Taushiyah

Makalah Ringkas Manasik Haji

إِرْشَادُ اْلأُمَّةِ إِلَى مَنَاسِكِ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ عَلَى ضَوْءِ الْكِتَابِ وَالسُّنَّةِ وَفَهْمِ سَلَفِ اْلأُمَّةِ Makalah Ringkas Manasik Haji & Umrah لـَبَّيْـكَ اللهُمَّ لـَبَّيْكَ, لـَبََّيْكَ لا شَريْكَ لَكَ لَبَّيْكَ, إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَة لَكَ وَالْمُلْكَ لا شَريْكَ لَكَ Ini merupakan manasik haji dan umrah untuk memudahkan para Jama’ah Haji dan umrah. Ringkas & praktis, akan tetapi sesuai dengan…
Read More

Manakah yang Utama dalam Qurban : Kambing atau Sapi?

Oleh: Al-Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. –hafizhahullah– Sebagian kaum muslimin sering kali bertanya tentang hewan ternak manakah yang lebih afdhol dan utama untuk diqurbankan? Apakah sapi atau domba (sejenis kambing), atau yang lainnya? Pertanyaan ini saat mereka ingin meraih pahala qurban yang terbesar, sehingga muncullah pertanyaan seperti ini. Untuk menjawab pertanyaan ini, ada baiknya…
Read More

Berita Wahyu tentang Adanya Siksa Kubur

Siksa kubur di alam Barzakh (alam kubur) adalah perkara yang sudah lama diyakini oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dari zaman kenabian sampai hari ini.
Aqidah (keyakinan) tentang perkara ini hanyalah diingkari oleh orang-orang yang menyimpang dari kalangan ahli bid’ah, seperti kaum Mu’tazilah, Khawarij, Jahmiyyah, sekte Qur’aniyyun dan Syi’ah-Rofidhoh.
Pengingkaran ini kemudian dilanjutkan oleh sebuah jama’ah dakwah yang kita kenal dengan “Hizbut Tahrir”!!
Pengingkaran ini menyalahi petunjuk Al-Qur’an dan sejumlah hadits-hadits shohih serta atsar dari para salaf.
Oleh karena itu, kita amat heran terhadap para pengingkar adzab (siksa) kubur, sebab dalil telah nyata dalam menetapkan hal ini.
Akan tetapi mereka tetap membangkang dan mengingkari sebuah aqidah yang telah pasti dan ditetapkan oleh semua ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah dan kaum muslimin.
Hanya hawa nafsulah yang memalingkang mereka dari keyakinan benar ini, na’udzu billahi minal khudzlan.
Para pembaca yang budiman, ada baiknya kami membawakan beberapa dalil dari Al-Kitab dan Sunnah yang menetapkan adanya siksa kubur agar orang yang belum mengetahuinya, dapat mengetahuinya dan meyakininya serta menolak paham para pengingkar siksa kubur.
Semoga dengan risalah ringkas ini, para pengingkar itu sadar atas kesalahannya, sebab terkadang ada diantara mereka yang belum pernah membaca dalil-dalil yang menetapkannya, akibat pembodohan dan syubhat dari para da’i-da’i mereka.
Diantara dalil Al-Kitab yang menyatakan adanya siksa kubur di alam Barzakh (alam kubur), firman Allah -Azza wa Jalla-,

Kaifiah Sholat Tobat

Sholat tobat sama seperti dengan sunnah lainnya dalam hal tata cara. Hanya saja sholat tobat dikerjakan oleh seorang hamba saat ia pernah melakukan dosa besar, lalu ia menyesal dan mau bertobat atas dosanya, maka ia disyariatkan melakukan dua rakaat sholat sunnah yang disebut dengan”Sholat Tobat”.
Ini didasari oleh sebuah hadits dari Abu Bakr Ash-Shiddiq -radhiyallahu anhu-, ia berkata, “Aku pernah mendengar Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- bersabda,
مَا مِنْ رَجُلٍ يُذْنِبُ ذَنْبًا ، ثُمَّ يَقُومُ فَيَتَطَهَّرُ ، ثُمَّ يُصَلِّي ، ثُمَّ يَسْتَغْفِرُ اللَّهَ ، إِلاَّ غَفَرَ اللَّهُ لَهُ
“Tak ada seorang pun yang melakukan dosa, lalu ia bangkit dan bersuci (wudhu’), lalu ia sholat. Kemudian ia memohon ampunan kepada Allah, kecuali orang itu diampuni dosanya oleh Allah”. [HR. Abu Dawud dalam Sunan-nya (no.1521), At-Tirmidziy dalam Sunan-nya (no.3006), dan Ibnu Majah dalam Sunan-nya (no.1395). Hadits ini di-shohih-kan oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Takhrij Al-Misykah (no. 1324)]

Agama bukan Perasaan (Sorotan terhadap Cara Keberagamaan Kaum Muslimin)

Jika kita menelisik kehidupan beragama dari kaum muslimin di Indonesia, atau negeri lainnya, maka kita akan banyak menemukan bukti dan fenomena yang menguatkan bahwakehidupan beragama kita masih sebatas perasaan.
Padahal agama bukanlah perasaan, hawa nafsu dan akal-akalan semata. Agama adalah wahyu dan petunjuk datang dari langit sana.
Allah -Azza wa Jalla- berfirman,
{وَأَنْزَلْنَا إِلَيْكَ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ مِنَ الْكِتَابِ وَمُهَيْمِنًا عَلَيْهِ فَاحْكُمْ بَيْنَهُمْ بِمَا أَنْزَلَ اللَّهُ وَلَا تَتَّبِعْ أَهْوَاءَهُمْ عَمَّا جَاءَكَ مِنَ الْحَقِّ…} [المائدة: 48]
“Dan Kami telah turunkan kepadamu Al-Quran dengan membawa kebenaran, membenarkan apa yang sebelumnya, yaitu kitab-kitab (yang diturunkan sebelumnya) dan batu ujian terhadap kitab-kitab yang lain itu. Maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yang Allah turunkan dan janganlah kamu mengikuti hawa nafsu mereka dengan meninggalkan kebenaran yang telah datang kepadamu”.(QS. Al-Maa’idah : 48)
Al-Hafizh Imaduddin Ibnu Katsir Ad-Dimasyqiy -rahimahullah- berkata,
“أَيْ: لَا تَنْصَرِفْ عَنِ الْحَقِّ الَّذِي أَمَرَكَ اللَّهُ بِهِ إِلَى أَهْوَاءِ هؤلاء من الجهلة الأشقياء.” اهـ من تفسير ابن كثير، ط. دار طيبة، ت : سامي سلامة (3/ 128)
“Maksudnya, janganlah engkau berpaling dari kebenaran yang Allah perintahkan kepadamu, menuju keinginan-keinginan dari orang-orang jahil lagi celaka itu”. [Lihat Tafsir Ibnu Katsir (3/128), cet. Dar Thoybah, 1420 H]
Ini menunjukkan bahwa seorang dalam beragama tidaklah mengikuti keinginan dan perasaan manusia, tapi mengikutiwahyu dari Allah -Azza wa Jalla- dan petunjuk Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- yang bersumber dari bimbingan Allah.

Sholat Orang yang Sakit

Oleh: Ustadz Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc.   Salah satu diantara keindahan Islam, syariatnya memberikan kelonggaran dalam perkara yang sulit dan berat untuk dilakukan. Keindahan ini akan tampak bila kita membuka lembaran hadits-hadits nabawiyyah. Itulah syariat yang mudah lagi terjangkau. Bila seseorang memiliki udzur, maka ia berusaha melakukan sesuatu dari syariat ini dengan semampunya, yakni berusaha…
Read More

Hukum Mencela dan Mengejek Janggut, Hijab atau Cadar, Celana di atas Maka Kaki, dan Apapun dari Ajaran Islam

Pada momen yang indah hari ini, kami akan mengangkat beberapa permasalahan yang berkaitan dengan mencela atau mengejek ajaran agama dan syariatnya (seperti, mencela Allah, Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam-, mush-haf, siwak, cadar, celana di atas mata kaki, dan apapun dari syariat Islam yang suci ini.

Perkara-perkara seperti ini sengaja kami angkat ke masyarakat, sebab banyak kita temui orang-orang yang mengaku Islam, namun ia melakukan hal-hal tersebut dengan berbagai macam alasan.

Terkadang karena alasan main-main atau sungguh-sungguh, atau alasan-alasan lainnya. Mereka menganggap perkara seperti itu adalah ringan. Padahal hakikatnya berat dan hukumnya dalam agama besar!

Sering kali kita menemui dan menasihati orang-orang semacam ini, namun ia tak bergeming dengan ucapan dan nasihat kita. Walaupun kita telah membacakan kepadanya ayat-ayat atau hadits dari Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam-, maka tetap saja ia keras kepala.
Mungkin mereka tidak menganggap nasihat itu, karena muncul dari seorang yang bukan ulama.
Nah, oleh karena itu, kali ini kami akan menukilkan dan membawakan beberapa fatwa para ulama Ahlus Sunnah yang terhimpun dalam sebuah lembaga yang bernama Al-Lajnah Ad-Da’imah lil Buhuts Al-Ilmiyyah wal Iftaa’, di Timur Tengah.

Bahaya Takut Sembarangan

Di zaman ini manusia sering keliru dalam menempatkan rasa takutnya.
Kadang ia takut kepada sesuatu yang tak mesti ditakuti. Sebaliknya, kadang tak takut kepada sesuatu yang harusnya ditakuti.
Mungkin anda pernah melihat ada orang yang datang ke kubur orang-orang dianggap “wali” untuk ber-nadzar bahwa bila ia selamat atau sembuh, maka ia datang ke kubur itu kedua kalinya untuk menyembelih sapi, kambing dan lainnya.
Dia amat takut melanggar nadzar dan janjinya tersebut, dengan alasan takut kualat bila ia tak memenuhinya. Takut bila si penghuni kubur marah kepadanya!!

Asal Usul Rokok

Rokok adalah silinder dari kertas berukuran panjang antara 70 sampai 120 mm. Perbedaan ini tergantung kebiasaan pada setiap negara.

Diameter rokok itu sendiri berkisar 10 mm yang berisi daun tembakau yang telah dicacah.
Rokok dibakar pada salah satu ujungnya dan dibiarkan membara agar asapnya dapat dihirup lewat mulut pada ujungnya yang lain.

Rokok biasanya dijual dalam bungkusan berbentuk kotak atau kemasan kertas yang dapat dimasukkan dengan mudah ke dalam saku.

Sejak beberapa tahun terakhir, juga bungkusan-bungkusan itu dibumbui dengan pesan kesehatan yang memperingatkan perokok tentang bahaya kesehatan yang dapat ditimbulkan oleh rokok berupa kanker paru-paru, serangan jantung, keguguran janin dan lainnya.

Walaupun pada kenyataannya, pesan itu hanya tinggal hiasan, jarang sekali dipatuhi.
Itulah manusia; sudah tahu racun, tetap saja ia berbuat zhalim terhadap diri dan orang lain.

Ajakan Indah untuk Menyatukan Langkah dalam Berpuasa dan Berhari Raya bersama Pemerintah

Oleh: Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah, Lc. -hafizhahullah-   Kaum Muslimin Ummat Terbaik Ummat Islam adalah ummat yang memiliki banyak kebaikan. Mereka adalah ummat pilihan di antara ummat-ummat lain. Tak heran jika Allah -Ta’ala- berfirman memuji mereka dan menyatakannya sebagai ummat terbaik, كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ  [آل عمران…
Read More