Archive

Daurah Salafiyah: Membentengi Umat dari Idiologi Terorisme demi Keutuhan NKRI – Mamuju

Dengan mengharap ridha Allah Hadirilah… Dauroh Salafiyah Kota Mamuju Bersama : Al Ustadz Abdul Mu’thi Al Maidani hafizhahullah ✅ Jum’at, 29 Rabi’uts Tsani 1438 H / 27 Januari 2017 M – Waktu : Setelah Shalat Ashar sampai selesai – Tema : Prinsip-Prinsip Pokok Aqidah Ahlussunnah __________________ ✅ Sabtu, 30 Rabi’uts Tsani 1438 H / 28…
Read More

Awal Segala Sesuatu

Disana ada beberapa hal yang pertama kali terjadi di antara perkara-perkara penting kita ilmui dan yakini agar keimanan kita semakin kokoh. Diantara perkara-perkara yang kami maksudkan,

þ Makhluk Pertama

Makhluk yang pertama kali ciptakan oleh Allah -Azza wa Jalla- adalah Al-Qolam (pena). Dialah yang menulis segala takdir yang dikehendaki oleh Allah sampai kiamat.

Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
إِنَّ أَوَّلَ مَا خَلَقَ اللَّهُ الْقَلَمَ، فَقَالَ لَهُ: اكْتُبْ، قَالَ: رَبِّ، وَمَاذَا أَكْتُبُ؟ قَالَ: اكْتُبْ مَقَادِيرَ كُلِّ شَيْءٍ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ
“Sesungguhnya sesuatu yang paling pertama Allah -Ta’ala- ciptakan adalah Al-Qolam (pena). Dia berfirman kepadanya, “Tulislah!!” Pena berkata, “Wahai Tuhanku, apa yang aku akan tulis?” Dia berfirman, “Tulislah takdir segala sesuatu sampai tegaknya hari kiamat”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (no. 4700). Di-shohih-kan oleh Al-Albaniy dalam Shohih Al-Jami’ (no. 2018)]

Adapun pendapat yang menyatakan bahwa makhluk pertama adalah Arsy, maka ini adalah pendapat lemah yang tak memiliki dasar yang kuat!!

Mutiara Salaf 64: Jangan Memaksakan Diri dalam Beramal

Dalam beramal, semangat bukanlah segala-galanya. Sebab, terkadang jika berlebihan semangat dalam beramal, rasa bosan dan malas itu datang menghinggapi diri kita. Seorang hamba memberikan sedikit kelonggaran bagi jiwa dengan sesuatu yang bermanfaat dan tidak melalaikan, misalnya berziarah kepada kerabat atau handai tolan, bekerja mencari nafkah, menuntut ilmu, membaca kitab-kitab, dan selainnya. Abul Khathhab Qatadah bin…
Read More

Terpukau dengan Kemajuan Barat

Seorang doktor keluaran Amerika pernah memberikan sebuah ceramah di depan kaum muslimin dengan penuh semangat ia mengelu-elukan dan membanggakan kemajuan Amerika dan negara barat lainnya, yang notabenenya adalah kaum kafir yang ingkar kepada Islam.
Dia membanggakan kaum kafir, karena semata kemajuan dunianya. Sebaliknya, dengan nada dan pandangan sinis, ia merendahkan kaum muslimin karena kemunduran dan keterbelakangan dalam urusan dunia.
Ini adalah sebuah realitas ketertipuan sebagian kaum cendekiawan muslim terhadap kemajuan kaum kafir.

Aturan Pukul-Memukul dalam Bimbingan Al-Qur’an & Sunnah

Di sebagian kesempatan, kami pernah menyaksikan seorang bocah cilik menampar dan memukul wajah temannya, tanpa merasa bersalah.
Ketika ditanya dan dinasihati agar jangan memukul wajah teman, maka ia beralasan bahwa itu cuma canda dan gurau.
Ia menganggap bahwa memukul orang boleh dan bebas saja, tanpa aturan!!
Kesalahan dan kejadian ini membekas dalam lubuk hati kami, yang mendorong kami agar sedikit berbicara seputar aturan pukul-memukul dalam syariat Islam yang suci.
Di sisi lain, disana ada sekelompok manusia yang menganggap bahwa memukul adalah perkara yang dilarang secara total, sehingga ia menyangka bahwa dalam dunia pendidikan –misalnya- tak boleh memukul anak didik, walaupun itu adalah pukulan mendidik. Ini jelas kesalahan berpikir!!!
Syariat Islam yang indah ini memiliki sikap dan posisi pertengahan: tidak membolehkan pemukulan secara mutlak dan tidak pula melarang secara mutlak.
Jika ia adalah pukulan yang dibutuhkan, maka ia adalah terapi pendidikan yang tepat dan efektif. Namun tentunya pukulan itu tidaklah berlebihan sampai menyebabkan tubuh anak memar atau terluka.
Di dalam Al-Kitab, Allah menyebutkan bolehnya seorang suami memukul istri yang melakukan nusyuz (pembangkangan dan kedurhakaan) di hadapan suami.
Sang istri tak mau lagi menurut dalam perkara yang ma’ruf. Nasihat dan pisah tempat tidur pun tak lagi bermanfaat.
Nah, tak ada jalan lain lagi, maka disinilah dibolehkan suami memukul istrinya dengan pukulan yang tidak melampaui batas.

Jadwal Kajian Rutin – Kota Mamuju

Jadwal Ta’lim Rutin Ahlussunnah Kota Mamuju 1⃣. Malam Selasa ? Pemateri : Ust. Salman Mahmud Materi : Hadits Tempat : Masjid Raya Suada ________________________________ 2⃣. Malam Kamis ? Pemateri : Ust. Salman Mahmud Materi : Pembahasan tentang Muslimah Tempat : Masjid Raya Suada ________________________________ 3⃣. Hari Kamis (pukul 08.00 pagi) ? Pemateri : Ust. Salman…
Read More

Kajian Islam Ilmiah: Menyikapi Perbedaan Pendapat – Bali

Hadirilah! Kajian Islam Ilmiah Bersama: Al-Ustadz Khaliful Hadi Sabtu, 16 Rabi’ul Akhir 1438 H / 14 Januari 2017 MENYIAPKAN GENERASI TAUHID Ba’da Subuh – Mushallah Ar-Raudhoh, Jl. Kalimutu IX/17 Ahad, 17 Rabi’ul Akhir 1438 H / 15 Januari 2017 MEMBANGUN JIWA DAN MENITI KEHIDUPAN SESUAI DENGAN SUNNAH Ba’da Subuh – Mushollah l-Ghuroba, Jl. Pulau Ceningan Ahad, 17…
Read More

Kajian Islam Ilmiah: 10 Pembatal Keislaman – Palopo

Hadirilah Kajian Islam Intensif Seputar Aqidah dengan tema: 10 PEMBATAL KEISLAMAN (Membahas tuntas Kitab Nawaqidhul Islam – karya Asy Syaikh Muhammad bin Abdil Wahhab rahimahullah) ? BERSAMA: Al Ustadz Abul Irbadh Supriano hafizhahullah (Pengasuh Ponpes Ibnu Abbas, Bulukumba) ⏱ WAKTU: SABTU, 16 Rabi’uts Tsani 1438 H / 14-01-2017 Sesi 1 : 16.00 – 17.30 AHAD,…
Read More

Tabligh Akbar: Membangun Stabilitas Negeri – Enrekang

Dengan mengharap Ridho Allah Ta’ala Hadirilah ……Tabligh Akbar Insya Allah. MEMBANGUN STABILITAS NEGERI [Harmonisasi Pemerintah – Rakyat & Tercelanya Radikalisme dalam Perspektif Islam] Bersama: Ustadz Khaidir M.Sunusi [Pengasuh Pondok Pesantren As-Sunnah Makassar] Hari Ahad, 17 Rabiul Akhir 1438 / 15 Januari 2017 Jam 09.00 WITA- Zhuhur Tempat: Masjid As-Sunnah Al-Ikhwan, Sudu [ Jl Poros Tator,…
Read More

Istri Muda Minta Cerai karena Kasihan dengan Istri Pertama

Tanya: Bila seorang istri muda meminta cerai karena kasihan dengan istri pertama, apakah itu termasuk alasan syar’i? Jawab : Alhamdulillah washshalâtu wassalâmu alâ nabiyyinâ wa alâ âlihi washahbihi ajma’în 1. Sebelum menjawab pertanyaan ini, kami perlu menjelaskan bahwa jika pertanyaan di atas adalah kasuistik (yakni berkaitan dengan kasus yang dihadapi), kami mengharapkan agar perkara ini…
Read More