Taushiyah

Mutiara Salaf 44: Orang yang Sempurna Kerugiannya

Di antara tanda dan sifat orang-orang yang merugi adalah menolak kebenaran, walaupun kebenaran itu telah jelas baginya. Ia menolak dengan mencari pembenaran dalam rangka mempertahankan pendapatnya yang ia sangka benar. Namun, hakikatnya pendapat yang ia pegangi adalah batil. Bahkan, seringkali ia bangga dan takjub dengan pendapatnya. Sesekali ia menyalahkan ulama lain dan merendahkan ulama tersebut…
Read More

Mutiara Salaf 43: Senjata Orang yang Hina

Orang yang hina memiliki kebiasaan dan sifat tercela berupa senangnya ia mengeluarkan kata-kata buruk yang menyakiti orang-orang yang beriman. Kebiasaan ini telah tercetak pada lisannya yang tajam, tanpa memandang dosa dan bahaya yang ia hadapi. Seorang ulama sunni tabi’in Abu Ja’far Muhammad bin Ali Al-Baqir Al-Qurasyiy rahimahullah, berkata, سِلاَحُ اللِّئَامِ، قُبْحُ الكَلاَمِ “Senjata orang yang…
Read More

Mutiara Salaf 42: Pentingnya Menikah bagi Seorang Pemuda Lajang

Hati seorang pemuda yang belum menikah ibarat teh yang belum bergula, akan terasa hambar bila belum dibubuhi gula. Hatinya akan terasa kosong dan kurang bila tidak diisi oleh si buah hati yang manis. Itulah istri yang akan mengiringi setiap langkahnya. Suka dan duka tidak akan terasa asyik dan manis jika saja ia menghadapinya seorang diri….
Read More

Mutiara Salaf 41: Ucapan Seorang Mukmin dan Munafik

Keduanya memiliki perbedaan dalam ucapan dan perbuatan. Seorang mukmin ucapannya sedikit, sedang amal dan ketaatannya banyak. Karena, ia paham bahwa semuanya akan dihisab, dan banyak manusia yang celaka gara-gara lisannya. Adapun orang munafik, ucapannya tidak terkontrol sehingga ia pun semaunya saja berucap, walaupun ucapan-ucapannya membahayakan dan membinasakan dirinya. Pembesar generasi tabi’ut tabi’in, Al-Imam Al-Hafizh Abu…
Read More

Mutiara Salaf 40: Kuatkan Asa dalam Berdoa

Ciri orang yang beriman adalah kuatnya harapan mereka kepada Allah. Tiada henti-hentinya mereka menengadahkan telapak tangannya dalam meminta kepada Rabb-nya. Putus asa tidak ada dalam kamus hidup mereka. Senantiasa mereka berdoa kepada Tuhannya, siang-malam. Harapannya untuk meminta kebaikan dan berkah tak pernah pudar, baik di kala sendiri maupun di kala bersama manusia. Seorang ulama mulia…
Read More

Mutiara Salaf 39: Al-Qur`an adalah Siraman Hati Mukmin

Hati ibarat tanah yang senantiasa membutuhkan siraman hujan yang akan menumbuhkan segala macam biji dan tumbuhan. Demikianlah hati jika disirami oleh petunjuk Al-Qur`an. Hati -dengannya- akan menumbuhkan segala macam kebaikan dalam ucapan dan perbuatan seorang mukmin. Akan tetapi, jika tidak disirami dengan petunjuk Al-Qur`an, hati akan kering kerontang, bahkan boleh jadi selanjutnya akan mati. Malik…
Read More

Mutiara Salaf 38: Nikmatnya Berdzikir kepada Allah

Orang yang sibuk dengan berbagai macam dzikrullah (seperti bermajelis ilmu, berdzikir, membaca atau mengajarkan Al-Qur`an, atau melaksanakan shalat wajib atau shalat lail) akan membuat dirinya melupakan kesusahan dunia. Perasaannya bagaikan burung yang melanglang buana di langit tanpa ada yang membuatnya susah dan berat. Malik bin Dinar As-Samiy As-Sajiy Abu Yahya Al-Bashriy Az-Zahid (wafat pada 130…
Read More

Mutiara Salaf 37: Pentingnya Mengenal Allah

  Para pecinta dan budak dunia adalah orang-orang yang menyibukkan diri dalam mengumpulkan dunia sebanyak-banyaknya sampai ia melupakan kewajiban-kewajiban dalam agama. Satu di antara kewajiban itu adalah ma’rifatullah ‘mengenal Allah’ sebagai pencipta dan sesembahan semua makhluk. Mereka lalai dari majelis-majelis ilmu yang di dalamnya diajarkan tentang Allah, sifat-sifat-Nya, dan syariat-Nya yang mulia. Padahal semua yang…
Read More

Mutiara Salaf 36: Ilustrasi Keikhlasan Para Salaf

  Salaf adalah mereka yang setia menapaki jalan hidup (sunnah) Nabi shallallahu alaihi wa sallam dari kalangan tiga generasi (para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in) Para salaf dikenal dengan keikhlasannya dalam beramal dan melakukan ketaatan. Keikhlasan itu laksana baju yang tidak pernah terlepas dari diri mereka. Pernahkah kalian membayangkan jika seseorang di antara mereka takut…
Read More

Mutiara Salaf 35: Belajar Ilmu Agama untuk Diamalkan

  Mencari dan mempelajari ilmu agama dari para ulama dan para ustadz adalah agar kita mengamalkannya, bukan untuk dibanggakan, dijadikan hiasan mulut, atau sekadar sambilan, bukan pula untuk mencari dunia dan kedudukan di mata manusia. Abu Hasan Ali bin Al-Madiniy As-Sa’diy (wafat 234 H) -rahimahullah- berkata, إِنَّمَا نُقِلَ إِلَيْنَا هَذِهِ الْأَحَادِيثُ لِنَسْتَعْمِلَهَا , لَا لِنَتَعَجَّبَ…
Read More