepada Seorang Hamba

Mutiara Salaf 32 Ikhlas Melahirkan Kecintaan Para Makhluk kepada Seorang Hamba

Tiada amalan yang paling mulia di sisi Allah -Tabaraka wa Ta’ala-, kecuali keikhlasan. Dengan keikhlasan, seorang hamba memusatkan hatinya kepada Allah -Azza wa Jalla- sehingga raganya pun dalam beramal dan beribadah hanya semata-mata untuk Allah, Rabbul ‘alamin.

Siapa saja yang ikhlas dalam ketaatan dan amalan shalihnya, ia akan terbimbing untuk meniti jalan-jalan kebaikan dan tercegah dari kemurkaan Allah -Subhanahu wa Ta’ala-. Bahkan ia akan mendapatkan kecintaan Allah –Jalla wa ‘Ala-. Jika Allah mencintai seorang hamba, Allah akan menggerakkan hati para makhluk-Nya untuk mencintai si hamba tersebut.

Seorang ulama tabi’in, Abu Bakr Muhammad bin Wasi’ Al-Azdiy Al-Bashriy (wafat 123 H) -rahimahullah- berkata,

إِذَا أَقْبَلَ الْعَبْدُ بِقَلْبِهِ إِلَى اللهِ، أَقْبَلَ اللهُ بِقُلُوْبِ الْمُؤْمِنِيْنَ إِلَيْهِ

“Bila seorang hamba menghadapkan (memfokuskan) hatinya kepada Allah, Allah akan menghadapkan hati orang-orang beriman kepadanya.”
[Atsar riwayat Abu Nu’aim dalam Hilyah Al-Auliya` (2/345)]

Begitulah kiranya jika seorang hamba fokus dalam amalannya kepada Pemilik alam semesta, Dia akan menghadapkan dan menggerakkan hati orang-orang beriman, bahkan seluruh manusia, untuk mencintainya.

Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.

Leave a Reply