Taushiyah

Mutiara Salaf 24: Pentingnya Seorang Guru Meluruskan Niat Muridnya

Di kala menuntut ilmu, sebagian pencari ilmu terkadang berniat buruk dalam mencari ilmu, semisal: sekadar mencari popularitas, kedudukan, atau dunia bila belajar ke Madinah, Yaman, atau ke tempat lain. Di sinilah pentingnya seorang guru (syaikh atau ustadz) untuk selalu mengajari para pencari ilmu tentang ilmu-ilmu adab dan akhlak yang dapat membersihkan niat buruk mereka. Sebab,…
Read More

Mutiara Salaf 23: Ukurlah Manusia dari Keimanan dan Amalan Shalihnya

  Kehidupan dunia seringkali menipu kebanyakan orang sehingga ia pun menjadikan keberhasilan dunia (berupa banyaknya harta, tingginya kedudukan, dan banyaknya pengikut) sebagai tolok ukur kemuliaan seorang manusia, tanpa menoleh kepada kebaikan agama seseorang lagi. Abul Khathhab Qatadah bin Di’amah bin Qatadah As-Sadusiy Al-Bashriy (tabi’in tsiqah tsabt, 60-110-an h) -rahimahullah- berkata, يَا ابْنَ آدَمَ، لاَ تَعْتَبِرِ…
Read More

Mutiara Salaf 22: Lebih baik Menjadi Ekor dalam Kebenaran daripada Menjadi Bos dalam Kebatilan

Kepemimpinan bukanlah segalanya bagi para pencinta kebenaran. Kepemimpinan hanyalah bagian dari dunia yang hina. Seorang hamba memiliki tujuan mulia, yaitu mengagungkan kebenaran, tanpa memedulikan dirinya berada di depan atau di belakang, ia dimuliakan atau dihinakan. Tugasnya hanyalah menyampaikan kebenaran dengan sebaik-baik cara dan mengikuti konsekuensi kebenaran sehingga, jika ia pun ditinggalkan oleh semua manusia karena…
Read More

Mutiara Salaf 21: Pentingnya Seorang Guru Meluruskan Niat

Di kala menuntut ilmu, sebagian pencari ilmu terkadang berniat buruk dalam mencari ilmu, semisal: sekadar mencari popularitas, kedudukan, atau dunia bila belajar ke Madinah, Yaman, atau ke tempat lain. Di sinilah pentingnya seorang guru (syaikh atau ustadz) untuk selalu mengajari para pencari ilmu tentang ilmu-ilmu adab dan akhlak yang dapat membersihkan niat buruk mereka. Sebab,…
Read More

Mutiara Salaf 20: Jangan Membiarkan Manusia Keliru dalam Shalatnya

Seringkali Anda melihat orang yang keliru dalam shalatnya. Jika Anda melihatnya demikian, layangkanlah nasihat lembut dan teguran bersahaja untuknya diliputi dengan hikmah dan kasih sayang. Sebab, seringkali orang yang terjatuh ke dalam kekeliruan shalat adalah kaum awam yang jahil. Seorang ulama tabi’in, Maimun bin Mihran Al-Jazariy -rahimahullah- berkata, مَثَلُ الَّذِيْ يَرَى الرَّجُلَ يُسِيْءُ صَلاَتَهُ فَلاَ…
Read More

Mutiara Salaf 19: Jalinan Indah dalam Pertetanggaan

Tiada hubungan pertetanggaan yang lebih indah dan nikmat dibandingkan jalinan pertetanggaan di atas Sunnah. Berbagai macam bentuk jalinan-jalinan indah telah dirajut dalam Sunnah. Segala maslahat dan kebaikan pasti dianjurkan oleh Sunnah Rasulullah -shallallahu alaihi wa sallam- bagi seorang muslim kepada tetangganya. Al-Imam Abu Muhammad Ibnu Abi Jamrah -rahimahullah- berkata dalam menjelaskan sebagian bentuk pertetanggaan yang…
Read More

Mutiara Salaf 18: Ciri Ketaqwaan pada Diri Seorang Hamba

Orang yang bertakwa bukan dinilai pada pengakuan dirinya atau pujian manusia, melainkan dinilai dengan perangai dan sifatnya. Di antara sifat orang yang bertakwa adalah mampu mengontrol hawa nafsunya sehingga ia tidaklah rakus dengan dunia, tidak pula terbawa oleh perasaannya sehingga ia mampu menahan marahnya. Inilah sifat mulia yang ada pada kaum yang bertakwa, para pewaris…
Read More

Lafazh-Lafazh Takbir di Hari Id

Dari sahabat Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, beliau mengucapkan, اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ لَاإِلَهَ إِلَّااللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ [HR.Ibnu Abi Syaibah  dalam Al-Mushannaf 2/168 dengan sanad yang shahih] Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhu, beliau mengucapkan, اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ اَللهُ أَكْبَرُ وَلِلَّهِ الْحَمْدُ اَللهُ أَكْبَرُ وَأَجَلُّ اَللهُ أَكْبَرُ عَلَى مَا هَدَانَا [HR.Al-Baihaqy dalam As-Sunan Al-Kubra 3/315 dengan sanad yang…
Read More

Mutiara Salaf 17: Ilmu Tanpa Dibarengi dengan Adab Mulia

Ilmu tanpa dibarengi dengan adab-adab mulia laksana api tanpa kayu bakar. Ilmu yang akan kita ambil dari seorang guru, bila kosong dari akhlaq dan adab mulia, ibarat orang yang ingin mengambil dan memindahkan api tanpa kayu bakar atau yang lainnya. Jadi, akhlak ibarat alat dan sarana yang mampu memindahkan ilmu seorang guru kepada diri seorang…
Read More

Mutiara Salaf 16: Mahalnya Persaudaraan di atas Kebenaran

Sebagian orang tak mengerti arti sebuah persaudaraan di atas kebenaran sehingga ia menyia-nyiakannya tanpa penyesalan sedikit pun. Hanya karena sebuah kesalahan, sebagian orang mudah sekali memutuskan pertemanan dan persaudaraannya. Wahai saudaraku, persaudaraan adalah sebuah perbendaharaan yang mengalahkan sekian banyak nikmat. Oleh karena itu, Al-Imam Abu Hatim Ibnu Hibban Al-Bustiy berkata, فَالْوَاجِبُ عَلَى الْعَاقِلِ أَنْ يَعْلَمَ…
Read More