Amalan shalih yang kita kerjakan sepanjang umur, bila mau dihargai dengan surga yang mahal, tidaklah cukup. Namun, bila keikhlasan mengiringi amalan-amalan shalih kita, barulah amalan-amalan itu memiliki harga dan kedudukan di sisi Allah ‘Azza wa Jalla.
Tabi’in mulia, Abu Ayyub Maimun bin Mihron Al-Jazariy (wafat pada 117 H) rahimahullah, berkata,
إِنَّ أَعْمَالَكُمْ قَلِيْلَةٌ، فَأَخْلِصُوْا هَذَا الْقَلِيْلَ.
“Sesungguhnya amalan-amalan kalian adalah sedikit. Lantaran hal itu, ikhlaskanlah yang sedikit ini.”
[Atsar riwayat Abu Nu’aim dalam Hilyah Al-Auliya` 4/92]
Sungguh merugilah manusia yang tidak menghargai dan mengagungkan amalan-amalannya dengan keikhlasan. Lebih parah lagi bila seseorang memang asalnya hanya memiliki amalan yang jumlahnya sedikit, lalu ia tak ikhlash di dalamnya, bahkan terkadang ia mengiringinya juga dengan bid’ah.
Al-Ustadz Abdul Qodir, Lc.







