Taushiyah

Kerusakan Paham Liberalisme

Liberalisme adalah sebuah ideologi, pandangan filsafat dan tradisi politik yang didasarkan pada pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai politik yang utama.
Secara umum, liberalisme mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir dan berbuat bagi setiap individu. Paham liberalisme menolak adanya pembatasan, khususnya dari pemerintah dan agama.
Sejalan dengan perkembangan liberalisme, akhirnya menjadi sistem dan bentuk pemerintahan serta sistem perekonomian yang tertuang dalam bentuk sistem demokrasi dan sistem kapitalisme.

Jangan Ucapkan Selamat Natal

Mengucapkan selamat Natal bukanlah adab “berbagi kebahagiaan” sebagaimana yang diucapkan oleh salah seorang kiyai yang ditokohkan di Indonesia ini, karena mengucapkan “Selamat Natal” adalah bentuk tasyabbuh (penyerupaan) terhadap orang kafir yang diharamkan dan menghancurkan prinsip al-Wala’ wal Bara’ dalam akidah Islam.

Petuah Bermakna agar tidak Ikut-ikutan Bernatal

Hari Natal tahun ini kita “sambut” dengan kritikan dan petuah serta nasihat bagi kaum muslimin agar tidak terpengaruh merayakannya bersama dengan kaum Nashara alias Kristen.

Sebab, ada fenomena bergampangan yang muncul ke permukaan dengan adanya sebagian manusia lemah iman, hadir dalam Hari Natal, bahkan kadang ikut jadi panitia hari raya mereka.

Jauhi Permainan Catur dan Ludo

Catur dan ludo adalah dua permainan yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia Raya. Namun banyak juga diantara mereka yang tidak mengetahui hukumnya. Pokoknya, asal bisa main!! Mereka tak mau pusing tentang hukumnya.

Karena itu, kami mengajak anda membahas dan cari tahu hukum kedua permainan ini. Seorang muslim tak boleh asal melakukan sesuatu. Tapi ia harus tahu tentang perkara yang ia lakukan. Apalagi jika ia adalah seorang yang tak memiliki bekal ilmu agama.

Kisah Heroik Para Sahabat ‘Singa-singa Padang Pasir’

Kisah heroik para sahabat Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- telah mengisi lembaran-lembaran sejarah indah Islam. Para sahabat memiliki keberanian luar biasa dalam menghadapi musuh, laksana singa-singa padang pasir yang tidak gentar kepada musuh apapun. Mereka adalah kaum yang mencari syahadah (kedudukan mati syahid) di jalan Allah demi mengangkat martabat agama Allah.
Tak ada dalam kamus hidup mereka, melainkan Mati Syahid, atau Hidup Mulia di atas Islam, yang kemudian disederhanakan oleh kaum muslimin Indonesia dengan semboyan “Merdeka atau Mati”, yakni merdeka di atas Islam atau mati syahid di tangan musuh kafir Belanda dengan ganjaran surga di sisi Allah -Tabaroka wa Ta’ala-.
Para sahabat -radhiyallahu anhum- berjihad tanpa kenal capek dan gentar, mereka senantiasa siap menghadapi kaum kafir yang tak mau tunduk kepada agama Allah (Islam).
Cerita indah dari kehidupan para pahlawan dan pembawa panji Islam telah menghiasi lukisan sejarah manusia.
Mereka telah melakukan perubahan dalam segala sisi, mulai dari akhlaq manusia, ilmu, ibadah dan lainnya. Semua berkat perjuangan para sahabat -radhiyallahu anhum-.
Para pembaca yang budiman, kali ini kami akan mengajak anda meneguk manisnya sejarah mereka dengan menukil kisah kepahlawanan mereka sebagaimana yang dinukil oleh sejarawan Islam,

Riwayat Perjalanan Matahari yang Tercecer dari Catatan Sejarah Manusia

Diantara riwayat dan sejarah matahari yang sudah dilupakan oleh kalangan sejarawan dunia, kisah seorang nabi yang sholih, yaitu Nabi Yusya’ bin Nun -Shallallahu alaihi wa sallam-.

Menyibak Kabut Kelabu Perihal Kehidupan Dajjal

Mungkin setiap orang diantara kita sering mendengar nama “DAJJAL”, tapi boleh jadi banyak orang yang tidak mengenal siapakah Dajjal?
Dijelaskan dalam sebagian riwayat bahwa salah satu diantara tanda kiamat, keluarnya Dajjal yang akan menyesatkan banyak manusia di akhir zaman.
Dia adalah manusia aneh yang telah diciptakan oleh Allah -Azza wa Jalla- sejak dahulu kala.
Di akhir zaman ia akan keluar mengaku sebagai tuhan. Barangsiapa yang menolaknya, maka ia akan menyiksanya habis-habisan.
Kali ini kami akan mengajak anda menikmati kisah di bawah ini yang menyingkap sedikit perihal kehidupan manusia misteri ini.

Pacaran, Racun Berbalut Madu

Panjangnya zaman yang menyelai antara masa kenabian dengan masa sekarang, membuat kebanyakan orang diantara mereka yang melupakan sebagian hukum-hukum syariat sehingga sesuatu yang haram kini berubah menjadi “halal” dalam penilaian mereka.
Sungguh sebuah ironi yang menyayat hati bila kebanyakan diantara kita sudah melupakan batasan dan aturan agamanya.
Semua itu dilatari oleh malasnya kaum muslimin mempelajari Kitabullah dan hadits-hadits Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- serta petunjuk dan jalan hidup para sahabat dalam beragama. Manusia hari ini banyak dilalaikan dari hal itu oleh pengaruh-pengaruh serta jerat-jerat setan dan bala tentaranya.
Para pembaca yang budiman, dulu berpacaran adalah sesuatu yang memalukan dan tabu bagi kebanyakan orang. Karena, masih banyak diantara kita yang mengetahui bahwa pacaran itu adalah pengantar menuju zina.

Imam Menambah Satu Rakaat, Apa Sikap Makmum?

Jika di suatu masjid imam –misalnya- sholat Ashar, mestinya 4 rakaat. Tapi karena lupa. Akhirnya, sholat Ashar-nya berubah jadi 5 rakaat.
Nah apa sikap makmum yang benar, setelah imam masuk ke rakaat berikutnya dan ia yakin dengan sikapnya. Padahal ia sudah diingatkan dengan ucapan “subhanalloh”?
Pertanyaan ini pernah ditanyakan kepada lembaga Al-Lajnah Ad-Da’imah yang di dalamnya berkumpul para ulama besar :
س5: إذا سهى الإمام فنبهه أحد المأمومين أو اثنان أو أكثر، ولم يستجب لهم؛ معتقدا أنه لم يسهو، فكيف يصنع المأموم والحالة هذه؟ وهل يجب على الإمام أن يسجد للسهو مع تيقنه بتمام صلاته.
“Jika imam lupa, lalu ia diingatkan oleh seorang makmum, 2 atau lebih makmum. Namun imam tidak menyambut peringatan mereka dengan meyakini bahwa ia (imam) tidak lupa. Nah, apa yang dilakukan oleh makmum, sedang kondisinya seperti ini? Apakah imam wajib sujud sahwi, seiiring ia yakin akan kesempurnaan sholatnya?”
Para ulama yang tergabung dalam Al-Lajnah Ad-Da’imah memberikan fatwa bersama :

Adab Safar yang Sering Dilupakan oleh Banyak Orang

Salah satu adab safar yang sering dilupakan oleh para saudara kita, ucapan doa yang disyariatkan oleh Nabi -Shallallahu alaihi wa sallam- dan diajarkan kepada para sahabat. Doa yang amat dibutuhkan oleh seorang dalam safar dan kehidupannya, baik di dunia, maupun di akhirat.
Seorang ulama tabi’in, Qoza’ah bin Yahya Al-Bashriy -rahimahullah- menuturkan,
قَالَ لِى ابْنُ عُمَرَ هَلُمَّ أُوَدِّعْكَ كَمَا وَدَّعَنِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- : أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
“Ibnu Umar pernah berkata kepadaku, “Kemarilah!! Aku akan mengucapkan selamat kepadamu sebagaimana halnya Rasulullah -Shallallahu alaihi wa sallam- pernah mengucapkan selamat kepadaku,
أَسْتَوْدِعُ اللَّهَ دِينَكَ وَأَمَانَتَكَ وَخَوَاتِيمَ عَمَلِكَ
“Aku titipkan kepada Allah agama, amanah dan penutup-penutup amalmu “. [HR. Abu Dawud dalam As-Sunan (no. 2600), Al-Hakim dalam Al-Mustadrok ala Ash-Shohihain (2/97/no. 2476), Ahmad dalam Al-Musnad (2/25/no. 4781) dan Ibnu Asakir dalam Tarikh Dimasyqo (49/314-316). Dinyatakan shohih oleh Syaikh Al-Albaniy dalam Ash-Shohihah (no. 14)]