Taushiyah

Mutiara Salaf 53: Fungsi Akal pada Diri Manusia

Akal merupakan anugerah yang amat berharga. Allah Azza wa Jalla memberikan akal secara khusus kepada manusia sehingga manusia perilakunya berbeda daripada binatang yang tidak berakal. Jika ada manusia yang menyukai sesuatu yang buruk lagi busuk (misalnya khamr alias minuman keras dan narkoba), hal ini berarti lebih rendah bila dibandingkan dengan binatang. Mestinya akal sehatnya membentengi…
Read More

Sebab-Sebab Kelapangan Hati

Sebab kelapangan hati yang paling agung adalah perkara tauhid. Pemiliknya akan merasakan kelapangan hati sesuai dengan kadar kesempurnaan, kekuatan, dan penambahannya. Allah Ta’ala berfirman: أَفَمَن شرح الله صدره للإسلام فهو على نور من ربه “Maka apakah orang yang Allah bukakan hatinya untuk (menerima) Islam lalu ia mendapat cahaya dari Rabnya (sama dengan orang yang membatu…
Read More

Mutiara Salaf 52: Sulitnya Mengatur Manusia

Mengatur manusia merupakan tugas yang amat berat sehingga tidak setiap orang mampu melaksanakannya dengan baik. Setiap manusia memiliki ego dan tendensi yang beragam. Sering kali terjadi gesekan antara seorang manusia dengan manusia lainnya karena adanya ketidakselarasan ego dan tendensi tersebut, kecuali mereka yang diberi taufiq untuk mengikuti bimbingan wahyu. Hawa nafsu dan keinginannya tunduk kepada…
Read More

Mutiara Salaf 51: Sifat Orang-Orang Shiddiqin

Orang-orang shiddiq (jujur dalam keimanannya) memiliki ciri yang tampak pada dirinya. Jika ia membaca Al-Qur`an atau orang lain membacakan Al-Qur`an kepadanya, hatinya semakin rindu kepada surga dan amal ibadahnya semakin kuat dalam meraih surga dan segala kenikmatannya. Malik bin Dinar As-Samiy As-Sajiy Abu Yahya Al-Bashriy Az-Zahid (wafat pada 130 H) rahimahullah berkata, إِنَّ الصِّدِّيْقِيْنَ إِذَا…
Read More

Mutiara Salaf 50: Dua Sifat Berlawanan: Tawadhu dan Takabbur

Dua sifat ini merupakan dua sifat yang Allah ‘Azza wa Jalla berikan kepada dua golongan manusia yang nasib dan wataknya berlawanan. Sifat tawadhu (rendah diri) diberikan kepada mereka yang mulia, sedangkan sifat takabbur (merasa tinggi alias sombong) disematkan pada jiwa manusia yang hina. Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’iy rahimahullah berkata, التَّوَاضُعُ مِنْ أَخْلَاقِ الْكِرَامِ، وَالتَّكَبُّرُ…
Read More

Mutiara Salaf 49: Berita Menyakitkan

Sebuah rahasia yang seringkali luput pada benak kebanyakan manusia adalah bahwa, bila ia tertimpa musibah berupa adanya berita-berita dan gosip-gosip yang menyakitkan telinga, hati, dan raga, kebanyakan di antara kita tidak mengetahui hakikat dan kesudahan. Sebab, bila benar, boleh jadi berita menyakitkan itu adalah sebuah ‘uqubah ‘hukuman’ atas maksiat yang pernah kita lakukan. Adapun bila…
Read More

Mutiara Salaf 48: Ucapan Terbaik

Ucapan terbaik adalah ucapan yang mudah dipahami. Sekali didengar, ucapan itu tak perlu diulangi atau dipikirkan dalam tempo lama. Ucapan tersebut langsung bercokol dalam benak kita dan memberi kesan mendalam pada lubuk hati. Penulis kitab Sunan, AImam Abu Dawud As-Sijistaniy rahimahullah, pernah berkata, خَيْرُ الكَلاَمِ مَا دَخَلَ الأُذُنَ بِغَيْرِ إِذْنٍ “Sebaik-baik ucapan adalah yang masuk…
Read More

Mutiara Salaf 47: Kejujuran adalah Keselamatan

Tidak ada yang menyelamatkan manusia dari siksa api neraka, kecuali kejujuran seorang hamba dalam memegang teguh ajaran agamanya. Hamba yang selamat, karena kejujurannya, haruslah tampak kejujuran pada hati, lisan, dan anggota badan. Orang-orang munafik menjerumuskan dirinya ke dalam Jahannam akibat ia mendustai Allah, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, serta orang-orang beriman. Tampak keimanan pada lahiriahnya,…
Read More

Mutiara Salaf 46: Menghargai Amal Sedikit dengan Keikhlasan

Amalan shalih yang kita kerjakan sepanjang umur, bila mau dihargai dengan surga yang mahal, tidaklah cukup. Namun, bila keikhlasan mengiringi amalan-amalan shalih kita, barulah amalan-amalan itu memiliki harga dan kedudukan di sisi Allah ‘Azza wa Jalla. Tabi’in mulia, Abu Ayyub Maimun bin Mihron Al-Jazariy (wafat pada 117 H) rahimahullah, berkata, إِنَّ أَعْمَالَكُمْ قَلِيْلَةٌ، فَأَخْلِصُوْا هَذَا…
Read More

Mutiara Salaf 45: Perangkat-Perangkat Iman

Iman ibarat manusia yang harus diiringi oleh perangkat. Iman harus dibalut oleh taqwa, dihiasi oleh rasa malu, dan dikuatkan oleh fiqih fiddin. Iman yang bercokol dalam hati dan seringkali naik-turun haruslah memiliki perangkat yang menguatkan dan melindunginya. Jika tidak, pastilah ia akan lemah dan binasa. Ulama tabi’in pada zamannya, Abu Abdillah Muhammad bin Munabbih bin…
Read More