Mutiara Salaf 38: Nikmatnya Berdzikir kepada Allah

Mutiara Salaf 38 Nikmatnya Berdzikir kepada Allah

Orang yang sibuk dengan berbagai macam dzikrullah (seperti bermajelis ilmu, berdzikir, membaca atau mengajarkan Al-Qur`an, atau melaksanakan shalat wajib atau shalat lail) akan membuat dirinya melupakan kesusahan dunia. Perasaannya bagaikan burung yang melanglang buana di langit tanpa ada yang membuatnya susah dan berat.

Malik bin Dinar As-Samiy As-Sajiy Abu Yahya Al-Bashriy Az-Zahid (wafat pada 130 H) rahimahullah berkata,

مَا تَنَعَّمَ الْمُتَنَعِّمُوْنَ بِمِثْلِ ذِكْرِ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ

“Orang yang bersenang-senang tidaklah merasakan kenikmatan seperti halnya dzikrullah.”
[Atsar riwayat Ahmad dalam Az-Zuhd hal. 321 dan Abu Nu’aim dalam Hilyatul Auliya` 2/358]

Dzikrullah (mengingat Allah) merupakan sesuatu yang mengasyikkan. Itu merupakan penguat dalam mengerjakan amalan shalih dan pengingat agar kita jangan jatuh ke dalam kubang maksiat dan dosa.

Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.

 

Leave a Reply