Taushiyah

Mutiara Salaf 64: Jangan Memaksakan Diri dalam Beramal

Dalam beramal, semangat bukanlah segala-galanya. Sebab, terkadang jika berlebihan semangat dalam beramal, rasa bosan dan malas itu datang menghinggapi diri kita. Seorang hamba memberikan sedikit kelonggaran bagi jiwa dengan sesuatu yang bermanfaat dan tidak melalaikan, misalnya berziarah kepada kerabat atau handai tolan, bekerja mencari nafkah, menuntut ilmu, membaca kitab-kitab, dan selainnya. Abul Khathhab Qatadah bin…
Read More

Terpukau dengan Kemajuan Barat

Seorang doktor keluaran Amerika pernah memberikan sebuah ceramah di depan kaum muslimin dengan penuh semangat ia mengelu-elukan dan membanggakan kemajuan Amerika dan negara barat lainnya, yang notabenenya adalah kaum kafir yang ingkar kepada Islam.
Dia membanggakan kaum kafir, karena semata kemajuan dunianya. Sebaliknya, dengan nada dan pandangan sinis, ia merendahkan kaum muslimin karena kemunduran dan keterbelakangan dalam urusan dunia.
Ini adalah sebuah realitas ketertipuan sebagian kaum cendekiawan muslim terhadap kemajuan kaum kafir.

Aturan Pukul-Memukul dalam Bimbingan Al-Qur’an & Sunnah

Di sebagian kesempatan, kami pernah menyaksikan seorang bocah cilik menampar dan memukul wajah temannya, tanpa merasa bersalah.
Ketika ditanya dan dinasihati agar jangan memukul wajah teman, maka ia beralasan bahwa itu cuma canda dan gurau.
Ia menganggap bahwa memukul orang boleh dan bebas saja, tanpa aturan!!
Kesalahan dan kejadian ini membekas dalam lubuk hati kami, yang mendorong kami agar sedikit berbicara seputar aturan pukul-memukul dalam syariat Islam yang suci.
Di sisi lain, disana ada sekelompok manusia yang menganggap bahwa memukul adalah perkara yang dilarang secara total, sehingga ia menyangka bahwa dalam dunia pendidikan –misalnya- tak boleh memukul anak didik, walaupun itu adalah pukulan mendidik. Ini jelas kesalahan berpikir!!!
Syariat Islam yang indah ini memiliki sikap dan posisi pertengahan: tidak membolehkan pemukulan secara mutlak dan tidak pula melarang secara mutlak.
Jika ia adalah pukulan yang dibutuhkan, maka ia adalah terapi pendidikan yang tepat dan efektif. Namun tentunya pukulan itu tidaklah berlebihan sampai menyebabkan tubuh anak memar atau terluka.
Di dalam Al-Kitab, Allah menyebutkan bolehnya seorang suami memukul istri yang melakukan nusyuz (pembangkangan dan kedurhakaan) di hadapan suami.
Sang istri tak mau lagi menurut dalam perkara yang ma’ruf. Nasihat dan pisah tempat tidur pun tak lagi bermanfaat.
Nah, tak ada jalan lain lagi, maka disinilah dibolehkan suami memukul istrinya dengan pukulan yang tidak melampaui batas.

Istri Muda Minta Cerai karena Kasihan dengan Istri Pertama

Tanya: Bila seorang istri muda meminta cerai karena kasihan dengan istri pertama, apakah itu termasuk alasan syar’i? Jawab : Alhamdulillah washshalâtu wassalâmu alâ nabiyyinâ wa alâ âlihi washahbihi ajma’în 1. Sebelum menjawab pertanyaan ini, kami perlu menjelaskan bahwa jika pertanyaan di atas adalah kasuistik (yakni berkaitan dengan kasus yang dihadapi), kami mengharapkan agar perkara ini…
Read More

Perempuan Minta Dinikahi

Tanya: Apakah seorang perempuan boleh meminta untuk dinikahi? Jawab: Boleh saja kalau dia mengetahui ada lelaki shalih, dan berharap ada kebaikan di belakang hal tersebut. Hal ini tidak mengapa insya Allah. Namun, tentunya dengan cara yang baik pula, seperti meminta melalui walinya, melalui orang yang dia percayai, atau yang semisalnya. Wallahu A’lam Ustadz Dzulqarnain M….
Read More

“Innocence of Muslims” Bukti Kebencian dan Makar Kaum Kafir

Oleh :Ust. Abdul Qodir Abu Fa’izah -hafizhahullah- Di segala zaman kaum kafir senantiasa melancarkan makar busuknya, akibat kebenciannya kepada ajaran kebenaran yang dibawa oleh para nabi dan rasul –alaihimush sholatu was salam-. Para pengikut kebenaran senantiasa dicela oleh kaum kafir, karena keimanan mereka kepada kebenaran yang disampaikan oleh Allah melalui lisan para nabi dan rasul-Nya….
Read More

Gaya Hidup Latah dalam Bertahun Baru

Salah satu life style (gaya hidup) manusia di era ini, apa yang kita kenal dengan “gaya hidup latah”. Gaya hidup meniru-niru sikap, perbuatan, atau kebiasaan agama lain. Gaya hidup ini dikenal oleh para ulama kita dengan “at-tasyabbuh” (meniru-niru dan menyontek). Gaya hidup latah ini banyak menyerang umat Islam sejak melemahnya Islam dan kaum muslimin, seiring…
Read More

Lebih Utama Thawaf Atau Shalat Sunnah Bagi Perempuan?

Tanya: Mana yang lebih utama bagi seorang perempuan, melaksanakan thawaf sunnah di Ka’bah dalam keadaan berdesakan atau mengerjakan shalat sunnah di Masjidil Haram? Jawab: Perempuan tidak dianjurkan berdesakan dengan laki-laki dalam ibadah sunnah. Sebaiknya seorang perempuan mengerjakan amalan ibadah lain, yakni memperbanyak shalat di Masjidil Haram. Jika memang perlu mengerjakan thawaf, silakan, tetapi hindari berdesak-desakan….
Read More