Archive

Islam Identik dengan Kekerasan?

  Tanya: Dalam sejarah Islam, begitu banyak kejadian peperangan, seakan-akan Islam itu tegak dengan kekerasan. Di zaman sekarang, di kaca belakang mobil, banyak tertulis “Laa Ilaaha Illallaah” dan di bawahnya ada gambar pedang. Bagaimana dengan hal ini? Jawab: Ini dua kesimpulan yang keliru. Kalau disebut bahwa kebanyakannya begitu banyak perang, mari kita lihat kembali pada…
Read More

Mutiara Salaf 66: Nilai Tinggi Menjaga Persatuan

Di dalam kehidupan di sebuah komunitas kecil, terkadang muncul riak-riak yang merusak persatuan. Terlebih lagi jika kehidupan itu adalah dalam sebuah negara yang menghimpun berbagai jenis ras, agama, tendensi, dan latar belakang yang berbeda. Menyatukan keragaman yang majemuk seperti ini adalah sesuatu yang berat. Belum lagi, terkadang sebagian pihak lebih mendahulukan egonya sehingga, di saat…
Read More

Nasihat Syaikh Ali bin Ahmad Ar-Rozihiy untuk Para Dai Ahlus Sunnah agar Jangan Ikut Campur dalam Urusan Pemerintah

Belakangan ini, ada sebuah fenomena yang kami perhatikan merebak di kalangan sebagian Ahlus Sunnah, berupa ikut campurnya mereka dalam perkara-perkara dan kasus-kasus yang ditangani pemerintah, karena (mungkin) termakan media.
Parahnya lagi, bila seorang dai ikut membuat pernyataan dalam urusan pemerintah yang bukan urusannya, sehingga bermunculan kesan buruk bagi dakwah Ahlus Sunnah bahwa mereka tidak menghormati pemerintah muslim. Padahal itu hanyalah sikap pribadi dai tertentu.
Akibatnya, kini banyak juga ikhwah alias audiens yang “berani” berkomentar tentang masalah-masalah kekinian yang mendera negeri ini, seperti kasus Bapak Patrialis Akbar, dan lainnya.
Tulisan dan nasihat ini, jangan dipahami bahwa kita menutup pintu nasihat bagi pemerintah. Silakan, nasihati mereka. Tapi tentunya dengan cara-cara syar’i, dan dilakukan oleh orang yang pantas mengemban tugas nasihat dari kalangan orang yang dikenal dan dekat dengan pemerintah. Nasihatilah mereka pribadi dengan cara yang baik berupa nasihat persaudaraan dan secara pribadi, bukan secara terang-terangan di depan publik melalui mimbar, media, dan lainnya!
Para pembaca yang budiman, adanya gejala buruk sebagian Ahlus Sunnah sudah mulai “berani” mengeluarkan STATEMENT (pernyataan) dalam menyikapi masalah-masalah sosial yang dihadapi pemerintah, sehingga seringkali menyerempet nama baik pemerintah muslim.
Adanya gejala buruk ini, memancing sebagian pihak untuk menanyakan hal ini kepada sebagian ulama Ahlus Sunnah di Yaman, dalam hal ini Syaikh Ali bin Ahmad Ar-Rozihiy -hafizhahullah-.
Berikut pertanyaan yang diajukan oleh sebgian thullab Ma’bar kepada Syaikh Ali bin Ahmad Ar-Rozihiy -hafizhahullah-

Duduk Tasyahhud yang Benar

Oleh : Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah-    Banyak teman yang bertanya kepada kami tentang posisi duduk tasyahhud saat seorang melakukan sholat satu atau dua raka’at. Mereka bertanya-tanya seperti ini, karena melihat realita di tengah kaum muslimin berupa adanya sebagian kaum muslimin yang melakukan tawarruk (duduk sambil menyentuhkan pantat kiri di lantai) saat sholat…
Read More

Mutiara Salaf 65: Bergembira dengan Sesuatu yang Memudharatkan

Manusia, dalam memandang dunia, seringkali menilai dari lahiriah dan kulitnya saja. Jika lahiriah seseorang bahagia dengan dunianya, maka kebanyakan orang menyangka bahwa orang itu adalah orang yang bahagia pada hakikatnya. Padahal tidaklah demikian, bahkan boleh jadi ia adalah orang yang paling merugi. Muhammad bin Ali Al-Hakim At-Tirmidziy (wafat 320 H) rahimahullah berkata, كَفَى بِالْمَرْءِ عَيْبًا…
Read More

Larangan Mengangkat Imam Besar dan Membai’atnya, saat Adanya Pemimpin Resmi dalam Negara

Belakangan ini sebuah kekhawatiran dalam hati, saat membaca, melihat dan mendengar berita bahwa ada sebagian jamaah mengangkat seorang “IMAM BESAR”[1] bagi kaum muslimin di negeri ini, lalu si imam besar ini pun dibai’at. Padahal pemimpin tertinggi negara ini ada dan dia adalah seorang muslim!
Ini merupakan sebuah bentuk pemberontakan dan pembangkangan bagi pemerintah yang sah dan menjadi sebab lahirnya dualisme kepemimpinan.
Jika muncul dualisme kepemimpinan bagi kaum muslimin, maka akan berikutnya berbagai macam kerusakan yang akan timbul dengan munculnya fenomena.
Kapan ada terjadi dualisme kepemimpinan, maka akan muncul banyak keributan dan kerusakan, bahkan boleh jadi perang besar.
Lantas apa pandangan ulama-ulama besar tentang realita ini?
Sebagai jawaban, berikut kami nukilkan sejumlah fatwa dari ulama ahlussunnah waljamaah yang telah dikenal dunia dan menjadi rujukan mereka dalam meminta fatwa.

Bencana Foto Selfie dan semisalnya, serta Bantahan atas Orang-orang yang Menghalalkan Foto Makhluk Bernyawa

Oleh : Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah- Dewasa ini, dengan perkembangan teknologi yang amat pesat, muncul sebuah alat yang kita kenal dengan “POTRET”, alias “KAMERA”. Alat ini dengan berbagai jenisnya, membawa sebuah perubahan dalam kehidupan manusia. Terlebih lagi saat kamera merupakan salah satu fitur yang melengkapi ponsel moderen yang ada di zaman ini, maka semakin…
Read More

Daurah Islam Ilmiah: Kisah Hidup Nabi Musa – Semarang

Bismillah. Majelis Al Barokah masih membuka pendaftaran bagi jamaah yg berminat utk menginap selama Daurah Ilmiah Sabtu – Ahad (21-22 Januari 2017) oleh ustadz Abdul Malik agar tidak terlewatkan sesi rangkaian kajian. ?Tempat menginap Jamaah Putra di Rumah Abu Dzaky jl. Tegalsari Barat 1/12 ? Tempat Menginap Jamaah Putri di Rumah Abu Dzaky jl. Tegalsari…
Read More

Menata Adab dan Akhlak sebelum Jauh Melangkah

Sebuah kesalahan para penuntut ilmu, ia hanya mengumpulkan ilmu sebanyak-banyaknya. Namun ia lupa menghiasi dirinya dengan adab-adab islami kepada yang lain : kepada ustadz, ilmu, kitab, kawan-kawan, tetangga, masyarakat, orang tua dan lainnya.
Tak heran bila di zaman ini, kita akan menjumpai manusia-manusia durhaka kepada guru dan ustadznya yang telah mengajarinya sekian banyak jenis ilmu yang bermanfaat bagi dunia dan akhiratnya.
Semua itu dibalas dengan adab dan akhlak buruk kepada gurunya, sampai ada diantara mereka yang meng-ghibahi gurunya, menghukuminya sebagai orang sesat, sementara itu ia tak menasihatinya.
Gelar-gelar buruk tak luput dari lisannya sehingga manusia yang berjasa dalam hidupnya ia gelari dengan “kadzdzab” (tukang dusta), dajjal, pencuri dan sederet gelar-gelar hina ia sematkan kepada sang guru.
Di sudut sana, ada segelintir manusia rendah yang punya kebiasaan CURIGA dan buruk sangka kepada gurunya dan punya hobi menguntit aib dan kesalahan-kesalahan gurunya. Padahal gurunya adalah seorang yang berjalan di atas sunnah.

Terganggu Saat Shalat

Tanya: Pada saat shalat, saya terganggu dengan gerakan teman saya, tetapi teman saya justru tidak merasa mengganggu saya, dan akhirnya saya melebarkan tangan saya sampai akhirnya mengganggu bacaannya. Apakah perbuatan saya ini benar atau salah? Karena niat awal saya adalah menegurnya, bukan mengganggunya. Jawab: Keduanya salah. Sebagian orang kadang demikian, bahwa bila sedang shalat berjamaah,…
Read More