Pertanyaan seperti ini telah lama menyambangi seorang ulama Negeri Syam, Al-Muhaddits Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy.
Pertanyaan ini tampaknya datang kepada beliau awal munculnya syubhat dari sebagian kaum pergerakan (haroki) yang memaksakan bolehnya DEMONSTRASI DAMAI.